PINK BEACH: Impian yang Tergapai di Bulan Mei

I hope your dreams take you to the corners of your smiles, to the highest of your hopes, to the windows of your opportunities, and to the most special places your heart has ever known. – Newton D. Baker-

Sejak kecil saya membiasakan diri untuk menuliskan impian-impian saya. Dulu, saya nulisnya di kertas, sekarang sih nulisnya di blog :mrgreen: kekinian banget ya? Hahaha. Saya menuliskan impian itu sebagai pengingat sekaligus penyemangat. Bikin listing hal-hal yang ingin saya lakukan, nah biar impian tersebut nggak kelupaan karena tergilas kenyataan, maka saya pun menuliskannya. Itu sih alasannya. 🙂 Buat saya, list itu penting karena jika suatu waktu saya menoleh kembali, saya bisa bersyukur melihat bagaimana perjalanan impian itu menjadi kenyataan. Atau jika belum tercapai, berarti ada usaha yang harus saya lakukan lagi.

PINK BEACH

Anw, tahun lalu, dalam rangka perayaan hari jadi bangsa kita yang ke-70, saya membuat sebuah post tentang pantai impian yang ingin saya sambangi. Terinspirasi oleh adek saya, saya jadi pengen banget deh ke Pink Beach serta ketemu Komodo gendud. Ndilalah, impian itu baru saja kesampaian. Akhir Mei kemarin bareng rombongan geblek yang menamakan dirinya Geng Binal kami menjelajah Labuan Bajo bersama ASITA NTT. 😉

Pink Beach Flores 1

Perjalanan ke Pink Beach. Sepanjang waktu disodori pemandangan model begini. Saya terlena banget! Lupa sama deadlines di kantor, sama senyum Pak Bos, bahkan senyumnya mantan. :mrgreen: eh.

Hari sudah menjelang sore saat kami sampai di Pink Beach. Kapal yang kami naiki cukup besar sehingga tidak bisa merapat langsung ke pantai. Lagian juga nggak ada dermaganya, jadi kami pun turun dengan sekoci. Saat di sekoci itu saya sempat melihat pusaran air yang katanya berbahaya itu. Pusarannya memang unik, melingkar-lingkar dengan pola yang berbeda. Baru pertama kali saya melihat pusaran air model begitu. Pikiran saya sempat melayang untuk beberapa saat, membayangkan penciptaan bumi dan akhir kehidupan dalam pusaran yang melingkar-lingkar itu. Berat ya? Hahaha 😀 kadang saya emang begituuuu.

Meresap Sampai ke Sumsum Tulang

Buat saya, menginjakkan kaki di Pink Beach ini bukan sekedar sampai di sebuah pantai yang terkenal tapi juga sebuah pencapaian impian. Sebuah keinginan yang terpendam dan telah menjadi kenyataan. Jadi bahagianya beda, lebih meresap, lebih membekas sampai ke sumsum tulang. Lebay? Ah enggak juga. Bayangkan dirimu punya sebuah impian lalu tetiba terwujud? Apa nggak bahagia? 😉

Pink Beach Flores 3

Karang merah yang mewarnai pasir di Pink Beach
Karang merah yang mewarnai pasir di Pink Beach

Pink beach ini memiliki pantai dengan pasir berwarna merah jambu (pink) yang dihasilkan oleh pecahan karang berwarna merah yang terserak di sepanjang bibir pantai. Cantik ya? Pantai dan merah jambu, semerah jambu hatiku…. Selain cantik, menurut saya juga romantis.

Pemandangan Pink Beach dari Sisi yang Berbeda

Anw, karena saya itu orangnya punya hobi penasaran, maka saat Kak Gio dan Kak Koko mengajak naik ke puncak bukit di sisi kanan pantai, langsung saya iyakan. Untunglah kali ini naiknya nggak separah Pulau padar, tapi lumayan juga. Sesungguhnya, pas sampai di Pink Beach itu ada rasa sedikit kecewa karena hari sudah menjelang sore. Wah, nggak bisa lama main di pantainya dan juga pencahayaan kurang bagus untuk moto-moto. Tapi memang segala sesuatu sudah diatur Tuhan, saya dan teman-teman sampainya sore di Pink Beach dan malah kami jadi bisa mengambil foto-foto dengan nuansa pencahayaan yang berbeda. Kilau keemasan dari matahari sore membuat suasana jadi berbeda…. dan romantis!

Memandang hamparan bukit ini, yang terasa adalah kedamaian yang merasuk ke dalam. Namaste.
Memandang hamparan bukit ini, yang terasa adalah kedamaian yang merasuk ke dalam. Namaste.
Kopertraveler termangu merenungi nasib :D Sabar Ko, nggak akan kemana-mana kok Komodo itu ;)
Kopertraveler termangu merenungi nasib 😀 Sabar Ko, nggak akan kemana-mana kok Komodo itu 😉
Sejauh mata memandang hanya keindahan yang ada. Pic by @virustraveling.
Sejauh mata memandang hanya keindahan yang ada. This lovely pic was taken by my partner in crime while traveling : @virustraveling.

Yang bisa dilakukan di Pink Beach:

  1. Snorkling
  2. Leyeh-leyeh bengong di pantai, pakai bikini lucu banget deh.
  3. Main bola pantai
  4. Naik ke bukit dan menikmati Pink Beach dari ketinggian

Selamat Hari Jumat Sobat CE, semoga harinya cerah, secerah Pink Beach yang cantik ini 😉

Iklan

43 respons untuk ‘PINK BEACH: Impian yang Tergapai di Bulan Mei

Add yours

  1. coba pas trip ini bisa ikutan, pasti seru bisa membinal bersama | #halah #benerinpeci

    itu lautnya pas agak surut ya kak eka, jadi kelihatan luas pink beachnya. dulu aku pernah lob semalam di komodo, tapi nggak sempat ke pink beach ini, rugi. next wajib kesini dan trekking ke padar ya, ciamik viewnya.

  2. Ah tak tiru – tiru mbak eka ah,,,, menuliskan impian – impian di Blog….
    Memang awesome pink beach ini,,,, aku juga pingin kesini mbak, tapi belum kesampaian juga, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: