Rekreasi Murah ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

There are things about your childhood you hold onto, because they were so much a part of you. The places you went, the people you knew. –The Wonder Years-

Pada liburan lalu saya dan keluarga memutuskan untuk mampir ke Kebun Binatang Gembira Loka, bonbin legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1959 lalu dan hits banget di tahun 1970an. Bahkan saking populernya ini bonbin, pernah lho di tahun 1978 itu pengunjungnya mencapai 1,5 juta orang. Wow!

Anw, sebenarnya keputusan itu spontan aja sih, nggak direncanakan karena punya spare waktu di tengah hari bolong sebelum acara lainnya. Jadilah waktu itu kami main ke Gembira Loka di hari Kamis siang. Berhubung hari kerja jadinya sepi. Keliatan dari parkirannya yang kosong, hanya terisi tak lebih dari 20 mobil saja. Setelah membeli tiket seharga IDR 25.000/orang kami pun masuk ke dalam. Ohya peraturan tiket untuk anak-anak adalah anak-anak di atas 2 tahun atau tinggi badan di atas 80cm sudah harus bayar penuh.

Berwisata ke Kebun Binatang Gembira Loka yang teduh dan asri selalu menyenangkan apalagi harga tiketnya murah. Terjangkau banget. Gua ini sudah ada dari zaman saya kecil dan ternyata masih tetap ada hingga sekarang.

Belum masuk, baru sampe di pelatarannya aja saya langsung terpesona. Gembira Loka terlihat bersih, sejuk dan sangat adem. Terasa sangat zen. Tidak seperti ingatan saya di masa lalu yang terkesan kotor dan kumuh. Sekarang Gembira Loka Zoo terkesan modern!

Ada satu yang langsung menarik perhatian begitu melangkahkan kaki lebih dalam. Terdapat sebuah banner setinggi manusia dewasa yang terletak di dekat pintu masuk dengan informasi  beberapa fasilitas Gembira Loka. Yang pertama adalah gratis peminjaman kursi roda, kereta dorong bayi, wifi dan gelang penanda anak. Yang terakhir ini langsung dong saya saya pesan.

Gelang penanda anak ini sederhana aja kok, hanya sebuah gelang kertas yang bisa ditulisi informasi berupa nama anak dan nomer telepon orang tuanya tapi menurut saya ini penting banget! Di tengah keramaian dan kerumunan orang, risiko anak terpisah dari orang tuanya itu besar. Dengan begini, jika (amit-amit) ada anak terpisah dari ortunya maka pihak pengelola bisa langsung menghubungi keluarganya. Bastian sempat menolak memakainya, mungkin karena risih ya pake-pake gelang.

“No. I don’t want to wear that, Mam.”

“But you should. This is important, this tag will help other people to contact me in case you get lost. It’s a huge public place and there are so many people here.”

“Hmmmm, but I don’t like it.”

“It’s not about you like it or not but this is about safety.”

Lalu ia pun mengulurkan tangannya. Phew! Saya memang selalu memberi ruang untuk anak saya bicara mengemukakan pendapatnya. Namun khusus untuk topik keselamatan saya tidak mau dibantah.

Gelang penanda yang disediakan gratis di Gembira Loka.

Selesai memasangkan gelang, saya ingin menggunakan stroller yang katanya disediakan dan bisa dipinjamkan. Sayang apes, strollernya abis. Ternyata hanya ada 10 stroller saja yang bisa digunakan dan itu sudah terpakai semua. Ya sudah deh, kami mau masuk aja. Tapi sebelumnya foto-foto dulu dong!

Eeeh selesai foto-foto, ternyata ada pengunjung yang udah selesai dan mengembalikan strollernya. Aih, namanya rejeki nggak pernah tau ya. Bye bye encok nggendong anak, hello stroller! Hahaha.

Setelah itu kami pun masuk ke dalam. Mama saya begitu senang melihat rerimbunan pohon besar nan hijau, sementara anak saya excited banget melihat asrinya alam Gembira Loka ini. Ohya, sebenarnya rute yang benar dari pintu masuk itu kita belok ke kiri, tapi karena saya nggak tau, alih-alih belok ke kiri kami malah jalan lurus ke depan. Hahaha. Tapi gpp, dengan jalan lurus ke depan ini saya malah bisa melihat langsung rimbunnya pepohonan. Setelah menyeberangi jembatan putih, terdapat sebuah danau yang cukup luas di bagian tengah.

Jangan putus asa ya, kok binatangnya nggak muncul-muncul. Memang harus jalan dulu sekitar 500 meter baru deh ketemu. Kandang pertama yang kami lihat adalah kandang gajah. Besar memukau mata. Setelah itu baru deh berjajar kandang-kandang lain yang lebih kecil seperti kandang siamang, babi hutan, kangguru, kuda nil dan masih banyak lagi.

Ambil foto gambar gajahnya agak jauh karena gede banget. Rada-rada jiper gitu. Hehehe

Sepanjang jalan anak saya, Bastian senang sekali. Nggak henti-henti nanya apa nama binatangnya. Sebenarnya ia hanya memastikan aja sih nama binatangnya apa karena ia sudah tau dari buku, namun binar matanya seolah tak percaya begitu saat melihat para binatang secara langsung! Dan melihatnya bahagia, saya pun jauh lebih bahagia.

 

Baca Juga:

  1. When You Have 8 Hours Only in Yogyakarta
  2. Where to Stay in Yogyakarta
  3. Mampir ke Kalibiru
  4. Sate Klatak, Sate dalam Jeruji Besi

Koleksi Hewan (Fauna) di Kebun Binatang Gembira Loka

Anw, koleksi hewan di Gembira Loka ini menurut saya tidak terlalu lengkap tapi terawat. Cukuplah untuk mengenalkan fauna kepada anak-anak supaya tahu hewan-hewan secara langsung bukan hanya dari buku cerita saja. Yang pasti ada gajah, buaya, kangguru, reptil, burung, kuda nil, kura-kura dan masih banyak lagi. Yang saya ingat nggak ada itu adalah zebra dan jerapah. Entah saya yang memang nggak lihat atau memang nggak ada.

Harimau alias macan di Gembira Loka. Pas kami datang lagi tidur jadi cuma nampak pules gini aja. Tapi lihat badannya sih besar dan segar ya.

Terdapat penjelasan mengenai hewan-hewan yang ada di bonbin Gembira Loka.

Yang Disukai dari Gembira Loka Zoo

Seperti yang tadi saya bilang, ada gelang penanda anak, stroller dan kursi roda untuk lansia. Namun selain itu masih ada banyak hal lagi lho yang saya sukai. Yang pasti sih senang banget sama kebersihannya. Jarang saya melihat sampah menumpuk atau dedaunan kering jatuh berantakan. Semuanya rapi dan bersih. Lalu ada banyak banget toilet, hampir di setiap sudut ada! Bersih dan wangi pula. Lalu ada toko suvenir dong serta berjajar toko penganan ringan dan makanan berat yang bikin rekreasi nggak kelaperan atau kehausan. Hehehe. Ohya, jangan lupakan toko suvenir bernama Zoovenir ya. Hihihi lucu ya namanya.

Lucu-lucu suvenirnya.
Toilet bersih bertebaran di setiap sudut.
Nggak takut kelaparan, banyak kedai makanan berjualan.

Sesungguhnya mampir ke Gembira Loka Zoo itu seperti menapaki kenangan masa kecil saya dulu. Waktu itu saya masih TK atau kelas 1 SD (kurang ingat persisnya) dan diajak mamak untuk rekreasi ke tempat ini bersama mbah kakung, tante dan sepupu saya. Jujur, saya kurang ingat jenis binatang yang saya lihat waktu itu apa aja, tapi kenangan yang sangat membekas justru kebersamaan dengan simbah kakung dan juga sepupu saya. Benar banget kata orang bahwa anak-anak nggak mengingat benda atau hadiah yang diberikan, tapi yang sangat terkenang adalah pengalamannya.

Children remember experience rather than toys

I used to have a picture with Simbah Kakung here and now I have this pic with my son too. Geez, how I miss my grandpa.
My son with my mom. Happily strolling around the zoo :*

Jadi saat saya mengajak anak saya ke sini, rasanya tuh kayak terharu gitu. Ada beberapa bagian dari Gembira Loka yang nggak berubah. Seperti beberapa patung besar yang membentuk gua di mana kita bisa masuk ke dalam lalu keluar di ujung satunya lagi. Namun juga ada yang sudah berubah. Salah satunya adalah patung jerapah yang tinggi besar yang ada di bagian dalam bonbin sekarang udah nggak ada. Cuma itu sih yang saya ingat nggak ada karena memang dulu punya fotonya di sana sama simbah kakung hehehe. Selebihnya saya nggak ingat lagi apa yang berubah.

Bisa ngapain aja di Gembira Loka?

Ada banyak banget yang bisa dilakukan di bonbin yang berdiri sejak tahun 1959 ini. Siapin waktu minimal 3 jam deh biar puas keliling tempat ini.

  1. Naik speed boat.
  2. Menjelajah danau buatan di tengah bonbin dengan kapal feri. Kapalnya agak besar lho namun jalannya santai banget. Jadi buat yang agak takut naik kapal cepat, bisalah naik kapal ini.
  3. Plesir naik sepeda kayuh
  4. Naik Gajah Tunggang atau Onta Tunggang.
  5. Kolam Tangkap di mana anak-anak menangkap bola.
  6. Terapi ikan
  7. Keliling Naik Sepeda. Aaaak, suka banget sama fasilitas ini! Tentu saja ada harga sewanya ya.
  8. Naik Taring (kependekan dari Transportasi Keliling). Kalau capek bisa naik kereta mesin atau sejenis odong-odong.

Tarifnya terjangkau semua. Rata-rata berkisar di angka Rp. 25.000 – 35.000,- . Aslik saya sampe bengong ngeliat harganya kok ya miring banget. Saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari uang 25 ribu rupiah yang saya keluarkan. Anw, pastinya penetapan harga itu sudah disurvey dan dilakukan riset agar sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar tapi nggak bikin kebun binatangnya tekor kan ya.

Beneran rekreasi yang murah meriah, padat informasi dan sarat edukasi. Saking senangnya anak saya sampai mimpi dan ngelindur dalam tidurnya tentang perjalanan ke kebun binatang ini. Hahaha. Saya jadi puas banget ke Kebun Binatang Gembira Loka. Beneran rekomen deh buat keluarga yang bawa anak buat mampir ke sini saat liburan ke Yogyakarta.

Selamat Hari Selasa Sobat CE. Kapan terakhir main ke bonbin?

 

Kebun Binatang Gembira Loka

Jl. Kebun Raya No.2, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171

Jam operasional : Pkl. 07.30 – 17.30

Harga Tiket : IDR 25.000/ hari kerja dan IDR 30.000/akhir pekan

 

Baca juga:

  1. Tolong, Saya tersesat di Candi Ratu Boko
  2. Tempat Hits Baru: Bukit Panguk Kediwung
  3. Tersihir Cantiknya Taman Sari
Iklan

43 respons untuk ‘Rekreasi Murah ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

Add yours

  1. Iya kakak,, sekarang BONBIN udah berubah banget, lebih bersih, lebih modern, lebih lengkap fasilitasnya, namun kenanangan GOA2 yang dulu bau pipis (bahasanya) masih tetap ada.. ku cinta ,, namun setelah kemarin ke Batu Secret Zoo ya memang lebih wokke di Jatim Park 2 (ada harga ada pelayanan). 1tiket di JatimPark 2 bisa masukin 4 orang ke BONBIN ^_^

  2. Kalau aku ke sini pasti nyari teman yang punya usaha jualan kacamata. Jadi sebelum masuk, saya usahakan menyapa teman hahahahah.
    Kalau nanti ada ponakan main ke Jogja, biasanya saya ajak ke sini mbak 😀

  3. Aku sudah lamaaa banget nggak ke kebun binatang ini. Terakhir ke sini waktu SD. Berarti udah berapa belas tahun lalu ya? Sekarang walau sudah di Jogja, aku belum tertarik ke sini. Tapi pas baca ulasanmu ini, kok kayaknya menarik juga ya. Kapan-kapan mungkin perlu ke sana deh.

    1. Aku terakhir ke sini tahun 89 keknya Mbak 😂 bwrubah bangeeeet. Basti sampe ngelindur-ngelindur saking senangnya. Tentu nggak bisa dibandingin sama Taman Safari ya Mbak, aku ulas bagus dengan pertimbangan harga tiketnya yang terjangkau itu. Harga segitu dapat kualitas yang menurutku cakep.

  4. Bonbin ini sepertinya paling populer di area jawa tengah-DIY tahun 80-90an. Bahkan tempat wajib dikunjungi para rombongan piknik. Padahal kondisinya ya sedikit menyedihkan waktu itu, kata ibuku.
    Senang liatnya sekarang sudah jauh berbeda. Memang cocok sekali untuk edukasi pada si kecil ehehe.

  5. Omg aku ga inget kapan trakhir ke bonbin.hahaha yg pasti bonbin yg aku dtgin yg di medan, itupun hanya krn study tour :p.

    Kalo di jkt, cm prnh ke taman safari. Ragunan aja blm prnh mba hahahaha.. Anakku yg prtama cm pernah ke taman safari juga. Kyknya memang hrs ke bonbin ngenalin si bungsu ama hewan2 begini 😀

  6. Anak anak tuh emang seneng banget klo ke kebun binatang ya mbak. Dan aku juga seneng banget klo ke kebun binatang yang bersih dan gak bau. Gembira loka sepertinya seru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: