Cinta Dalam Sepotong Sushi


Minggu lalu kamu complain. Sederhana saja, mempertanyakan isi postingan-postingan di blog ini. Mengapa begitu banyak cerita tentang orang lain disitu, tentang teman yang dimabuk cinta, yang terselingkuhi, berselingkuh, atau apapun juga. Begitu tanyamu. Namun minim sekali cerita tentang kita, terlebih tentang kamu. Aku terhenyak, dahiku sedikit berkerut. Mencoba mengingat, benarkah yang kamu katakan. Malam itu,... Continue Reading →

I B U


Ibu mengapa engkau membenciku? Mengapa kata pedas dan makian tajam selalu terlontar atas tindakku? Mengapa sebuah piring lebih mendapat kasihmu dibandingkan aku? Maafkan aku ibu, licin sekali piring itu . Ibu mengapa matamu nanar tiap kali aku ingin mendekatimu? Mengapa tanganmu terjulur selalu untuk menjewer bukan memelukku? Hingga ku percaya keberadaanku adalah bayang semu .... Continue Reading →

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: