selalu ada yang PERTAMA

Postingan ini sepertinya akan terasa lebih enak dibaca sembari mendengarkan alunan merdu duet James Ingram dan Anita Baker –  When You Love Someone

“Dingin ya,” gumamku pelan.

“Namanya juga winter,” jawabmu seraya merapatkan tubuh besarmu kepadaku.

Belum pernah ada lelaki berada sedekat ini denganku. Karena engkau adalah pacar pertamaku. Dada ini berdegup kencang, saking kencangnya aku takut engkau akan mendengarnya. Ku biarkan kau meraih jemariku dan bermain dengan kuku-kuku lentiknya. Aku menikmati setiap moment ini. Ada getar – getar aneh di dada, getar yang sungguh ku tak bisa mendeskripsikannya itu apa. Getaran yang menelusup ke sumsum tulang, dan merambat melalui setiap pembuluh vena. Berusaha keluar, melesak meminta untuk dibebaskan.

Setelah tangan, kau pun merambah bagian lain diriku. Bermain dengan anak rambut didahi, mengusapnya lembut dan kemudian mencium wangi shampoo yang kukenakan tadi pagi. Pelan…. sungguh pelan sekali. Aku jatuh dalam buai cintamu dan perlahan engkau pun merengkuh aku dalam dekapmu. Ah rasa ini, campuran antara kelembutan cinta dan gejolak nafsu masa muda.

Aku menggigit bibir bawahku. Bukan karena aku kedinginan, bukan itu alasannya. Tapi karena aku tak tahu harus berbuat apa di dalam dekap laki – laki  sementara ruang ini dipenuhi udara dingin yang berkejaran dengan hangat perapian. Hening sekali, hanya suara detak jantung kami yang menandakan tempat ini mempunyai kehidupan. Dalam bisu malam jemarimu lembut menyentuh wajahku, menelusuri setiap lekuk yang ada. Awalnya kau menyentuh dua alis lebat ini,  seolah berusaha meresap keindahan baris rapi rambut – rambut halus yang membingkai wajahku. Kemudian buku-buku jarimu beralih ke jendala jiwa yang sekarang metutup sukarela menikmati setiap sentuhan tanganmu. Lalu hidung ini. Kau membelainya pelan tanpa berkata apa – apa, dirimu tenggelam dalam bangir pesona. Dan aku pun diam. Terhanyut dalam romansa yang kau ciptakan. Sekarang telunjukmu telah sampai di bibirku dan berhenti disitu. Lama. Sangat lama dan ku buka mata ini. Ada geliat cinta disana. Sungguh aku tak tahu harus berbuat apa. Tapi belum lama aku diam dalam ketololan, jemarimu beraksi  lagi: turun menyentuh daguku dan mengangkatnya sedikit ke atas. Kembali dua mata kita berpadu. Kali ini kulihat sinar kasih di kedua bola matamu. Dan aku pun tersenyum. Senyum lembut gadis polos yang dibalut kegugupan.

Dirimu mendekat dan dapat kucium wangi mint yang menggoda. Dalam sekejab bibir kita bertemu.Bibirku. Bibirmu. Bersatu seirama nafsu yang memburu. Ciuman pertamaku. Ciuman yang terkenang padahal telah lama berselang. Kala itu salju turun di awal bulan Januari, kita duduk bersebelahan di depan perapian. Tak ada orang di ruangan itu, hanya kita berdua. Suatu kebetulan yang sampai sekarang masih ku anggap hasil rekayasa terhebatmu.

ooo00ooo

* Selamat buat yang pertama komentar J, selalu ada yang pertama untuk apa saja.

Iklan

57 respons untuk ‘selalu ada yang PERTAMA

Add yours

  1. Uhuy..suit..suit. Ehm..ehm.. Hehe. Romantis buaanget mbaaak.. Aku bacanya sampe gak sadar kalo daritadi nahan nafas..hoosssh. *jadi inget masa2 pertama pacaran*

  2. Ene beneran to mbak..?
    Tak kira ungkapan lg bersolek..ehehehehe..
    Kalo beneran meding cepetan lari ah..
    @=> Lari nyari tempat aman tuk ciuman maksute..wakxkxkxkxkxkxkx..

  3. Ahh..membuat ingat pengalaman pertama juga.
    Eka, itu gambar vignet nya bikin sendiri ya….bagus, menggambarkan dua orang sedang berasyik masyuk

  4. hihihihh…… cara bertutur yg keren punya.
    bikin orang jadi penasaran pengen baca terus kekekee..

    romantis memang dah klo yg pertama-pertama… klo da kedua ketiga keempat kelima keenam dst …. ga bs nandingin yg pertama ihihhi..

    1. Biar kaya Sleeping Beauty .. hahaa

      Halah,, hari gini mimpi sleeping beauty, aku sih emoh dicium pas tidur ma orang yang gak aku kenal, dalam hutan pula ..
      🙂

  5. based on true story, Mba?! hehehe

    saya ciuman pertamanya ma suami saya aja deh, hehehe… *padahal calon ajah lom punya* :mrgreen:

  6. Yang pertama, yang terakhir, yang berulang-ulang… Mau yang mana aja, tetep lebih manteb kalo di cium ama suami sendiri. Hehe…

    ***
    Setujuuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: