Terjal


. Sejumput rindu Menelusup dalam kalbu Menggelegakkan nafsu Sangat menganggu ! Ketika rasa itu menyesak di dada Kepada siapa utarakan tanya Lampiaskan dengan prosa Cumbui melalui mata Haramkah bercumbu denganmu walau hanya di otakku ? Tenggelam ditelan ombak yang menderu

Pelepas Stress dalam perjalanan Pulang (1)


Casablanca, Rabu 10 Juni 2009 @7.30pm Sepasang manusia pria dan wanita beradu argumen di dalam mobil. Sang pria memukul – mukul setir mobil dengan pandangan nanar menahan amarah. Sang wanita terus nyerocos, mulutnya tak berhenti komat – kamit. Entah apa yang diucapkan yang pasti wajah sang pria kian lama kian memerah dan makin keras ia... Continue Reading →

Eforia Tubuh


Lagi - lagi bukan untuk anda yang dibawah umur Aku ingin mendesah di telingamu waktu kau menciumi inchi demi inchi leherku Aku ingin memagut bibirmu kasar ketika kau lumat bibirku dalam panas ciumanmu Aku ingin menikmati detik demi detik sensasi liar yang mengalir kedalam darahku tatkala tanganmu menjelajahi seluruh lekuk tubuhku, siluet pinggangku, lentur dadaku... Continue Reading →

I B U


Ibu mengapa engkau membenciku? Mengapa kata pedas dan makian tajam selalu terlontar atas tindakku? Mengapa sebuah piring lebih mendapat kasihmu dibandingkan aku? Maafkan aku ibu, licin sekali piring itu . Ibu mengapa matamu nanar tiap kali aku ingin mendekatimu? Mengapa tanganmu terjulur selalu untuk menjewer bukan memelukku? Hingga ku percaya keberadaanku adalah bayang semu .... Continue Reading →

RUMAHKU !


Rumahku dari unggun-unggun sajak Kaca jernih dari segala nampak Kulari dari gedung lebar halaman Aku tersesat tak dapat jalan Kemah kudirikan ketika senjakala Dipagi terbang entah kemana Rumahku dari unggun-unggun sajak Disini aku berbini dan beranak Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang Aku tidak lagi meraih petang Biar berleleran kata manis madu jika menagih yang... Continue Reading →

Aku Berbagi untuk Sahabat


Pagi saya diwarnai dengan hentakan musik indah dari Audy. Berikut petikan reffrainnya: Aku bernyanyi untuk sahabat, aku berbagi untuk sahabat, kita bisa jika bersama kita berbagi untuk sahabat, kita bernyanyi untuk sahabat, kita bisa jika bersama tiba waktunya, kita untuk berbagi, untuk saling memberi Alunan merdu suara Audy, membawa ingatan saya kepada beberapa sahabat lama... Continue Reading →

EKA – guru KILLER !


Saya melangkahkan kaki dengan penuh percaya diri memasuki ruang kecil berisi 14 orang anak manusia yang sebagian besar, heem hampir 80% adalah pria. Suara hak sepatu setinggi 7 cm beradu dengan dingin lantai menciptakan aura galak, sedikit mencekam. Saya terseyum (tidak lebar) kepada semua yang hadir di dalam kelas. Ini adalah pertemuan pertama dari sesi-sesi... Continue Reading →

antara EKA & anggota DPR yang terhormat


Di tulisan sebelumnya saya sudah membeberkan perlakuan semena-mena salah satu anggota DPR kepada saya. Sungguh hingga detik ini saya tidak tahu kenapa takdir begitu senang membuat saya berurusan dengan para pemimpin – pemimpin rakyat yang bersemayam di bilangan Senayan itu. Mulai dari berurusan dengan mereka karena kantor hingga urusan – urusan tak terduga dimana murni... Continue Reading →

Titik Kosong


Titik itu… Merampas waktu. Menggali sendu. Merajutkan gejolak rindu. Titik itu… Titik beku jiwa. Titik mati rasa. Kosong. Tiada nada. Titik itu… Kenapa terus memburu? Jawab, aku ingin tahu *EKA di Pantai Sanur, Bali

Blog di WordPress.com.

Atas ↑