Kuliner Enak di Semarang: Toko Oen Nan Legendaris

It’s not good because it’s old, it’s old because it’s good. -Anon-

Saya termangu di depan bangunan bercat putih yang terlihat tua. Inikah Toko Oen yang termasyhur itu? Kok kayaknya biasa aja ya? Kok nggak sementereng yang saya pikirkan? Mengingat Toko Oen ini bener-bener beken dan sepertinya nggak sah ke Semarang kalau nggak ke sini maka saya pikir saya akan mendapati restoran yang klasik elegan gitu…

Namun rasa keheranan saya pupus setelah memasuki bagian dalam Toko Oen. Saya disambut plafon yang tinggi dan kipas di langit-langit serta sebuah lukisan besar di ujung ruangan: interior cantik yang bikin betah. Belum lagi perabot antik seperti mesin penghitung uang dan jam antik yang manis menambah kesyahduan masa lalu. Dominan warna putih dan cokelat di seluruh penjuru ruangan pun semakin membuat aura restoran ini homey. Ah, waktu seolah berhenti di masa lalu dan saya merasa seperti nonik-nonik Belanda zaman dulu yang sedang duduk berkencan dengan pria dambaan hatinya 😉

Setahu saya ada 2 Toko Oen: satu di Malang dan satu di Semarang. Yang di Malang saya sudah beberapa kali mengunjunginya. Ceritanya bisa dibaca di: Sececap Kuliner Malang. Dan walaupun memiliki nama yang sama namun interior ruangannya tidak sama, yang mirip adalah menu andalannya yaitu Bistik Lidah Sapid an Es Krimnya yang kesohor banget itu. Tapi berhubung saya kok ya geli-geli gimana gitu kalau makan lidah sapi, maka kami memutuskan untuk memesan menu yang lain saja. Tapi kalau es krimnya sih wajib pesan banget ya! 😀 Hahaha.

Soal rasa, siapa yang mau beradu dengan restoran ini? Mereka menjaga kualitas makanan dengan baik, yang mungkin saja bikin harganya juga “baik” ya hihihihi. Tapi semua worth the price kok. Ohya, di restoran ini juga saya kopdar dengan Mbak Mbita, salah satu rekan blogger yang selama trip Jepara-Karimunjawa-Semarang ini helpful bangeet. Matur nuwun, Mbak’e :* senang bisa ketemu deh. Semoga di lain waktu bisa jumpa lagi yaaaa.

In overall, jika ke Semarang lagi, saya akan mampir restoran ini lagi. Pengen icip-icip menu lainnya. Beneran legendaris ^_^

Alamat Toko Oen Semarang

JL Pemuda, No.52, Jawa Tengah 50138

(024) 3541683

Selamat hari Rabu Sobat CE, sudah pernah makan Bistik Lidah Sapi belum? 😀

.
.
.
.
.
*Sebuah catatan dari perjalanan di bulan Juni 2013*

Baca juga kisah lain di Semarang:

  1. One Beautiful Heritage Site in Semarang: Gereja Blenduk
  2. Tur Kilat di Kota Tua Semarang
  3. Terpana di Bandeng Juwana
  4. Kuliner Enak di Semarang: Toko Oen nan Legendaris
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di kuliner dan tag , , , . Tandai permalink.

42 Balasan ke Kuliner Enak di Semarang: Toko Oen Nan Legendaris

  1. gita berkata:

    Ku masih gendut bangeet. Oh myy!

  2. Satrio berkata:

    Dompet saya jiper kalo liat tarif di toke oen bu… *mesem kecut*

  3. Arman berkata:

    i love bistik lidah nya toko oen!!! 😀

  4. MOnda berkata:

    bistik lidah sapi….., dulu ini jadi andalan mama untuk hidangan arisan atau acara rame2 di rumah,
    semur lidah deng bukan steak

  5. Ailtje Binibule berkata:

    Kalau toko Oen semarang aku sukanya Jaanhagel, enak!

  6. Lidya berkata:

    ya ampun aku selalu mudik ke semrang tapi belum pernah mampir kesana mbak 🙂

  7. Pursuingmydreams berkata:

    Aku suka interiornya Toko Oen, kesannya tempo doele 😀 .
    Ngebayangin makan lidah lembek2 gitu ihhhh, klo kikil sih aku suka bangettt 😉 .

  8. Riski Fitriasari berkata:

    es krimnya seger…

  9. rianamaku berkata:

    Aku belum pernah kesana walau sering sekali main ke semarang…
    aku mau coba es creamnya keliatanya enak 😛

  10. Sharon Loh berkata:

    Waaah kemarin pas aku ke Semarang kebetulan Toko Oen ya tutup 3 hari. *hiks sedih*
    Semoga kapan2 bisa main ke Semarang lagi ah pingin nyobain 😀

  11. memang wajib kunjung kok Toko Oen ini ^^

  12. estisulistyawan berkata:

    Aih, ke Semarang gak ngajak kopdar sama daku 😦
    Kapan2 kabar2i lo mbak
    Udah pernah makan bistik lidah, enaaaak
    Jangan ngebayangin lidah yang masih di sapinya dong mbak hehe

  13. jual beli berkata:

    terimakasih sharingnya, jadi pengen berkunjung ke toko oen

  14. syifna berkata:

    Es krim nya menggoda sekali hihihi

  15. Pypy berkata:

    Gegara kapal feri nya telat nyebrang jadi harus melewatkan Toko Oen ini.. 😦 Sedihh

  16. cumilebay.com berkata:

    Suasan dan interior nya juara banget, eh masih ada ngak piano yg gede banget depan pintu ????

  17. Ping balik: One Beautiful Heritage Site in Semarang: Gereja Blenduk | Cerita EKA

  18. Ping balik: Tur Kilat di Kota Tua Semarang | Cerita EKA

  19. Saya belum pernah coba nih bistik lidah sapi, sama kaya Mbak Eka, agak geli juga makan lidah :p hihi..gak kebayang gitu

  20. Ping balik: Kuliner Semarang: Terpana di Bandeng Juwana | Cerita EKA

  21. ainun berkata:

    yg di malang blm pernah dicoba, padahal pernah tinggal di malang bertaun2, hiks

  22. bukanrastaman berkata:

    kemain habis kesana tapi belum sempat bikin ceritanya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s