EKA – guru KILLER !


Saya melangkahkan kaki dengan penuh percaya diri memasuki ruang kecil berisi 14 orang anak manusia yang sebagian besar, heem hampir 80% adalah pria. Suara hak sepatu setinggi 7 cm beradu dengan dingin lantai menciptakan aura galak, sedikit mencekam. Saya terseyum (tidak lebar) kepada semua yang hadir di dalam kelas. Ini adalah pertemuan pertama dari sesi-sesi... Continue Reading →

EKA dan Optimisme


Saya mendapatkan respon yang positif dari curhat yang gak jelas kemaren 🙂 hahahha lumayan membuat beberapa orang merasa bersalah (keluar tanduknya :p) Anyway saya diberi berbagai ragam alasan dari kealpaan mereka menanyakan keadaan saya. Banyak alasan namun mempunyai benang merah yang sama. Mereka bilang bahwa status – status saya di YM, FB, MSN, dst atau... Continue Reading →

Apa kabar, How are you, Ni haoma ???


Pertanyaan yang biasanya diucapkan pada awal pembicaraan. Tapi kenapa kata “biasa” itu saya tebalkan...? Ternyata setelah dua minggu terakhir ini saya mengamati cara teman/rekan/sahabat berinteraksi dengan saya, saya baru menyadari bahwa 80 % teman saya itu tidak pernah bertanya apa kabar saya. Tiap kali mereka buzz saya di YM, MSN, Facebook atau semua alat chatting... Continue Reading →

antara EKA & anggota DPR yang terhormat


Di tulisan sebelumnya saya sudah membeberkan perlakuan semena-mena salah satu anggota DPR kepada saya. Sungguh hingga detik ini saya tidak tahu kenapa takdir begitu senang membuat saya berurusan dengan para pemimpin – pemimpin rakyat yang bersemayam di bilangan Senayan itu. Mulai dari berurusan dengan mereka karena kantor hingga urusan – urusan tak terduga dimana murni... Continue Reading →

Silly Call


It was almost 5 and I prepared my self to go home, however the phone rang. I picked it up and as usual I always asked who was on the line. The voice on the phone, rather said her name she mentioned that she was DPR member. She complained about something. I don’t want to... Continue Reading →

Titik Kosong


Titik itu… Merampas waktu. Menggali sendu. Merajutkan gejolak rindu. Titik itu… Titik beku jiwa. Titik mati rasa. Kosong. Tiada nada. Titik itu… Kenapa terus memburu? Jawab, aku ingin tahu *EKA di Pantai Sanur, Bali

Laila, Gadis Kecil Berkuncir Dua


Laila gadis kecil berkuncir dua, pergi ke sekolah selalu diantar ibunda. Duduk di kelas tiga, Laila bersekolah dengan rajinnya. Laila gadis kecil berkuncir dua, hari ini diantar paman ke sekolah karena bunda harus bekerja. Dalam dunianya hanya ada tawa, Laila bermain riang dengan teman sebaya. Laila gadis kecil berkuncir dua, terpatri dalam kebingungan tatkala paman... Continue Reading →

God Knew


Oh I wonder what God was thinking when He created you I wonder if He knew everything I would need Because He made all my dreams come true in you. God must have heard every pray I’ve been praying When God made you, He must’ve been thinking about me He made us have to be... Continue Reading →

suami PERTAMA


Sayup kudengar denting piano dialunkan, tanda untukku memasuki gedung gereja. Melodi indah mengiringi langkah kaki ini. Sampai di pintu gereja, dapat kulihat semua mata memandangku, semua mengarahkan perhatiannya kepadaku. Binar bahagia terlihat jelas di mata semua kerabat dan jemaat yang ada. Akhirnya mereka dapat bernafas lega; berkurang satu jumlah perawan tua di silsilah keluarga !... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑