suami PERTAMA

Sayup kudengar denting piano dialunkan, tanda untukku memasuki gedung gereja. Melodi indah mengiringi langkah kaki ini. Sampai di pintu gereja, dapat kulihat semua mata memandangku, semua mengarahkan perhatiannya kepadaku. Binar bahagia terlihat jelas di mata semua kerabat dan jemaat yang ada. Akhirnya mereka dapat bernafas lega; berkurang satu jumlah perawan tua di silsilah keluarga ! Ah aku tak peduli, yang pasti sukacita terpancar jelas di mata mereka. Dan aku pun membalas rona bahagia itu dengan memberikan senyum teranggun yang bisa kuberikan. Rasanya seperti bintang, rasanya seperti melayang ! Oh indah tak terkira !

Diapit bapak aku melangkah pelan menuju altar. Disana, diujung lorong itu pujaan hati menungguku. Senyum lebar terulas di wajahnya, senyum bahagia atau pangling melihat kehadiranku, aku tak tahu. Aku hanya berharap ia masih mengenaliku dibalik kebaya dan riasan wajah ini. Dan perasaan bahagia kian bergelora kala ia mengambil tanganku dari apitan tangan bapak yang menghantar. Kami bertukar senyum, seolah berkata bahwa inilah hari penantian dari cerita cinta yang telah kami rajut selama lebih dari tiga tahun.

Setelah lagu pujian dikumandangkan dan pesan dari bapak pendeta disampaikan, kami berdiri berhadapan. Dengan penuh kelembutan dipandanginya wajahku. digenggamnya jemariku. Dan aku pun terseret dalam suasana sakral ucap janji. Ditatapnya dua bola mata ini seraya berjanji mengambilku sebagai istri satu – satunya. Dengan penuh keyakinan ia berikrar untuk memimpin, melindungi dan mengasihiku senantiasa. Airmataku meleleh mendengar larik demi larik janjinya itu. Kata – katanya tegas dibalut dengan kelembutan cinta. Dan tepat ketika ia berkata bahwa hanya malaikat maut yang mampu memisahkan kami berdua, mata ini beradu lama. Sorot matanya lembut; menembus tepat ke hatiku. Janjinya merobohkan benteng pertahanan dan aku pun menangis tersedu. Air mata haru menetes di pipiku.

Tiba giliranku, namun tenggorokan ini tercekat. Aku diam dalam selimut kesyahduan, butuh waktu yang tidak sebentar bagiku untuk mulai bicara. Ku hela nafas panjang sebelum pita suara ini mulai bergetar :

“Oleh anugerah dan kasih sayang Bapa Surgawi pada hari ini

saya Eka Ria Situmorang

di hadapan Allah, keluarga dan jemaat

menerima Adrian Sir sebagai suami saya satu – satunya.”

Sejenak aku berhenti untuk mengatur nafas yang tersengal diganggu ingus – ingus tak berguna. Dan ku lihat matanya basah oleh air mata. Ku genggam jemarinya lebih erat, dengan segenap hati, oh sungguh dengan segenap hatiku, aku berkata:

“Saya berjanji untuk bertanggung jawab menjadi Istri yang

tunduk, hormat, melayani dan mendukung Adrian,

juga menjadi Ibu yang bijaksana untuk

anak – anak yang Tuhan percayakan

dan mendidik dalam jalan Tuhan

baik dalam suka maupun duka

kaya maupun miskin

kaya sehat maupun sakit

dan dalam keadaan apapun juga

sampai kematian memisahkan kita berdua”

jemari

jemari mengikat janji

Itulah janji pernikahan yang saya ucapkan di depan altar. Walaupun terdengar sederhana, namun butuh sepuluh menit bagi saya untuk melafalkan ke-14 baris kalimat tadi. Di depan 200 orang yang menghadiri pemberkatan nikah kami, saya yang biasanya ceplas – ceplos, mendadak kehilangan vokal. Suara yang keluar terpatah – patah, diselingi linangan airmata dalam kekhusyukan mengikat covenant sehidup semati. Ya Tuhan, S-E-H-I-D-U-P S-E-M-A-T-I dan itu bukan janji sembarangan.

Ketika itu tidak peduli bagaimana orang lain melihat kami, tidak menyangka bahwa banyak yang ikut meneteskan airmata, sesungguhnya pada saat itu saya dan pujaan hati berurusan langsung dengan Sang Pencipta. DihadapanMu ya Allah janji itu dilafalkan, sejatinya sungguh sakral pernikahan itu.


Engkaulah suami pertamaku dan juga yang terakhir

Hanya ajal saja yang mampu memisahkan

Hingga maut menjemput kita kekasih

Aku mengasihimu

Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Pos ini dipublikasikan di Literature dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

89 Balasan ke suami PERTAMA

  1. Ikkyu_san berkata:

    wow indah sekali…

    sekilas baca judul saja, aku pikir kamu mau membuat cerpen yang mengarah akan ada suami ke dua, ke tiga dsb. Eh ternyata kisah nyata kamu sendiri waktu mengucapkan janji nikah. GREAT.

    Dan semoga bisa membaca postingan ini setiap merasa goyah, setiap menulis tambahan list penderitaan istri, setiap menulis kekurangan suami yang terbuka hari demi hari dll dll …. dan teringat kembali 14 kalimat yang diucapkan susah payah itu.

    apakah dalam rangka ultah pernikahan?

    EM

  2. Ikkyu_san berkata:

    asyik pemberi komentar pertama lagi 😀

  3. AFDHAL berkata:

    wuihhh mantapz….
    pastinya suami yang pertama dan terakhir ya tante
    aminnn

  4. AFDHAL berkata:

    wah kalah cepat ama yang dijepang nih…
    tadi saking terharu jadi telat comment…

  5. yessymuchtar berkata:

    gue terharu bacanya…cuma judulnya minta ditampar tuh…kesannya lo mau nambah suami kedua..ketiga..lahhhhh

  6. Acha berkata:

    Judulnya kok nggak seindah isi tulisan (cerita) nya ya …

    • Acha berkata:

      Tapi, judul seperti itu merupakan magnet bagi Saya untuk membaca tulisan ini sampai tuntas.
      Dan saya kira bagi orang lain juga.

  7. manusiahero berkata:

    penuh makna mba’.. xixixiixi

  8. AFDHAL berkata:

    numpang nyampah..
    for EM :
    husss..jangan kenceng2….

  9. Billy K. berkata:

    walah.. jadi terharu..

    tapi sebel deh,, bikin saya jadi makin pengen cepet merit ajah!

  10. zee berkata:

    Saya jadi ingat dulu ngucapin janji sampe 3x…. dua dalam bahasa Indonesia, satu kali dalam bahasa Inggriss…….

    Tapi suaminya tetap masih suami pertama….. 😀

  11. gdenarayana berkata:

    @zee: wkwkwkwk, cuma saya dong yang belum ngucapin janji mba :mrgreen:

    _________________________________

    baiklah…saya berjanji untuk tidak malas, tp kadang2 aja deh…ehhh tp khan hak saya toh klo males 😆

    aduhhhh, jadi gemana getoooo mbacanya mba…xixixixi, maklum belum pernah ngalamin yang namanya pernikahan, lah judule kok suami pertama…emange mba ada suami kedua..ketiga..dst…

    ngacirrrr akhhhh sebelum dilempar sendal 😀

  12. Heryan Tony berkata:

    Wah, selamat ya sudah married…

  13. Heryan Tony berkata:

    Semoga tetap bahagia, dan tetap jadi suami yang pertama dan terakhir. Selamat berhoney moon 😀

  14. dela berkata:

    semoga happily eveer after..

    duh, kayaknya ceerita yang ini pake perasaan banget yaaa..

  15. itempoeti berkata:

    Seandainya setiap orang memahami bahwa pernikahan itu merupakan ibadah seperti halnya cerita di atas.., betapa bahagianya dunia ini…

    Selamat dari kami sekeluarga… Semoga bahagia selamanya…

  16. indah79ers berkata:

    Huaa.. ngebayanginnya aja udah terharu, apalagi elo yang ngucapinnya ya, Ka 🙂

    Pssttt.. Tumben neeh ngga masang foto pas pernikahan? Hihihihi 😀

  17. Muzda berkata:

    Kupikir, oh kupikir …
    ini fiksi lagi ..
    ternyata, eh ternyata …
    hhhh ….

    kaya di film,, indah ….

    *eh mb’.. nangis ya ,, mascaramu gimana ??

  18. yenin berkata:

    terharu hiks…

    smoga bahagia n bersatu sampai akhir hayat 🙂

  19. quinie berkata:

    huaaaa so sweeetttt…… wishing your love will be eternal 🙂

  20. Rantaro berkata:

    aduh ampun deh mbak
    gak panggil tante lagi hehe

    wow
    janji sehidup semati nih
    janji yang berat tuh

  21. senyum-ku berkata:

    foto nikah nya mana yach..

    emange.. pakaian batak itu kebaya ya…..? setahuku nggak deh..

    tapi kebaya dah jadi identitas nasional ding.

  22. geRrilyawan berkata:

    wah…nice.
    saya belum nikah nih. belom merasakan manis-manisnya seperti ini 🙂

    semoga pernikahannya selalu indah mbak…

  23. masnoe® berkata:

    iyae nie screensut nya. . . . . tinggal tunggu malam pertama

  24. Irfan berkata:

    harusnya judulnya “suami pertama sekaligus terakhir” hhhee…

    salam lagi ah buat si mas, nanti malem jangan lupa Chelsea vs Barcelona! :mrgreen:

  25. easy berkata:

    bahagia ya. suami pertama dan semoga yang terakhir ya mba 🙂

  26. bocahbancar berkata:

    Wah selamat yawh Mbak Eka….
    Semoga bahagia selalu dan saling mengasihi hingga ajal tiba…

    Maav saya tidak bisa memberikan kado spesial buat Mbak, hanya bisa menitipkan doa saja kepada Tuhan YME..

    Salam hangat Bocahbancar….

  27. phiy berkata:

    amiin..
    slamat berbahagia,
    smoga cintanya ngga habis termakan waktu ya mba 🙂

  28. Pargodungan berkata:

    Hiks.. Mengharukan.. Mudah-mudahan tetap langgeng sampe nenek-nenek. GBU

  29. Lala berkata:

    Believe it or not, Ka..
    aku udah nulis janji pernikahanku lho.. Padahal belum juga ketemu sama si calon suami! huakakaka..

    Ceritanya cantik, as usual.
    Tapi tapi.. kurang photo narsisnya.. iya, kurangggg… tulung dilengkapi dulu ya, Ka.. ntar aku balik ke sini lagi.. *kedip2*

  30. gwgw berkata:

    horas bah…!!
    nah ghitu dong…memory indah tuh harus dikenang terus….biar keluarganya rukun, damai, tenang and gg gampang tergoda utk ….selingkuh….
    …halah…wkwkwk..wwkwk…

    **ngacir lagi ah…takut ditabok tante medan** 🙂

  31. mas stein berkata:

    curiga neh, pasti gara-gara tulisan yang kemaren suami protes, trus bikin perjanjian damai dengan salah satu kompensasinya bikin tulisan yang ini :mrgreen:

  32. yustha tt berkata:

    terharuuu……
    huks….

    kapan ya giliran gw……
    *ngimpi dulu ah…*

  33. Ely berkata:

    baca judul dan kalimat2 pertama tak kira cerpen, ternyata true story ya, so sweet 🙂

    salam kenal balik ya …. have a nice day 😉

  34. Harsa berkata:

    slamat atas pernikahannya…. langgeng hingga ujung perjalanan hidup…. 🙂 ..smoga selalu diliputi kebahagiaan selalu dan dipermudah segala urusannya… 😀

    salam kenal mba.. 🙂

  35. rusakparah berkata:

    WOW… romantisnya.. hehehhehe… Never Ending Story deh nih…

  36. chie berkata:

    biz nikahh psTi enak y mBa??!!..hihiih..;p

  37. frozzy berkata:

    gyaaa….lagi2 ketepu ama judulnya…..
    kirain mo nulis yang “nakal-nakal lagi”…. hihihihihi.

  38. Hary4n4 berkata:

    Nah benar khan..setelah tulis daftar2an, sekarang nulis yg romantis2..hehe. Semoga akan tetap lengket kayak perangko dan langgeng selamanya..sampai maut yg akan memisahkan. Semoga Tuhan Senantiasa Selalu Memberkati..Amin. Salam Damai dan Bahagia Selalu.

  39. nh18 berkata:

    Mulanya aku pikir tgl 6 ini hari ulang tahun pernikahan itu … tapi ternyata bukan ya …

    But …
    Untuk mempererat cinta kasih Adrian dan Eka .. sepertinya harus sering-sering ada tamu yang melihat kembali dokumentasi pernikahan tersebut …
    So … mengenang saat indah itu … bisa dilakukan kapan saja … tidak harus saat aniversary saja …
    Bukan Begitu Ka ??

    This is nice …
    Salam saya

    (sambil ngebayangin … Sang Arjunanya Eka lagi ngebetot Bass .. macam level 42 ituh … )(hehehe)

  40. depz berkata:

    ahh co cwiiit

    jadi pengennnnnn
    😀

  41. julie berkata:

    duuuh indahnya

    semoga bahagia dan langgeng

    sist ikutan vote yuuuk di sini
    http://issue.blogdetik.com/2009/05/07/dblogger-king-and-queen-of-the-month-may/

  42. -moRis- berkata:

    Keseringan Fiksi, jdnya ‘g percaya gt awalnya :D,
    Untung aja janji nikah didepan Pendetanya ada,
    percaya ‘dech..

    Moga Langgeng dengan si Pertama kk..

  43. ephieenz berkata:

    thank’s yah. . .mau maen ke pondokku. . . .
    maen lagi yah. . . .

  44. firza abdi berkata:

    yang akur ya…

  45. Raffaell berkata:

    Mengharukan, hehehehe

  46. Budi Warsana berkata:

    eehh ternyata cerita beneran…sudah menggebu pikiran kemana.. hebat, tapi kata orang kalo masih awal semuanya rasa coklat..manis, tapi dengan janji so pasti selamanya manis..salam

  47. Sanjaydut berkata:

    Walah ….. indahnya …….. hemmm

  48. suwung berkata:

    ooo udah nikah ya? tak kirain…..
    kabooorrrrrrrrrrrrr

  49. edratna berkata:

    Eka, saya terharu membaca untaian katamu yang sedemikian indah…mengungkapkan perasaanmu di hari bahagia.
    Awalnya kupikir mau menceritakan tentang isteri pertama, kedua …ketiga dst nya
    Semoga bahagia selamanya

  50. dafhy berkata:

    semoga tetap langgeng sampai akhir hayat ya mbak

  51. Kesepian berkata:

    Waduh, ketinggalan nie… Idem aja ah, kayak komen2 di atas :p mbak, dulu pas mas adrian nya melamar dah di posting belum? 😀

  52. Daniel Mahendra berkata:

    Ih, manisnya, Ka. Tapi jangan disebut yang pertama ah. Sebut saja satu-satunya. Hehe.

    Untung ada di ending tulisan. Sebagai judul, bolehlah bikin geregetan… 😉

  53. kakve berkata:

    so swit mbak..moga – moga istriku kaya gini kelak.. 😀

  54. christin berkata:

    aduuuuuw jadi inget pertanyaan keluarga besar tiap kali telpon ke rumah, “kapan kawin?”

    *pingsan*

  55. SanG BaYAnG berkata:

    Semoga Abadi..mbakyu..ehehehe..

  56. Kulitintacetak berkata:

    Memang sangat indah untuk di kenang dan sangat susah untuk terlupakan kenangan itu, saat kedua sejoli mengucapkan jamji sehidup semati

  57. annosmile berkata:

    pasti rasanya berdebar-debar saat menjelang pernikahan
    itu kapan mbak
    kok saya ndak diundang??

  58. Jamal eL Ahdi berkata:

    Indah Diawal, Indah Ditengah , Indah DIakhir.

    Harus ada yg segera menyusul…
    *tengok kanan kiri, kira2 yg segera nyusul siapa yah ???*

  59. DV berkata:

    Saya mbaca tulisan ini jadi berdebar-debarrrr!
    Jadi ingat waktu ngucapin janji nikah Oktober lalu!

  60. mascayo berkata:

    Selamat ya mbak
    semoga selalu rukun dan damai

  61. p u a k berkata:

    Merinding yaa..kalau inget janji pernikahan kita dihadapan Tuhan, keluarga dan kerabat.

    semoga abadi, Eka.. ya, till death do it apart.

  62. Ping balik: (BUKAN) AWARD YANG PERTAMA « Frozen’s Thought

  63. luvnufz berkata:

    duhh..giliranku kapan yah kak?? ^_^

    *ngarep..

  64. gwgw berkata:

    mbak, gw sekarang malah dipercaya temen gw tuk nyarikan jodoh…jodoh lho… bukan pacar…
    *gw mikir*

  65. jensen99 berkata:

    Pengalaman pribadi yang indah, tapi ntah knapa kalo liat janji nikah itu pasti teringat ini. :mrgreen:

    BtW, smoga pernikahannya awet ya, mbak 😉

  66. pakde berkata:

    Membaca judulnya sepertinya ada harapan bakal ada suami kedua dan ketiga…hik hik (kiding mode on)…

    Selamat ya! akhirnya bahtera rumah tangga sekarang sudah jadi milik kalian….semoga menjadi keluarga yang tentram, awet sampai akhir hayat…

    saya turut merasakan kebahagiaan ini…salam

  67. mangkum berkata:

    Eh btw, kamu nikahnya kapan?
    Anyway, selamat ya semoga cita-cita pernikahannya tercapai “S-E-H-I-D-U-P S-E-M-A-T-I”

    Mau sharing aja, kalau membaca S-E-H-I-D-U-P S-E-M-A-T-I suka inget orangtua temen kantor gw. Mereka berdua tewas dibunuh perampok. Tapi anak2nya dengan ikhlas melepas kepergiannya karena cita-cita kedua orangtuanya tercapai: bersama SEHIDUP SEMATI!

  68. Ade berkata:

    Abis ini postingan tentang malam pertama yaa.. pantengin terus blognya mba eka ah *nyari tiker buat nongkrong*

  69. Ping balik: God Knew « EKA’s little story

  70. Maria berkata:

    Hiks, hiks, Ekaaa… Tau ga lo *pasti nggak kan* kalo gue baca ini juga ikut nangis…
    Thanks udah posting ini, buat me-review janji gue juga yang udah gue ucapin untuk SUAMI PERTAMA gue yang buat selamanya ini. Hiks, hiks…


    ***
    cup..cup.. jgn nangis di blog orang hahhaha

  71. prameswari berkata:

    Janji seumur hidup yang manis…..
    semoga selalu berarti dalam setiap langkah kalian…..

    ***
    Amiin mbak, thank U

  72. Pozan berkata:

    Selamat berbahagia… walau telat.
    Mudah-mudahan saya akan menjalani juga acara sakral itu..

    #EKA
    Amiin semoga sukses dan lancar semuanya 🙂

  73. deeedeee berkata:

    Hoaaaaaaaah!!! Romantis…

    jadi mau,,,, :mrgreen:

    #EKA
    cari pasangannya dulu 😉

  74. Imam S. berkata:

    Jangan bilang kalau CERITAEKA.com akan menayangkan (tivi emang???) kisah “suami-KEDUA” dalam sejarah per-blog-an di Indonesia 😆

    #EKA
    Hahhhaa semoga tidak ya 😀
    .-= Imam S.´s last undefined ..If you register your site for free at =-.

  75. rusakparah berkata:

    Amin…. semoga langgeng sampai kelak akhir jaman ya pernikahannya…. LOH!? jauh banget ya sampai akhir jaman?? hehhehe 😆

    #EKA
    Keburu diangkat sama Tuhan Yesus kaliiii! 😛

  76. Berry Devanda berkata:

    selamat deh mbak…
    mudah2an sampai sekarang nggak ada masalah yang berarti dalam pernikahannya. demikian juga sampai akhir hayat…
    .-= Berry Devanda´s last blog ..Sumatera Earthquake : How to Donate =-.

  77. zulhaq berkata:

    Tak ada kata terlambat untuk mengucapkan sesuatu yg baik.selamat yah atas bersatunya cinta yang abadi itu 🙂

  78. zulhaq berkata:

    Mana mana postingan malam pertamanya.sru abis deh kayaknya hahahahaha

  79. Ping balik: Hari Ke Tujuh Ratus Tiga Puluh | Cerita EKA

  80. jabon berkata:

    by jabon

    saya mau menjadi suami yang keberaa ya he he he he

  81. Ahmad berkata:

    semoga langgeng smpe ke anak cucu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s