Sepotong Cerita di Casablanca


Pagi ini sungguh tidak berbeda dengan pagi – pagi yang lainnya. Jalanan Jakarta begitu padat dengan mobil yang semrawut, deru bising knalpot motor juga makian supir – supir mikrolet yang merasa jalannya diserobot (gak ngaca apa kalo mereka juga seenaknya makan jalan orang). Tapi sungguh pagi ini ada yang beda dalam rutin keseharian saya. Karena..... Continue Reading →

EXCHANGE LINKS


“Dasar Gaptek !” begitu Rafael sering berkomentar tiap kali saya mampir mejanya untuk tanya-tanya soal blog. Saya ini memang boleh dibilang gaptek, punya blog aja baru sebulan terakhir (jalan dua bulan ding). Sebelumnya tulisan saya mengotori dinding buletin Friendster (ada sich blog di FS tapii kayaknya gak bisa disebut blog, jelek banget hehehe), atau kadang... Continue Reading →

20 + 1 cara EKA memperingati hari Kartini


1. Tidak berkebaya tapi tetep pake rok mini. Sebodo orang bilang apa. (walopun dulu sempat menang lomba Kebaya Kartini waktu SMA, nantilah dibuatkan posting terpisah) 2. Lupakan konde, sanggul dan sejenisnya. Mari kita ke salon dan highlight rambut dengan warna terbaru. 3. Madol dari upacara Kartini (emang adaaa ??! :p ) 4. Apaan sich masa... Continue Reading →

KAYLA: 28 tahun, smart, fabulous, and SINGLE


Kayla menghempaskan pantat montoknya ke sofa, dipejamkan matanya sebelum ia menghela nafas dan menyilangkan kaki mulusnya diatas meja. Uuuuh penat sekali rasanya hari ini. Menulis ulang sebuah artikel dengan tenggat waktu kurang dari 12 jam bukanlah perkara yang mudah. Terlebih saat otak ini terganggu konsentrasinya oleh perut six pack dan dada bidang pak bos yang... Continue Reading →

M A A F


Saat akal sehat seolah lari menjauh, Saat suara meninggi padahal raga ini hanya berjarak centi, Saat pahit berkumpul dalam rongga dada dan tangis mulai menyeruak, Saat kata meluncur cepat tanpa sempat dicerna, Saat pikiran tak lagi sepaham, dan kemudian sesal timbul tenggelam, Saat itu kata maaf seperti oase dingin penyejuk jiwa Eka Situmorang-Sir, Friday 13th... Continue Reading →

Pria Berseragam Loreng itu MEMBUNUHKU


Setiap terang bulan bapak selalu duduk terpekur memandangi langit melalui beranda rumah. Malam ini pun tak terkecuali. Tak diindahkannya ajakku agar masuk ke dalam. Diusianya yang sekarang aku cemas paru – paru tuanya itu tak kuasa menahan dingin angin malam. Belum lagi rokok kretek yang selalu menjadi karibnya. Memperparah keadaan saja. Sekali ini pun jawabnya... Continue Reading →

Gak Perlu buktiin Apa-apa !


“Gak perlu buktiin apa – apa”. Heeem tiba-tiba kalimat itu jadi terdengar menarik. Sadar gak sich kita (baca:saya) terkadang harus membuktikan sesuatu supaya ketika saya lewat, teman saya bisa berkomentar: ”booow lu exist banget dech !” Dengan begitu rasanya sudah membuktikan diri that I belong to that group ! Sepertinya ingin menyampaikan pesan: “Hellooow don’t... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: