Wisata Keluarga: Serunya Mengejar Kelinci Lucu di Kuntum Farm Field

Animals are such agreeable friends – they ask no questions; they pass no criticisms.

George Eliot

I have been thinking on introducing my baby boy to animals. Walaupun saya suka banget sama binatang, terutama anjing, tapi karena satu dan lain hal, saya nggak bisa memeliharanya. Sedih nggak sih? Bhiks. Tapi, walau saya nggak punya binatang, saya dan Adrian sepakat bahwa baby boy harus dikenalkan dengan konsep kasih sayang kepada binatang, bahwa binatang itu perlu disayang dan dipelihara. Bahwa binatang itu tidak perlu diusik namun diperhatikan. Pilihan jatuh ke Kuntum Farm Field di Bogor. Teman-teman saya pada semangat banget cerita gimana serunya farm ini. Katanya anaknya betah, anaknya ceria sampai teriak-teriak gembira segala, trus emaknya juga hepi. Hmmm… Testinya kok ya cakep-cakep bener. Asli jadi penasaran!

Cara Menuju Kuntum Farm Field

Langsung deh di hari Minggu sepulang gereja, saya, Adrian dan baby boy pun meluncur ke sana. Caranya, begitu keluar pintu tol Bogor langsung belok ke kiri dan jalan luruuus aja terus. Saya nulis lurusnya pake banyak huruf u, soalnya memang agak jauh. Bahkan awalnya saya sempat resah karena kok nggak nyampe-nyampe, apa kesasar atau gimana. Tapi ternyata lokasinya memang jauh! Setelah Tajur hampir mendekati tol yang akan ke Sukabumi itu lho. Nah, ngomongin lokasinya yang setelah Tajur, saya tau deh kenapa teman-teman saya bilang hepi ke sini…. Lha selesai wisata alam, emaknya bisa pada belanja-belanji deh :mrgreen: Hahaha. Tajur kan gudangnya tas, baju dan segala macam barang lainnya dengan harga yang masuk akal. Kualiatas pun oke lho. Ada yang harus pintar nawar biar dapat barang yang oke, tapi ada juga yang fixed price.

Ohya, awalnya kami pake GPS untuk menunjukkan arah tapi karena  kuatir tersesat atau kelewat, maka kami pun menggunakan GPS manual alias langsung tanya Gunakan Penduduk Setempat. Hehehe. Kebetulan orang yang saya tanyai  naik motor, eh nggak nyangka, kami malah diantar lho menuju ke tempat ini. Puji Tuhan masih banyak orang baik ya.

Pas nyampe, setelah dilihat-lihat pantas saja kami kelewatan karena lokasi depan Kuntum Farm Field ini agak tertutup oleh rerimbunan pohon jadi kurang terlihat jelas dari jalanan.

Pintu masuk Kuntum FarmField
Pintu masuk dekat loket pembelian tiket Kuntum FarmField di bagian dalam. Kalau pintu depannya nggak kefoto karena sulit di pinggir jalan. Lalu lintasnya rame, penuh bis soalnya.
Seger! Sejauh mata memandang terhampar pemandangan yang bikin adem
Seger! Sejauh mata memandang terhampar pemandangan yang bikin adem. Di bagian ini banyak yang berjalan kaki melihat tumbuh-tumbuhan dan sayur-mayur yang memang ditanam di sini. Beneran semacam pertanian yang subur gitu.

Kami sampai sekitar jam 9. Walau masih pagi tapi ternyata matahari udah lumayan terik juga di kulit. Ada 2 lokasi parkir. Satu di bagian depan yang dekat pintu masuk, di sini parkirannya rimbun dan luas sehingga banyak dipakai sama bus-bus. Poin plus lokasi parkir ini rindang dan dekat dengan food court tapi minusnya jauh dari pintu masuk. Lalu parkiran yang kedua dekat dengan pintu masuk tapi panas dan jauh dari tempat makan besar, cuma dekat sama caffee yang menjual makanan kecil saja. Monggo dipilih mau parkir di mana. Kami sendiri memilih parkir yang dekat dengan pintu masuk karena kan bawa bayi. Capek kalau jalannya kejauhan.

Ohya soal panas ini, untunglah ada topi caping model Pak Tani yang bisa dipinjam, jadi nggak terlalu kebakar walau tentu akan lebih aman jika menggunakan sunblock juga ya. Anw, karena kami datang pagi, maka nggak terlalu ngantri beli tiketnya. Hanya ada 3 keluarga di depan saya. Setelah membeli tiket dan masuk ke dalam area farm, rasanya menyenangkan banget. Hamparan warna hijau lepas bebas menyejukkan dan memanjakan mata. Lalu ada kandang-kandang kecil yang lucu terisi dengan berbagai macam hewan yang dikelompokkan sesuai jenisnya. Walaupun belum terlalu mengerti, anak saya sampai hepi banget ngoceh aja terus. Hahaha.

Ngapain aja di sini?

Yang saya suka dari Kuntum Farm Field tuh, kita bisa terlibat untuk memberi makan atau memberikan susu. Tentu ada biaya lagi untuk ini, harganya bervariasi tergantung jenis hewannya (dan harganya menurut saya lumayan juga ya hehehe). Kita juga bisa mengelus binatang tertentu serta masuk ke dalam kandangnya. Bisa mengelus kelinci, kambing, sapi, bahkan burung.

Untuk melihat burung sendiri, ada dome khusus gitu sehingga burung-burungnya tidak terpenjara di dalam sangkar yang kecil gitu, masih agak leluasa terbang walau terbatas di dalam dome ya. Yang saya salut, mereka meyediakan disinfektan untuk sepatu jadi pas keluar sepatu dan sandal pun bersih. Koleksi burung dan unggasnya lumayan banyak dan menarik juga terawat baik. Tapi hati-hati buat yang ada potensi alergi atau asma ya karena kan banyak bulu burung dan unggas yang berterbangan di sini.

Anw, walaupun wisata ini bikin anak saya senang, sebenarnya terselip sedikit kekuatiran di hati sih. Apakah hewan-hewan tersebut nyaman ya dielus-elus banyak orang begitu? Apakah ada pengawasan khusus sehingga hewan-hewan yang keliatan mengalami titik jenuh dirotasi ke tempat lain digantikan binatang yang masih segar? Atau bagaimana?

Ah pikiran saya banyak ngelantur nih. Tapi doa saya semoga memang pemilik tempat ini sudah memikirkan semuanya sehingga para binatang ini nggak stress ya. (amiiin).

Baiklah, mari kita lanjut deh. Selain wisata petting animal, anak-anak juga bisa menunggang kuda di arena belakang yang memang didesain seperti pacuan kuda kecil. Satu kuda bisa menanggung beban antara 50-70kg karena memang kuda poni. Walau begitu disarankan untuk orang tua nggak ikutan naik bareng anak-anak. Kasihan juga sih kudanya kalo kelebihan beban. hehehe. Namun, jangan kuatir, ada petugas yang memandu pas anak-anak naik kuda kok jadi aman. Biaya untuk wisata ini antara 35.000-50.000 tergantung jenis kuda yang diminati. Ohya, wisata naik kuda ini banyak peminat, jadi siap-siap ngantri agak lama. Pas kami ikutan mengantri, diberitahukan bahwa paling cepat kami dapat giliran 30 menit ke depan. Merasa sayang menunggu terlalu lama akhirnya kami batal naik kuda. Hahaha. Mungkin harus datang lebih pagi lagi kali ya.

Awalnya baby boy hepi banget pas sampe di pertanian ini. Semangat banget buat mengelus dan mengejar binatang ditambah ngoceh riang sampe melengking-lengking. Tapi cuma sebentar aja gembiranya karena…. Ngantuk! :mrgreen: Duh, salah banget. Saya lupa memerhatikan jadwal tidur baby boy. Ia biasa tidur pagi antara jam 8-10. Nah, karena jam 8 kami masih di gereja, otomatis baby boy nggak bobok. Nyampe Kuntum Farm Field, cuma main sebentar, baby boy udah kecapean dan nggak enjoy lagi. Lesson learned banget, lain kali kalo mau piknik mesti disesuain sama jadwal harian atau jam sirkadiannya baby boy. Inget itu, Ka. Inget!

Tapi walo begitu, melihat ekspresi senang baby boy pas belum ngantuk, rasanya kami akan balik lagi ke sini deh. Pas baby boy agak gedean dikit biar juga makin ngerti kalo diajak ngobrol. Sekarang sih, untuk perkenalan pada binatang aja, rasanya cukuplah ^_^.

Ohya berhubung area Kuntum Farmfield ini luas, saya lihat banyak keluarga besar rombongan datang ke sini sekalian arisan! Mereka duduk-duduk bercengkerama di area bebas nan hijau atau di dekat saung-saung yang memang tersedia di sini. Ada yang bawa makanan sendiri tapi ada juga yang nggak mau repot tinggal beli makanan yang dijual di sana. Hahaha idenya seru juga ya, arisan di temat seperti ini. Ibu-ibunya senang, anak-anaknya apalagi. Kalo bapak-bapak yang kebagian bayar sih, ya sudahlah ya terima nasib. Eh, tapi kalo anak-istri bahagia, kan bapak-bapak juga ikut senang toh? Hehehe.

Buat yang nggak bawa makanan sendiri, di dekat parkiran pertama terdapat pujasera yang menjual banyak makanan. Mau liwetan, soto, makanan khas Sunda dengan oncom dan lalapannya juga ada, sampe makanan modern seperti ayam goreng tepung pun bisa jadi pilihan maksi. Harganya standar untuk tempat wisata, soal rasa menurut saya cukup otentik. Kebetulan saya memesan makanan khas Sunda, bisa pilih lauk gorengan sendiri lalu dilahap dengan sambal mentah dan lalapan. Beuh sedap! Ohya di dekat pujasera ini juga terdapat kolam ikan kecil serta taman bermain mini jadi sambil menunggu makanan siap, anak-anak bisa bermain di sini supaya nggak bosan. Lumayan jadi paket komplit piknik ya.

Di bagian luar Kuntum Farm Field, ada tempat bisa duduk-duduk asyik sambil jajan makanan yang dijual di keda tersebut.
Di bagian luar Kuntum Farm Field, ada tempat bisa duduk-duduk asyik sambil jajan makanan yang dijual di kedai tersebut. Tapi makanan di kedai ini hanya makanan kecil saja, kalau mau makanan besar bisa pergi ke pujasera di dekat lapangan parkir besar.

Kuntum Farmfield Bogor 16Ohya, kita bisa membeli pakan ikan dan memberikannya ke ikan-ikan di kolam ini. Suara kecipak air yang terbelah oleh sirip ikan itu bikin hati teduh ya. Senang dengarnya. Kalau Basti malah sampai jerit-jerit saking hepinya. Hehehe. Ohya, pegang anak baik-baik di sini jangan sampai terpeleset ke dalam kolam saking excited-nya. Namanya anak kecil kan, we never know.

Senyumnya itu lho.. Jahil amat :P
Senyumnya itu lho.. Jahil amat 😛 Basti waktu pipinya masih tembem. Masih bisa diuwel-uwel hehehe.
Kuntum Nurseries and Farm FIeld, we'll be back! ^_^
Kuntum Nurseries and Farm FIeld, we’ll be back! ^_^ Area luas begini banyak dimanfaatkan keluarga besar untuk arisan atau sekedar berkumpul bercengkerama dengan keluarga.

Tips mampir ke Kuntum Farm Field:

  1. Datanglah saat pagi hari supaya cuaca belum terlalu panas. Jalan-jalannya enak, bisa puas tanpa takut dehidrasi atau nggak nyaman karena sengatan matahari. Juga, kalo datang pagi belum terlalu rame orang jadi bisa asyik main sama binatangnya tanpa perlu rebutan atau berdesak-desakan.
  2. Perhatikan jam sirkadian anak, datanglah di jam anak melek, bukan waktunya tidur biar wisatanya maksimal. Kalau datang pas jam anak ngantuk, bisa-bisa rungsing atau cranky, kalau pun abis itu tidur ya jadinya waktu yang digunakan di sini kurang maksimal deh. Sayang kan.
  3. Walopun baby udah bisa jalan, tapi mending bawa stroller. Anuh, walo farm ini nggak luas-luas amat, tapi ya lumayan gempor kalo nggendong terus pas baby nggak mau jalan. Ada jalan setapak yang halus dan asyik buat stroller kok. Anyway di kedepannya sih harapan saya pihak pengelola Kuntum Farmfield bisa menyediakan penyewaan stroller juga, jadi yang mendadak mampir ke sini dan nggak bawa stroller bisa tetap nyaman berwisata. Waktu itu kami nggak bawa stroller jadi lumayan pegel ya keliling farm sambil gendong-gendong. Terpaksa gantian gendong sama bapaknya. Hehehe.
  4. Gunakan pakaian yang nyaman mengingat cuaca yang bisa berubah-ubah. Awalnya panas, kemudian hujan, Maklum Bogor gitu lho. Hehehe. Jangan lupa bawa baju ganti segala, kalo bisa rangkap 3. Lha namanya anak kecil di dekat binatang kadang cepet banget kotor karena rasa ingin tahunya.
  5. Patuhi peraturan yang tertulis di dekat setiap kandang hewan. Misalnya jangan berdiri di suatu sisi (supaya nggak tertendang) atau cara memegang hewan seperti apa supaya binatangnya nggak mati. Berurusan dengan binatang itu kadang tak terduga alias perilakunya bisa aja tak terprediksi. Patuhi juga peraturan tentang pembelian pakan hewab. Pakan yang dijual tentu sudah diperiksa dan aman untuk hewan, kalau misalnya kita memberikan pakan yang dibawa sendiri dari rumah, belum tentu cocok buat hewannya dan ada potensi bikin binatangnya sakit. Nggak mau begitu kan? So, kasih makan dengan pakan yang memang dijual resmi ya.
  6. Sempatkan jalan-jalan ke kebun sayur yang lokasinya agak terpencil. Dari jauh sih keliatannya nggak ada apa-apa ya karena hanya hamparan hijau negitu, tapi pas sampe di ladangnya ternyata seru juga lho. Banyak koleksi sayur-mayurnya.
  7. Jangan lupa cuci tangan setelah selesai memegang hewan. Jaga-jaga aja, soalnya bayi kan suka jilat-jilat dan masukin tangan ke mulut toh? Daripada kenapa-kenapa mending kita siaga duluan deh. Jangan sampai menyesal kemudian.
  8. Enjoy every moment, ajak anak bicara dan jelaskan tentang binatang apa yang sedang dipegang dan sisipkan nilai-nilai moral sekalian. Jelaskan makanan hewan tersebut apa, ciri khasnya, gerak motoriknya hingga cara hidupnya. Misalnya nih pas di kandang kelinci, ceritakan bahwa kelinci itu bermata besar dan bertelinga panjang, tinggal di bawah tanah. Suka makan wortel sehingga punya penglihatan yang bagus. Manusia pun bisa mempunyai mata yang sehat jika rajin makan buah-buahan dengan kandungan Vitamin A tinggi seperti wortel. Dengan menjelaskan begitu, sehingga main ke sini bukan sekedar lihat binatang saja tapi sekaligus jadi media untuk anak-anak belajar mengenai hewan alias fauna. Semacam wisata edukatif yang bisa memperkaya wawasannya.
  9. Abadikan dalam foto atau video agar ada kenangan. Tips yang terakhir ini sih tergantung karakter ortunya ya. Hehehe. Tapi memang kenangan lewat foto atau video itu jadi terlihat manis saat diputar ulang. Kalau sempat aja diabadikan, jangan sampe sibuk jeprat-jepret jadi lupa menikmati momen.

Baca juga:

1. Tips Naik Pesawat Pertama Kali

2.Tips Travelling Seru dengan Bayi

3. Travelling Tips for Pregnant Woman

4. Trekking ke Air Terjun dengan Balita

Edit Oktober 2018:

Ohya, sekarang banyak wisata pertanian gini bermunculan. Di Puncak dan di Lembang juga ada. Nampaknya menarik karena setiap wisata walaupun konsepnya agak mirip tapi menawarkan keunikan masing-masing. Nanti kalau sudah saya sambangi, akan saya tuliskan pengalaman atau review-nya di blog. Doakan nggak terjangkit virus malas. Hahahaha.

 

Selamat Hari Senin, Sobat CE! Ngapain aja wiken kemarin? Semoga menyenangkan family and quality time-nya ya.

 

 

Kuntum Nurseries and Farm Field
Alamat: Jalan Raya Tajur No. 291, Jawa Barat 16145, Indonesia
Telepon:+62 251 8356752
Jam buka: 08.00–18.00
Harga Tiket: IDR 30.000/orang
Iklan

81 respons untuk ‘Wisata Keluarga: Serunya Mengejar Kelinci Lucu di Kuntum Farm Field

Add yours

  1. Ih, kelincinya gemuk banget itu Mbak, aaaak kepengen dipeluk terus culik bawa pulang :haha. Karena ini judulnya jalan-jalan bareng anak, jadi memang mesti sesuai dengan acara jalan-jalan anak ya Mbak :hehe. Memang bagus tempat wisata seperti ini ya Mbak, edukatif, ibarat kata si empunya peternakan bisa menjadikan wisata seperti ini sebagai “sampingan”. Iya cuci tangan memang perlu banget, bukan cuma anaknya saja tapi kitanya juga :hehe. Seru yak di sana.

  2. Kakak Keisha dan Kakak Kyla waktu masih TK paling suka bagian kasih makan ikan. Ikannya banyak, besar-besar dan warna-warni, suka banget kalo pas lempar makanan ikan, ikan2nya pada nyerbu nyamperin hehehe

  3. Wah sudah lama gak pelihara kelinci lagi. Bener banget Mbak tujuan berkunjung ke sini, supaya tumbuh rasa empati dan kasih sayang kepada binatang, karena ciptaan Tuhan juga 🙂

Tinggalkan Balasan ke Nathalia Feronica Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: