Titik Kosong

Diam Menyingsing Fajar
Diam Menyingsing Fajar

Titik itu…

Merampas waktu. Menggali sendu.

Merajutkan gejolak rindu.

Titik itu… Titik beku jiwa. Titik mati rasa.

Kosong. Tiada nada.

Titik itu… Kenapa terus memburu?

Jawab, aku ingin tahu

*EKA di Pantai Sanur, Bali

Iklan

52 respons untuk ‘Titik Kosong

Add yours

  1. the last story atau the lost story nih?
    Gambarnya bagus, natural, dan kesannya menyimpan misteri yang cukup misterius (hehe.. ciga pelem horor wae).:D

  2. Salam Budaya…

    padahal tidak ada yang kau pikirkan
    kau hanya menghayal betapa indahnya
    seluas laut dan cerahnya terbenamnya matahari

    salam kenal…..

  3. Jawab ?? Gak tau Mb’ ..

    Cuma .. Pemandangan yang lu tatap di foto itu, adalah favoritku.

    Laut itu, di mana pun ia, apa pun bentuknya, sunrise ataupun sunset, atau pun tengah hari menyengat ..
    Ia mampu membongkar, mengaduk rasaku …
    Semua rindu dan kehilangan, harapan dan putus asa, tawa dan penyesalan ….
    Semua tercampur, hingga aku pulang dengan kekayaan baru ..

  4. ehm..ehm….fotonya cantik…*narsis ya?*
    …kamu ketahuan…ciee…

    but,anyway…maunya mungkin narsis-2an tapi ujung-2nya seperti kelihatan sedih, sepi, merana, dingin, seolah mencoba untuk memikirkan jati diri, seolah mencoba untuk merenungi sesuatu yg hanya eloh yg tahu, seolah mencari kedamaian….

    gw cuman mo nanya….yg memfoto mbak eka tuh siapa ?, point of viewnya bagus banget…

  5. wahhh ga mau kalah sama postinganku ne, sama2 menunjukkan pantai 😛

    i always love beach and sunset

    bout the poem, hmmm….
    ga jago mengartikan puisi
    kkakakkakakaka

  6. untuk menemukan titik penghabisan harus dilalui dengan pengorbanan dan keceriaan . . . . . .

    ” kok gak nyambung ya jadi bingung saya ”

    ^_^

  7. duh mba rasanya gimana gitu duduk ditepi pantai sambil melihat matahari terbenam tapi sayang seharusnya kepala bisa menyender dipundak sang kekasih heheheh romantis tuh……

  8. Hmm Hmmm
    Titik Kosong yang BERISI.

    Zlink!

    ingin rasanya ikut berburu titik kosong.
    pada dini hari nanti mungkin.
    akan ku kosongkan semua tong kosong.
    diam.
    Maka aku membuang isi tong kosong itu seperti membuang masa lalu dan masa depan.
    Zlink!
    hilang maka hilang dalam keheningan.


    ***
    aku menyukai keheningan

  9. kenapa mau diburu hanya oleh sebuah titik ? *lho kok malah balik nanya ? * 🙂


    ***
    saya bertanya.. bukannya dijawab malah balik ditanya.. duuch 🙂

  10. Ga bisa jawab, Ka.
    I’m as clueless as yours.
    Yang bisa gue jawab cuman pertanyaan ini:

    “Ini mau nulis cerita atau mamerin photo?”

    Ya, ya. Itu mamerin foto siluet tubuh elo yang barusan ketemu di laci rumah..
    Betul?

    hehehehe…
    Pis ah, Ka…

    * * *
    Nah itu udah tau 😉

  11. duh pantai sanur jadi pengen. Pantai emang wuh mantap gw dl suka mandangin pulou bali dari ketapang sambil duduk termenung ditemani secangkir minuman yg menghangatkan badan rasa wuh jadi pengen pergi kemasa lalu..

    #EKA
    indah ya mas ya ? 🙂
    ya sudah, dipandangi lagi aja mas 🙂

  12. Jiaaaaaaah… maksudnya pamer photo toh?! Haiyah!

    #EKA
    ck..ck..ck..
    kenapa dibilang pamer poto siiich ? 😦
    wong itu poto untuk mendukung cerita..
    kan gue bintang utamanya ya barti poto gue dunk
    :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: