Kau Bri yang ku pinta


Kau b'ri yang kupinta saat kumencari kumendapatkan ku ketuk pintuMu dan Kau bukakan s'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal Begitu lagu pujian syukur yang ku dendangkan dengan air mata (air mata kebahagiaan tentu saja) Whoooaaaa melihat mama melewati masa kritisnya dan sekarang sudah mampu bernafas normal tanpa bantuan oksigen lagi bahkan mampu bicara dan berdoa... Continue Reading →

suami PERTAMA


Sayup kudengar denting piano dialunkan, tanda untukku memasuki gedung gereja. Melodi indah mengiringi langkah kaki ini. Sampai di pintu gereja, dapat kulihat semua mata memandangku, semua mengarahkan perhatiannya kepadaku. Binar bahagia terlihat jelas di mata semua kerabat dan jemaat yang ada. Akhirnya mereka dapat bernafas lega; berkurang satu jumlah perawan tua di silsilah keluarga !... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: