KL Trip: Menikmati Kuala Lumpur dari Petronas Tower

Kalau mendengar kata Malaysia, apa yang muncul di kepala? Serentak teman-teman saya menjawab Petronas. Yep! Sepertinya ini sudah jadi landmark alias ikon negri jiran ini ya bow.

Menara Petronas adalah menara yang selesai dibangun pada tahun 1998. Tingginya 452 meter terdiri dari 88 lantai. Ada sebuah jembatan di lantai 41 dan 42 yang menghubungkan menara kembar ini. Berulangkali ke Kuala Lumpur biasanya saya cuma berfoto di luar Menara Petronas. Tapi kali ini berbeda. Saya ingin masuk ke dalam dan naik ke Skybridege-nya! Pengen tahu kayak apa sih Kuala Lumpur dari atas menara.

Maka mengantrilah saya di pintu masuk. Saya nyampe jam 11.00 siang. Saya pikir saya bisa naik jam 4 atau maksimal jam 5 deh. Dugaan saya salah. Ya ampuuuun, semua fully booked hingga jam 6 sore. Yang tersisa adalah jam 7. Apa boleh buat, slot itu pun diambil. Kenapa pakai slot-slot? Karena tiket yang boleh naik ke Menara Petronas itu terbatas setiap jamnya.

Lemes begitu lihat slot waktu yang diinginkan udah abis...

Lemes begitu lihat slot waktu yang diinginkan udah abis…

Di Menara Petronas inilah saya baru ngerasain diskriminasi harga. Bhiks, karena hitungannya saya adalah orang asing, maka tiketnya adalah RM 80 alias RP. 240.000 Cyin! Padahal kalau orang Malaysia dapat harga RM 25 atau sekitar Rp. 75.000 (dengan kurs RM1 = Rp. 3.000,- ya).

Daftar harga tiket untuk naik ke Menara Petronas

Daftar harga tiket untuk naik ke Menara Petronas

Walau tiketnya mahal tapi apa boleh buat. Saya gak punya kartu tanda penduduk Malaysia Cyin. Jadi dianggap orang asing, jadi harganya pun beda dengan penduduk local. Huhuhu pahit ya bow! Sekarang ngerti deh perasaan para bule yang dikenakan harga lebih mahal kalau lagi liburan di Indonesia. Lumayan nohok juga rasanya :mrgreen:

Menunggu hingga jam 7 malam, saya dan Adrian pun shopping di Bukit Bintang. Leyeh-leyeh sambil mencicipi street food yang ada di sana. Keasyikan! Alamak! Waktu sudah jam 5 sore. Bukit Bintang dan Menara Petronas itu dekat tapi ya amploooop karena hujan macetnya gak nahan. Kalah deh itu macet Jakarta. Saya sampai pusing banget kekurangan oksigen plus kedinginan di dalam bus. Whoaaa.

Kuala Lumpur dipandang dari lantai 41 Menara Petronas!

Kuala Lumpur dipandang dari lantai 41 Menara Petronas!

Tapi untunglah semua itu terbayar saat di atas…. Selain menikmati pemandangan Kuala Lumpur dari atas juga ada menara pandang di mana kita bisa melihat-lihat melalui teropong. Lumayan cantiklah…

Kuala Lumpur saat malam memang cantik, tapi menurut saya harga tiket Petronas itu overpriced. Kemahalan. Cantik sih, tapi ya gitu deh. 😀

Apa ikon kota tempat Sobat CE tinggal?

Little Trivia of Menara Petronas:
  1. Tiket naik Menara Petronas terbatas, hanya dijual +/- 1.200 tiket per hari. Loket penjualan dibuka dari jam 9 pagi. Dalam setiap jam ada maksimal orang yang bisa naik. Makanya mesti ngantri deh. Kalau mau naik menara siang hari, siap-siap mengantrilah dari pagi bahkan sebelum loket buka!
  2. Dulu untuk naik ke Menara Petronas tuh gratis. Tapi mulai tahun 2009 tiketnya mesti bayar.

.

.

Tulisan lain mengenai Kuala Lumpur:

1. Yang Terkenang Antara Penang dan Kuala Lumpur

2. Janji Menua Bersama di Batu Caves

3. Menikmati Kuala Lumpur dari Petronas Tower

Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Malaysia, TRAVELLING dan tag , , , , . Tandai permalink.

55 Balasan ke KL Trip: Menikmati Kuala Lumpur dari Petronas Tower

  1. pursuingmydreams berkata:

    Setahun di gratisin, setelahnya mahal bangett ya. Bule sih duitnya dollar, lah wni rupiah, nilainya kecil yaa 😀

    • Ceritaeka berkata:

      Digratiskannya lebih dari setahun sih Kak. Selesai dibangun tahun 1998, bayar tiket mulai tahun 2009. Aku gak tau mulai dari tahun kapan skybridge itu boleh dibuka untuk umum. Apa iya mulai dari tahun 1998 atau beberapa tahun sesudah itu.

      Iyaaa, kalo bule sih enak. Nilai tukar dollar tinggi di Asia, lha rupiahku? *mewek*

  2. chris13jkt berkata:

    Wah bagus juga ya pemandangan dari atas. Kebayang deh kalau di atas pas sunset, mungkin lebih cantik ya, Mbak.

  3. danirachmat berkata:

    Selalu suka deh baca jalan-jalan di sini. Soalnya obyektif, hihihi. Jadi mau ke sana lagikah Mba Eka?

  4. ryan berkata:

    wah… keren juga sampai ke atas segala ya… narsis di lift pula… 😀

  5. nyonyasepatu berkata:

    Di medan apa yaaa iconnya? Mungkin mesjid raya ya

  6. Arman berkata:

    wah view nya keren banget ya ka dari menara petronas…

  7. kangyan berkata:

    mantaplah bisa melihat pemandangan dari ketinggian…..

    icon di disini mungking istana dan kebun raya….

  8. “diskriminasi” soal harga juga ada kaya’nya di Indonesia, paling gampang ya Monas. orang Indonesia boleh naik sampai atas harganya lebih murah daripada orang asing — IMHO/AFAIK/CMIIW. *kebanyakan singkatan di belakangnya*

  9. ternyata keren ya kalo naik ke atas hehehehe… dulu aku cuma poto2 ama gedungnya doang, ga ampe masuk, apalagi naik ke atas… kalo kesana lagi, pengen masuk ah… hehehehe… tapi emang bagusan kl malem, kotanya jadi keliatan cantik…
    kalo di jakarta iconnya……….mol hahahaha…

  10. christin berkata:

    tingginyaaaa.. mengerikan :-& dulu ke sana cuma berani foto2 di bawah menara doang

  11. ladeva berkata:

    Icon kotaku? Ya Monas hahahaha…what else?

  12. soal harga tiket itu memang previlege warga negara ka, gak boleh protes ! =))))

  13. gak gitu2 amat mbak, overpriced…mending ke plaza semanggi..gratisan lg, hehehe

  14. Zaenuri Achmad berkata:

    Bagus juga tempatnya, kapan2 kesana ah… he he he

  15. beingine berkata:

    Baguuss ya pas malem :).
    Kita naiknya sampe sky bridge nya kah? Atau ke atas lagi?

  16. maxmanroe berkata:

    Hmm mahal amat ya cuma naik dan liat pemandangan dari atas… kalo naik ke Monas ga semahal itu hehehe

  17. sakti berkata:

    itu menara hanya buat wisata aja, apa dipake buat kantor apa apartemen juga yak?

  18. Lidya berkata:

    patung kuda mbak, tepatnya ikon perumahan 🙂

  19. niee berkata:

    Pake monorail nyambung KLM kayaknya lebih cepet deh mbak dr bukit bintang ke petronas.. tapi kemaren aku belum meniat naek ke atasnya.. maheul banget soalnya.. hehehe..

    Kalau di pontianak apalagi kalau bukan tugu khatulistiwa 😀

  20. h0tchocolate berkata:

    disini icon nya beruang 🙂

  21. Yeyen berkata:

    Dulu kuliah 3 taon di KL tapi belum pernah tuh naik ke atas..
    Ya gara2 harga nya ga bersahabat..
    Maklum, mahasiswi sih ya…

  22. elafiq berkata:

    jadi slot-slot itu membatasi durasi kita di Petronas ya mbak?
    jadi musti keluar/turun jam sekian gitu…

  23. Ping balik: KL Trip: Warna-warni Kolam KLCC | Cerita EKA

  24. Gena O. Burris berkata:

    Setelah bercerita berbagai destinasi saat saya mengunjungi Kuala Lumpur (KL)-Singapura dalam three days rainy trip , kali ini saya akan merinci biaya perjalanan saya selama 3 hari 2 malam itu. Oiya, waktu itu saya pergi berdua dengan abang saya. Jadi, di ujung perhitungan baru akan saya bagi dua, sehinga benar-benar diperoleh total cost per orang. Yang perlu diingat, rincian yang saya kemukakan ini di luar dari harga tiket. Yuk, ikuti ke mana dan berapa banyak saya menghabiskan uang di dua negeri tersebut?

  25. Mila berkata:

    Asyiknya mbak :), couple -an 😛

  26. Mama Murai berkata:

    Menara Petronas memang cantik, tapi ada beberapa lagi landmark yang sesuai untuk berlibur tanpa mengeluarkan ongkos yang besar seperti pasar seni…

  27. Tingkat 41 dan 42 juga dikenali sebagai podium, kerana para pelawat yang hendak ke tingkat lebih tinggi perlu menukar lif di sini. Jejantas ini terbuka kepada semua pelawat, semua pelawat yang mahu melawat jejantas atas tujuan rekreasi perlu mendapatkan tiket dan pas lawatan. Asalnya tiket yang dikeluarkan adalah percuma, namun atas sebab menjaga kualiti dan piawai sistem penyelenggaraan jejantas dan pelantar pemandangan yang dilihat semakin memerlukan kos yang tinggi, pihak pengurusan Jejantas Menara Berkembar Petronas telah mengambil keputusan untuk mengenakan caj lawatan pada harga yang berpatutan.

  28. ded berkata:

    Ternyata malam jauh lebih keren ya daripada siang

    Ada trik khusus untuk kenyamanan mendapatkan tiket dan masuk ke petronas. Caranya bs minta tolong kepada petugas hotel.
    Nah petugas tsb ngantri pagi pagi ke petronas dg info pukul berapa kita mendapatkan slot untuk masuk.
    Pada jam yang ditentukan kita datang dan masuk dengan nyaman, tidak perlu antri

  29. Cimot berkata:

    Gmn kalo cartil , lebih bagus mana kaka, gratis lg

  30. Ping balik: Cara Liburan Hemat ke Kuala Lumpur (KL), Malaysia bareng Traveloka | Ceritaeka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s