Surga


Sore itu rumahku ramai. Gaduh oleh suara gadis kecil dengan rambut kuncir dua. Wajahnya bulat, hidungnya tidak mancung namun juga tidak pesek tapi yang jelas kulitnya coklat terbakar matahari hasil banyak bermain bola, gadis ini tomboy soalnya. Bibir mungilnya sibuk bercerita, tak henti bicara mengenai sekolah TK yang baru ia jalani beberapa minggu saja. Ceria... Continue Reading →

Iklan

Dua Puluh Purnama


Membangkitkan kenangan lama saat mereka dulu bercumbu di sofa. Ketika dengan suka rela Jeje melepaskan helai demi helai pakaiannya dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.... *** Jessica Priandani atau yang akrab dipanggil Jeje, diam dalam kelu. Sibuk jemarinya memainkan cincin, sementara bulat matanya tak lepas menatap ke arah pintu. Jelas, ia terlihat resah. Entah apa atau siapa... Continue Reading →

Sekayuh Untukmu


“Kamu sekolah yang tinggi nak,” begitu kata bapak padaku setiap hari, setiap pagi, setiap Ia selesai sarapan. Dan setelah berkata begitu, selalu Ia tersenyum sembari menepuk pundakku kemudian menghampiri sepeda tuanya. Meninggalkan rumah hingga sore menyapa. Setelah itu aku sendiri mesti bergegas ke sekolah, jika tidak, tentu aku akan mendapat tatapan mata tajam yang sungguh... Continue Reading →

Bermain dengan Waktu


Suara – suara sumbang itu terus berdengung. Persis seperti dengungan nyamuk di telinga menjelang tidur. Menganggu dan menyebalkan! Mulai dari mengingatkan untuk makan, mandi, membaca hingga nonton TV. Mulai dari nada lembut, kesal, marah, hingga akhirnya datar tak bernada. Kenapa semua orang tiba-tiba begitu memperhatikanku? Begitu peduli? Begitu repot? Apa karena sudah lima hari aku... Continue Reading →

Vanya Bertanya (3) Tamat


Kilasan cerita lalu : Aku dan suamiku membesarkan Vanya, anak hasil hubungan diluar nikah Maya (sepupuku) dan pacarnya. Kami merawat Vanya dengan cinta kasih yang berlimpah, hingga ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas juga periang. Namun di ulang tahun Vanya yang ke tiga, Maya datang. Dan kunjungannya adalah kunjungan rutin yang merisaukan hati. Akankah... Continue Reading →

Vanya Bertanya (2)


Kisah sebelumnya : Karena pergaulannya yang terlewat bebas, sepupuku Maya yang masih SMA hamil diluar nikah. Tante Febri, ibunda Maya, yang notabene masih tanteku, tidak menghendaki Maya mengasuh bayinya karena itu berarti mecoreng nama keluarga besar. Memberi aib. Namun sebenarnya alasan utama adalah jika Maya mengasuh bayinya maka ia harus berhenti sekolah. Dan itu sama... Continue Reading →

Vanya Bertanya (1)


Serebrum otakku masih merekam dengan baik kejadian 5 tahun lalu di sofa ruang depan. Maya duduk menunduk sementara Tante Febri ibunda Maya terlihat tegang. Dalam dekapan Maya tidur bayi merah yang usianya tak lebih dari seminggu. Aku dan suamiku diam seribu bahasa, entah harus bersikap bagaimana. Dengan suara parau menahan tangis, Maya berkata lirih,” Mbak... Continue Reading →

Hesti Ingin Menari


Sesudah itu hanya lirih suaranya terdengar memanggil nama Hesti lagi. Ada getar dalam suara ibu ketika menyebut namanya, getar kepahitan juga kekecewaan. Getar kesedihan yang diikuti pecahnya tangis pilu. Hesti bingung melihat ibu menangis, seharusnya kan ia yang meneteskan bulir – bulir air asin itu. Bukankah ia yang dipukuli pantatnya, tapi mengapa ibu yang bercucuran... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: