Ibu mengapa engkau membenciku?
Mengapa kata pedas dan makian tajam selalu terlontar atas tindakku?
Mengapa sebuah piring lebih mendapat kasihmu dibandingkan aku?
Maafkan aku ibu, licin sekali piring itu
.
Ibu mengapa matamu nanar tiap kali aku ingin mendekatimu?
Mengapa tanganmu terjulur selalu untuk menjewer bukan memelukku?
Hingga ku percaya keberadaanku adalah bayang semu
.
Ibu mengapa tanganmu terkibas kasar kala aku ingin menggapai hangat cintamu?
Katamu aku merampas masa SMA-mu
Membuatmu berkubang malu
.
Ibu mengapa engkau membenciku?
Mengapa api kemarahan terpancar jelas tiap kali engkau memandangku?
Salahku kah jika era mudamu terhempas nafsu?
Hingga aku hadir dalam rahim tanpa kau mau?
.
Ibu aku hanya rindu setitik belai kasihmu
Ku mohon jangan benci aku
Bagaimanapun engkau ibuku
Ibu….
Dengar pintaku




IBU….
Jadi pingin nangiis… T_T
waduh…….kenapa harus anak yang jadi korban ? mereka tidak pernah minta dilahirkan….mereka hanya minta dikasihi….
Waduh, aku melu nangis mbak
hmm..ibu sapa tuh ???… kayanya sadis amat yaaa.. kaya di sinetron…
Salam Sayang
duh inget ibu gw mbak…..
mama…I love U….
duh inget ibu gw mbak…..
tapi ibu gw baik lho
kasian ya kak.. jadi inget ibunya kiki fatmala..
Eka …
apapun latar belakang dari cerita ini …
cerita ini sangat bagus …
salam saya
Klo ‘ntar gw ‘dah jadi Mom,
‘g mau akh, anaknya ngomong gini,
h.h.h..
klo ‘g artinya ‘gak’ kk….:p
untunglah ibuku dulu tak seperti itu
dan aku pun tak menjadi ibu yang seperti itu
mellow sist
hiks
selalu ada yng dipersalahkan atas kesalahan masa lalu…
malu untuk melihat diri sendiri…
“kalau tak pandai menari, jangan katakan lantai yang berjungkit…”
buruk muka anak dibelah, dan kayaknya ini memang kadang terjadi. kejamnya dunia… *lebay[dot]com*
kabanyakan nonton sinetron kali ini
kasian.. dia menjadi anak yg tertolak..
but.. nice poem sista..
cu..cup…cup….jangan nangis sayang. sini aku peluk…:)