Masuk Lawang Sewu Jam 10 Malam? Siapa Takut?!

If you go around being afraid, you’re never going to enjoy life. -Lindsey Von-

Ngeri. Rasa ngeri pelan-pelan merayapi tulang ketika saya memasuki areal Lawang Sewu di depan bundaran Tugu Muda Semarang. Saat itu jarum jam mendekati angka 10 malam, suasana gelap dan sunyi dengan cahaya bulan yang remang-remang. Saya menengadah ke atas melihat ujung menara bangunan. Angin berdesir. Bulu roma saya berdiri.

“Oh, Sh*t”, maki saya dalam hati. Tau bakal seseram ini mestinya tadi mandi kembang biar hati tenang. Gosipnya kan mandi kembang bisa jadi penangkal hantu. Tapi saya tetap diam karena mendadak udara dingin menerabas tengkuk. Benernya sih saya mau nangis tapi ditahan-tahan. Duh Gustiii, kok gini amat ya. Batin saya menjerit lagi. Kali ini dibarengi pula dengan tangan yang mendadak ikutan dingin. Ancoooor.

Apa mau dikata, saya sudah ada di bangunan yang berusia lebih dari 100 tahun itu. Nggak mungkin saya balik badan kabur ke hotel. Apa kata teman-teman blogger lain? Apa pula kata Bapak yang ngasih saya marga Situmorang? “Bah, orang Batak kok takut hantu?!” Udah terbayang jeritan bapak di Jakarta sana 😛 Hahaha.

Maka saya pun menarik napas panjang. Memenuhi rongga dada dengan banyak oksigen lalu menepuk-nepuk pipi sambil bilang, “cuma looser yang gak berani terima tantangan! Ayo coba sesuatu yang baru!”

Begitulah… Dengan tekad membaja di dada dan mulut yang merapal doa, saya dan teman-teman lain memasuki areal Lawang Sewu yang dulu pernah digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang sih disebutnya PT KAI.

Memasuki areal Lawang Sewu ternyata suasana nggak seseram di bagian depan. Lampu-lampu terang bersinar sehingga gedung terasa dramatis megahnya. Kaca patri yang masih dalam kondisi bagus menambah elegan tampilan gedung tua ini. Cantik. Tapi walau cantik, tak bisa dipungkiri bulu di tengkuk saya tetap nggak mau bobok, setia berdiri bikin telapak tangan saya sedingin kulkas. Saya diam melihat situasi, sepertinya teman-teman lain hepi-hepi saja. Akhirnya saya pun membaur bersama teman-teman untuk tur ke dalam dikawani Bapak Pawang. Iya, disebutnya pawang! Bukan pemandu atau tour guide. Embuh pawang apa, saya berdoa pawangnya beneran manjur aja 😀 hahaha.

Bangunan ini disebut Lawang Sewu oleh penduduk sekitar karena punya pintu yang banyak. Lawang artiya pintu dan sewu maknanya seribu dalam bahasa Jawa. Sesungguhnya penyebutan ini nggak sepenuhnya benar sih, soalnya jumlah pintunya nggak nyampe seribu dan yang disebut pintu sebenarnya adalah jendela yang besar. Saking besarnya jadi kayak pintu. Well, seperti yang saya pernah bilang pas tur di Gereja Sion, Arsitektur gedung jaman dulu ramah lingkungan dan berusaha memaksimalkan alam. Nggak pake AC tapi tetap isis karena jendela gede-gede gitu.

Naik ke lantai dua, suasana sedikit cair. Rombongan yang ada banyak bercanda ria dan nggak tau malu poto-poto di setiap lorong koridor. Hmmm, gimana ya.. Gedung ini emang instagramable banget sih! 😛

Lawang SewuLawang SewuLawang SewuLawang SewuLawang Sewu Iya, Lawang Sewu saat malam memang menguji nyali banget…. Nyali buat foto-foto pun goyah kakaaaak ^_^ Jepret sana, jepret sini. Lawang Sewu pas malam emang kereeeen!

Puas di lantai dua, kami turun lagi di bagian bawah. Terdapat sedikit koleksi yang menjelaskan tentang sejarah kereta api di Indonesia, bahkan ada film tentang kereta uap segala. Duh, jadi pengen naik kereta uap deh.

   

 

Teman-teman lain masih penasaran pengen melihat ruang bawah tanah yang menjadi penjara jongkok di masa penjajahan Jepang dulu. Saya memilih absen. Banyak cerita mistis dan horror yang beredar tentang Lawang Sewu. Konon katanya genderuwo, kuntilanak atau arwah bergentayangan di sini. Saya, karena capek dan merinding melipir pergi tapi sepertinya teman-teman lain santai aja tuh.

That night I challenged my self to try something new, exploring the so-called-spooky-building and I got out alive :D Hahahaha. Loving this moment so much. Thanks guys! ^_^

That night I challenged my self to try something new, exploring the so-called-spooky-building and I got out alive 😀 Hahahaha. Loving this moment so much. Thanks guys! ^_^

  

Sambil menunggu yang lain menjelajah bagian bawah Lawang Sewu, saya memilih duduk di taman; menikmati Lawang Sewu kala malam. Sungguh berbeda penampakannya saat terakhir kali saya ke sini. Setelah direnovasi (tanpa menghilangkan keaslian arsitekrunya), Lawang Sewu terlihat begitu menawan hati. Dulu sebelum dipugar saya bisa mencium bau pesing, debu tebal atau malah tuna wisma di pojok-pojok ruangan. Bikin tambah seram! Tapi sekarang Lawang Sewu yang merupakan salah satu ikon penting di Semarang ini terlihat lebih manusiawi dan lebih nyaman dikunjungi. Kesan angker masih ada tapi nggak separah dulu. Tapi mungkin karena ini saya datang pas malam hari ya. Sepertinya kalau siang auranya akan berbeda. Ah, terima kasih ya BP2KS yang udah menyeret saya malam-malam ke sini :D.

Tips Mengunjungi Lawang Sewu Saat Malam Hari:

  1. Tidak bicara yang takabur.
  2. Stay in a pack! Bukan apa-apa, ini buat memudahkan kalau mau poto bersama 😀 Alasan lainnya sih.. Um.. apa iya mesti saya jabarkan : hehehe.
  3. Gunakan alas kaki yang nyaman, naik turun tangga lumayan juga lho.
  4. Pakai baju yang cakep karena tempatnya seru banget buat menuhin laman Instagram kita 😀
  5. Jangan lupa kasih tips ke pawang eh maksudnya pemandu.

 JADI, KAPAN SOBAT CE UJI NYALI DI LAWANG SEWU?

.
.
.
.
Lawang Sewu
Alamat: Komplek Tugu Muda, Jalan Pemuda, Semarang.
Telepon: +62 24 3542015
Harga Tiket : IDR 10.000,-
Jam Buka : 06.00 – 21.00 WIB (kami bisa masuk jam 10 malam karena pengaturan special dari BP2KS hehehe 😉 )

Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Jawa dan tag , , , , , . Tandai permalink.

112 Balasan ke Masuk Lawang Sewu Jam 10 Malam? Siapa Takut?!

  1. kangyuli berkata:

    Itu ama pawangnya bayar lagi?

  2. Aku sudah sering dengar cerita angkernya Lawang Sewu, tapi belum pernah kesana sih, klopun ada kesempatan sptnya punya nyali pergi siang hari aja haha 😆 .

  3. RedCarra berkata:

    Ekaaa …!
    Serem!

    *udah gitu aja*
    *dilempar sandal*

  4. Liza Fathia berkata:

    Ninggalin komen aja, ga mau baca

  5. Wah… wah Jenengan termasuk pemberani mbak, saya saja kemaren waktu siang sudah ada sedikit banyak rasa takut, nah ini sampean datengnya ke lawang sewu malam-malam, tp btw lebih indah kalau malem yah mbak suasana dan pemandangan lawang sewu ini, banyak betebaran lampu lampu terang yang menghiasi jendela jendela nya malah dilihat terkesan rame. Salam kenal mbak, sukses dan sehat selalu.

  6. Wah… wah salut deh ..njenengan termasuk pemberani mbak, saya saja kemaren waktu siang sudah ada sedikit banyak rasa takut, nah ini sampean datengnya ke lawang sewu malam-malam, tp btw lebih indah kalau malem yah mbak suasana dan pemandangan lawang sewu ini, banyak betebaran lampu lampu terang yang menghiasi jendela jendela nya malah dilihat terkesan rame. Salam kenal mbak, sukses dan sehat selalu.

    • Ceritaeka berkata:

      Salam kenal jugaaaa ^_^ iya, kalo malam dramtis banget megahnya yaaaa. Banyak lampu yang bikin cakepz. Ah, aku aja keluar hidup-hidup koook, njenengan pasti bisa juga masuk Lawang Sewu pas malam 😀

  7. yanti berkata:

    Bagus sih, tapi kok sudah terlalu banyak mendengar seremnya jadi takut aja

  8. Wulan berkata:

    Kemarin pas bulan Februari main ke Semarang dan ke lawang sewu Mbak. Tapi pas kesana pawangnya bilang akses untuk ke penjara bawah tanahnya sudah ditutup dan ada ruangan yang luas di atas itu juga katanya aksesnya udah ditutup, padahal kesana penasaran mau ngeliat dua ruangan itu.:D

  9. Olive B berkata:

    hihihiiiiiii ….ada yang minta ikut tuh

  10. novaviolita berkata:

    bangunannya klasik banget….

  11. arikus berkata:

    Aku ngebayangin dulu dimasa jayanya gimana ya..mungkin pegawai-pegawai yang berkantor disana hilir mudik bersliweran dari ruangan satu ke ruangan lainnya..keren-keren arsitekturnya Mba, apalagi pada jamannya pasti terlihat sangat megah gedung itu..

  12. Udah sering dengar cerita serem dari Lawang Sewu, jadi ragu-ragu untuk berkunjung ke sana. Tapi dari ulasan Mbak Eka, ternyata gak serem-serem amat, ya… 🙂

  13. miramiut berkata:

    klo rame-rame hajar yah gak takut..klo sendiri saya masih deg2an..hahahaha

  14. Ping balik: Satu Hari Mengenal Tionghoa di Pecinan Semarang | Nur Al Marwah Asrul

  15. Ping balik: #SemarangHebat Culinary to Heritage - DISGiOVERY

  16. rita dewi berkata:

    Pernah lewat di depannya tp gak masuk coz sepertinya banyak orang banget dan sesak. Mungkin krn masih sore dan pas liburan kali ya… atau… jangan2.. benarkah saya melihat banyak orang waktu itu? Atau…..?

  17. ZaraAB Travel berkata:

    A friend when to Lawa Serung langsung ke laluan bawah tanah. He did experienced and saw something that he couldnt defined. But he told us that was totally an experience for him. By the way, bangunan tue lawa bangat!

  18. mbita berkata:

    jaman aku kuliah, jaman lawang sewu belum secerah ini, suka iseng malam malam ke sini cuma buat uji nyali, tp ya pol2nya cuma sampe pintu depan, ga berani masuk. hahahaha

  19. devieriana berkata:

    Aku terakhir ke sana pas sama XL Net Rally tahun 2011, buset lama banget ya 😀
    Ke sananya tapi pas siang, jadi uji nyalinya nggak kaya kalo malam mungkin ya. Sempat ke bawah tanah juga, pokoknya ngruntel aja nggak pisah rombonganlah… Seru-seru piye gitulah 😀

  20. jarwadi berkata:

    jangan bilang kamu ngga takut. coba dulu kamu tunggu malam ke-40 setelah kamu dari sana. coba ntar kamu mimpi apa

  21. Deddy Huang berkata:

    Wah ramai juga ya yang datengnya, tapi beneran deh asik banget kayak berasa night at the museum gitu ya. Semoga bisa ke semarang juga buat kulineran.

  22. eda berkata:

    belum pernah ke lawang sewu doong.. trus pengen ke sanaaa…. 😦
    eh mba, gak liat penampakan yg di dunia lain itu? yg ngesot2 -_-

  23. cupah berkata:

    AKU JUGA GAK MAO DIAJAK KE BAWAH. WKWKWK.
    Padahal kesana sengaja siang-terik-menterang. Tapi tetep bhaay banget diajakin ke spot itu. :p
    Aku setuju instagram-able bingits emang. Tapi aku gak mau banyak foto takut ada yang ikut. Akakakaka. Sumpe beneran penakut abis aku anaknya. hahabodoamathaha

  24. winnymarlina berkata:

    dlu pernah kak malam eh bawa teman indigo eh bs lht dong dianya

  25. seovenia berkata:

    iya emang apa yang mau ditakutin kalo masuknya rame rame gitu? hehehe yang ada mah temen lain yang jail, bukan hantunya

  26. omnduut berkata:

    Biar siang juga kalau sendirian kayaknya aku mikir-mikir, takut “tersesat” di dalam hahaha. Tapi ya ampun pas malem cakep gitu ditambah lampu-lampu. Instagramable buangeeet!

  27. coretandenina berkata:

    taburan warna emas lampu-lampu nya memang buat keren pake banget Ka… wuih…
    untuk view sekeren ini, boleh ngajak teman lah… eh, pawang ding…

  28. emir berkata:

    pernah masuk sekali kesana hiihh hawa nya itu loh kaya ada yang lagi ngawasin kita dari setiap sudut ruangan

  29. Ika Koentjoro berkata:

    Aku blm pernah ke Lawang Sewu. Pengen coba in malem2 kesini. Uji nyali. Hehehe

  30. Ping balik: Penyesalan di Desa Wisata Kandri – Jus Semangka

  31. Avant Garde berkata:

    salam kenal kak eka… lawang sewu hantunya mantep, gedungnya juga keren… kesini pas malem2 bulu roma berdiri terusn dan fotoku penuh orbs semua 🙂 enakan kesini siang, biar semarang panas tp lawang sewu tetep adem, cenderung “dingin” malah

  32. lotijewelry berkata:

    serem serem seruu ini judulnya

  33. BaRTZap berkata:

    Aku belum pernah masuk ke dalam Gedung Lawang Sewu di malam hari, paling poll maghrib-maghrib. Cuma waktu itu aku ada di sudut dimana ada menyan yang sengaja dibakar di situ, horror banget. Terlepas dari itu, memang gedung ini salah satu gedung kuno terbaik di Indonesia. Arsitekturnya keren. Kalau nggak horror, aku pikir gedung ini potensial dijadiin hotel 🙂

  34. Yusuf Saktian berkata:

    Apa cuma gue disini yang sering ke semarang tapi gapernah mampir ke lawang sewu? Hehe 😀

  35. Sandi Iswahyudi berkata:

    walau malam, tapi kalau ramai-ramai enak mbak hehe.. gak terlalu menakutkan. Tapi tetap seru dan mendebarkan pastinya

  36. andyhardiyanti berkata:

    Bangunannya cantik ya mbak 🙂
    Belum pernah ke Lawang Sewu euy…lha nyentuh Semarang aja belum hehehehe

  37. Yoekaa berkata:

    Aku enggak mau gegege aku sedikit parnos ama yang kay kaya2 gitu mbk haha

  38. Cantik bgt ya Lawang Sewu di malam hari. Aq yg wong Semarang aja blm pernah kesana malem2 🙂

  39. @mirasahid berkata:

    Beberapa hari setelah Eka dari sana, akupun ke sana. Bedanya, aku ke sana Siang hari. Jadinya ramai dan suasana piknik banget rasanya. Hahaha.

  40. liannyhendrawati berkata:

    Aku 2 kali ke Semarang belum pernah masuk ke Lawang Sewu. Kalo perginya rame-rame sih nyaman-nyaman aja rasanya ya meski malem *iih gayaa, ntar nyobain sendiri, takut juga hahaha.

  41. Idah Ceris berkata:

    Aku pernah ke lawang sewu pas jam 20.00 WIB, Mbak. Biasa baen malam2 dolan ke Lawang Sewu menurutku. Aku juga ikut tur bawah tanah, pakai boots menyusuri genangan air.

    Yg membuatku ngga biasa ituuuu…hampir ditiap tangga kutemui kuntilanak. Emmhh…tapi bohooong. Hahaha

    Skrg malampun objek ini kayak makin ramai ya, Mbak.

  42. multiples berkata:

    pernah waktu itu kesana, tapi belum sempet keliling banyak cuma liat ruangan pertama gede itu doang. karena sialnya kita bawa orang (temen) yang katanya bisa liat gitu. malah jadi parno sendiri

  43. Chandra berkata:

    Berani mampir yang di lorong bawah itu gak mbah? saya malah pernah main yg di bawah dan sama pemandunya ditantangin uji nyali dimatiin bentar lampu lorongnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s