EKA and 3 in 1 Ajaaaah !

Seperti biasa saya bangun pagi-pagi, mandi bebek, cepat-cepat sarapan dan langsung lompat ke belakang setir mobil ATOZ kesayangan saya, si Lafly Blue  Tapi ada sedikit rutinitas yang berbeda pagi ini. Selain karena suami saya gak bisa ngantar tapi rute berangkat ke kantor juga agak berbeda. Alih-alih pergi ke ******** saya mesti ke Ketapang dulu karena kehadiran saya dibutuhkan disana (Idiiih siapa emangnya elu Ka, PD bener hahahha)

Nah, disitulah masalah mulai muncul. Untuk sampai di Ketapang saya harus melewati Jalan Hayam Wuruk yang memiliki peraturan 3in1. Well I’m a single fighter, saya selalu menyetir sendirian ditemani oleh suara penyiar dari radio kesayangan. Nyengar – nyengir sendiri, teriak nyanyi – nyanyi sendirian (fals juga bodo amat.. Cuma kuping sendiri yang denger koq) pokoknya enak tuch nyetir sendirian !  Udah gaya saya emang begitu. Jadi kebiasaan nyetir sendirian itu benar – benar jadi masalah kalau menghadapi 3 in 1. Saya tidak mau menggunakan joki (ngeri nek !). Maka satu-satunya solusi sampai Ketapang tanpa melanggar 3 in 1 ataupun menggunakan Joki adalah melalui jalan – jalan tikus !

Saya telepon beberapa teman untuk menanyakan arah. Nah berbekal informasi mereka, dengan semangat 45 dan kepercayaan diri yang penuh, saya menyetir melalui belakang BI, terus ke Abdul Muis, belok ke kiri ke jalan Biak, terus lurus berhenti di beberapa lampu merah, lalu melewati beberapa gedung dan Violaaaa !! entah bagaimana saya sampai di Cideng !!!!!

Hu hu hu Saya kesasar, saya tersesat… saya benar-benar buta dengan daerah ini … dan itu bikin saya ketakutan setengah modar… daerah ini benar – benar asing dan perasaan saya gak enak banget. Setelah berputar – putar hampir dua jam lamanya di daerah Cideng… which I sueer to God sangat membingungkan, plus jalannya yang super macet itu bikin kaki menjerit-jerit kecapean karena nginjek kopling…. air matapun mulai mengalir di pipi. Saya menangis. Hiks.

Dan hebatnya lagi…. pada saat saya memerlukan bantuan dari teman-teman yang tadi telah memberikan informasi soal arah, entah bagaimana ponsel mereka mati.

Hooorraaay… Halleluyaah !!!

Lengkap sudah penderitaan saya… Sudah hampir telat…tersesat di negeri antah berantah tanpa ada orang yang bisa dihubungi. Duuuch awal yang sempurna untuk mengawali pagi :(

Namun begitu… saya coba tenang. Saya mengambil nafas panjang beberapa kali…. dan entah setan mana yang membisiki telinga, saya memutuskan untuk lewat Hayam Wuruk ! Dan tanpa dua orang lagi di dalam mobil ini, saya tahu persis konsekuensinya : POLISI. Tapiii… apa yang lebih buruk dari itu coba dibandingkan tersesat di daerah tak bertuan tanpa petunjuk sama sekali ha..???? Apaaaa…????

Saya mengarahkan mobil menuju jalan Hayam Wuruk. Weelll … yeah seperti dugaan sebelumnya, belum juga satu menit memasuki jalan Hayam Wuruk, seorang polisi menghentikan mobil saya. Dan yang selalu terjadi di negeri ini, dia meminta uang supaya saya bisa melenggangg kangkung melewati jalan 3 in 1. Ia minta tiga ratus ribu ! @#$%&^ 300ribu neeek !!! Gilaaaa…. dikiranya gue ini anak siapa ? Tajir gila apa ?!

Perasaan saya campur aduk. Saya sangat emosional, sungguh ! Udah capek, nanti pasti kena omel bos karena telat plus masih juga dimintain uang damai… Duuuch sedih amat siiich… ! Buncahan kesal yang menumpuk di rongga dada melesak keluar dalam bentuk deras air mata. Bukannya memberinya uang damai…. Sambil terisak – isak saya ceritakan bagaimana saya telah tersesat dan sudah berjuang sangat keras untuk tidak melanggar 3 in 1. Tapi apa daya… saya sungguh tak punya pilihan lain kecuali melanggar peraturan ini…. Air mata saya mengalir seperti sungai diselingi dengan ingus – ingus yang naik turun dari lubang hidung. Selesai curhat ala sinetron ini, saya mengambil tissue untuk menyeka muka seraya melemparkan pandang ke Pak Polisi. Tapi bukan wajah sangar seperti diawal ketika menyetop mobil saya tadi yang nampak, namun pak polisi yang gagah itu berdiri terpaku tanpa bisa berkata – kata mendengar pembelaan saya.

gambar di ambil dari <a href=Tahu bahwa saya meguasai situasi, saya memberikan tampang yang paling memelas, sorot mata saya seolah berkata kasihanilah wanita kesasar yang sudah kelelahan ini pak… pliis..pliiiss…. kasihanilah saya…. Tega benar sich pak, kalau masih di tilang….. emang bapak gak punya adik cewek ya… gimana kalau ibunya bapak yang ada dalam posisi saya… masih tega kah untuk menilang ? Sejenak pak polisi terlihat bimbang daaaan….. BERHASIIIIL !!!

Pak polisi mengembalikan SIM, kunci mobil dan saya dilepas tanpa harus membayar sepeser pun ! Bahkan ia memberikan namanya untuk jaga – jaga kalau nanti saya distop temannya di bagian lain jalan Hayam Wuruk ini, cukup menyebutkan namanya biar saya lolos begitu pesan pak polisi kepada saya. Tiba – tiba saya seperti terbang ke langit ! :D

MORAL of the Story :

Lain kali di stop polisi, ceritain aja asal muasal bisa melanggar 3 in 1 (the saddest the better) dan sempurnakanlah dengan tampang paling merana untuk minta pengertiannya :p it worked for me dear hehehe….

Btw udah baca suka duka lain kala saya menyetir ? Kayaknya saya perlu bikin kategori baru soal jalanan kali yah….

1. Gue ini Supir Medan Bung !

2. Sepotong Cerita di Casablanca

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Catatan ini telah ditulis dalam Ngoeng dan di-tag dengan , , , , , , . Penunjuk permalink.

83 Respon untuk EKA and 3 in 1 Ajaaaah !

  1. Ria berkata:

    huhehehehe…wanita….memang jurusnya oke banget
    apalagi kalau udah masang tampang memelas…kekekekekeke….
    pake setitik air mata gak tuh mbak :P

    #EKA
    udah gak setitik lagi Ri…
    Seember tau hahahhaha
    plus ingus2 soalnya

  2. Maria berkata:

    Jurusnya bagusnya di namain apa ya…???
    Kalah semua acting-nya bintang Hollywood & Bollywood sama acting lu Ka, hehe… Untung gw nyetir make motor bebek supra, amannn bisa nyelip-nyalip…

    #EKA
    huahahaha… soal nagis itu bkan acting tau
    saking keki and BT nya jadi nangis..
    tapi kalo tampang melas emang akting diank ahahhaa

  3. geRrilyawan berkata:

    asal polisinya nggak tiba-tiba mengeluarkan jurus tampang memelas juga aja…..wah satu guru satuilmu neh. jangan ganggu dong…..

    #EKA
    hahaha belum pernah ada polisi bertampang memelas
    yang ada ya begitulaaah… ;)

  4. juliach berkata:

    “Pak Polisi, suami saya kebetulan sakit dan juga 2 temen saya yang biasa nebeng yang satu anaknya juga sakit … yang satu lagi harus balik kampung … ortuinya meninggal … lalu gimana dong? … hiks…”

    #EKA
    ya udah.. sini kena tilang..
    ato mau damai saja ? ;) hihihi

  5. Muzda berkata:

    Saking emosinya ditagih duit damai, masalahnya di gue paling, gak bisa nangis dan pasang tampang melas ….
    Adanya muka sebel, dan kalo gitu bukannya ntar polisinya tambah sebel n dinaikin tu pungutan ..??

    #EKA
    Hahahahha Muzda keknya diminta sejuta lu hehehehe

  6. marshmallow berkata:

    peraturan 3 in 1 dibuat sebenarnya kan untuk mengurangi kepadatan jalan raya agar pengguna jalan lebih efektif memakai kendaraan beramai-ramai, semisal mobil tebengan atau bis umum. tapi itu kalau transportasi publik udah beres dan agak nyaman. lha, dengan kondisi transportasi kita semacam sekarang agak susah bagi orang-orang untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. jadilah peraturan dibuat untuk dilanggar. dan oknum aparat pun memanfaatkannya untuk mencari rezeki tambahan (heran, oknum kok rerata, ya? hihi).

    wew! untuk di sini belum ada peraturan yang sama. kalau ada aku kan jadi musti belajar nangis juga…

    #EKA
    ahhahahha… nagis harus belajar ya bu dokter…?
    Bukannya kemaren saya kursus nangis kilat sama bu dokter ya…
    ck..ck..ck.. gak mau ngaku ya…

  7. DV berkata:

    gw emang buaya tp gw bukan pemilik aer mata buaya :)

    #EKA
    pegakuan DV the pimp !!!
    Dasar buaya darat…. ;)

  8. KangBoed berkata:

    hehehe… kayanya gak usah sinetron juga memang dah memelas… *geleng geleng*… sebenarnya kata bapak polisi bukan kasihan lihat nangis… cuma gak tahan… ingus turun naik kaya permen karet di tiup… *pletaaaak*… waaah… dilempar sandal… ampuuuuuuuuuuun… *kabur*… hahaha…
    Salam Sayang

    #EKA
    ahhahaha mungkin juga… jijik kali dia ya
    hahahha

  9. gwgw berkata:

    lho kok polisi bisa di bujuk ya….?

    #EKA
    jelas aja… Ekaaaaa gitu lho ;)
    pelet gue kan dari gunung kidul hehehe

  10. erza berkata:

    ngemeng_2 sempat tukaran No HP gak sama Mas Polisinya…?

    #EKA
    ougaaaah ! :)

  11. Puspita W berkata:

    Polisi juga manusia!. Thank tipnya.

    Selamat siang. Salam kenal.

    #EKA
    thank u udh mampir ;)

  12. Lala berkata:

    Haha…
    Senjata perempuan tuh, Ka… Senjata perempuaaaaannn… :)

  13. itempoeti berkata:

    harusnya dapat piala citra atau oscar atas actingnya yang prima…
    wakakakakak… :D

  14. Billy K. berkata:

    caelah.. biar nyasar juga, masih di jakarta kan?
    gitu aja koq sampe desperate masuk ke hayam wuruk..
    untung ketemu polisi yang baek,, coba kalo ga?

  15. mas stein berkata:

    dan cerita ini membuktikan bahwa wajah memang ikut menentukan keberhasilan suatu negosiasi, sedikit rasis memang :lol:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s