Top Things to Do in Labuan Bajo Lengkap dengan Itinerary 4D3N

Itinerary 4D3N at Labuan Bajo

Ada apa sih di Labuan Bajo sampe orang berbondong-bondong banget pengen ke sana? Hmmmm kalo saya ditanya begini, sulit buat saya menjelaskannya karena menurut saya Labuan Bajo itu paket hampir  komplit. Semacam pemuas dahaga akan keindahan alam yang luar biasa. Makanya di sini saya akan share sedikit top things to do in Labuan Bajo dan Itinerary 4H3M selama di Labuan Bajo. Check it out!Jadi ngapain aja di Labuan Bajo? Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sana, tapi sebelum saya kasih tau listnya perlu saya jelaskan dulu bahwa untuk eksplor Labuan Bajo itu saya sarankan buat  Live on Board alias bobok di dalam kapal. Kenapa? Labuan Bajo itu adalah sebuah kelurahan yang terletak di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Di Labuan Bajo sendiri tentunya ada beberapa tempat yang bisa dieksplor namun banyak tempat yang kece-kece itu letaknya di pulau-pulau lain yang berjauhan. Nah buat menikmati itu semua secara maksimal (nggak habis waktu buat bolak-balik antara pulau yang dituju dan Labuan Bajo) lebih baik melakukan island hopping sekalian live on board gitu.  Buat saya pribadi, Labuan Bajo semacam base camp untuk menginap pas datang dan menunggu pas pulang aja, selebihnya enak di kapal.

Anw, simak yuk Top Things to do in Labuan Bajo versi EKA:

1.Mengejar sunrise dan sunset di Pulau Padar

Pulau Padar ini adalah pulau tak berpenghuni. Dari puncaknya kita bisa melihat 4 lekuk pantai yang cantik banget. Plis jangan suruh saya memilih mau sunset atau sunrise, dua-duanya magical! Both sunset or sunrise has its own gem. Apalagi kalau bisa dapat golden hour pas sunrise dan blue hour pas sunset. Alamaaaak! Top banget.

Saya perdana ke Pulau Padar di tahun 2016 dan waktu itu pulaunya masih perawan. Nggak ada fasilitas apa pun di sini. Pendakian ke puncak pun dilakukan dengan sangat hati-hati karena minimnya fasilitas. Pas naik sih nggak terlalu masalah, yang sulit itu pas turun karena curam banget. Tanahnya miring sekali tanpa pijakan sehingga berisiko tergelincir nggelundung ke bawah. Kayu atau tongkat akan sangat membantu dalam proses turun ini tapi ya waktu itu kami nggak punya persiapan apa pun dan nggak ada yang ngasih tau bahkan googling pun (saat itu) nggak nemu tips ke sini gimana. Alhasil pas turun pun kami terpaksa ngesot pake bokong sementara tangan memegang sandal jepit biar nggak lecet bergesekan dengan tanah saat digunakan sebagai alat bergerak.

Nah di tahun 2017 saat saya balik lagi, ternyata sudah dibangun tangga kayu di atas sisi gunung yang curam tersebut hingga ke base 1. Banyak pro kontra akan hal ini, ada yang bilang tangga merusak keindahan karena nggak alami tapi ada juga yang berpendapat tangga tersebut perlu demi keselamatan. Saya sepakat sama yang kedua karena menurut saya pribadi, tangganya sendiri didesain menyatu dengan alam dan natural.

  1. Trekking di Pulau Komodo

Jangan bilang udah ke Labuan Bajo kalau belum ke Pulau Komodo. Wajib ke sini buat experience ketemu binatang purba yang hobi duel ini. Ada beberapa jenis trekking yang bisa diambil mulai dari super short, short, medium sampai long trekking. Pastikan kita menaati peraturan yang ada di sini ya karena kalau lalai maka taruhannya nyawa.

Ohya saya senang sekali mendengarkan informasi yang diberikan oleh pemandu sekaligus pawang komodo karena sangat edukatif.  Saya jadi tahu kalau komodo ini memiliki 2 penis. Iya, dua penis! Ajegile, kan? Hahaha. Lalu ia juga kanibal, saking laparnya maka bisa memakan bayi-bayi komodo. Nggak heran jadi terancam punah ya, lha ancamannya justru dari komodo dewasa. Makanya bayi-bayi komodo biasanya ditaruh di atas pohon oleh induknya hingga ia berusia sekitar 3-5 bulan baru boleh turun.

Lalu informasi lain yang saya dapatkan dari pemandu adalah komodo ini ternyata bisa puasa 1 bulan lamanya lho. Jadi pola makan Komodo adalah makan sampe kenyang sekali bahkan bisa 2x bobot badannya kemudian hibernasi selama 1 bulan. Kalau sudah lapar baru turun lagi cari mangsa. Bagian yang berbahaya dari komodo adalah liurnya karena sangat beracun. Racun cinta nggak ada apa-apa-nya deh. Lewat semua dibanding bisanya komodo. Racun komodo mematikan mangsanya secara perlahan lalu setelah mati baru disantap.Komodo lebih senang  memakan bangkai.

Untuk jeprat-jepret sendiri, satu yang sukai  adalah dermaga kayu yang sudah tua tapi eksotis banget.  Jangan lupa bikin video atau foto-foto manja di situ. Dermaganya sendiri sudah nggak dipakai karena sudah ada dermaga lain yang lebih permanen jadi aman kalau mau narsis di sini. Hehehe. Dan jangan lupa juga jajan di tempat souvenir untuk mendukung ekonomi lokal

  1. Menikmati pemandangan di Regata Hill

Regata Hill ini letaknya di Pulau Komodo. Agak tersembunyi dan perlu sedikit effort buat nanjak ke atas. Sampe engap napasnya, hahaha. Tapi begitu sampai di puncak… Beuh indah banget! Ohya, kadang pemandunya lupa untuk mengajak kita ke sini, jadi lebih baik kita yang mengingatkannya. Tips dari saya sih, ambil trek yang medium di Pulau Komodo terus begitu ketemu Komodonya minta untuk trip dipercepat supaya ada waktu buat ke Regata Hill. Buat saya worth the view banget! Betah berlama-lama memandang keindahan ciptaan Tuhan dari atas bukit ini walopun pas nanjak ke sini saya deg-degan sekali. Rasanya bau kematian dekat banget. Mencekam. Takut tiba-tiba ada komodo menerkam habis jalannya suram bener. Tapi ya ada usaha maka ada hasil kan? Begitu sampe di atas kok ya kece bener yang dilihat sejauh mata memandang.

  1. Snorkling di Pink Beach
Photo by Hana
Pink Beach. Hahaha masih mesti ngurusin badan

Siapkan bikini, snorkel dan sunblock. Wajib snorkeling di sini sambil tak lupa berjemur manja di pasirnya yang berwarna merah muda itu. Kalau kita LOB saat akhir pekan, pantai ini biasanya rame pisan. Berjubel kayak cendol tapi kalau kita ambil paket di hari kerja, pantai pun seolah milik pribadi. Saya pertama ke sini di hari Rabu lalu yang kedua di hari Jumat, jadi terasa bedanya. Nggak kebayang kalau Sabtu dan Minggu bagaimana.

Kalau punya banyak waktu di Pink Beach, puas bermain air, monggo coba naik ke bukit yang di sisi kiri. Memang sih agak PR naiknya tapi aslik, pemandangannya cakep banget! Dan sepi jadi lagi-lagi serasa milik pribadi. Mungkin sedikit sih yang mau capek-capek naik ya? Hehehe.

Pink Beach ini terjadi karena batu karang merah yang luruh di pinggir pantai sehingga mewarnai pasirnya. Cantik! Tapi tolong jangan bawa pulang pasirnya walaupun cantik ya. Nanti bisa abrasi. Jangan bilang cuma sedikit bawanya, lha kalo ada seribu orang berpikiran begitu kan bisa abis pasirnya. Pokoknya selama di sini mari berpegang pada quotes, take nothing but pictures, leave nothing but footprints and kill nothing but time.”

  1. BBQ dan Snorkling di Pulau Kenawa
pic by Hana
Mandi-mandi basah nan manja di Pulau Kanawa

Menurut saya, Pulau Kenawa itu adalah salah satu tempat yang cantik buat snorkeling. Karangnya banyak dan ikannya pun macam-macam. Arusnya tenang di pagi hari dan jernih jadi senang snorkling di sini. Ohya kalau malas basah-basahan maka melipir aja ke pantai dan main sama pasir putihnya. Sama-sama cantik!

Ada sebuah restoran di sini yang bisa membantu menyediakan makanan atau menyelenggarakan BBQ Party. Saya kurang paham harganya tapi kalau ikutan tour, biasanya udah include di paketannya.

Edit Oktober 2018:

Pulau Kanawa sendiri di pertengahan tahun 2018 terbakar karena ulah pengunjung dan operator yang nakal dengan menyalakan kembang api. Sungguh saya sedih sekali melihat kelakuan orang-orang yang menghalalkan segala cara demi segepok keuntungan. Sebagai pelancong, mari kita hormati tempat yang kita kunjungi dengan berwisata secara bertanggungg jawab (responsible travelling).

  1. Berenang bersama Manta Ray di Manta Point

Pengalaman pertama saya ketemu manta itu di sini. Pengalaman yang luar biasa, rasanya seperti berada di dunia lain, I felt very small at that time. Kata Oom Wikipedia, Manta ini emang spesies ikan pari terbesar di dunia. Susah diceritakan dengan kata-kata tapi yang pasti ini adalah pengalaman yang ingin saya ulangi kembali.

Bayangkan, lagi tenang berenang lalu dari segala penjuru muncul manta-manta yang berenang santai seolah saya invisible, seolah saya nggak ada. Mereka asyik sendiri di dunianya sementara saya terdiam membeku di tengah air melihat kawanan manta ini. Untung pake fin dan pelampung jadi nggak tenggelam karena bengong.

Ohya, namanya juga Manta Point jadi di sini mantanya buanyak banget! Serius, mereka nggak malu-malu gitu berenang bebas di kiri dan kanan saya seolah saya ini cuma mahluk lain di dalam air. Sungguh saya merekomendasikan pengalaman ini!

Btw untuk ketemu manta di Manta Point ini ya susah-susah gampang. Kadang ketemu, kadang enggak. Operator kapal mesti pintar-pintar buat membuang sauh di mana kawanan ini berada. Saya sempat pindah spot 2x sebelum akhirnya ketemu dengan manta yang buanyak banget. Puji Tuhan ya, bisa mengalami ini.

  1. Enjoy (the sunset di) Labuan Bajo
View kayak gini di Labuan Bajo bikin pengen balik lagi dan lagi. Ini adalah pemandangan dari jendela kamar.
Labuan Bajo rasa Santorini 😀

Pelabuhan Labuan Bajo sendiri menawarkan banyak tempat yang bisa dinikmati keindahannya. Panorama dari jendela kamar hotel atau dari terasnya saja sudah bikin meleleh saking cantiknya. Sampe nggak bisa berkata-kata deh, saya pikir Tuhan sedang bahagia pas menciptakan tempat ini makanya bisa jadi kece gini.

Selain itu, jika memilih spot atau hotel yang tepat maka pemandangan sunset di Labuan Bajo sungguh luar biasa. Lambat tapi pasti, langit berubah merah jingga kemudian sinarnya perlahan menjadi keemasan dengan sedikit bayangan kehitaman yang perlahan naik. Perpindahan dari terang menuju gelap terasa sangat dramatis. Ditambah teh hangat dan pelukan orang tersayang, duh, rasanya saya nggak mau pulang.

Pemandangan sunset seperti ini saya nikmati dari teras hotel di Bayview Garden Labuan Bajo.

CARA MENUJU KE LABUAN BAJO

Nah, tadi udah puas ngomongin apa yang mesti dilakukan di Labuan Bajo. Terus cara ke sananya gimana? Well, sekarang ini udah ada banyak pesawat yang melayani rute Jakarta- Labuan Bajo. Biasanya transit dulu di Bali. Ada sih pesawat direct Jakarta-Labuan Bajo tapi harganya lumayan. Hahaha. Ya kalau lagi banyak rejeki atau dapat tiket murah pas travel fair monggo aja. Tapi kalau saya biasanya dari Jakarta transit di Bali, baru ke Labuan Bajo. Nanti di Labuan Bajo menginap satu malam sebelum Live on Board keesokan harinya. Penting banget untuk bisa cari jadwal penerbangan yang nyaman dan kalau bisa connecting flight. Soalnya kalau kita memesan connecting flight, jika ada delay dari Jakarta maka pesawat yang kedua dari Bali ke LBJ itu aman karena maskapai bertanggung jawab sekalian. Tapi kalau beli tiketnya terpisah ya siap-siap aja deg-degan kalau ada delay.

Baca Juga:

  1. Tips Liburan Murah ke Singapur

  2. Serunya Musim Gugur di Amrik

  3. 15 Ide Kado Ulang Tahun untuk Suami

  4. Kata-kata Romantis untuk Pasangan

Untuk tiket pulangnya juga lebih baik berkoordinasi dulu dengan operator tur di Labuan Bajo. Beritahukan jam berapa pesawat kita berangkat sehingga operator tur dapat menyesuaikan waktu buat kembali dari island hopping. Jangan sampe ketinggalan pesawat atau tergesa-gesa menuju bandara. Iya kalau di jalan semuanya lancar, lha kalo (amit-amit) ban bocor atau ada yang bikin lalu lintas melambat kan berabe. Makanya lebih baik koordinasikan selalu jadwal-jadwal penerbangan kita dengan operator turnya.

Itinerary Tur 4H3M di Labuan Bajo

Buat yang penasaran itinerary di Labuan Bajo, silakan disimak di bawah ini. Itinerary ini tentunya dapat berubah sesuai dengan operator tur yang dipilih ya. Tapi kalau mau merancang trip privat dengan teman-teman dan menyewa kapal sendiri (yang biasanya jatuhnya lebih murah) maka boleh dicontek itin yang saya buat ini.

Day 1

Kedatangan di Labuan Bajo, check-in hotel, bersih-bersih (biasanya saya sih langsung mandi karena kan perjalanan lumayan panjang ya dari Jakarta-Bali-Labuan Bajo dan LBJ itu puanasnya poll, jadi badan pun pliket-pliket gitu, mandi udah paling bener deh. Hehehe). Lalu leyeh-leyeh di  balkon sambil update status, eh maksudnya sambil menunggu sunset yang memukau di Labuan Bajo. 😀

Day 2

Berkumpul di dermaga buat live on board. Lalu tekking di Pulau Komodo dan juga ke Regatta Hill. Kemudian menuju Pulau Padar untuk Sunset. Biasanya kapal membuang sauh di sini dan bermalam supaya besok paginya bisa melihat matahari terbit.

Day 3

Sunrise di Pulau Padar, setelah itu ke Pink Beach dan ke Manta Ray Points. Malamnya BBQ di Pulau Kanawa dan bermalam di dekat Pulau Kanawa.

Day 4

Snorkling di Pulau Kanawa lalu siap-siap pulang menuju Labuan Bajo. Sampai di Labuan Bajo dan bersiap ke bandara.

Komodo island and Labuan Bajo, wait for me to visit again!

Labuan Bajo itu nggak pernah ngebosenin deh. Semua uang yang udah ditabung buat ke sini bakal setimpal banget sama pengalaman yang tak terlupakan. Sungguh saya pengen balik lagi. Dua kali ke sana pas musim kering jadi bukit-bukitnya coklat eksotis gitu. Pengen balik lagi buat experience pas bukit-bukitnya ijo seger gitu. Katanya sih di bulan Desember – Januari. Doakan ya!

Anw, Selamat Hari Jumat Sobat CE. Kapan kamu ke Labuan Bajo?

Iklan

36 respons untuk ‘Top Things to Do in Labuan Bajo Lengkap dengan Itinerary 4D3N

Add yours

  1. Bismillah… Habis membaca tulisan ini, saya langsung memejamkan mata sambil berdo’a dalam hati. Semoga suatu saat nanti, saya diberi kesempatan untuk datang bersilaturahim ke tempat ini. Btw, ma kasih buat tulisannya Kak. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: