New Zealand Trip: Auckland, Saya Datang!

What to see in Auckland
Wah asyik bakal ke Eropa nih!” Teriak saya ketika menerima kabar bahwa saya akan dikirim ke Auckland. Suami saya sampai geleng-geleng kepala dan sambil menunjuk peta, ia pun bilang… “New Zealand, Dek… Auckland tuh di New Zealand, negeri para domba!” Lalu seperti biasa saya pun nyengir kuda. Tuuuh kan, bener kan kalau saya ini memang buta peta. Duh! 😛
Jadi, Desember lalu saya dapat kesempatan ke New Zealand, tepatnya ke kota Auckland dan Welligton dalam rangka 2 minggu workshop di bidang Human Resource Management. Ceritanya dapat beasiswa gitu deh dari World Bank buat menuntut ilmu 😉 Tulisan yang serius-serius udah saya tuliskan buat laporan kantor, nah yang di blog saya tulis yang rigan-ringan aja ya, yang bikin mata seneng aja ;).
Auckland New Zealand 1
Berita kepastian berangkat ke New Zealand itu saya dapat saat saya sedang ada di Singapura. Visa sudah diurus jauh-jauh hari tapi kepastian berangkat masih menunggu ketersediaan tiket pesawat mengingat bulan Desember adalah peak season. Lagi seneng-senengnya naik Hop-On Hop-Off Bus tiba-tiba saya dapat telepon kalau besok pagi harus sudah berangkat ke Auckland. Alamaaaak, ini sih namanya liburan saya disunat! Tapi demi Aukland dan si domba-domba itu maka secepat kilat saya browsing di Skyscanner Indonesia buat cari tiket paling murah. Eh buat yang belum tahu, Skyscanner ini situs pencari dan pembanding tiket murah, hotel dan bahkan sewa mobil, gratis tis tis!. Akhirnya saya dapat tiket SNG-JKT IDR. 1.000.000, walau buat saya gak murah tapi jelas itu harga termurah yang ada. Thanks to Skyscanner Indonesia! Dan dalam hitungan jam saya pulang ke Jakarta, meninggalkan suami sendirian di Singapura. Rasanya mau nangis saat berpisah, wong lagi seru-serunya liburan di Singapura koq ya harus berangkat belajar. Tapi suami saya mengantar ke Bandara Changi dengan support penuh. Andai ya, ini andai lho suami saya ngambek dan marah-marah maka mungkin saya berangkat dengan hati ringan. Tetapi suami malah melepas saya dengan support penuh, ”ini demi karirmu juga kan,” begitu katanya. Membuat saya berangkat dengan rasa bersalah. Duh! Maafin istrimu ini ya, Bang. Demi menuntut ilmu sampai harus meninggalkan plesiran kita. Hello Aucklaaaand, I’m coming! ^_^
Iya, daku bawa koper sebanyak ituh :D hehe

Iya, daku bawa koper sebanyak ituh 😀 hehe

Jadi, ngapain aja selama di Auckland? Well tentunya selain sibuk belajar dan bikin tugas (namanya juga beasiswa ya bow) di sela-sela waktu, saya sempatkan menjelajahi Auckland yang mendapat julukan Harbour City ini. Udah jauh-jauh ke sini koq ya gak blusukan kan rugi toh? :mrgreen:
Auckland Museum
Museum yang terletak di atas bukit ini diri dari 4 lantai ini sangat luas. Suka banget dengan bangunannya, koleksinya pun buanyak. Mulai dari suku Maori, barang-barang peninggalan Inggris (New Zealand kan masuk negara persemakmuran) hingga kerangka dinosaurus!
Skytower
Seluruh Auckland bisa dilihat dari tower setinggi 186 meter ini. Antriannya lumayan panjang saat mau masuk, ya kayak antrian kalau mau naik Monas gitu deh. Maka saya sarankan untuk datang pagi-pagi biar gak ngantri dan dapat langit cerah supaya pemandangan pun terlihat bagus 😉
Kelly Tarlton’s Sea Life Aquarium
Ini tuh kayak seaworld gitu, sebenarnya di Jakarta juga ada Seaworld, gak perlu jauh-jauh ke sini eh, tapi ada yang seru. Akhirnya di sini saya lihat penguin juga! Yeay.
Letak Kelly Tarlton ini unik, dia ada di bawah tanah tepatnya di bawah jalanan gitu. Jadi kalau pas masuk saya ada di kiri jalan, nah pas keluarnya ada di kanan jalan yang langsung bersisian dengan laut begitu.
The city
Pedestriannya lega banget. Tata kota teratur (yaiyalaaah) dengan bus yang banyak. Ke mana-mana saya memilih berjalan kaki, selain biar hemat juga biar lebih mengenal kota ini. Lalu makin kagum, secara budaya orang-orangnya tertib banget dan sangat taat dengan peraturan. Terus penduduknya juga ramah-ramah, selalu senyum dan menyapa, entah good morning, good afternoon atau cuma bilang hello and have a nice day 🙂 Soal keramahan ini, teman saya yang setahun sebelumnya mampir ke Auckland tidak sependapat, katanya waktu dia ke Auckland dulu gak ada yang nyapa, sementara pas saya jalan di sepanjang Queen Street (salah satu jalan utama di Auckland) yang senyum dan nyapa saya tuh banyak. Kalau kata teman yang noni Manado itu, sepertinya hal tersebut pengaruh kulit saya yang cokelat sawo busuk mateng ituh. Eh, masa iya sih? :mrgreen:
Santai jalan di trotoar, gak ada yang klakson-klakson dan yang pasti gak ada motor naik-naik ke trotoar! :mrgreen:

Santai jalan di trotoar, gak ada yang klakson-klakson dan yang pasti gak ada motor naik-naik ke trotoar! :mrgreen:

But in overall, menurut saya Auckland itu kotanya sepiii banget. Toko-toko kebanyakan tutup jam 5, mentok-mentok jam 6 sore deh. Pas saya tanya alasannya, ternyata oh ternyata itu kebijakan dari pemerintahnya untuk menstimulasi penduduknya meluangkan waktu bersama keluarga. Nice! Sempet mikir sih, gimana ya kalau ini diterapin di Indonesia? Bisa gak ya?

Menurut Sobat CE kalau semua aktivitas bisnis mulai kafe, supermarket, sampai bioskop tutup jam 5 sore gimana? *nyengir*

Tulisan lain mengenai New Zealand Trip ini:
1. Auckland, Saya Datang!
2. Sepanjang Jalan Kenangan
3. Home Sweet Home
4. Hamilton, Peaceful yet Lovely City
5. Rotorua, Jantung Hati Turis di New Zealand
6. New Zealand Trip: Wellington, Kota Cantik nan Seksi
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di New Zealand, TRAVELLING dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

117 Balasan ke New Zealand Trip: Auckland, Saya Datang!

  1. Arman berkata:

    ya ampun dadakan banget ya pemberitahuannya ka…
    btw entah kenapa foto2nya kok beberapa gak kebuka ya di gua. jadi garis tegak lurus gitu… padahal pengen liat.. karena view disana bagus2 banget kan ya..

  2. nyonyasepatu berkata:

    Ihhh bisa ya pemerintahnya sampe mikir kayak gitu hehe

  3. ~Ra berkata:

    Kalau jam 5 udah pada tutup, kayaknya bertentangan dengan program 2 anak cukup deh..
    😀

    Aku jeles banget baca postingan ini…
    Kita putus aja ya..

  4. dela berkata:

    Aku ingin ke New Zealand! Tapi pingin ke tempat Hobbit-Hobbit itu lho, hehehe…

  5. jadi, ke NZ kemaren itu buat jalan-jalan sendiri? bukannya ada tugas dari ka-… *sinyal ilang* 😛

  6. Lidya berkata:

    bagus dong mbak, jadi bisa pulang cepet, andai suamiku bisa sampai rumah jam 6 hihihi mimpiiii

  7. Ira berkata:

    cuman bisa bilang WOW ;))

  8. Miss Rochma berkata:

    viewnya bagus mbak, bersih sekali ya kotanya 🙂
    ohya, bajunya mbak eka hitam melulu. hihihi,

  9. Meida berkata:

    jadi kangen mamakuuuuu yang udah 3 minggu di NZ gak pulang-pulang.. mungkin sekarang dia lagi jalan-jalan dan poto-poto kaya mbak eka, hehe…

  10. meyrinda berkata:

    pada tutup jam 5? paling ngga pembangunan mall baru jadi berkurang, awww seruuuuu pengenn hehehe

  11. Gek berkata:

    hihihi, mbak ekaaa… kebangetan buta peta nyaaaa.. *tepok jidat*
    New Zealand itu dekat Aussie, nyesel baget saya ga sempat menclok kesitu. Dan, mbak, memang di negara2 berkembang, selain asia, toko2 buka sampai jam 5 atau jam 6 sore. Bahkan weekend tutup jam 3.. hihihi… (malah, di kota kecil, minggu ga buka.. ) kwkkwkwkkw.. di indonesia mau kayak gitu.. hmm, terus saya pulang kerja jam 9.30 malam mau ngebakso dimana hayoooooooooooooooooo? 😀
    Seru, seru, tanya donk, itu batiknya rok, atau sarung yg sengaja dipakai? *naksir* :p

  12. Helda berkata:

    Asik banget, Kak, jam 5 pada tutup. Jadi ngga ada karyawan yg harus pulang tidak sesuai dengan jamnya pulang. 😛 Kalu terbiasa kaya’ gitu ngga masalah koq. Mungkin awal-awalnya aja ngerasa aneh. Btw, asik banget si Abang, ngasi wejangan gitu bukannya ngambek. Suami yg patut diteladani.. 😀

  13. Esti Sulistyawan berkata:

    Dulu sih di lombok, magrib toko2 pada tutup Mbak
    Alasannya utk ibadah
    Gak tahu ya kalo sekarang

    Duh, berasa deh sedihnya ninggal suami
    Saya sejak menikah selalu menolak klo disuruh pelatihan lama2 🙂

  14. ceritasofi berkata:

    selalu…selalu..selalu deeehh….iriiiii…mupeeeng…ikuuuut mbak eka…

  15. Melissa berkata:

    setujuuuu. kalo semua toko tutup jam 6, berarti kantor gak boleh ngelembur kan. Tapi kalo jakarta smua tutup jam 6.. gak kebayang macetnya kayak apa jalanan jam 5-6 sore, kan semua orang mau gak mau jalan pulang, gak ada tempat mampir lagi…
    Salam kenal ya mbak Eka, aku suka tulisan mbak 🙂

  16. itikkecil berkata:

    Akoh nunggu laporan selanjutnya dari NZ…

  17. alle berkata:

    di Auckland koq tampilan syariah sih :p

  18. Lita berkata:

    Mbak Ekaaaaaa… hiks!
    Aku juga suka New Zealand banget. Aku dulu di Dunedin… jadi aku cintak banget sama negara ituhhhh… jadi keingetan dan pengen balik lagi…
    Tapi yang menggangguku banget adalah di bagian ‘Human Resources’-nya. Mbak HRD-kah???
    Ajarin yang banyak kalau begitu… Maaf kalau jadi alay begini.
    Hihihi…

  19. Alid Abdul berkata:

    ah sumpah beneran mupeng ke NZ, mbak sih enak Visa diurusin tau beres huhuhu

  20. mbandah berkata:

    kotanya tenang bgt kayaknya ya mbak.. sukak.. 🙂

  21. Emak Gaoel berkata:

    ekaaaaa…
    iri se-iri-irinyaaa…srik sesirik-siriknyaaaa…
    huaaa….asik banget sih kaaa….
    moga2 dengan sering2 baca2 trip kamu, aku ketularan bisa jalan2 juga….:’)

  22. Zam berkata:

    buset dah! narsisnya itu loohh!! =))

  23. pursuingmydream berkata:

    Di Jerman juga mirip, kalau sabtu sebagian besar toko tutup jam 1 siang trus hari minggu dan tgl merah semua toko-toko tutup, seperti yg Eka jelaskan supaya para pekerja juga punya waktu dengan keluarga.

  24. Wah, seru banget ya! Kotanya kayaknya indah banget. Plus, PENGUINS!! Aaa! Itu pemerintahnya romantis banget, pengen promote spending time together with family, hehehe. Kalo weekend juga tutup jam segitu, Kak? Tapi agak kasian ya buat yang tinggal sendirian. 😐

  25. *mengiri menganan*

    baidewei foto narsismu banyak amat ka? Siapa pria/wanita malang yg lo employ sebagai fotografermu itu? xixixixi *disambit stiletto*

  26. Agus Lahinta berkata:

    Berdoa buat dapat beasiswa dadakan kayak gitu juga, hehehe…. Selamat ya Ka…

  27. celoteh .:tt:. berkata:

    Asyik…belajar sambil jalan-jalan..
    Mb Eka ni memang keren abiz deh..
    Eh..eh..itu batik yang diikutin GAnya Kamaratih ya? Keren juga ya mb buat jalan2.. Hihi…
    Sukses selalu kak..

    Oiya, kalo toko2 tutup jam 5, mm….jadi jam brp pada belanjanya wong ngantornya aja selesai jam 5 😀

    • Ceritaeka berkata:

      Kantor rata-rata selesai jam 4, jadi pada punya waktu sisa 1 jam atau malah pas jam maksi. Kalo enggak katanya sih belanja pas wiken.

      Iyaaa ini batik yang kemarin diikutkan di GA Kamaratih 😉

  28. Mas Andank berkata:

    kapan saya bisa kesana #ngelusin tembok

  29. Adam @ PergiDulu berkata:

    Cool. We were in Auckland last year and it was quiet then as well. 🙂 It was the last stop on our trip so we were tired as well. Look forward to more NZ posts!

  30. tantri berkata:

    huwaaaa.. mupeeeeng… Jelajah-jelajah-jelajahku ya sekitar sini-sini ajaaa seputaran Eropa dan Indonesia (ngelunjak nyombongin diri pertanda ndak mau kalah sama si embak empunya blog ini..haahaa), belum pernah ke NZ ngeliatin buah en hewan kiwi… ngareep dehh tiba2 suatu hari ada tiket gratis ke NZ (transport en akomodasi) nemplok di jidat en hidung-ku.. langsung deh aku dansa hiphip hura kegirangan model cacing berusaha ber-gangnam style.. horeee New Zealaandd i’m coming… 😀 #ngayaaaal husssh#.. heeheee
    BAidewe, salam kenal dari Surabaya mbak.. Blognya lucuu,nyenengin en ngegemesin… :p

  31. h0tchocolate berkata:

    bisa aja, kalau pemerintahnya mau 😀 awal-awalnya mesti penyesuaian dulu dong.. supaya nggak kaget rakyatnya dan bisa nyiapin ini-itu sebelum toko pada tutup sebelum jam 5 🙂

  32. wah enak ya jalan2 ke new zealand

  33. venusvenus berkata:

    ini yg selalu bikin iri kalo lagi jalan ke luar Indonesia ya, Ka: pedestrian yg ramah, ruang terbuka, transportasi publik yg tertata rapi. oh, satu lagi yg bikin iri, sih: you’re lucky punya suami yg super baik dan super tulus dan support semua kegiatanmu sepenuh hati. *menerawang* :))

  34. bebe' berkata:

    Toko2nya tutup jam 6 sore. Sama dooong kayak di sini. Bagi orang Indo yang biasa liat toko buka sampe jam 10 itu kerasa agak ganggu ga sih? hahaha.. maksudnya biasanya kan kalo butuh apa2 masih bisa “nanti deh sekalian cari makan”… lah ini kalo tutup jam 6 gitu apa ya ga musti buru2.. hahaha..

    Btw, ceritanya masih berlanjut kan nih? *duduk manis*

  35. liesmeichwan berkata:

    wow.. cuma sampe jam 6 sore. sama dong kayak ditempat tinggalku sekarang ini hihi…
    seneng ya, banyak dapet ilmu baru, sekalian jalan2.

  36. izzawa berkata:

    hiks…jalan2 terus nih kakaaaaa
    ditunggu oleh2nya 😆

  37. Ping balik: NZ Trip: Mari Jelajahi si Cantik Negeri Kiwi | Cerita EKA

  38. dWi (@Ki_seKi) berkata:

    wah seru bgt, wat a great experience sai….dan dgr2 NZ ini masuk 5 negara dengan udara terbersih di dunia loh….
    pengen banget bisa kesana someday!!! aamiin hehehe 😉

  39. masyon berkata:

    Seneng bs baca ceritanya di new zeland….sempet jg nyicipin oleh2 coklatnya. Kpn ya kita dpt oleh2 lagi?….

  40. timothywpawiro berkata:

    Oh I miss Auckland … ;o)))
    Liat kembang api di Sky Tower ga pas taun baru?

  41. ladeva berkata:

    Akhirnya silent reader ikut komen juga Mbak 🙂

    Hai Mbak Eka 🙂

    Rada shock pas baca bagian “ke Auckland harus pergi dadakan” ckckckck…beruntung banget banget suami Mbak ijinin ya…Hebat!

    *mau lanjut lagi baca post selanjutnya*

  42. Ping balik: NZ Trip: Hamilton, Peacefull yet Lovely City | Cerita EKA

  43. niee berkata:

    Mbaakkk.. gimana cara dapet beasiswa singkat gitu seg¿¿ aku udah nyerah (baca : gak tega ninggalin keluarga) kalau beasiswanya lama. jadi kalau 2 minggu gini kan ok banget.. 🙂

    btw. foto fotonya keren keren! 🙂

  44. vizon berkata:

    Ouw. ini tho alasanmu ke NZ.. ? Ikut senang, Ka.. Selamat ya..
    Yuk mari nikmati laporan Eka sambil ngiri abis, hehe.. 🙂

  45. rawitcute berkata:

    asik seru abis yah mba…ngiriiii abis, semoga suatu saat aku juga bisa dapat kesempatan berkunjung kesini kyk mb eka..aseeek

  46. rawitcute berkata:

    pinguinnya lucuuuuuuuuuu

  47. Ping balik: Rotorua, Jantung Hati Turis di New Zealand | Cerita EKA

  48. Ping balik: New Zealand Trip: Home Sweet Home | Cerita EKA

  49. bundaarien berkata:

    Wuih Mba Eka, Ke New Zealand yaa, senengnyaa *kapan ya bisa nyusul :D*

  50. Ping balik: New Zealand Trip: Wellington, Kota Cantik nan Seksi | Cerita EKA

  51. hanggaady berkata:

    Mbak gak main ke lokasi syuting film yang terkenal itu? Pingin denger ceritanya deh

  52. danirachmat berkata:

    Kalo toko dan aktivitas komersial berakhir jam 5 seru banget keknya ya Mba. Family time jadi jauuuh lebih banyak.

  53. anthonywang0909 berkata:

    keren banget ya di new zealand. Thanks for share ! ^^

  54. Ali Mustika Sari berkata:

    Wah seneng banget ya bisa berlibur ke sana.. semoga aja nanti ku juga bisa ke NZ jg..

  55. Keren banget ya Auckland! Pengen suatu saat kesana belum kesampaian euy huhuhu..Thanks tulisannya mba, salam kenal 🙂

  56. Saya berkata:

    Terima kasih ya ceritanya mengandung informasi yang bermanfaat buat orang yang mau liburan ke New Zealand.

  57. artikelnya sangat menarik sekali nih
    jadi betah bacanya 🙂

  58. Ping balik: Liburan ke New Zealand yang Bikin Nagih | Cerita EKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s