Vanya Bertanya (3) Tamat

Kilasan cerita lalu :

Aku dan suamiku membesarkan Vanya, anak hasil hubungan diluar nikah Maya (sepupuku) dan pacarnya. Kami merawat Vanya dengan cinta kasih yang berlimpah, hingga ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas juga periang. Namun di ulang tahun Vanya yang ke tiga, Maya datang. Dan kunjungannya adalah kunjungan rutin yang merisaukan hati. Akankah ia mengambil cahaya kalbuku? Meminta darah dagingnya yang sudah ku rawat dengan sepenuh hati?

————————–

.

Semenjak itu Maya adalah pengunjung tetap kediamanku, tentu saja jika tidak ada jadwal terbang. Namun sesibuk – sibuknya, minimal sebulan sekali akan ia sempatkan menengok Vanya. Ia sering memberikan Vanya bermacam hadiah dan mengajaknya bercanda. Mereka sungguh akrab, dan itu membuatku resah. Walau aku yang membesarkan Vanya, namun tak dapat dipungkiri Maya adalah ibu kandungnya. Bukankah darah lebih kental daripada air? Maya memang pernah berjanji tak akan mengambil Vanya dariku namun kemungkinan itu tetap terbuka lebar. Bukankah dulu dia bilang titip Vanya. Titip. Menitipkan berarti suatu saat akan diambil. Aku takut.

.

Besok adalah ulang tahun Vanya yang kelima, dan seperti biasa akan ada pesta ulang tahun. Namun aneh, mendung menggelanyuti wajah Vanya sedari pagi. Padahal aku sudah berjanji akan membelikan sepeda mini dengan keranjang sebagai hadiah. Heran juga kenapa tiba – tiba murung seperti menjadi nama tengahnya. Aku sedang sibuk di dapur dengan tepung, gula dan telur ketika Vanya menarik – narik celemekku.

“Bunda, tante Maya mana? Koq gak dateng – dateng ?”

Oh ini rupanya, ini penyebab ia murung hingga roti oles yang kubuatkan tadi pagi tak dimakannya. Boro – boro disentuh, dilirik saja tidak. Ini biang keroknya ! Ia mencari Maya !! Huh, padahal aku sudah capek – capek mendekorasi ruangan, aku sudah sibuk memesan katering untuk pesta nanti sore, aku sudah menyebar undangan ke anak – anak tetangga. Aku ! Iya aku yang sudah berlelah – lelah. Kenapa Maya yang dicari, kenapa ?! Aku diamkan saja pertanyaan Vanya tak terjawab. Namun Vanya terus menarik – narik celemekku. Keras kepala juga ini anak, persis ibunya.

“Bunda, tante Maya mana? Tante Maya mana ? Nanti tante Maya datang kan bunda? Datang kan?”

Aaarrrrhh ! Maya lagi, Maya lagi.

“Vanya..!” hardikku keras.

“Dari tadi cari-cari tante Maya terus ! Gak liat apa bunda lagi repot hah?!” teriakanku membahana memecah hening dapur. Ia terlonjak kaget. Mungkin suaraku bagai guntur di wajah mendungnya. Dan ia pun terdiam. Melihat titik – titik air di sudut matanya, ah, kenapa hatiku yang pedih? Aku tak pernah membentaknya, sekalipun tidak. Ini adalah yang pertama dan aku bertekad akan menjadi yang terakhir. Aku telah berjanji untuk mendidiknya dengan kasih bukan dengan teriakan.

“Maafkan bunda Vanya, bunda capek, sekarang Vanya bobo siang dulu ya, besok pas ulang tahun Vanya, tante Maya pasti datang. Pestanya kan besok,” hiburku sambil mengelus rambutnya.

“Benar bunda?” tanyanya memastikan. Dan aku mengangguk dalam perih. Ternyata Vanya lebih mencari Maya. Kupalingkan wajah, tanpa kusadari air mataku menetes. Setelah Vanya pergi dengan senyum tersungging di bibirnya, kuletakkan adonan yang masih setengah jadi. Hilang sudah semangatku untuk memanggang kue, biarlah besok aku memesan kue tart dari toko seberang saja. Kulepaskan celemek dan aku pun menuju kamar. Aku ingin menangis, aku ingin mencurahkan perasaanku pada bantal dan seprei. Ini tak adil. Aku, aku yang mencebokinya ketika kecil dulu, yang berjaga semalam suntuk ketika badannya panas karena imunisasi, yang memeluknya ketika bermimpi buruk. Aku yang melimpahinya dengan cinta, yang membesarkannya dengan penuh sayang. Namun Maya dan Vanya memang semakin lengket dua tahun terakhir. Jika beberapa lama Maya tak datang menjenguk, pasti Vanya sudah ribut meminta ditelponkan. Ada rasa tersisih.

Aku terbangun dengan kecupan lembut di pipi. Suamiku sudah pulang rupanya. Lho jam berapa ini, pastilah aku jatuh tertidur karena menangis. Cepat aku bangun dan membuatkan mas secangkir teh hangat. Ada yang aneh, biasanya jam 4 sore Vanya akan membangunkanku karena ia akan pergi main ke tetangga sebelah. Aku memang harus dibangunkan, karena pagar kugembok rapat demi keamanan. Hanya aku dan mas saja yang punya kuncinya. Hidup di Jakarta, siapa yang mau mengambil resiko? Namun ini aneh, kalau mas sudah pulang berarti ini sudah jam 6 sore, dan tak terdengar suara Vanya. Tiba – tiba perasaanku tak enak.

Segera setelah aku meletakkan cangkir teh, ku cari Vanya di kamarnya. Tapi tidak ada, ke kamar mandi juga tak ada, kupanggil – panggi namanya namun tak ada sahutan. Mas yang mendengar suara kuatirku pun segera ikut mencari. Vanya, kamu dimana nak? Maafkan bunda nak, bunda gak bermaksud membentakmu, bunda hanya takut kehilanganmu. Kamu dimana sayang? Pekikku dalam hati. Setelah sibuk mencari di dalam rumah, akhirnya kami temukan Vanya tertidur di ayunan taman belakang. Tempat favoritnya bermain. Segera kupeluk dan kuciumi dia, namun ternyata badannya panas. Mas menenangkanku bahwa itu panas biasa, mungkin karena kelelahan bermain. Tapi menurutku ini bukan panas biasa, mas tidak tahu siapa yang dicari Vanya tadi siang. Cukup diberi obat penurun panas dan kompres saja kata Mas lagi. Dan aku pun menurut.

Segera ku gendong Vanya kedalam, ia membuka matanya dan bertanya, “Bunda, tante Maya mana?” hampir terlepas Vanya dari gendonganku, untunglah Mas sigap menangkap. Ketika itu telepon berdering dan aku pun bergegas ke ruang tengah. Diseberang sana tante Febri menangis meraung – raung, pesawat yang diawaki Maya hilang dalam penerbangan dari Jayapura menuju Oksibil jam 2 siang tadi. Persis ketika Vanya menarik – narik celemekku. Aku terduduk lesu. Bagaimana aku harus menjawab pertanyaan Vanya ?

TAMAT

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Pos ini dipublikasikan di Literature dan tag , . Tandai permalink.

86 Balasan ke Vanya Bertanya (3) Tamat

  1. arman berkata:

    waduh… ya bonding anak ama ibu biologisnya gak bisa hilang emang ya.. ada telepatinya…

    nice story ka!!

    #EKA
    apalagi mereka kan makin dekat
    jadi ya bondingnya terasa ya …

  2. Gandi Wibowo berkata:

    Astaga Mba…. Musibah bisa jadi inspirasi nulis ya?
    Salut pada jiwa menulisnya mba Eka…

    #EKA
    Iya terinspirasi dari kejadian itu…

  3. dayu berkata:

    *menangis*

    haia, ka … jarang bw sekalinya bw disodori cerita mengharukan begini …
    nice story. i love the way you write and explore ur emotion.

    great !!!

    #EKA
    Thank u dayu 🙂

  4. Ikkyu_san berkata:

    hai..Eka… nice story
    ya memang mungkin harus begitu akhirnya

    EM

    #EKA
    terinspirasi dari kejadian nyata mbak 🙂

  5. yustha tt berkata:

    Wah…nice..
    Bgn tidur baca ini,huhu terharu..
    Eh TUHAN luar biasa ya, Dia udah satukan Vanya kecil dgn bunda, krn trnyta Maya akan TUHAN panggil sblm Vanya dewasa, sblm Vanya memahami hidup & mati…

    #EKA
    Sudah diatur 🙂

  6. easy berkata:

    baca cerita terakhirnya ini rada2 sad ending ya…
    hubungan batin ibu dan anak itu memang ga bisa dipisahkan

    #EKA
    gue msh belum ngerti, soal kontak batin yg seperti itu 🙂
    ada koneksi kali yah
    kan hubungan darah memang kuat sekali

  7. Maria berkata:

    Nice story, dari Merpati ke cerpen…
    Adddaaa aja idenya…

    #EKA
    🙂 thanks

  8. Indah berkata:

    Ternyataa.. ini toh pertanyaan si Vanyaa.. hmm.. kira2 jawaban macam apa yang akan dia dapatkan yaa? 😀

    #EKA
    Nah koq malah ditanya balik siy 😀
    hehehe

    • Indah berkata:

      Hahaha.. abis khan udah tamaaatt.. berhubung masih nggegantung jadi mending nanya langsung ama sang penulis gimana sang bunda menjawab pertanyaan si Vanya itu, ahahaha ^o^

      #EKA
      nah.. gimana kalo pertanyaannya lu aja yg jawab hehehe 😀

  9. Eru berkata:

    Hmm rute pesawat disana memang rawan….
    Poor Vanya *pat *pat
    Poor Maya

    Poor Bunda.. kayaknya ngerasa bersalah juga dia

    Nice Story! 😀

    #EKA
    Iyalah… kan tadi sempet bentak2

  10. Sari Ajah berkata:

    Akhirnya tamat juga..
    Tnyata endingnya dihubungin ama merpati itu toh..
    Hehe 😀

    #EKA
    Begitulah Sari 🙂

  11. AFDHAL berkata:

    4 Jempol buat Eka

    #EKA
    Berarti, kaki juga yah.
    Euuuuh ogah 😀
    mambu !
    hahaha

  12. kharinblog berkata:

    komennya nanti aja ya aku mau nangis dulu bener2 terbawa dari ceritanya nih!
    bagus-bagus!
    bentar! *nangis lagi*

    #EKA
    nih tissue 🙂

  13. Teknomotif berkata:

    cerita yang menyentuh hati

    #EKA
    Thank u 🙂

  14. Dalmuji berkata:

    Nice Story…
    terharu saya bacanya…
    Jadiin Cerpen Bagus banget mba..

    #EKA
    ini memang cerpen mas 🙂

  15. adipati kademangan berkata:

    fotonya itu, imut sekali

    #EKA
    boleh nyolong itu kang adipati hehehe 🙂

  16. uni berkata:

    sahabat, cerpenmu indah ^_^, nyaman sekali membacanya

    #EKA
    THank u Uni 🙂

  17. depz berkata:

    udah layak nih jd penulis pro….

    heyy para penerbit… silahkan maen ke blog ini. dan kontak admin blog ini…

    urusan uang biar gw , ka 😀

    #EKA
    heh
    kalo soal duit cepet nyamber aja lu yah hihihi

  18. julie berkata:

    kekuatan ikatan ibu dan anak tak pernah ada yang bisa menggantikan
    very nice

    #EKA
    Thank u 🙂

  19. pargodungan berkata:

    Awesome… 🙂
    Rasa penasaran dipuaskan dengan tragedi…
    Ceritanya sangat bagus. Kalo diterbitin bagus banget dong. Saya bakal ikut jadi pengedarnya (kayaq ubas aja jadinya), :-p

    #EKA
    pengedar obat amang ? :p hehehe

  20. soyjoy76 berkata:

    Baru beberapa hari ndak mampir ke blog ini, dah ada 3 tulisan berantai. Baguslah, jadi aku bisa langsung membacanya secara kontinyu. Aih…sad ending toh..? I like that, karna hidup itu ngga selalu indah, kayak sinetron-sinetron, ya kan Ito?

    Mantabh…menggugah… we want more… we want more… we want more *sambil bawa-bawa Poster Eka*

    #EKA
    bawa2 poster??
    weleeeh gue di demo 😀 hehehe

  21. -moRis- berkata:

    kk..klo butuh manager buat nerbitin bukunya,
    hubungin gw ajah ‘y..
    h.h.h.

    Great story sizt’…!!

  22. bocahbancar berkata:

    HIks.,…hiks..hiks….Kasian sekali si Vanya Mbak 🙂

    HIngga akhirnya tidak bisa bertemu dengan Ibu kandungnya lagi
    T_T

    Salam nangis Bocahbancar

    #EKA
    cup..cup..
    jangan nangis dunk.. nanti gak bisa ke pameran pendidikan international lagi 🙂

  23. bocahbancar berkata:

    Kok ada ketawanya juga sich…
    Salah emo itu MBak maav maav..padahal mau buat emo ini lowh 😦

    #EKA
    iyaaa…..
    terlalu semangat sampe salah ketik ya ?

  24. anny berkata:

    Ho..ho….aku mau baca dari chapter pertama ah 😀

    #EKA
    silahkan eda 🙂
    dengan senang hati

  25. ami berkata:

    duuuuh sedih amat sih ini cerita. hiksss

    #EKA
    Lagi mood yang sedih2
    maafkan

  26. marshmallow berkata:

    uh! kematian bisa menyelesaikan persoalan, namun dapat juga menimbulkan persoalan baru.
    well done, ka!

    #EKA
    thank u uni 🙂
    bingung kan jawab apa… 🙂

  27. Bisnis Online berkata:

    yach, tamat deh 🙂

    #EKA
    Udah 3 seri soalnya 🙂

  28. gwgw berkata:

    nah kan, apa gw bilang ….endingnya gwgw jadi ikutan sedih nih…..abis sebel trus emosi sekrang jadi sedih deh….hem…
    cerita yg bagus….dalem banget …and kena banget pesannya…..

    ” PAKAILAH KONTRASEPSI “…….

    #EKA
    hahahaha
    keren juga hikmah yg bisa lu petik 🙂

  29. buJaNG berkata:

    Wah ceritanya mengharukan sekali. 😦

    #EKA
    begitulah 🙂

  30. Alhejawi berkata:

    Wah saya kira beneran, mana mata udah mulai memerah… :mrgreen:

    #EKA
    maaf ini cerpen mas 🙂

  31. lagi usil berkata:

    hmm, wah kok endingnya sedih gitu….tp keren abiz ceritanya 🙂

    #EKA
    thank u 🙂

  32. nur ichsan berkata:

    makasih ya kunjungan baliknya……..

    met kenal……

    #EKA
    Salam kenal juga 🙂

  33. sari berkata:

    ni cerita bener apa booongan sih

    #EKA
    cerpen fiksi

  34. kucrit berkata:

    ya.. allah.. benar2 mengharukan ceritanya mbak…. acungi jempol buat mbak…

    #EKA
    terima kasih Crit 🙂

  35. Domba Garut! berkata:

    Aku langsung nelepon kerumah kelar mbaca yang satu ini… 🙂
    Memang umur, jodoh dan rejeki adalah rahasia illahi – semoga Ya Allah perjalanan mudik-ku lancar.

    Trims buat kisah seru mengharu biru ini, salam hangat dari afrika barat!

    #EKA
    Lho belum mudik juga mas?
    Saya doakan semoga lancar selalu…
    salam hangat..

  36. tuyi berkata:

    wadugh….., ceritanya bagus bangetz…
    sungguh memilukan…
    *terharu*

    #EKA
    thank u mang

  37. Ria berkata:

    duhhhh mata gw berkaca2 nih mbak 😦
    anak kecil memang kadang punya ingsting yg kuat apabila orang terdekatnya terkena musibah..
    ini pernah kejadian sama ponakanku, dia nangis seharian nyari mamanya ternyata mamanya pingsan waktu di kantor…duhhhh sedih

    tapi memang harus ada satu yg pergi agar semuanya bahagia bukan 😀

    #EKA
    tapi skr bundanya bingung
    gimana jawab pertanyaannya Vanya itu…

  38. nh18 berkata:

    Pass !

    (next …??)

    #EKA
    sabar ya Oom 🙂 secepatnya yg next datang 😉

  39. Rian berkata:

    waduw bu.. lama aku tak kesini…
    ceritanya seru, sedih….
    memang ibu hebat meramu kata…

    #EKA
    Thank u 🙂
    kamu kemana aja ?
    gak pernah muncul sini…

  40. indra1082 berkata:

    Mantab… ternyata ketinggalan seri 1 dan 2 nya.. baca dulu ah 😀

    Salam KBM

    #EKA
    Monggo, silahkan…

  41. Hajier berkata:

    akhirnya Mbak Eka yang mendapatkan Vanya,,,
    Tapi caranya mendaptkannya sungguh tragis, harus ada yang dikorbankan hiks hiks hiks….

    #EKA
    tidak ada yg menjadi korban…
    sudah ada yg mengatur 😉
    yaitu mood nulisnya hehehe

  42. luvnufz berkata:

    yeah, penyelesaian persoalan yg gak pernah di duga.. 🙂
    nice story kak…. 🙂

    #EKA
    thank u Joice…

  43. hehe.. great story, mbak.

    saya malah ga pernah berhasil nyambungin fakta sama fiksi.

    #EKA
    dicoba aja sekali-kali…

  44. suwung berkata:

    aku dah nangis kirain beneran… ternyata piksi tho?

    #EKA
    Fiksi tenan iki mas 🙂

    • Zulhaq berkata:

      fiksi yang di angkat dari kisah nyata orang lain dan di sambungkan dengan tragedi pesawat yang ilang. sungguh imajinasi yang luar biasa…..*bener gak tuh* ha ha ha

      #EKA
      fiksi nya bener, nah kisah nyata?
      mungkin ada tapi gue gak mengalami langsung siy 😀
      ato jgn2 lu ye yg hamilin si maya ha? =))

  45. mengais dollar berkata:

    wah… panjaaang kali nih cerita..
    tapi hm.. menarik kok 🙂

    coment balik di blogku ya 🙂
    thanks..
    #EKA
    jika ada waktu.. nanti saya meluncur 🙂

  46. omen berkata:

    hikz hikz hikz….
    cedih banget….
    hampir semua bulu kuduk berdiri membaca cerpen ini…
    teh eka bisa aja membuat cerpen kek gini…

    darah yang mengaliri tubuh anak tidak akan pernah cair walaupun sejauh apapun mereka terpisah, ikatan ini akan selalu ada dan tidak akan pernah sirna….

    salam kenal n menanti kunjungan balik dari sahabat 😀

    #EKA
    Salam kenal juga mas….
    darah memang lebih kental drpd air
    ikatan batin jadi ada.
    Jika wktu lengang saya akan dtg berkunjung 🙂

  47. Iklan Gratis berkata:

    seru n sedih banget mba ceitanya…
    bisa aja sie menghubungkan kejadian dengan ceritanya…
    bener2 bakat yang rrruuuuuuuaaaarrrrrr biasa nih hehehe…

    tak tunggu cerpen2 menarik lainnya yah 😀
    Iklan Gratis

    #EKA
    Silahkan ditunggu 🙂
    thank u ya udh jd pengunjung setia mas 🙂

  48. dela berkata:

    mbak ekaaaa..

    aku merinding!!!!!
    four thumbs up!!

    #EKA
    jempol kaki ikutan juga dunkk Dela 😀

  49. nanaharmanto berkata:

    thumbs up!!

    mbak Eka, jago banget nulisnya…….jadi pengen terus membaca…..
    kreatif banget…
    nama blognya jadi Eka’s great stories aja kalo gituh…

    sip tenan Mbak! suerrr…

    #EKA
    hihihi… kepala gue kepentok ceiling 😀
    ke GR an niy hahaha

  50. quinie berkata:

    waaah ga nyangka begini akhirnya.. kok ga hepi ending sih?? xixixi

    btw, next story, judulnya : Bunda Vanda menjawab?!

    #EKA
    kalo lu yg bikin gimana Rat 😀
    gue udh bunu ide hehehe

  51. Zulhaq berkata:

    woww wowww wowww….sungguh kejadian yang sanagat memilukan, mengiris perih dihati, menyayat jiwa yang tenang, mengalirkan air mata yang mengendap. kenapa bunda maya harus pergi??? kenapa bundan pergi sebelum vanya tumbuh dewasa??? kenapa harus pergi di saat vanya ulang tahun??? kenapa harus sekarang dan saat ini..hikzzz hikzzz hikzzzz *vanya menangis terisak isak*….

    begitu kuatnya ikatan bathin antara seorang dengan bundanya. hingga dia mencari bundanya disaat ada sesuatu yang terjadi pada bunda. pencarian itu ternyata wujud dari kekuatiran seorang malaikat kecil terhadap bundanya……

    vanya….kamu jangan takut, om zulhaq disini siap menjadikanmu anak semata wayang, yang akan om rawat dengan bunda luna maya kekekekekekekekek….

    harus ada sambungannya lagi niy…tanggung, biarkan vanya sampe dewasa, sampe jatuh cinta sama om zulha yang paling ganteng kekekekeekkekke

    #EKA
    Hiyaaaaaaaaaaa
    kalo gue gak tahu lu sinting gue kira lu pedofil deh
    masa doyan anak kecil hahaha
    Tapi ikatan batin itu misteri yang KUasa..
    enatah gimana, bisa dtg tepat waktunya..

  52. jensen99 berkata:

    Hmm… berarti jenazahnya Maya mestinya ada diantara selusinan ambulans yang lewat sini tadi…

    #EKA
    ngeriiii, lewat depan rumah lu ya yer?

    • jensen99 berkata:

      Tidak tepat lewat depan rumah juga sih, tapi di perempatannya. RS Bhayangkara Polda kan berada satu komplex dengan rumah saya di KPR Polda. Ada 20 kantong berisi 15 jenazah, soalnya pada tercerai berai di lokasi kecelakaan, baru dirangkai2 di RS. Tadi pagi sudah pada diberangkatkan ke tempat pemakaman masing2. Kebetulan mobil kargo saya pas jalan didepan konvoi mobil jenazah yang ke arah gudang bandara. BTW kenapa ngeri? (o_0)”\

      #EKA
      gue selalu gak nyaman aja deket jenazah… entah kenapa…
      seolah masih merasakan kehadiran malaikat pencabut nyawa..
      euuuuh.. 😦

  53. phiy berkata:

    *speechless*
    turut sedih untuk Vanya yg kehilangan ibunya..
    turut berduka untuk tante Maya yang telah berpulang..

    *masih speechless*

    😦

    #EKA
    Makan nano2 dulu ? 😉
    biar kaget mungkin 😉 hehehe

  54. morishige berkata:

    saya juga gak ngerti harus bersedih atau tertawa membaca akhirnya.. hm..
    endingnya menarik, mbak. :mrgreen:

    #EKA
    lho koq malah nyengir…. 😉
    thank u udh baca ya…

  55. Wempi berkata:

    akhirnya gak ada tamu tetap lagi

    #EKA
    Sudah kembali ke surga

  56. Zulhaq berkata:

    oh ya…lupa!!
    semalam keburu teler, belum komen terakhir

    harusnya ceritanya di tamatin dengan ending perayaan ULTAHnya Vanya…terserah mau nulis dia sedih bgt atau di tulis, mbak menjelaskan dengan sedikit ngeles ke vanya, dan dia menerima penjelasan dan mau merayakan ultahnya tanpa bunda maya…karena pas perayaan ada om zulhaq yang datang menghibur dan memberikan suasana dan senyum baru buat vanya huakakakakakk

  57. p u a k™ berkata:

    Ini baru kudengar lagi istilah “darah lebih kental dari air”..
    hiks ..ceritanya mengharukan …
    Nulis lagi .. yuk..!

    #EKA
    hayuuuuks 🙂

  58. Fanda berkata:

    hehehe…itu catatan buat yang lain, kalo mau dititipin anak orang, pikirkan dulu semua konsekuensinya!

    #EKA
    semoga ada hikmah yg bisa dipetik 🙂

  59. thegoch7 berkata:

    kasihan bangat vania

    #EKA
    Sudah menjadi garis hidupnya

  60. t3ph berkata:

    woww kreatif ceritanyaa.. tnyata nyambung ama musibah pesawat toh..
    Nice story!
    ditunggu cerita-cerita selanjutnya Mbak Eka!

  61. chrysanti berkata:

    wedeh.. sad ending nih kak? tp critanya baguuuus..

  62. albertobroneo berkata:

    nice story…..

    kekuatan tulisanmu terasa banget di sini eka!!
    aku merinding membacanya

  63. Ade berkata:

    Mau komen OOT boleh ya 😉

    selamat menempati rumah baru ya ka.. hihihi akhirnya dot com
    gara2 liburan n ga punya koneksi internet jadi ketinggalan berita deh
    .-= Ade´s last blog ..Saya kembali 😉 =-.

  64. silly berkata:

    Eka, seriusan… pernah ngirim cerita ceritamu ke penerbit gak… you are a good story teller. beneran loh 🙂
    .-= silly´s last blog ..Menganalisa Cara Berciuman Sesuai Kepribadian =-.

  65. chie berkata:

    aq barU ngebaca critax mba…
    lgsg vanya I – vanya III..
    sedihh mba…:'(
    ternyata ikatan batin itu g bisa dihilangkan…

  66. Ratna berkata:

    Eka… Eka… Eka…
    (ceritamu terlalu bagus untuk dikomentari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s