Merindu


Celotehku teredam kilat dan guntur di luar sana, seperti hiasan di lepas samudera. Sedikit malas aku melamun dekat daun jendela, ditemani rinai hujan bercengkerama. Mengapa kamu melamun begitu, ia membuka percakapan. Aku dikoyak kangen jawabku pendek. “Ah engkau sedang merindu. Pada siapa?” tanya sang rintik hujan lagi. Belum sempat aku menjawabnya rinai hujan tak terdengar... Continue Reading →

Legam Terbakar Mentari


Jamal berlari kecil mengejar mentari Dipundaknya tergantung karung dengan dua tali Tak hirau jalanan panas berdebu disusuri Mengais – ngais demi sesuap nasi . . Jamal berlari kecil mengejar mentari Rasa aneh menyelinap di relung hati Melihat sebaya berseragam merah putih dengan topi dan dasi Mungkinkah ini yang disebut iri ? . . Jamal berlari... Continue Reading →

Terjal


. Sejumput rindu Menelusup dalam kalbu Menggelegakkan nafsu Sangat menganggu ! Ketika rasa itu menyesak di dada Kepada siapa utarakan tanya Lampiaskan dengan prosa Cumbui melalui mata Haramkah bercumbu denganmu walau hanya di otakku ? Tenggelam ditelan ombak yang menderu

Eforia Tubuh


Lagi - lagi bukan untuk anda yang dibawah umur Aku ingin mendesah di telingamu waktu kau menciumi inchi demi inchi leherku Aku ingin memagut bibirmu kasar ketika kau lumat bibirku dalam panas ciumanmu Aku ingin menikmati detik demi detik sensasi liar yang mengalir kedalam darahku tatkala tanganmu menjelajahi seluruh lekuk tubuhku, siluet pinggangku, lentur dadaku... Continue Reading →

I B U


Ibu mengapa engkau membenciku? Mengapa kata pedas dan makian tajam selalu terlontar atas tindakku? Mengapa sebuah piring lebih mendapat kasihmu dibandingkan aku? Maafkan aku ibu, licin sekali piring itu . Ibu mengapa matamu nanar tiap kali aku ingin mendekatimu? Mengapa tanganmu terjulur selalu untuk menjewer bukan memelukku? Hingga ku percaya keberadaanku adalah bayang semu .... Continue Reading →

Titik Kosong


Titik itu… Merampas waktu. Menggali sendu. Merajutkan gejolak rindu. Titik itu… Titik beku jiwa. Titik mati rasa. Kosong. Tiada nada. Titik itu… Kenapa terus memburu? Jawab, aku ingin tahu *EKA di Pantai Sanur, Bali

Laila, Gadis Kecil Berkuncir Dua


Laila gadis kecil berkuncir dua, pergi ke sekolah selalu diantar ibunda. Duduk di kelas tiga, Laila bersekolah dengan rajinnya. Laila gadis kecil berkuncir dua, hari ini diantar paman ke sekolah karena bunda harus bekerja. Dalam dunianya hanya ada tawa, Laila bermain riang dengan teman sebaya. Laila gadis kecil berkuncir dua, terpatri dalam kebingungan tatkala paman... Continue Reading →

God Knew


Oh I wonder what God was thinking when He created you I wonder if He knew everything I would need Because He made all my dreams come true in you. God must have heard every pray I’ve been praying When God made you, He must’ve been thinking about me He made us have to be... Continue Reading →

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Ketika mata enggan terpejam, Ketika wangi seprei tak lagi menggoda, Ketika empuk kasur kehilangan magnetnya, Ketika itu... Ku hanya ingin jatuh dalam buai mimpi cakrawala. *kopi celaka ! Bikin melek mata saja*

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑