Yang Terkenang Antara Penang dan Kuala Lumpur

“Kapan kamu terakhir kali naik kereta api?” Begitu pertanyaan suami saya suatu pagi. Hmm saya harus memicingkan mata dan mengerutkan dahi beberapa waktu sebelum bisa menjawabnya. Hahaha, iya udah lama banget kayaknya saya gak naik kereta. Kalau gak salah sih 3 tahun lalu. Cukup lama ya.

Demi bernostalgia dengan perasaan senang saat naik kereta api yang dulu bunyinya tut.. tuut…tuuuutt…. itu, maka Adrian dan saya memutuskan untuk naik kereta menyambung liburan kami dari Penang menuju Kuala Lumpur. Tiket kereta kami beli di Jetty, George Town. Sengaja pilih kereta malam supaya menghemat biaya penginapan. Kereta api ini sendiri memiliki beberapa jenis gerbong. Ada yang namanya seat train dan sleeper train. Jelas saya pilih sleeper train. Alasannya tentu saja biar bisa tidur ngelurusin punggung.

DSCN4304

Kereta berangkat dari Butterworth yang letaknya di Malaysia daratan. Dari Jetty, Georgetown menuju Butterworth harus naik Ferry dulu. Tapi tenang ferry dari Jetty-Butterworth itu gratis koq, gak ada biaya tambahan. Lucunya kalau dari Butterworth-Jetty justru harus bayar RM 2.

Menurut jadwal, kereta akan berangkat pukul 23.00 dan sampai di KL Sentral pukul 06.40. Keretanya tepat waktu! Dengan riang gembira saya naik ke dalam kereta. Ranjang tidurnya ada di sisi kiri dan kanan jendela. Di tengah-tengah ada lorong panjang untuk berjalan. Saya teringat kereta bahwa dulu kita juga punya kereta model begini. Melayani jurusan Jakarta-Yogya. Saya pernah diajak Bapak untuk naik kereta model itu. Tapi entah sekarang bagaimana riwayatnya kereta itu. Kalau masih ada, saya pengen juga naik lagi deh.

DSCN4306

Adrian tidur di atas sementara saya mengambil kasur yang ada di bawah. Ukuran ranjangnya lumayan, gak terlalu lebar tapi juga gak sempit. Cukup untuk tubuh orang Asia. Sepreinya berwarna putih, sarung bantalnya juga. Tidak wangi tapi juga gak bau apek. Walau sudah disediakan selimut, saya tetap mengeluarkan kain Bali untuk menutupi tubuh dan alas bantal. Entah kenapa saya merasa aman. Selesai mengucapkan doa perjalanan, Adrian menjulurkan tangannya ke bawah, kami saling menggenggam tangan seolah bilang selamat tidur. Setelah itu Adrian dan saya pun menutup gorden.

Saya tidak terlelap sampai beberapa saat. Namanya kereta umum maka penumpangnya pun macam-macam. Tak jauh dari ranjang saya ada satu keluarga yang membawa 2 anaknya. Mereka ribut sekali. Nampaknya anak-anak ini baru pertama kali naik kereta, jadi ibunya sibuk menenangkan mereka. Saya menyumpal telinga dengan kain Bali tadi sambil menghitung mahluk putih, “1 domba, 2 domba, 3 domba, 4 domba…” Entah di hitungan domba ke berapa saya akhirnya terlelap. :mrgreen: Tapi tidur saya lumayan nyenyak.

Not bad-lah. Bisa lelap juga tidur di sini...
Not bad-lah. Bisa lelap juga tidur di sini…

Esoknya kami bangun dengan segar. Kereta sudah memasuki Kuala Lumpur. Rasanya enak juga tidur di kereta, walau telinga saya harus sedikit beradaptasi dengan bunyi jes jes jes kereta yang lumayan kencang. Saya tersenyum bahagia, nostalgia naik kereta akhirnya kesampaian, menjadi kenangan yang saya tuliskan di blog ini. Senangnya!

Setelah menyisir rambut dan memoleskan lipstik tipis-tipis ke bibir, saya pun keluar kereta. Adrian sudah menunggu di depan saya.

Hello, Kuala Lumpur kami datang! ^_^

Sobat CE, kapan terakhir naik kereta api?

Little Trivia of Yang Terkenang Antara Penang dan Kuala Lumpur
  1. Harga tiket kereta api yang bisa tidur itu adalah RM 46 untuk lower bed dan RM 40 untuk Upper Bed, sedangkan untuk tiket duduk harganya RM 34.
  2. Tiket bisa dibeli online di http://www.ktmb.com.my. Atau bisa jika beli langsung di Butterworth.
  3. Ferry berangkat setiap 10 menit sekali dan lama perjalanan adalah 15 menit.
  4. Kalau naik sleeper train, pilih yang bagian bawah. Memang lebih mahal, tapi ranjangnya juga sedikit lebih luas.

 

Tulisan lain mengenai Kuala Lumpur:

1. Yang Terkenang Antara Penang dan Kuala Lumpur

2. Janji Menua Bersama di Batu Caves

Iklan

86 respons untuk ‘Yang Terkenang Antara Penang dan Kuala Lumpur

Add yours

  1. lucu ya kereta nya ada ranjangnya gitu… 😀

    hmm kapan ya terakhir naik kereta api… kalo tram termasuk kereta api gak? hahaha. kalo iya, baru kemaren pas ke vegas, naik tram di airport dari terminal 1 ke terminal 3. 😛

    1. Saya dulu pernah juga naik Keraeta malam Kuala Lumpur-Singapore tapi sekarang kereta itu tidak ada Lagi Bisa tidur sih tapi tidak nyenyak karena begitu keluar dari Kuala Lumpur dibangunin urus kelengkapan Pasport trus mau masuk Singapore turun semua barang juga diturunkan untuk Keimigrasian.

    2. Salam kenal mbak eka…
      terakhir kali naik kereta api bulan lalu dari medan ke rantau prapat…
      kalo ktm yang mbak naiki,saya jg pernah naik tahun lalu…pertama kali naik, saya susah tidur, tp lama lama ketiduran jg…pas bangun nya ud nyampe butterworth…hehe…^^ (pengalaman yang tak terlupa kan)

  2. commuter lain termasuk kereta api ga Mba? Eh itu mah kereta listrik ya. Hehehehe.
    Kalo gitu sekitar pertengahan tahun lalu. Naik kereta api ekonomi karena ada gangguan sinyal listrik krl. Tapi ya beda juauh buanget Mba Eka sama yang dipoto. Enak gitu ya kreta apinya,

  3. Kapan terakhir naik kereta? Baru 2 minggu lalu dari Jakarta ke Bogor, dan sebaliknya untuk camping bareng suami dan teman-temannya. Dulu sich takut naik kereta tapi sekarang, udah mulai berani hehehe..as long as commuter line ya, bukan ekonomi banget banget banget yang 2 ribuan 😀

      1. Pernah sich kereta malam jam 7 dari Tanah Abang ke Lempuyangan Jogja. Kereta ekonomi. Bayar 37ribu hahahaha dan NYAMAN! Asyik ya 😀
        Sayang, kereta itu udah gak ada lagi 😦

  4. terakhir kali naik kereta api, tahun lalu. naik commline, dari stasiun terdekat dari rumah, ke tengah kota. siasat buat ga naik taksi, karena mau ngajak main Cissy.

    tapi kalo kereta jarak jauh, sepertinya terakhir kali di tahun 2010/2011. jakarta-jogja, naik eksekutif.

  5. Keretanya lucu… Selalu pingin nyoba naik kereta yg ada tempat tidurnya gitu.

    Aku naik kereta trrakhir kali itu 2 minggu yang lalu ke Malmö. Setelah pindah ke Swedia, naik kereta kayaknya udah jadi kegiatan yang ga aneh gitu. 😀

      1. ada kayaknya. tapi aku belum pernah naik kereta lintas negara Ka. abis kadang harganya lebih mahal dari pesawat dan lebih lama juga sampenya 😦

      1. Kereta cepat Jerman ICE kecepatannya 300 km/h (186 mph) tapi cuma lewat di stasiun besar seperti Berlin, Frankfurt, Mannheim dll, kalau lewat stasiun kecil bisa rontok pohon-pohon disekitarnya hehehe.

  6. nyaris tiap hari kalo pergi ke kota naik tunelbanna alias kereta kota gitu, tapi seatnya kaya kereta biasa cuma lebih bersih. Kalo naik kereta ke luar kota belom pernah sejak berpuluh- puluh tahun yang lalu.
    Pengen naik kereta yang kaya’ poto diatas itu !

  7. Memalukan nggak ya kalo saya udah di Malaysia hampir 4 tahun tapi setiap ke Penang (total cuma 2 kali sih lol) selalu pake mobil, jadi ga pernah ngerasain naik sleeper train? >_< Kapan-kapan nyobain, ah. 😀

  8. Terakhir naik kereta pas ke London tahun lalu. Seru, sayang ketiduran pas lewat bawah laut. 😆

    Btw itu bednya gak bisa seranjang berdua? #padang

  9. Masih sebel sama KTMB Senandung Mutiara ini. cih. delay karena lokomotif rusak sampe 2.5 jam
    Tapi ternyata aku nyaman2 aja naek kereta ini. tidur pulas. dan nyampe Butterworth sudah terang

  10. halo mba eka, salam kenal 🙂
    aku terakhir naik kereta pas ke malang hehehe… naik dari gambir.. pergi jam 5 sore, nyampe besoknya jam 9 pagi… abis itu pantat jadi sexy huahahaha.. coba kereta di indonesia ada ranjang kayak gitu ya, bayar mahal dikit gpp deh…

      1. hahaha… kayaknya iya, London-Liverpool, atau pas backpacking dr Budapest ke Wina, aku lupa mana yg lebih dulu. Tapi tapi… yg di Ambarawa itu kereta beneran kok, suer :)))

  11. Perjalanan liburan kami kali ini sengaja kami pilih naik kereta malam, dengan alasan pertama, bawa orang tua alias mertua gue yang sudah umur 77 tahun dan 74 tahun. Alasan kedua, ini yang paling penting, lumayan khan, ngirit penginapan satu malam. Haaaaa.. Sebenarnya dari Kuala Lumpur banyak Bus menuju Penang dan waktunya lebih cepat dan langsung turun tidak jauh dari Komtar. Waktunya cuma 7-8 jam dari KL ke Penang. Bus kita bisa dapatkan di Stasiun Puduraya.

  12. Long weekend kemarin aku baru saja naik kereta, Argo Wilis dari Surabaya sampai di Jogja. Jadwalnya pagi 7:30 dan tiba di Jogja sekitar jam 11:50 – ini sengaja biar beberapa “tamu” mau lihat-lihat pemandangan di jalan. Aku sih kebanyakan tidur aja 😀

  13. Aku baru balik dari Penang nyoba nyari kereta ke Kuala lumpur yang sleeper itu nggak ada lagi. Cuma ada ets yang gold dan premium. Padahal pengen nyoba Kalo kelas sleeper kereta itu gimana, eh rupanya tak ada lagi. Ets cuma 3-4 jam ke Kuala lumpur ,jadinya pilihan balik lagi ke bus murah meriah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: