Menjelajahi Bukit Peramun dan Tempat Wisata Menarik Lainnya di Belitung

Wisata di Belitung itu enaknya ngapain aja ya? Kebanyakan pasti menjawab main ke pantai  atau snorkling sambil island hopping… Padahal Belitung menawarkan banyak hal lain dari sekedar wisata air. Salah satunya adalah Bukit Peramun yang merupakan Desa Binaan Program CSR Bakti BCA dengan potensi wisata bejibun yang seru untuk dijelajahi.

Keunikan dari Bukit Peramun adalah adanya layanan virtual guide yang memudahkan para pengunjung berwisata sekaligus mendapatkan informasi terperinci dan terkini. Menarik, bukan? Makanya begitu BCA mengundang saya untuk datang menyambangi bukit ini, saya langsung cepat-cepat packing. Siap berangkat untuk berpetualang. Cuss! Ikuti cerita saya mengeksplor Negeri Laskar Pelangi ini ya.

MENJELAJAH BUKIT PERAMUN

Menjejakkan kaki di Bukit Peramun, kami disambut sebuah angkot biru dan papan informasi berisikan denah lokasi berukuran besar. Beberapa fun fact juga dipajang di sana. Penempatan dan dekorasinya menggelitik rasa ingin tahu sekaligus menggugah penasaran.

Bukit Peramun, Desa Binaan Program CSR Bakti BCA

“Ini buat apa ya, Pak?” Tanya saya menunjuk beberapa QR Qode yang nampak berderet di bagian bawah papan informasi.

“Oh ini barcode isinya informasi soal Bukit Peramun, Mbak. Bukit ini kan sudah digital,” jawab salah satu tourist guide yang stand by.

“Cara akses infonya gimana, Pak?” Tanya saya antusias. Ah, saya selalu suka pemanfaatan teknologi dalam dunia pariwisata seperti ini. Soalnya bikin hidup pengunjung lebih gampang.

Papan informasi dengan peta dan QR Scan

Tourist Guide yang merupakan penduduk setempat langsung menjelaskan dengan lengkap langkah demi langkahnya. Cukup mudah, kita tinggal download Aplikasi Peramun Hill (sementara baru tersedia di ponsel android), lalu scan barcode dan informasi terkini soal tempat-tempat wajib kunjung bisa kita dapatkan langsung di ponsel. Seru banget. Berdasarkan informasi itu, jadi bisa memutuskan mau mengunjungi lokasi yang mana duluan dan tentu saja nggak perlu takut kesasar di bukitnya.

Aplikasi Peramun Hill memanfaatkan tekonologi digital bagi pariwisata

Anw, apa aja sih yang bisa dieksplor di Bukit Peramun yang berada di Kepulauan Bangka-Belitung ini? Sabar, sebentar lagi saya ceritain 😉  Lanjut baca ya! Bukit Peramun punya potensi wisata flora dan fauna yang menawan.

Setelah puas melihat virtual guide melalui ponsel, kami pun memulai pendakian. Bersama-sama kami menyusuri jalan setapak yang dipayungi pepohonan rimbun di sisi kiri dan kanan. Sesekali kami berhenti untuk scan barcode yang ada di batang pohon karena ingin tahu kegunaannya. Tak lupa juga berfoto dengan banyak sekali quotes-quotes lucu yang bertaburan, bikin trekking jadi ringan karena mengundang senyum saat membacanya. 

Quotes lucu yang banyak menemani saat trekking

Tak sampai 15 menit, kami pun sampai di Batu Kembar. Ada mitos yang dipercaya oleh penduduk sekitar di sini. Katanya jika kita bisa memegang dua batu bersamaan maka bakal enteng jodoh. Itu buat yang masih lajang. Lha kalo udah menikah gimana? Apa iya dapat jodoh lagi? You wish! 😀 hahaha. Enggak, buat yang menikah kalau bisa memegang dua batu ini katanya sih bakal harmonis rumah tangganya. Percaya nggak percaya soal kebenarannya ya. Tapi selama ini doa yang baik, kenapa tidak sih kita percayai? Hehehe.


Susah payah mencoba memegang kedua batu bersamaan demi berkah keluarga yang harmonis. Untung berhasil! Hahaha.

Selepas dari Batu Kembar kami melanjutkan perjalanan ke spot berikutnya yaitu Mobil Terbang! Hah, mobil kok bisa terbang? Apa mobilnya Batman atau gimana? Hihihi, sabar dulu, baca dulu dong penjelasannya.

Mobil Terbang, Bukit Peramun

Area berpoto ini memang didesain dengan menempatkan sebuah mobil di sini. Dengan angle pengambilan foto tertentu, mobilnya memang terlihat terbang dengan latar langit biru dan hutan yang nampak dari ketinggian. Spot fotonya menarik, tapi yang lebih menarik lagi buat saya pikirin adalah, ini gimana caranya bawa mobilnya ke atas sini ya? Jalan setapaknya kecil banget soalnya. Hehehe.

Melanjutkan perjalanan, 5 menit kemudian sampailah kami di puncak di ketinggian 129dpl. Udara sejuk dengan oksigen berlimpah langsung menyambut kami, sejauh mata memandang rasanya hijau pepohonan dengan landscape luas terbentang. Lepas, bebas dan tenang. Ah, berada di alam memang selalu menyenangkan.

Puncak Bukit Peramun

Untuk potensi faunanya sendiri, kita bisa melihat Tarsius di Bukit Peramun. Sebelumnya saya pernah melihat binatang ini di Selat Lembeh, Bitung, jadi saya excited banget untuk melihatnya lagi. Binatang dengan panjang 10-15 cm ini adalah hewan noktural yang lebih aktif di malam hari. Jadi, kami pun harus menunggu gelap tiba untuk bisa menyaksikannya. Tapi waktu menunggu seolah cepat berlalu karena kami bersantap bersama di Aula Bulin yang baru saja diresmikan bersamaan dengan peluncuran Aplikasi Peramun Hill.

Aula Bulin di Bukit Peramun
Tradisi Makan Bersama Nasi Bedulang
Ketemu Tarsius!

Bukit Peramun yang asal namanya dari kata ramuan -karena 60% jenis pohon di sini bisa dibuat menjadi ramuan obat-obatan- diinisiasi oleh Bapak Adong. Seorang pemuda lokal yang meraih sarjana dari ibukota lalu memilih pulang membangun tanah kelahiran. Kecintaannya pada kampung halaman membuatnya membangun Bukit Peramun sebagai obyek ekowisata dan sekarang menjadi Desa Binaan Program CSR Bakti BCA.

Bersama Pak Adong, local hero yang membangun Bukit Peramun

Bukan hanya diinisiasi oleh warga lokal, Bukit Peramun juga melibatkan warga setempat dalam pengelolaannya. Mulai dari guide hingga restoran, semuanya ramah, gesit dan memperhatikan keselamatan. Hal itu tak lepas dari peran BCA yang membekali warga dengan pelatihan-pelatihan yang mumpuni.

Tempat-tempat Wisata Keren di Belitung

Selain Bukit Peramun, ada beberapa tempat wisata seru lainnya yang bisa dikunjungi jika kamu liburan di Belitung.

  1. Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tempat wisata yang banyak diminati pengunjung.

Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi dan juga film tentang Ahok. Elok dengan batu-batu granitnya yang berukuran raksasa. Kalau hari Minggu, pantai ini cukup ramai, untung kami ke sini saat hari Sabtu, lumayanlah bisa foto-foto nggak bocor orang. Hehehe. Ohya, nggak perlu kuatir kelaparan atau kehausan, ada banyak penjaja makanan di bibir pantai.

  1. Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas

Pulau yang menawan dengan pasir putihnya yang lembut selembut bedak bayi. Selain bermain air, kita juga bisa melihat pemandangan sekeliling melalui mercusuar. Untuk ke sini kita perlu menyewa kapal yang berangkat dari Pantai Kelayang. Sewa seharian harganya berkisar 500-750 ribu / kapal.

  1. Danau Kaolin
Danau Kaolin

Danau yang terbentuk dari bekas penambangan ini unik karena warnanya yang cantik. Memberikan ilusi seolah bersalju. Ohya, pastikan memakai tabir surya kalau ke sini ya, mataharinya lumayan menyengat soalnya. Saya nggak kuat foto lama-lama saking panasnya.

  1. Museum Andre Hirata

 

Salah satu museum indah yang pernah saya kunjungi. Sarat pengetahuan dan juga informatif memperlihatkan bagaimana keaslian penduduk Belitung. Di bagian belakang museum terdapat sebuah kedai kopi menyajikan kopi khas Belitung. Sedap!

  1. Pantai Burung Mandi
Pantai Burung Mandi

Terletak di Belitung Timur, pantai ini cantik dengan pasir putihnya yang lembut dan perahu-perahu nelayan yang berjajar. Saya sempat mencicipi seafood yang banyak dijajakan di kedai makanan di pinggir pantai. Selain rasanya yang enak dan psst, harganya terjangkau banget! Ohya jika beruntung, bisa ketemu nelayan di dekat perahu dan ngobrol-ngobrol sama mereka. Ramah-ramah banget lho.

  1. Klenteng Dewi Kwan Im Burung Mandi
Klenteng Dewi Kwan Im Burung Mandi

Salah satu klenteng yang diperuntukkan bagi Dewi Welas Asih, Dewi Kwan Im. Lokasinya masih berada di Belitung Timur dengan kontur sedikit menaiki bukit. Lumayan ngos-ngosan juga pas naik ke sini. Hehehe. Di sini kita bisa berkeliling dan juga memanjatkan doa bahkan bisa minta dibacakan peruntungan.

  1. Mengunjungi Lokasi Syuting Film Laskar Pelangi
SD Muhammadiyah Gantong

Siapa yang tidak tersentuh dengan semangat juang anak-anak dari film Laskar Pelangi yang dalam keterbatasannya mampu menembus batas mimpi? Kalau kamu mau tahu lokasi syutingnya bisa mampir juga sekalian ke SD Muhammadiyah Gantong yang lokasinya juga masih di Belitung Timur.

  1. Mencicipi Kopi Kong Djie yang Terkenal itu

Katanya sih, belum sah ke Belitung kalau belum mampir mencicipi Kong Dji Coffee. Sempatkan mampir ke sini dan mencicipi getuk serta pisang gorengnya dengan ditemani kopi hitam tanpa gula. Dijamin sedap! Jangan lupa berfoto juga, meski tempatnya tidak se-hits coffee shops di Jakarta tapi lumayan instagramable lho.

Ada berbagai jenis kopi kok, nggak melulu kopi hitam namun ada kopi susu dan es kopi. Selalu ramai pengunjung tapi meski riuh, suasananya terasa hangat di dada.

  1. Melihat Tarsius di Bukit Peramun

Bukit Peramun jangan sampai terlewat ya. Wajib dikunjungi untuk melihat potensi wisata flora dan faunanya serta mengambil teladan dari Pak Adong, local hero di sana. Pssst, kita semua juga bisa jadi local hero bagi lingkungan masing-masing.

Ah, pesona wisata di Belitung memang tiada habisnya. Penuh keindahan alam dan jajanan kuliner yang  bikin lidah bergoyang. Tentu juga sangat edukatif. Setidaknya itu yang saya rasakan saat mengeksplorasi Bukit Peramun. Dua hari yang penuh pengalaman menyenangkan. Rasanya pulang-pulang saya jadi tambah pinter sejagat raya. Hahaha.

Selamat Hari Senin, Sobat CE! Sudah pernah main ke Belitung?

23 respons untuk ‘Menjelajahi Bukit Peramun dan Tempat Wisata Menarik Lainnya di Belitung

Add yours

  1. Sejauh ini, kalo ngomongin Belitung cuma tau soal Museum Andrea Hirata, Danau Kaolin, dan tempat mainstream lainnya. Baru denger nama Bukit Peramun, Kak. Hehe. Rencananya akhir Maret mau pulkam ke Bangka, siapa tahu bisa nyebrang ke Belitung juga. 😀

  2. Bayar tiket brp utk masuk bukit ini?

    Quote2nya bagus dan lucu jg😄😄

    Kopi Kong Djie itu mmg legend ya di Belitung mbak? Baru2 ini buka canang di kompleks rmh kami, sempat cobain, teh susunya oke👍🏼

    1. Ahya aku akan masukkin biaya tiketnya. Sekali masuk 10.000 rupiah aja.
      Kalo kopi susunya Kong Djie aku malah kurang sreg karena terlalu manis, aku lebih suka kopi pahitnya.
      Tapi teman-temanku banyak yang doyan kopsusnya hehehe.

  3. Di antara semua tempat wisatanya, cuma bukit peramun niiih yg aku ga datangin pas outing kantor yg dulu. Malah baru tau namanya nih mba.

    Kereen sih kalo merek udh pake scan barcode dan aplikasi utkbtau LBH banyak ttg temapt wisata. Gitu dooong harusnya ada 😉 .
    .
    Sukaaa aku Ama tempat wisata Belitung ini. Apalagi makanannya juga enak2 dan cocok. Pgn sih ngajakin kluarga ksana ntr 😉

  4. review yang komplit, dilengkapi gambar-gambar yang pas, membuat aku berasa ngikut di belakang mb Eka euy. Dari semuanya, aku malah galfok ama ngopi2 bareng temen2nya mb Eka ni. Enak banget kelihatannya dan bisa bener2 bikin rileks.

  5. inovasinya mantap nih, bikin ada aplikasinya juga, jadi pengunjung bisa akses infonya dari hape.
    wish list belitung dari tahun nggak enak sampe sekarang ehh ada corona, ya absen dulu buat nge-tripnya
    kopi belitung ini terkenal banget dan wajib ya kalo kesana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: