Terpenjara Waktu


Sedikit malas aku melirik gadget yang diberikan perusahaan mulai tiga bulan lalu. Gadget yang 24 / 7 terkoneksi internet, yang diberikan dengan alasan kebonafidan. Namun aku tahu pasti udang dibalik batu atas pemberian cuma-cuma gadget canggih itu. Memaksa semua karyawan dengan level tertentu dapat bekerja setiap saat, setiap waktu bahkan ( kalau perlu ! )... Continue Reading →

namaku BENING


Namaku Bening. Sebening bulir kristal yang menggantung di sudut mata tatkala pria atletis itu memintaku untuk berhenti bekerja. Gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan kami berdua katanya. Tidakkah ia tahu, bekerja bukan soal gaji belaka. Ada aktualisasi diri disana, ada rekan kerja yang lebih tepat disebut sahabat, ada proses berpikir sistematis, juga keputusan tegas yang tersaput... Continue Reading →

Ayam Goreng buatan Ibu


h "Sayang, kenapa sich kamu selalu repot - repot memasak buatku?" tanya suamiku lembut. Kubalikkan punggungku hingga dapat kutatap wajahnya lekat-lekat. Senyum kecil tersungging dibibirku dan kutorehkan adonan tepung ke hidung besarnya. "Sebab aku gak mau kamu sakit karena jajan sembarangan, ntar gak bisa cari duit untuk beli kalung berlianku !" jawabku terkekeh. Ia tergelak... Continue Reading →

Pria Berseragam Loreng itu MEMBUNUHKU


Setiap terang bulan bapak selalu duduk terpekur memandangi langit melalui beranda rumah. Malam ini pun tak terkecuali. Tak diindahkannya ajakku agar masuk ke dalam. Diusianya yang sekarang aku cemas paru – paru tuanya itu tak kuasa menahan dingin angin malam. Belum lagi rokok kretek yang selalu menjadi karibnya. Memperparah keadaan saja. Sekali ini pun jawabnya... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: