“Dek, Kolam Renangnya Mana?”

Ngebackpack ke Singapura Day 1

Ini adalah pertama kalinya saya dan Adrian Backpacking trip setelah menikah. Gimana nanti tidurnya? Apakah bisa bobok berpelukan? Apakah saya bisa tahan kalau melihat orang PDA alias Public Display Affection di dalam kamar hostel? Apakah Adrian yang sangat menghargai privasi bakalan ngomel-ngomel karena berbagi ruangan? Berbagai macam pertanyaan itu bergaung di kepala saya menuntut jawab.

Namanya ngebackpack, mari bawa tas punggung!

Namanya ngebackpack, mari bawa tas punggung!

Apa sih arti Backpacker Trip?

Kalau menurut The Urban Dictionary, Backpackers artinya orang yang bepergian secara independen dengan anggaran yang rendah, biasanya tinggal di hostel atau dengan warga setempat daripada di hotel.  Trip ngebackpack ini diawali dengan ticket sale dari AirAsia. Kami dapat tiket JKT-SING-JKT seharga Rp. 600.000,- PP. Whoaaa, ini lebih murah daripada tiket kereta api Taksaka Jakarta-Jogja! Langsung deh gak pakai mikir dua kali saya beli tiketnya. Berangkat dari Jakarta pukul 17.40 WIB. Satu yang saya suka dari AirAsia, mereka jarang delay 😉 dan sepanjang penerbangan, kami dimanjakan pemandangan senja yang cantik. Aih, Singapura kami datang!

Senja dari atas pesawat Airasia. Jakarta-Singapura

Senja dari atas pesawat Airasia. Jakarta-Singapura

Dari awal, kami memang ingin trip ini sebagai trip dengan biaya serendah mungkin, jadi sebagai langkah pengiritan kami mau nginap di apartement teman. Namun karena satu dan lain hal akhirnya kami milih nginap di hostel. Di Singapura rencananya kami mau explore this Lion City, jadi hostel aja cukup, fungsinya kan cuma buat numpang tidur, bukan buat leyeh-leyeh nikmat kayak liburan di Sanur kemarin.

Apa Perbedaan Hostel dan Hotel?

Hostel berbeda lho dengan hotel walaupun kalau secara huruf bedanya tipis banget ya, cuma beda satu huruf aja. Tapi secara fasilitas dan tentu saja harga bedanya lumayan jauh!

 Hotel:

  • Kamarnya luas dan private.
  • Toilet ada di dalam kamar.
  • Fasilitasnya komplit mulai dari kolam renang hingga buffet sarapan yang panjang.
  • Semua dilayani, mulai dari angkat koper, bersih-bersih, dsb.

 Hostel:

  • Biasanya satu ruangan bisa digunakan oleh 4-12 orang tergantung jenis kamar. Iyaaa, kayak kamar asrama gitu deh :mrgreen:.
  • Kamar mandi ada di luar, dipakai bareng-bareng sama semua penghuni hostel, dan ini mengakibatkan saya gak bisa pup sama sekali! :lol:.
  • Jangan bayangkan lobby hostel luas dan empuk, lha kadang lobbynya aja merangkap tempat makan, dan sarapan pun terbatas pada roti, sereal serta apel atau tergantung buah apa yang disediakan hari itu.
  • Gak ada pelayanan model hotel gitu, semua serba self-service (kecuali beresin kamar and kamar mandi) selesai makan pagi pun harus cuci piring sendiri :mrgreen: Huihihi. Seru kan?

Nah, udah kebayang kan perbedaan hotel dan hostel itu? Lalu, apa saya nyesal tinggal di hostel? Enggak tuh, karena harga dan pelayanannya setimpal banget. Ada harga, ada rupa. Dan biaya di hostel itu sebanding dengan pelayanan yang diterima.

Chinatown yang meriah dengan lampion-lampion merah

Chinatown yang meriah dengan lampion-lampion merah

Saya menginap di 5footway.inn Project Chinatown 2 Hostel, letaknya di ujung jalan South Bridge Road. Memilih tinggal di Chinatown karena diracuni Mas Adhi (kawan seperjalanan waktu trip ke Genting tempo hari :P) dan juga karena lokasinya yang asoy. Begitu keluar hostel aja langsung ada Sri Mariamman Temple, jalan 5 menit ada Buddha Tooth Relic Temple. Lalu pelayanan di 5footway.inn Project Chinatown 2 hostel tuh ramah dan menyenangkan, mana free WiFi pulak. Soal harga? Menurut saya ini salah satu yang murah, semalam sekitar Rp. 160.000/malam/orang!

Sri Mariamman Temple, salah satu kuil Hindu di Chinatown

Sri Mariamman Temple, salah satu kuil Hindu di Chinatown

Salah satu sudut di Chinatown. Bersih dan menyenangkan, bukan?

Salah satu sudut di Chinatown. Bersih dan menyenangkan, bukan?

Pertama masuk ke dalam hostel, saya langsung suka. Bersih, minimalis dan wangi. Adrian menggoda saya dengan bertanya, “Dek, kolam renangnya mana?” Yang saya jawab dengan dengusan pura-pura sebal. Hih! Pria ini, hobbinya koq godain istrinya aja siiiy :mrgreen:.

Saya pilih bed yang ada di atas. Di bawah bed kami ini ada 4 bed lain yang diisi oleh berbagai macam orang :D Hello keriuahan!

Saya pilih bed yang ada di atas. Di bawah bed kami ini ada 4 bed lain yang diisi oleh berbagai macam orang 😀 Hello keriuhan!

Hostel, tampak samping.

Hostel, tampak samping.

Karena lelah, saya pun segera tertidur. Siap menyongsong esok pagi. Hello Singapura, nantikan petualangan kami besok! ^_^

  Jadi, Apakah Sobat CE pernah ngebackpack? Kapan dan ke mana?

Little Trivia of Ngebackpack biar trip murah dan aman:
  • Manfaatkan tiket promo suatu Budget Airlines seperti Air Asia, Mandala (Tiger) Airways hingga Lion Air.
  • Pesan hotel atau hostel di Agoda.com. Harganya murah, servis okay dan kalau Jumat harga yang udah didiskon itu ada diskonnya lagi! ^_^ 
  • Bawa barang yang perlu-perlu saja, dan jangan taruh sembarangan di dalam kamar hostel. Belum tentu aman kan? Masukkan loker dan simpan kuncinya baik-baik. 
  • Ramah sama penghuni hostel lain, tapi jangan kelewat ramah, ntar disangka orang gila lagi. Hehe
Tulisan lain mengenai Singapore :
1. Sisi Lain Orchad Road Singapura
2. Seharian di Clarke Quay Singapura
3. Singapore Art Museum
4. Go Walking Around and Get Educated in Gardens by the Bay
5. Singapore Topless View
6. Christmas in Singapore
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Hotels, Singapura, TRAVELLING dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

117 Balasan ke “Dek, Kolam Renangnya Mana?”

  1. emyou berkata:

    selama ini belum pernah coba nginep di hostel sih.. kemaren pas di malang juga sempet semalem di tempat yang terkenal sebagai hostel, tapi ternyata sold out. lagi-lagi kebagian kamar hotel. ya gapapa lah.. toh juga lebih nyaman 🙂

  2. cK berkata:

    Belum pernah backpacking. Aku tipe cewek koper sih… 🙄

  3. Goiq berkata:

    jadi gak sabar nunggu Februari… hahahahaha

  4. antondewantoro berkata:

    Kapan piknik ke negara lain?

  5. Ilham berkata:

    hostel belum pernah mbak. tapi waktu saya masih kecil pernah ngerempong pengen ikut liburan sama keluarga sepupu. 😛 kita pake mobil dari medan ke bandung. jadi mau gak mau ada beberapa kali kita nginep di mobil sambil parkir di rumah makan 24 jam atau lapangan bola.

  6. ceritasofi berkata:

    waduh..seru kayaknya ya…apalagi kalo rame-rame sama temen-temen ya mbak

  7. Melly Feyadin berkata:

    aku belum pernah mba..hihi
    tp itu hostelnya bersih bgt yah, rapi.

  8. lindaleenk berkata:

    😮
    Duh,aq paling ga bisa tidur kalau ada yg berisik 😦

  9. bandanaku berkata:

    aku mba….beebrapa kali nginap di hostel. murah meriah dan bisa akrab dengan travelier dari manapun.
    Di singapore hostelnya memang pelayannya tidak ramah, beda dengan di Thailand dan Cambodia dan Indonesia tentunya.

  10. ~Ra berkata:

    Aku akan mengikuti jejakmu mBak..

    😀

    Tunggu aku di Singapura ya…

  11. icit berkata:

    aku lebih suka bekpek, cuma aku belum sempat ke banyak tempat, baru beberapa daerah aja. perlu paspor nih 😀
    dan aku juga pengen cari partner dulu, kayak kamu dan adrian.
    *cari di yellowpages*

  12. Esti Sulistyawan berkata:

    Belum pernah Mbak, hbs Mas susah bgt cari waktu liburnya 😦

  13. Ailtje berkata:

    Jangan pesen hotel di website2 pesenan hotel, karena itu ternyata merugikan pemilik usaha. Ada yang harus dipotong 25% buat websitenya. Kan kasian 😦

  14. tp indonesia memang surga, walau level losmen juga kamarnya sendiri sendiri yah hihihi~

  15. Yahya Kurniawan berkata:

    Saya belum pernah bekpekeran 😦 Tapi untunglah pernah nyicipin pergi ke SIngapore

  16. izzawa berkata:

    tapi hostel disana lumayan nyaman kayaknya ya mbak…
    tadi tu sebelum liat gambar kebayangnya kyk mess hahaha 😀
    makasih bget infonya mbak..bisa jadi refernsi nih kalo2 nyasar di singapur 😆

  17. lieshadie berkata:

    baca cerita travelingmu selalu seru…mau ngebekpek atawa enggak…selalu asik..dan pingin ngikutin jejak jadi traveller !!! # huuuuu…anak2 mo dikemanain Maaaakkkkk kalo ditinggal2

  18. Lusi berkata:

    Haaaa….. bednya ituh? Mikir lagi aku maaak 🙂

  19. Shinta berkata:

    Saya juga bekpekeran kemaren pas dapet promo murah AA, SG itu Backpacker friendly bangett… pengen balik lagi jadinya hehehe

  20. Lidya berkata:

    seru juga mbak ngebackpack ya. ada gak ngebackpack keluarga gitu ?

  21. pursuingmydream berkata:

    Lagi jalan-jalan ke München & Paris dua temanku dan aku, kami nginep di penginapan murah sekelas hostel sih, di kamar hanya kami bertiga. Biar kelas murah yang penting bersih dan bisa mandi dan naruh ransel tentunya :).

    • Ceritaeka berkata:

      Wah itu enak banget Kak, sekamar bertiga doank. Lumayan dapat privacy!
      Yep, menurutku kalau lagi jalan-jalan ke suatu negara dan ternyata itinerary adalah exploring that country, maka hostel tempat yang tepat. Cuma buat bubu and mandi soalnya 😀

  22. kopimana berkata:

    ok, noted nama, alamat dan rate hostelnya. terima kasiiiiiih 😀

  23. Ini teh susu? berkata:

    Saya pernah nginep Di lobby hostel Di Macau barengan dengan 12 penghuni lainnya berjejer tidur Di meja resepsionis hehehhehrhe

  24. D Laraswati H berkata:

    aku belum pernah back-pack di hostel tapi kalau nginap di pedalaman malah sering – untuk melakukannya sekarang2, lebih ga mungkin lagi, apalagi dengan suami dan anak2 – paling kita pergi cari hotel yang murah krn suami ga suka dengan ‘kegaduhan’ 🙂 – ntah ya, kalau sewaktu2 emak2 macam kita ini pergi back-pack sekali2, ayo dong, pengen ikut juga, seru juga kali ya, belanja dan makan aja, atau cuci mata aja – kapan yaaa

    btw ada info ga hotel yg lumayan murmer di chinatown itu?

  25. afan berkata:

    biasanya hostel yang di pilih namanya the hive, tapi ini lain. nice info. tempatnya rapi.
    kalo saya asal ada tempat yang datar sama bantal aja kok mba, kalo g ada bantal ya tas pun jadi.
    dan ada lagi yg ga bisa saya tinggalin. ngorok + air putih. hehehe

  26. afan berkata:

    satu lagi mbak di kalimat pertama ada yg salah ya?
    “Waduh! Aku lupa baca celana renang nih, Dek!”

  27. Siti Nurjanah berkata:

    Jalan-jalan .. . .
    Belum tega ninggalin si Kecil. Dan kalo dibawa kasian.
    ayo donk, kamu cepet gede

  28. iPul Gassing berkata:

    ngebackpack sih sudah biasa banget..
    justru mau merasakan bagaimana liburan yang dengan berhotel ria hahaha

  29. danirachmat berkata:

    MAntab mba Eka. Selama ini belom pernah ngebackpack sih. Kalo bisa disebut ngebackpack dulu ke Lampung dan nginep di rumah/kosan temen. Seru euy. mau ah kapan-kapan nyobain ke sing backpacking.. 😀

  30. Gek berkata:

    bersih ya hostelnya. 🙂

  31. fairyteeth berkata:

    Aku gak pernah backpackeran… udahlah mana jarang jalan2, sekalinya jalan2 pasti bawa koper.. cuma sempet kemaren bawa tas kecil doank pas ke Bandung, ke nikahan temen.. itu juga karena disana nginep di kosan temen dan emang gak niat beli oleh2 atau belanja/shopping disana.. kerjaannya cuma tour museum dan ngobrol/kopdar sama temen2 😆

  32. eithea berkata:

    wah, desember kemarin kita baru aja seru2an runaway mom. Tinggal di hostel yg sama, tapi pada bawa koper xixixi. Ceritanya tayang di sini : http://www.masrafa.org/2012/12/27/runaway-moms-ver-2/#comment

  33. sulunglahitani berkata:

    waa, baru kali ini ngeliat hostel yang bagus bin bersih kaya gitu. biasanya, kalau denger kaya hostel, di pikiran saya langsung jelek dan kumuh. hehe

  34. Wong Cilik berkata:

    mantab deh … ngebackpak gitu emang ayik, apalagi kalau ramai-ramai, seru deh …
    btw, beneran nih A*ras*a jarang delay? secara aku pernah dapat pengalaman kurang menyenangkan dengannya, dan kata temenku emang maskapai ini rada2 parah gitu … 😀

    • Ceritaeka berkata:

      So far aku jarang kena delay. Mereka ada peraturan katanya kalau delay kita dapat kompensasi berapa gituh.
      Nah setelah peraturan tersebut diberlakukan jadi jarang delay deh

  35. iRa berkata:

    hmm mengiri menganan sama eka yang selalu punya banyak waktu travelling *nangis di pojokan*

  36. septarius berkata:

    ..
    wah seru banget Mbak’E, Backpack bareng pasangan.. hihi..
    thanks infonya..
    ..

  37. Orin berkata:

    kepengen bgt nyobain ngebackpack en nginep di hostel, sebelumnya ga kepikiran soal ngorok itu mba, susyah jg yaa..ntar diriku ga bisa bobo >_<

  38. Eva berkata:

    kerennn,, jadi pengen jalan” juga jadinya,,

  39. tikateacool berkata:

    Selama ini kalo jalan-jalan emang pilih yang bekpek. terutama sih biar murah. Hihihi. Tapi itu seninya, menurut saya perjalanan jadi lebih seru dan menantang 😀

  40. niee berkata:

    Mantep mbak. aku belom kepikiran deh buat ngebackpak. tapi kalau lihat kamar hostelnya not bad lah ya. boleh lah sekali kali kesana 😀

  41. ded berkata:

    Saya belum pernah pengalaman nginap di hostel Eka, kalau untuk saya sendirisih ga masalah. Tapi kalau saya bawa keluarga (istri dan anak2) pasti mereka pada protes…he3x

  42. Fahmi berkata:

    weh, 5footway.inn ini terkenal ternyata, saya dulu nginep disitu juga pas ke singapore, emang deket banget sih sama mrt. deket sama pusat keramaian china town juga 🙂

  43. pakosu berkata:

    Saya gak pernah backpacking. Pengen juga sih nginap di hostel, pengen ngerasain suasana rame, tidur kayak di asrama.

  44. Ping balik: Jangan Minta Diskon di Kuil, Apa Mau Keberuntunganmu Didiskon Juga? | Cerita EKA

  45. Ping balik: Singapore Topless View | Cerita EKA

  46. mylittlecanvas berkata:

    Backpacking lebih seru! Plus sangat menghemat budget jadi bisa pergi lebih banyak tempat, hehe. Salam kenal dari Bandung mbak 😀

  47. irena berkata:

    mbak, mo nanya donk, ini project 2 toiletnya bersih ga??, hehehe, soalnya bawa anak 5 thn, n baru pertama cobain hostel, cuma was2 ajah ama toilet

  48. Ping balik: Go Walking Around and Get Educated in Gardens by the Bay | Cerita EKA

  49. Ping balik: SAM di Singapura? | Cerita EKA

  50. Ping balik: Seharian di Clarke Quay Singapura | Cerita EKA

  51. Ping balik: Seharian di Clarke Quay Singapura | Cerita EKA

  52. Ping balik: Sisi Lain Orchad Road Singapura | Cerita EKA

  53. Ping balik: Christmas in Singapore | Cerita EKA

  54. Priscil berkata:

    mbak mau tanya kmarin nge backpack di sg brapa budget nya ya mbak…. mohon share donk rencana saya mw nge backpack juga b4 sama temen

  55. Ping balik: Singapura, Serunya Bareng-bareng! | Cerita EKA

  56. perantau berkata:

    mbk saya rencana berngkt tgl 29juli udah boking, dan meminta bad paling atas, tapi di rsrvsi kok kita malah beda no asrama..gimna y mbak boking bad paling atas yang berdua itu soalny saya sama istri, soalny masih bsa drubh dan ada berpa asrama y mbak, pls balas y mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s