Gak Perlu buktiin Apa-apa !

“Gak perlu buktiin apa – apa”.

Heeem tiba-tiba kalimat itu jadi terdengar menarik.

Sadar gak sich kita (baca:saya) terkadang harus membuktikan sesuatu supaya ketika saya lewat, teman saya bisa berkomentar:

”booow lu exist banget dech !”

Dengan begitu rasanya sudah membuktikan diri that I belong to that group ! Sepertinya ingin menyampaikan pesan:

“Hellooow don’t mess up with me because:

  1. I have this, I have that,
  2. I know this celebrity, I know that politician dan seolah – olah semakin penting orang yang dikenal koq ya semakin tinggi juga status sosialnya naik. (padahal belum tentu jugaaaa mereka ingat kita – hahaha)
  3. I use this high-end mobile – i use that state the art of laptop
  4. ………. (titik-titiknya boleh diisi sendiri – dan saya tau persis banyak yang bisa ditambahkan di list itu)

Existancy.

Atau keberadaan diri.

Banyak teman kita (terkadang, eh bukan terkadang tapi seringkali saya juga) membangun ekistensi diri dari sesuatu yang semu.

Kembali ke kata-kata sahabat saya: ”Gak perlu buktiin apa-apa” (thx to SY ^_^ )

Heeem… pasti rasanya nyaman sekali ya, kalo untuk masuk ke suatu grup atau kelompok, gak perlu membuktikan diri dengan tas apa yang dijinjing. Mau LV kek, Burberry kek, Guess kek ato merek kakek-kakek dipinggir pasar loakan Senen, hehehe.

Kayaknya seru dech kalau kalau lagi kongkow gak perlu cerita:

  1. Kalo tas ini beli di Singapur lho, harganya sekian SGD dan didunia ini cuma ada sekian biji karena tas ini limited edition !
  2. Kalo pacar/ suami kerjaannya ini, dan gajinya sekian digit
  3. Kalo mobil ini keluaran pabrik Eropa cc.nya aja 3000 bukan buatan Jepang lho (padahal untuk macetnya jalan Jakarta, jelas – jelas lebih irit mobil buatan ?? dengan cc yang ?? ..…. – pilih sendiri dech ya hihihi – ada temen yang pasti langsung teriak: “Iritan naik sepeda buuuuuu hehhehe, no offense Wir 😉
  4. Dokter kulit mana yang didatangi untuk perawatan muka (maksudnya biar bisa compare dokter kulit mana yang lebih bagus karena lebih mahal gt, dan karena mahal artinya ”Ok you’re in the group”)
  5. Spa mana yang dipake untuk lulur, massage, mandi susu, mandi kembang 7 rupa tapi jangan tengah malam ntar masuk angin 😀 huahahha

Pasti nyaman dan indah banget dech rasanya kalo manusia di dunia ini (termasuk saya) bisa benar – benar berteman karena memang kepribadian seseorang bukan karena embel-embel yang menempel pada diri orang tersebut.

(Duuuch Tuhan ampuni saya, kadang saya koq ya masih memandang orang juga dari atributnya…hiks)

Bukan, tulisan ini bukan untuk menyindir kalangan tertentu, atau suara miring yang terpinggirkan tapi lebih karena kerinduan akan pertemanan dan persabatan yang bisa kembali ke hakikat kesederhanaan atau meminjam bahasa seberang lautan sana: simplicity friendship.

Ada yang tau group atau kelompok social(ite) yang mana yang seperti itu? Saya mau gabung dunk… Biar ketularan menjadi manusia yang rendah hati… 🙂

Solo, 10th January 2009

– ketika pesawat saya delay 4 jam –

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Pos ini dipublikasikan di abrakadabra dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Gak Perlu buktiin Apa-apa !

  1. dionbarus berkata:

    Wow! Nice post, though. I feel like I’m reading a confession of strange girl.

    Good luck for you!

  2. dionbarus berkata:

    Thanks for adding my blog into ur blog, I’ve done the same thing recently.

    PS: Sorri klo pake bahasa Inggris terus… 😀

  3. mangkum berkata:

    Hahaha… Emang ada ya yang harus membuktikan existensi? Susah juga nyari temen kalu gitu…

  4. ezra berkata:

    hehe.. orang2 yg pengen jd temenku sih ga perlu repot2 berusaha. ga penting juga.
    masih banyak hal yg lebih penting buat dicemaskan

  5. dela berkata:

    bener…

    good topic, kadang saya juga mempertanyakan kenapa sesuatu yang ga penting dijadikan dasar pertemanan..

  6. gadisayu18 berkata:

    sungguh manusiawi sekali blog yang satu ini..bagus..

  7. Indah berkata:

    Banyak teman kita (terkadang, eh bukan terkadang tapi seringkali saya juga) membangun ekistensi diri dari sesuatu yang semu.

    Suka dhe ma kalimat di atas, hehehe 😀

    Salam kenal ya, Eka 😉

  8. om-blog berkata:

    TEMAN:antem-anteman 😀 he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s