Kuliner Nusantara: Nasi Rawon si Hitam Lezat dari Jawa Timur

Salah satu keuntungan menikah dengan pasangan berbeda suku itu ada di soal kulinerannya. Santapan di meja makan bisa beraneka rupa, nggak cuma itu-itu aja 😀 Saya dari Sumatera yang senang pedas-pedas sementara Adrian si suami paling ganteng sedunia (nggak boleh protes! :D) berasal dari Malang yang senang asin manis, maka meja makan kami selalu semarak dunk.

Ada satu masakan Jawa Timur yang saya baru kenal setelah menikah sama Adrian. Rawon alias sup berbumbu hitam pekat itu. Pertama lihat dulu waktu mertua masakin di Malang dan saya dalam hati membatin, “ini masakan apa sih, item bener kayak dakocan.” Eeeeh, ternyata setelah nyicip malah ketagihan terus minta-minta resepnya ke ibu mertua 😀 Hahaha.

Nah karena saya blogger baik hati dan tidak sombong, saya bagi nih resep dan tips bikin rawon sendiri. Yuks! ^_^

Resep Rawon Malang

Porsi : 4 orang

Waktu Persiapan : 15 menit

Waktu Masak : 60 menit

Bahan-bahan : 

Resep Rawon 1–       400 gr daging sapi Sandung Lamur/brisket (bagian dada bawah sekitar ketiak daging sapi)

–       150 ml Olive oil untuk merendam daging sapi

–       1 sdm Extra Virgin Olive Oil untuk menumis

–       1 batang sereh, geprek

–       1 cm lengkuas

–       5 lembardaun jeruk

–       3 lembar daun salam

Bahan Pelengkap:

–       Tauge pendek

–       Telur asin

–       Kerupuk udang

–       Sambal

Bahan yang dihaluskan 

Resep Rawon 2

–       6 buah kluwek, ambil daging buahnya (cicipi, pilih yang tidak pahit lalu rendam sebentar dalam air hangat)

–       7 siung bawang merah

–       3 siung bawang putih

–       4 butir kemiri

–       2 cm kunyit

–       2 buah cabe keriting

–       1 sdm ketumbar, sangrai

 

Cara membuat:

  1. Potong daging bentuk dadu, rendam dalam Olive Oil selama 30 menit.
  2. Rebus daging hingga lunak.
  3. Panaskan Extra Virgin Olive Oil (jangan sampai berasap), tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, masukkan serai, lengkuas, daun jeruk dan daun salam.
  4. Masukkan bumbu yang telah ditumis ke dalam rebusan daging
  5. Rebus terus dengan api sedang selama 30 menit atau sampai rasanya meresap pada daging. Angkat, sajikan rawon dengan nasi panas yang ditaburi toge pendek bersama telur asin, kerupuk udang dan sambal.

Tips memasak Rawon:

  1. Warna hitam dari rawon dihasilkan oleh buah kluwek, pilih kluwek yang bagus dan jangan terlalu banyak nanti rawon bisa pahit.
  2. Rendam daging sandung lamur ke dalam Olive Oil terlebih dahulu. Olive Oil membantu penyerapan bumbu-bumbu lain sehingga rawon terasa lebih otentik dan kaya rasa.
  3. Bumbu yang dihaluskan ditumis dengan Extra Virgin Olive Oil karena Extra Virgin Olive Oil mengembang saat dipanaskan jadi pakai sedikit saja sudah cukup. Dan tentu saja lebih baik karena tidak perlu terlalu banyak minyak.

Ini kali kedua saya mencoba merendam bahan mentah dengan Olive Oil setelah Ayam Kalio dulu. Dan puas banget sama hasilnya karena bumbu rempah terasa lebih meresap. Next project pengen cobain menggoreng pakai Olive Oil deh. Ohya, kalau mau tau resep-resep lain menggunakan Olive Oil, bisa intip di akun twitter @OliveOil_ID atau juga Fan Page Bergabunglah di Revolusi Olive Oil.

Anyway, Sobat CE punya ide kuliner nusantara apa lagi untuk saya coba masak?

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di kuliner dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

45 Balasan ke Kuliner Nusantara: Nasi Rawon si Hitam Lezat dari Jawa Timur

  1. ysalma berkata:

    ternyata tips milih kluwek itu biar ga pahit setelah dikupas, harus diicip dulu *baru tau, sip 🙂

  2. cumilebay.com berkata:

    Ah enak banget, sekarang aku langganan makan rawon di tebet deket mcd. Ada rujak cingur, tahu campur, soto, tahu tek dan nikmat banget

  3. nophi berkata:

    Wow keren masak rawon sendiri mbak, aku biasanya dibawain bumbu jadi buatan ibuku dari Malang, nanti baru masak sendiri hehehe

  4. liamarta berkata:

    Aku baru tau deh mba kalo kuah hitam di Rawon dari buah itu, kirain dari kecap hihi soalnya Rawon yang pernah makan rasanya pasti manisss 😀

  5. belalang cerewet berkata:

    Ah, liat kluwek langsung lumer dah lidah. Asyik banget emang rawon 🙂

  6. Lidya berkata:

    ooh di rendam olive oil ya mbak, aku malah gak pernah hehehe maklum masak suka seingatnya aja bumbunya

  7. indra berkata:

    itu namanya picung ya kak

  8. antondewantoro berkata:

    Rawooon, favorit saya. Anda sukses membuat saya lapar. Apa lagi rawon yang dimasak dengan olive oil, pasti rasanya beda.

  9. maschunsofwan berkata:

    gurih masakan nusantara

  10. aku kalo liat blog masak2 gini keinget rumah…. seenak2nya makanan resto enakan masakan emak di rumah…

  11. TIRS berkata:

    Kak, jadi laper, kak… Tanggung jawab, Kak..

  12. ded berkata:

    Ternyata eka juga berbakat jadi chef ya 🙂

  13. Zizy Damanik berkata:

    Aku baru tahu makanan Rawon saat pindah ke Jakarta, Ka.
    Mulanya heran ini kok kuahnya hitam banget. Tapi dicoba, enak yaaaa …. hehehe…

  14. zaskia berkata:

    mantap dan maknyus rawonnya..bikin lapar.haha

  15. maembie berkata:

    Saya orang jawa yang tinggal di sumatera :D. Makanya baru nyobain yang namanya Rawon, itupun di rumah makan. emak gak pande buat :D.

    Hmm.. makanan jawa yang saya tau, urap, sama gudeg 😀

  16. iKurniawan berkata:

    Tak kira review tempat makan rawon enak di Jawa timur atau surabaya
    ndak tahunya resep ya
    😀

    Kluwek kalau di lampung namanya apa ya…

  17. yuniandriyani77 berkata:

    ini “hampir sama” dengan nasi pindang kerbau kudus mbak…:)

  18. Ping balik: Kuliner Nusantara: Soto Kudus nan Maknyus | Cerita EKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s