Jelazah Gizi Gunungkidul

We are What, Where, When and How We Eat

Artikel ini adalah lanjutan dari petualangan Merinding Disko di Gunungkidul kemarin, belum tahu? Ayok baca dulu di sini.
***
Selamat pagi dari Gunungkidul! ^_^Ah, pagi-pagi buta saya sudah terbangun dari mimpi. Bukan, bukan karena saya kerajinan, tapi karena ayam-ayam jantan di belakang kamar saya ini centil-centil banget. Dari jam 4 pagi riuh berkokok tak mau henti. Entahlah, apa Β mereka kena tipu Rorojongrang lagi seperti di legenda terbuatnya 1000 candi itu atau gimana, sehingga berkokok terus. Embuh. Saya gak tahu πŸ˜‰ yang saya tahu saya mesti cepat-cepat sarapan karena agenda hari ke dua #JelajahGizi bersama @nutrisi_bangsa dan Sari Husada ini adalaaah… Blusukan di Pasar Argosari Gunungkidul!
Jadi gini, kami semua dibagi ke dalam dalam beberapa kelompok, ada kelompok Mbah Noto, Yu Tum, Pari Gogo, dan Indrayanti. Tebak saya ada di mana? Jelas dunk masuk ke dalam kelompok Indrayanti ^_^ Indrayanti itu adalah nama sebuah pantai yang elok dan semacam jadi tujuan wisata orang-orang ketika mereka ke Gunungkidul. Ya ya, yang cakep kayak saya ya bakalan masuk grup cantik dunk πŸ˜€ *ditimpuk*

Tim Indrayanti, dari ki-ka: Kak Ani, saya, Indah, Gazali, Mbak Titik ^_^ Masih kurang satu lagi yaitu Mas Candra

Awalnya saya bingung, blusukan pasar? Ngapain sih iniiii? Eeee ternyata setiap kelompok dikasih modal 10ribu untuk bisa mendapatkan 20jenis makanan dalam waktu 30 menit. Terus itu 20 makanan bukan berbentuk nama-nama makanan tapi adalah teka-teki yang harus dijawab dulu sebelum kita bisa belanja. Duuuh mau nangis rasanya. Hah? 20 jenis makanan modalnya cuma 10ribu? Cyiiiiin, yang bener aje??!!
If you fail to plan then you plan to fail, betul? Alhasil kami pun susun strategi, yang paling cepat selesai belanja dan makanannya benar bakal dapat tambahan poin, maka kami pun berpencar. Yang bisa bahasa Jawa gabung sama yang gak bisa. Jadi saya dan kak Ani bun bergabung jadi satu. Kak Ani ini ternyata jago soal jawab-jawab pertanyaan dari teka-tekinya, sementara saya sih nawar-nawar saja. Duh rasanya deg-degan sekaligus senang banget. Blusukan pasar gitu lhooo ^_^. Karena saya dan kak Ani kebagian harus jawab 6 pertanyaan maka saya dapat duit lebih banyak. 5ribu booow. Kepala ini pusing, ini gimana caranya dapat 6 barang dengan 5 ribu perak?! Huh! Rambut saya berdiri semua. Lalu mulailah kami berburu!

Bluskan pasar! Amazing Race ala Indonesia di Pasar Argosari πŸ˜‰

Naik ke lantai dua, lari ke ujung sana, tanya-tanya siapa jual apa, Β beringsut kabur ke tengah pasar, nawar sambil menunjukkan muka memelas demi mendapatkan makanan semurah mungkin. Gila! Ini gilaaa! Insting berburu saya keluar semua dan adrenalin pun mengalir deras. Ternyata bahasa Jawa saya lumayan juga! Hasil nawar, saya bisa beli cabe seharga 100 rupiah lho *tepuk dada bangga*. Tapi saya dan kak Ani sempet mentok waktu harus beli makanan bernama intp. Intip itu bentuknya besar, dan harganya 2000. Whooaaa bisa bangkrut bandar! Lha wong duitnya aja udah tinggal dikit. Akhirnya dengan modal muka dimelas-melasin saya ngemis-ngemis minta dikasih remah-remah intip. Gak usah satu bundar besar deh, remah-remah aja juga GPP. Eeeeeh, Cling! Dikasiiiih. Duh! Saking gembiranya saya cium itu ibu-ibu penjual. :mrgreen: Ealaaah habis dicium ternyata malah dikasih kerupuk kulit lagi secara gratis. Huahahaaa ciuman membawa gratisan! Waktu terus berdetak! Saya lari sana lari sini. Tanya penjual apakah punya ini atau itu. Mana sambil ngumpet-ngumpet dari peserta lain. Jangan sampe deh mereka nyontek jawaban kami!

Setelah semua berkumpul, maka saatnya penjurian. Baris dulu yang rapi ya, setiap kelompok pamer hasil buruannya πŸ˜€

Suasana Penjurian yang… Duh! RUSUUUUH semuanya pada teriak-teriak, mengklaim kalau kelompoknya benar πŸ˜€ hahaha.

Singkat kata, kelompok kami menang karena banyak menjawab pertanyaan secara benar dan sisa duit masih banyak πŸ˜€ hahaha bahagianya. Satu yang saya pelajari bahwa bergizi itu gak harus mahal lho, buktinya Tim Indrayanti bisa dapat 17 makanan dengan hanya Rp. 3.400 aja! Kuncinya adalah cerdik dan kreatif.

Tim Indrayantiiii: Yes! Yes! YEESSS! Kompak menang dunk πŸ˜‰

Gunungkidul sungguh menyimpan pesona luar biasa. Penduduk Gunungkidul terbukti cerdik dan kreatif: mampu manfaatkan apa yang ada untuk memenuhi kebutuhan gizi. Setelah kemarin disuguhi es krim dari ketela rambat, contoh lain dari kearifan mengolah bahan pangan ini terlihat dari makanan khas Gunungkidul: Tiwul. Kami diajak melihat cara pembuatan Tiwul serta Ghatot dan menikmatinya. Tiwul terbuat dari singkong yang telah dimasak selama 2 hari. Tiwul adalah makanan pengganti nasi, karena singkong lebih sedikit memerlukan air daripada padi. Sesuai dengan kontur Gunungkidul yang memang alamnya sering kesulitan air. Kekreatifan tersebut terbukti mampu menekan angka kekurangan gizi. You are what you eat.

Kearifan lokal masyarakat Gunubg Kidul memanfaatkan singkong untuk dibuat menjadi tiwul

Ini dia tiwul dan Gathot. Mereka sepaket selalu ada di satu porsi. Saya lebih suka tiwul πŸ˜€ kenyal dan nikmat

Ahya inti sari Jelajahgizi di Gunungkidul dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok makanan:

1.Kelompok karbohidrat, kami mencicipi padi Gogo, tiwul, sukun, Mie godog, Lemper berbahan talas juga Mendol yang merupakan kue kesukaan Sultan. Kami mencicipi Mendol di restaurant Bale Raos pada hari Minggu di Yogyakarta. Kandungan gizi dari karbohidrat adalah vitamin A, C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Juga mengandung mineral seperti zat besi, fosfor, dan kalsium. Karbohidrat bermanfaat sebagai sumber tenaga serta membantu metabolisme lemak dan protein di dalam tubuh.

Kelompok Makanan karbohidrat

2.Kelompok Protein didapatkan dari makanan Belalang, cacing, ikan wader, ayam kampung berwarna merah & ikan laut. Saya suka belalang lho! ^_^ Protein itu berguna buat pertumbuhan tubuh, jika kebutuhan protein kita tidak terpenuhi maka penyerapan zat gizi lain kurang maksimal.

Yummy protein!

Lalu kelompok sumber vitamin ada trancam, sayur, mete, urap, sawo, klamud, pisang, toge, rumput laut. Saya doyan semuanya πŸ˜€ hihi. Jelas dunk bahwa tubuh kita butuh berbagai macam jenis vitamin agar tetap sehat, bugar dan fit.

Banyak sumber vitamin yang didapatkan dari sayur mayur ^_^

Menjelang sore kami mampir ke pantai Indrayanti, mencicipi hidangan laut sambil bermain macam-macam. Nanti soal pantai Indrayanti ini akan saya tuliskan terpisah ya πŸ˜‰

Senang-senang di Pantai Indrayanti

Ah Gunungkidul yang penuh memori. Terima kasih Nutrisi bangsa, jelajahgizi ini membuka cakrawala pengetahuan dan membuat saya makin menghargai serta mencintai ragam kuliner lokal.
Thy food shall thy medicine, pilih makananmu yang bergizi, yang sehat karena engkau yang akan menentukan sendiri: makanan jadi obatmu atau obat yang akan jadi makananmu. Bergizi itu gak harus mahal. Sobat CE, siapa berani blusukan pasar Jelajahgizi bareng saya? ^_^

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Indonesia, Jawa, kuliner, TRAVELLING dan tag , , , , . Tandai permalink.

41 Balasan ke Jelazah Gizi Gunungkidul

  1. IndahJuli berkata:

    Serunya juga ternyata ya wisata dan kuliner di Gunung Kidul, selama ini kalau pulang ke Yogya, suka males diajak ke Gunung Kidul.
    Sekarang, jadi ada pilihan buat jalan-jalan πŸ™‚

  2. Lesson learn:
    lain kali kalo mau belanja, harus-wajib ngajak jeng Eka..
    lumayan, buat nawar-nawar atau taktik lainnya supaya dapet barang dengan harga lebih murah (dan kalo bisa malah dapet bonus) πŸ˜›

  3. dela berkata:

    Hihi, seru banget. Aku ikutin lewat twitter juga mbak. Sampe sekarang penasaran sama yang namanya belalang. Penasaran, tapi geliiii.. πŸ˜€

  4. emyou berkata:

    jadi penasaran ama belalang-nya. kapan-kapan pengen nyoba. semoga gak alergi hehehe…

  5. Haya Aliya Zaki berkata:

    Paling ngiler liat buncisnya. sayur kesukaanku. πŸ˜›

  6. Siti Nurjanah berkata:

    penasaran juga ma wajah si ibu pas dicium para penjelajah gizi.
    mimpi apaaaaa semalem???

  7. Goiq berkata:

    hihihi seru banget yaaah disana

  8. Lusi berkata:

    Asiknya. Aku mau ah kesana kalo mudik Jogja besok. Thanks for sharing.

  9. lieshadie berkata:

    Sebenernya aku gak mau baca postingan ini….#ngiri bin nyesek !! 😦

  10. Lidya berkata:

    kayanya lebih seru dibanding amazing race mbak πŸ™‚

  11. latree berkata:

    buat yang terbiasa makan di restoran dan kafe dengan hidangan mewah dan sudah terrasuki selera luar negeri, makanan-makanan ‘ndeso’ yang sederhana begini jadi terasa istimewa kan ya? πŸ™‚

  12. sha berkata:

    Duuuhh, mbak…. itu seru banget yang berburu jajanan di pasar. Bisa ngebayangin banget gimana hebohnya mbak Eka, dkk waktu nawar bahkan sampe ngemis2 segala. Hihihi….

  13. izzawa berkata:

    makan2 terus nih mbak hehe πŸ˜†

  14. niee berkata:

    Kapan2 jelajah gizinya kepontianak aja mbak πŸ˜‰

  15. Niar Ningrum berkata:

    blusukan kayak jokowi yaa mbak eka, eeh itu harga 100 rupiah lombok dapet berapa biji yaa,baik banget yang dagang toh yaa mbak eka πŸ˜€

    seru2 banget yaa jalan2 ke jogja sebentar tapi postingannya seabrek πŸ˜€

  16. annosmile berkata:

    seruu banget acaranya..
    loading pagenya lama gara2 kebanyakan gambar 😐

  17. Ping balik: Welcome to My Paradise! | Cerita EKA

  18. Myra Anastasia berkata:

    10 ribu bs dpt makanan byk, coba di Jkt harganya kayk gitu ya πŸ˜€

  19. pursuingmydream berkata:

    Pengen langsung terbangg ke Gunung Kidul, itu foto2 makanannya benar2 bikin ngilerrr :), tp tetap saya ogah makan belalang goreng! :D. Eka ceritanya serruu, ditunggu kisah lainnya :).

  20. rynari berkata:

    blusukan dengan thiwul dan gathotnya, setiap daerah menyediakan pangan sesuai dengan kondisi alamnya ya. terima kasih mbak Eka sudah berbagi. salam

  21. gunung kidul emang keren abis. nggak cuma wisata alamnya saja. kulinernya pun juga ngangenin.. hmm hotel murah di jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s