Apa Ada Dinosaurus di Pulau Padar?

It feels good to get lost in the right direction

Masa sih ada dinosaurus di jaman sekarang? Dusta deh. Bohong! Tapi, tapi… Katanya kan never say never to something… Jadi, yuks ikuti cerita bolang saya dalam pembuktian akan keberadaan dinosaurus di Pulau padar. Cuss!

——

Mata saya nyalang saat melihat kapal besar yang akan membawa kami ke Pulau Padar. Aroma petualangan sudah tercium, harum kegembiraan menguar hebat. Hei, hei, hei… Pulau Padar nan cetar, kami datang! ^_^

Pulau Padar Island 1

Bertemu Lumba-lumba

Perjalanan ke Pulau padar ditempuh dengan perahu kayu mirip perahu pinisi gitu dan memakan waktu +/- 4 jam dari Labuan Bajo. Kebayangnya bakal mati gaya bosan ya? Hahaha…. enggak dooong. Sepanjang perjalanan, seluruh panca indra saya terpuaskan banget. Mata disuguhi pemandangan bukit dan laut yang memukau sementara telinga disapa hangat oleh debur ombak. Selain bercanda gila dengan grup yang rada binal sampe bikin perut mules karena ketawa, terkadang saya bermalas-malasan di dek kapal, sekedar duduk diam menyerap semua kebaikan Tuhan dan merasakan hangat matahari yang menyapa kulit. Saya pikir mood Tuhan lagi bagus banget pas nyiptain Flores.

Geez, God must have been very happy when He made Flores.
Geez, God must have been very happy when He made Flores.
Large unbelievably fun group; exploring the diversity with ASITA NTT.
Large unbelievably fun group; exploring the diversity with ASITA NTT.

Dalam perjalanan ke Pulau Padar itu kami ketemu Lumba-lumba. Dia loncat-loncat gitu di pinggir kapal. Hish, gemes dan lucu baget sih. Kata Bang Oyang yang asli Flores, mereka yang ketemu lumba-lumba dalam perjalanan akan beruntung. Saya aminkan kencang-kencang perkataan Bang Oyan tersebut. Beruntung dan mujur terus. Amin, amin, amiiiin. ^_^ Hehehe.

Dan rasanya memang beruntung sekali saat menapakkan kaki di Pulau Padar. Jadi, Pulau Padar ini adalah salah satu pulau tak berpenghuni di Kawasan Taman Nasional Komodo. Yang bikin Pulau Padar menarik adalah konturnya yang unik, berbukit-bukit dan terdapat lekukan empat pantai yang bisa diihat dalam satu view dari puncak pulau. Jadi kayak ada pantai dan bukit rahasia gitu. Menarik banget, bikin pengen trekking!Dan memang harus trekking buat ke puncaknya 😀

Awal Pendakian

Kapal kami membuang sauh sekitar 500m dari Pulau Padar. Untuk sampai di bibir pantai, kami beralih menggunakan sekoci yang lebih kecil. Dari atas sekoci mulut saya sudah ternganga, di depan saya ada cekungan bukit yang sudah menanti. Hmmmm, apa yang akan saya hadapi dan lihat di sana? Komodo? Atau mungkin malah dinosaurus? *wake up, Ka! Udah dibilangin iih kalau pulau ini tak berpenghuni, nganyal mulu sih! 😀 *

Cekungan ini adalah pintu masuk Pulau Padar. Pintu masuknya aja udah keren, gimana di ataaaas? Apa benar ada Dinosaurus? *here we go again hahaha*
Dua bukit yang seperti membentuk cekungan ini adalah pintu masuk Pulau Padar. Pintu masuknya aja udah keren, gimana di ataaaas? Apa benar ada Dinosaurus? *here we go again hahaha*

Pulau Padar Island 7Pelan-pelan saya dan teman-teman pun melangkahkan kaki menapaki bukit yang curam dan berdebu. Sekitar 40 menit kami mendaki, kalau saya sih butuh lebih lama karena selalu poto-poto berhenti ngos-ngosan . Nah, pas mendaki inilah saya jadi ngedumel sendiri kenapa jarang olah raga siiiih. Hahaha>.<

Heaven on Earth

Pulau Padar Island 9

Pulau Padar Island 10

Pulau Padar Island 14

Sampai di Puncak Padar, tidak bisa tidak, saya diam sejenak. Hamparan bukit-bukit dengan puncak yang tajam berpampang. Saling bersembulan dengan rumput yang berwarna hijau lumut terbentang. Saya menarik napas panjang dan memenuhi rongga dada dengan oksigen yang banyak. Di bawah sana, debur ombak menyapa pantai dengan warna lautnya yang biru memesona. Sungguh eksostis. Saya bertanya-tanya (lagi) apakah mungkin ada dinosaurus di balik bukit itu? Atau Komodo ngumpet di pantainya yang cantik itu? Ya, ya, silakan pentung saya 😀 Saya memang terlalu banyak berkhayal, tapi jika melihat semua keindahan yang (boleh dibilang) tak terjamah manusia ini, boleh dong kalau otak saya melambung ke mana-mana? 😀

Ke Padar tuh serunya rame-rame!
Ke Padar tuh serunya rame-rame!
Semedi dalam usaha mencari dinosaurus :P
Semedi dalam usaha mencari dinosaurus 😛
I just found heaven on earth.
I just found heaven on earth

Puas berpoto ria menikmati Pulau Padar, kami pun menuju ke Pulau Komodo (Ma kasih ya virustraveling yang udah mau capek moto-motoin kita 😛 ). Dalam perjalanan dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo, terbentang sebuah pulau yang kalau dilihat-lihat seperti Dinosaurus sedang tidur. Nah, ternyata khayalan saya nggak sepenuhnya salah! Memang ada dinosaurus bobok di dekat Pulau Padar! :mrgreen:

Pulau yang berbentuk seperti dinosaurus sedang tertidur. Lehernya panjang dengan buku-buku kaki besar di sampingnya.
Pulau yang berbentuk seperti dinosaurus sedang tertidur. Lehernya panjang dengan buku-buku kaki besar di sampingnya.

Ohya, buat liat lebih banyak keseruan lainnya, check out this video! It was one crazy trip. Love you all! :* Thank you ASITA NTT to make this #ExploretheDiversity trip happened.

.

Tips Berkunjung ke ke Pulau Padar:

  1. Pakai tabir surya, Cyin! SPF 50 sekalian, terus diulang olesnya tiap 3 jam sekali.
  2. Gunakan sepatu/sandal khusus trekking. Medannya lumayan banget. Pas nanjak lumayan curam, pas turun berpasir banget jadi bisa slip. Kemarin saya pake sandal gunung gitu, memang anti slip sih tapi kaki jadi penuh debu gitu. Sandalnya berubah jadi buluk 😀 Hahaha. Saya sarankan pake sepatu trekking biar aman dan nyaman.
  3. Siapkan topi! Panas banget soalnya. Jangan kayak saya yang uwel-uwel syal dijadiin penutup kepala >.< Lagian topi juga bisa jadi props poto yang kece lho.
  4. Bawa minum. Haus pas trekking ke atas. Iya, beneran haus jadi daripada pusing karena dehidrasi maka sebaiknya bawa minum aja. Andai bisa bawa kelapa muda, saya bawa juga deh 😛 hahaha.
  5. Bawa trekking stick untuk membantu pas turun atau naik, lumayan banget kayunya bisa buat pegangan. Saya berharap banget di kemudian hari ada semacam pipa atau apalah untuk pegangan para pengunjung yang mendaki ke sini.
  6. Bawa props poto, bisa bawa beberapa baju ganti biar gambar-gambarnya oke. Narsis? Biarin! 😛 Bweeeks. Hahaha. Well, udah nanjak capek, panas, terik masa potonya cuma satu? Bikin yang banyak! Eh 😛

 

Selamat hari Jumat, Sobat CE! Sudah beredar ke mana hari ini? Pulau padar yuks.

Iklan

85 respons untuk ‘Apa Ada Dinosaurus di Pulau Padar?

Add yours

  1. Akhirnya cerita tentang padar dirilis juga, sudah lihat dan mantengin foto-foto di medsos nya kakak nich. Emang keren bangat yach kak dan perjalanannya menguras keringat bangat. tapi pas nyampe diatas langsung sujud syukur hehehehe..

  2. Eka…beneran itu kayak komodo bobok deh….,
    gilak ya pulau Padar ini, jadi itu dari atas bukit bisa lihat 4 teluk sekaligus ya…
    tapi kok naik perahunya lama amat 4 jam, langsung keder deh

    1. Lama tapi nggak bosen lho kak. Pemandangan sepanjang lautan keren-kereeen. Btw kalo naik speedboat lebih cepet tapi kami kemarin memilih yang santai, maklum pengen nikmati banget alamnya. Hehee

  3. Ya ampun Mba… panorama alamnya indah banget.. langit yang biru cerah plus laut yang tak kalah biru bikin hati adem menikmati pesonanya.. Yakin deh pastinya Mba Eka sangat menikmati perjalanan ke pulau Padar..

  4. Duh abis baca postingannya mbak aqied di Derawan sekarang aku harus kuat baca tulisan mbak eka ini. Huhuuhu. Tapi kayaknya buatku yang paling penting topi sih itu. Keliatannya emang beneran panas dan aku gampang pusing kalo kena panas. Hehehe. \:D/

    1. Sebenernya Pulau-pulau di Taman Nasional Komodo ini bagus setiap saat. Cuma pengunjung dapat pemandangangan yang berbeda. Jadi kalo sebelum July bukit-bukitnya agak hijau, kalau after July agak menguning keemasan. Masing-masing cakep aja sih 🙂 pesonanya beda.

      1. wkwk ngebayangin naik ke situ pake dress kayanya aneh juga hehe..
        Boleh juga nih, bisa buat bikin foto yang cantik-cantik ala princess yang terdampar di pulau terpencil hihi…

        1. Hahaha… kalo pas naik udah pake dress.. anuh… potonya basah kuyup kena keringat semua nantiiii 😀 hehehe.
          Boleh banget foto-foto cantik di sini, makanya tips dariku adalah… bawa baju ganti yang banyak! 😛 hihihi

  5. Tidak seperti hutan yang subur di wilayah Sumatra atau Jawa, pulau-pulau di Sunda Kecil secara relatif kering dan kerontang, kecuali untuk beberapa musim hujan yang pendek. Tanaman yang ada di sana adalah pepohonan kerdil dan rumput sabana yang menjadi tempat makan buruan utama Komodo, yaitu kijang.

  6. Aku aku akuuuuu dari tadi berdecak takjub, kagum dan ewwww ntah lah. Ini semacam travel goals bangeeet, dan bagus kalo di pulau ini tak berpenghuni. Biarkan lah ia alami selamanya yak.

    Ngeliat videonya jadi inget pas trekking ke Ijen, medannya mirip. Dan pas turun membutuhkan effort lebih daripada naik…kudu ngerem cyiiiin, kalo gk mo nggelundung haha.
    Dan kupikir kain syal itu buat nutupin debu, oooh ternyata supaya nggak panas…baiklah catet.

    Ngeliat foto2nya percayaaaaa banget Pulau Padar ini eksotis syekaliii, sampe2 di foto pertama semacam tak rela mo naruh tulisan di situ hihihi…

  7. Bahwasanya memang, berhenti sejenak untuk alasan foto-foto adalah alibi yang sangat kuat ketika fisik terkuras 😀

    Dulu saat ke kampung komodo, sebenarnya saya menginap lama di sana, 5 hari 4 malam. Banyak tawaran untuk sailing ke Padar, Laba, Rinca, Pink Beach, tapi sayang saat itu saya tidak bawa cukup uang untuk menyewa perahu senego apa pun. hehehe. How lucky you all 🙂

  8. Nomer 5 bener tuh. Pas trekking di Jepang, kayak orang tua naik pake tongkat, tapi membantu banget kalau kelelahan. Btw tips nomer 6 itu Iphan banget. :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: