Tersihir Cantiknya Taman Sari Yogyakarta

If you want to understand today, you have to search yesterday. ~Pearl Buck.

Matahari masih bersinar malu-malu saat saya menyambangi Taman Sari. Tidak terlalu terik, tapi juga tidak muram. Cuaca yang pas untuk berkeliling ke tempat pemandian putra-putri raja zaman dulu ini. Taman Sari sebenarnya adalah situs taman yang dibuat pada abad ke-18 dengan banyak sekali fungsi. Selain sebagai tempat pemandian, Taman Sari juga berfungsi sebagai tempat meditasi, tempat beristirahat bahkan juga sebagai benteng pertahanan. Β Saya membayangkan kejayaan tempat ini tempo dulu. Pastinya megah dan cantik sekali.

Kolam Pemandian Taman sari

Kolam Pemandian Taman sari

Ohya, tidak seperti di Keraton Ratu Boko di mana saya kesulitan mencari pemandu, maka begitu selesai membeli karcis masuk, saya sudah disambut oleh pemandu wisata yang begitu fasih menerangkan tentang sejarah dan kearifan Taman Sari. Saya sudah berkunjung ke sini sebelumnya, sudah mendengar ceritanya. Tapi tetap saja tersihir dengan pesona kecantikan Taman Sari ini.

Maaf agak miring motonya :P

Maaf agak miring motonya πŸ˜›

Dinding-dinding Taman sari berwarna krem muda, dengan sedikit lumut mewarnai pojok sana-sini. Memasuki kolam Pemandian Taman Sari, gemericik air yang terdengar sejuk di telinga langsung menyapa. Kolam Pemandian Taman Sari ini terdiri dari tiga bagian: Umbul Kawitan yang merupakan kolam bagi putra-putri raja, Umbul Pamuncar ialah kolam untuk para selir dan yang terakhir adalah Umbul Panguras yang adalah kolam khusus untuk Raja. Di tengah-tengah umbul tersebut terdapat menara pribadi Raja. Ada aura yang berbeda saat saya berdiri di areal ini. Entah apa. Tapi karena auranya tidak terasa jahat maka saya hanya diam saja πŸ™‚

Taman Sari 6

Bale-bale raja yang sederhana sebagai bentuk laku untuk hidup sederhana :)

Bale-bale raja yang sederhana sebagai bentuk laku untuk hidup sederhana πŸ™‚

Di Taman Sari ini saya lebih banyak diam sih walau menikmati betul apa yang disuguhkan bangunan bersejarah ini. Entah mengapa nggak berani pecicilan atau ketawa-ketiwi, padahal yang lain banyak yang asyik aja. Nggak tau deh kenapa. Mau tanya sama tembok tapi tembok nggak bisa bicara. Jadi ya saya diem aja πŸ˜› Hehehe. Anw, Taman Sari ini lokasinya sangat unik, ada banyak perumahan penduduk diantara satu bangunan dengan bangunan lain. Dulunya itu adalah rumah abdi dalem, dan dulunya tidak terlalu banyak rumah yang ada. Namun entah mengapa saat ini menjadi sangat padat.

Di sisi kiri dan kanan tempat ini banyak sekali rumah penduduk.

Di sisi kiri dan kanan tempat ini banyak sekali rumah penduduk.

Keluar dari area utama Taman Sari, terdapat pengrajin wayang kulit. Sempat berbincang sebentar dengan beliau. Katanya minat anak muda untuk menjadi pengrajin wayang kulit makin menipis kalau tidak mau dibilang sangat minim :(

Keluar dari area utama Taman Sari, terdapat pengrajin wayang kulit. Sempat berbincang sebentar dengan beliau. Katanya minat anak muda untuk menjadi pengrajin wayang kulit makin menipis kalau tidak mau dibilang sangat minim 😦

Berkunjung (kembali) ke Taman Sari memberikan arti khusus buat saya banget. Novel perdana saya berjudul Labirin Rasa menggunakan Taman sari sebagai latarnya. Jadi, selama tur mengelilingi tempat ini, hati saya seolah kembali berkelana ke masa saat saya menulis novel dulu. Tak terasa, bibir saya tersenyum bahagia mengingat ini semua. Benar adanya, masa lalu memberikan pengertian tersendiri memaknai masa sekarang.

Pose apa ini entahlah.Pose apa ini entahlah. Hehehe.

Selamat Hari Selasa Sobat CE, sudah pernah mandi ala putra-putri Raja? Mau dimandiin? :mrgreen: eh

Β 

Taman Sari Yogyakarta
Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim, no: 129, Yogyakarta.
(di belakang Pasar Ngasem)
Buka setiap hari pkl. 09.00 – 15.30
Harga tiket Rp. 5.000 (domestik)
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jawa dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

64 Balasan ke Tersihir Cantiknya Taman Sari Yogyakarta

  1. Arman berkata:

    pose mau nyinden ya ka? hahaha

  2. Slamsr berkata:

    mau dong dimandiin sama putri raja #eh #ngelunjak
    ini sepi banget… mugkin lagi hari puasa dan bukan pas liburan ya mba?
    dulu pas kesini punya pengalaman rada horor

  3. Lidya berkata:

    itu pose putri kerajaan ya mbak

  4. Gara berkata:

    Iya Mbak, dari fotonya saja sudah tampak kalau tempat ini punya aura, yah mungkin karena dulu digunakan oleh keluarga kerajaan yang punya “kewibawaan spiritual” yang tinggi ya, terlebih Ngayogyakarta Hadiningrat punya sejarah panjang dengan alam dan banyak mitos serta legenda yang bersumber dari sana. Nuansa yang sama dulu saya dapat juga tatkala bertualang ke Stupa Sumberawan dan Keraton Ratu Boko, masih ada sisa-sisa kenangan yang tertinggal di sana :)).

    Menarik. Suka dengan tetembokan dan ornamen di sana, tampak tebal, megah, dan ya, berwibawa. Tempat ini punya sejarah yang panjang dan semoga bisa bertahan sebagai tempat wisata yang semarak buat dikunjungi :)).

  5. Mase berkata:

    yes saya pernah kesana

  6. indobrad berkata:

    Aku sebenarnya menikmati sekali Taman Sari. Cuma satu yg mengecewakan: tembok kolam mandinya disemen dan dicat biru!

  7. AKHMAD FATONI berkata:

    Waktu aku ke sana, airnya pas nggak ada. 😦

    So, novel sampean diterbitkan penerbit apa Mbak? Biar aku hunting ke toko buku.

  8. cK berkata:

    Aku pernah ke sini pas pesta blogger Jogja. Hawanya emang agak mistis sih mbak. *eh*

  9. febridwicahya berkata:

    Aaaaah, Jogjaa :3 hhihihi

    Itu pose foto terakhir kayak apa ya :p

  10. handdriati berkata:

    Memang ya mba taman sari itu cantik… πŸ™‚
    Mba eka jangan ngesot2 gitu pakaiannya nanti kotor hehe…

  11. Diarysivika berkata:

    Dulu pernah kesini sewaktu kolam renangnya kosong. Yang bikin saya takjub dindingnya yg dari bata hanya ditempelkan menggunakan putih telor aja loh #kataguide keren yah masih kokoh hingga saat ini.

  12. Ria berkata:

    berarti nanti gak ada yg nerusin kerjaan si bapak pengrajin wayang dong?

  13. Ceria Wisga berkata:

    saia pernah ke taman sari,udah lama banget seh tapi masih bisa mengenang rasanya πŸ˜€ emang iyah mbak, aura disitu bikin saia diem santun gtu,enggak berani pecicilan padahal banyak yang datang gerombolan ya asik2 aja. duuuh jadi pngen kesitu lagi πŸ˜€

  14. judith hutapea berkata:

    Kereeennn…meski sy udah bolak balik kesini tetep aja msh pgn kesana …ahhh…Yogya memang ngangenin

  15. pas dulu ke sana, kata guide-nya Raja-raja Yogya jaman dulu harus punya ilmu dalam untuk memilih selir yang sedang di dalam pemandian dengan cara melempar bunga mawar ke selir yang dipilih.

  16. nunik99 berkata:

    aku lho mbak, sampe sekarang belum pernah ke sana & gak tau masuknya dari mana :)))))

  17. Yuniari Nukti berkata:

    Aku sekali kesini Mbak, dan iyaa kayak ada aura-aura gimana gitu.. Tapi memang sih melihat tembok-tembok di Taman Sari seperti kita terpelanting ke masa jaman raja-raja. Kayak aneh gitu, ditengah keriuhan pengunjung, rasanya seperti diam. Jadi hanya bisa foto-foto aja, gak berani macam-macam πŸ˜€

  18. myra anastasia berkata:

    kayaknya saya pernah ke sini waktu maish kecil. Lupa-lupa inget πŸ˜€

  19. Sumarti Saelan berkata:

    Klo ke Yogja lagi pengen nyusuri dgn seksama tempat ini

  20. didut berkata:

    AKu masih penasaran dengan lorong-lorong di bawah Taman Sari ini dulunya dipakai sebagai apa.

  21. cumilebay.com berkata:

    Kok jadi kangen jogja setelah baca ini πŸ™‚

  22. andrehandoyo berkata:

    Ini salah satu tempat yang paling saya juga suka di Jogja… πŸ™‚

  23. delivo berkata:

    wihhh keren amat yak.. pengeennn

  24. Ntah kenapa saya sampai sekarang kok belum juga kesana ya..

  25. bersapedahan berkata:

    memang indah taman sari ini …. apalagi pada zaman dulu ada danaunya untuk para keluarga raja main perahu perahu-an …. kerenn benerrr … sayang sekarang sudah tidak ada lagi ….

  26. jakartabahasatmc berkata:

    Kadang ada plus minusnya jika menggunakan pemandu Eka, plusnya kita bisa tau tentang sejarahnya tapi di sisi lain kadang konsentrasi kita terganggu karena pemandu itu ceritaaa… terus πŸ™‚

  27. Titik Asa berkata:

    Cantik keadannya tamannya, Mbak. Nanti kalau ke Yogya lagi, tempat ini akan saya agendakan untuk dikunjungi.

    Salam,

  28. ht icom v80 berkata:

    pemandangannya sunyi sekali yah , yogyakarta emang budaya sangat kental begitu juga bangunan yang artistik membuat kita terpukau dan tambah keindahannya. manntaff dah… semoga saya bisa pulang kesana.. amin

  29. dewitya berkata:

    aaahhhh seru kayanya

  30. hahahaha ngeliat postingan ini jd inget liburan kmrn di Jogja blm keposting nih yg disini. Dan masih tetep amazed sama culturenya, keren yah jaman duluuuu tryta putri2 itu udah konsisten sm kecantikan terbukti sampe dibuatin ruang khusus spa disitu

  31. Irham berkata:

    Pernah kesini dan diikutin terus sama tour guide alhasil bayar 30.000 buat dia -_-

  32. Rachel berkata:

    it was a magical place when I was there, makes you imagine all the indulgence from the past πŸ˜‰

  33. adriano berkata:

    keren juga ya tamansari..bsk kesana ahh..

  34. Miftah Farid berkata:

    Tempatnya romantis nih, sejarahnya jg cukup banyak πŸ˜€
    Maaf sebelumnya numpang ngasih info nih, buat yang gamau repot masak waktu mau ngadain pesta/syukuran/resepsi pernikahan tapi tetep pengen nyicip makanan enak? kami dari Bu Mentik Catering and Wedding Organizer bisa loh menyediakan jasa catering dan paket pesta pernikahan.. makan dari kami dijamin fresh.. lezat.. halal.. dan tentunya tanpa vetsin.. langsung cek situs kami yuk.. http://www.bumentik.com
    Terimakasih.. πŸ™‚

  35. Ping balik: malamΒ PERTAMA | Cerita EKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s