Surga

Sore itu rumahku ramai. Gaduh oleh suara gadis kecil dengan rambut kuncir dua. Wajahnya bulat, hidungnya tidak mancung namun juga tidak pesek tapi yang jelas kulitnya coklat terbakar matahari hasil banyak bermain bola, gadis ini tomboy soalnya. Bibir mungilnya sibuk bercerita, tak henti bicara mengenai sekolah TK yang baru ia jalani beberapa minggu saja. Ceria sekali. Dan aku menikmati setiap celoteh riangnya. Senang rasanya memandangi wajah bulat dengan kuncir duanya yang selalu bergoyang mana kala bercerita. Matanya penuh binar gembira yang (seolah) tiada habisnya.

Tante….. surga itu seperti apa?” Begitu tanya Anggi, anak tetangga yang berusia empat tahun itu, yang celotehnya saat ini membahana di setiap penjuru rumahku. Bingung, hendak bagaimana aku menjawabnya. Apakah harus kubilang bahwa surga itu rumah Tuhan, tempat dimana yang sudah meninggal pulang. Heem, nanti kalau ditanya bagaimana cara masuk surga, bisa berputar pusing otakku, macam gangsing setelah lepas dari talinya. Tak mampu rasanya  mencari kata-kata yang pas untuk menerangkan bahwa masuk surga itu begini, begitu.  Aku ingin ia mengenal surga dan neraka dengan benar. Aku takut, salah-salah menerangkan maka bukannya mengenal Tuhan sebagai Maha Pengasih, malah sebagai Tuhan yang gemar menghukum ketika perintahNya tak terlaksana. Dan ganjarannya adalah neraka bukan surga. Bibirku kelu. Tak dapat menemukan rangkaian kata sederhana untuk pikiran seorang anak berusia empat tahun 😀

“Tante, surga itu kayak apa? Di tipi banyak sebut-sebut surga..” Lagi ia bertanya. Ah gadis kecil ini memang sangat menggemaskan sekaligus memusingkan. Pertanyaan ingin tahunya kadang kocak, tapi lebih sering membuatku ingin membenturkan kepala ke atas meja. Bagaimana tidak, bayangkan, ia pernah bertanya apa artinya hamil dan melahirkan. Ealaaah :mrgreen: *garuk-garuk kepala yang tidak berketombe*. Asli pusing menjelaskannya, pusyiiiing. Aku belum punya anak, sepupu  atau keponakan kecil pun tak banyak. Dan dari yang tak banyak itu, jarang yang bertanya macam-macam. Pada intinya, mungkin aku takut memberikan jawaban yang salah, yang bisa menghantuinya hingga dewasa nanti. Itu saja.

Surga? Gumamku pelan. Dan lagi-lagi aku terdiam. Namun demi melihat besar bola matanya yang terus memancarkan tanya, tak pelak otakku pun berpikir keras lagi.

Surga itu indah, banyak bunga warna-warni bermekaran dan bermacam makanan untuk disantap, oh iya.. pokoknya Anggi akan merasa senang kalo disurga. Begitu jawabku sekenanya.

Lalu pertanyaan Anggi pun beralih ke hal lain. Mungkin anak kecil memang begitu. Banyak bertanya dan cepat berpindah ke sesuatu yang lebih menarik perhatiannya.

Hari menjelang malam, dan seperti janjiku pada Tante Timo -ibunda Anggi-, maka aku pun mengantarkan Anggi pulang. Pelan kami memasuki bangunan bercat krem berjarak 5 rumah dari tempat tinggalku. Memasuki ruang tamu, melewati ruang tengah menuju meja makan yang terletak agak dibelakang. Rumah ini teduh, adem rasanya. Kehangatan keluarga terasa sekali merambati sukma. This is definitely a home, not just a house, begitu batinku berkata. Anggi berlari menghambur ke arah Tante Timo yang merentangkan tangan dengan senyum lebar terpasang di wajah. Aku tertegun, Bersamaan tatkala mataku menyapu ruangan dengan banyak rangkaian bunga, juga harum makanan tercium di udara.

 

Berjalan kaki menuju rumah, masih terngiang jelas kata-kata Anggi ketika ia sampai dipelukan ibunya.

“Ibuuu, Ibu lagi bikin kue ya? Ibuuuu… Anggi tahu surga kayak apa! Anggi seneng ketemu ibu dan.. dan.. ada banyak kue juga bunga sekarang. Anggi ada di… hore Anggi udah tahu surga nanti seperti apa.”

Begitu celotehnya. Riang seperti biasa dengan binar mata yang terang laksana bintang. Ah, semoga aku tak salah menjelaskan tentang surga. Namun jelas, hangat keluarga yang rukun memang sepertinya adalah surga yang ada di dunia. Selama damai menyelimuti hati, bukankah kita sebenarnya sedang mencicipi nikmat nirwana tersebut? ^_^

Selamat Mudik buat  teman-teman semua dan selamat berkumpul dengan keluarga tercinta.

.

.

*Tulisan ini terinspirasi oleh komik Yotsuba volume 3, chapter 18 yang dipromosikan oleh @Jensen_yermi dan diunduhkan oleh Satya. Thx a bunch guys! 🙂
Semua gambar dipinjam dari mbah Google.
Iklan

58 respons untuk ‘Surga

Add yours

  1. “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim”

    triiz a.k.a Catatan SederhaNa mengucapkan

    Selamat Idul Fitri 1431H, Mohon Maaf Lahir Batin

    maaf jika selama perjalanan blog ini goresan Catatan SederhaNa pernah melukai hati para sahabat sekalian

  2. Wah ketahuan, Eka ternyata suka baca komik juga yaa??
    Tapi memang benar, kondisi keluarga yg dipenuhi kasih sudah merupakan surga miniatur di dunia. Karena bukankah begitu juga surga yg kita imani?

  3. good post really…polosnya celoteh anak2 itu juga bisa jadi surga untuk kita…

    a house is not a home when the two of us are far apart and one of us has a broken heart…

    mudah2an keluarga jadi surga kita di dunia yah…AMEN…

    *eh salam kenal* 😀

  4. Emang susah K, kalo ngejelasin ke anak anak surga ntu kaya apa. Tapi paling tidak dia bisa mengenalnya didunia ini dari kehidupan yang baik dirumahnya, dari orang tuanya dan juga dari orang disekelilingnya. Ya termasuk dari Loe juga yang dah perhatian ma anak tersebut. Met weekend, K..
    Salam.. .

  5. semoga kita hamba yang diizinkan untuk masuk ke surga…
    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn………………………….

    met hari raya…
    minal aidin walfaizin.
    mohon maaf lahir dan batin.

  6. Yang pasti … surga ada di telapak kaki ibu …
    I love u, Mom … 🙂

    meskipun telat, tiada salah jika denuzz ucapin:
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN …
    maafin semua salah dan khilaf denuzz selama blogging ya … maafin jika denuzz pernah nulis yg buat kakak tersinggung …
    sekali lagi denuzz mohon maaf … maaf … maaf … denuzz hanyalah manusia biasa yg tiada luput dari dosa kepada sesama …

    o …ya … ada kuis tuh di sarang BURUNG HANTU …
    ikutan ya …
    Salam BURUNG HANTU …

  7. surga………
    setahu saya adalah segala yang isinya hanya kebaikan, kenikmatan yang jika kita diberi kesempatan untuk merasakannya di dunia ini hanyalah 1% dari sejatinya surga di akhirat kelak…
    tapi jwaban buat seorang anak, apalagi balita seperti anggi, apa yang mba katakan sdh sangat bijak…:-)

  8. Surga kecil kita didunia adalah disebuah rumah mungil dengan berkumpulnya istri tercinta dan anak-anak kita dan mereka selalu menantikan kehadiran dan keriangan ketika berkumpul …..

    Salam

  9. Surga? waduh bikin pusing saya tu mbak…
    yang penting jalani kehidupan saja dengan ikhlas, mungkin dengan begitu surga akan mendekat…
    salam…

  10. Memang lebih sulit menjelaskan & menjawab pertanyaan anak-anak ketimbang kepada orang dewasa ya jeng. Pertanyaan sederhana yang kalau kita ingin menjelaskan kok kayanya susah banget, takut salah ngomong & salah bikin pengertian si anak 😀

  11. surga itu tempat dimana berkat akan selalu menyertai kita, kebahagian menyelimuti kita, keindahan mengelilingi kita, dan kasih berhembus dari segala suduh membuat jiwa kita sejuk *lebay mode = ON
    hahahahaha

  12. Surga merupakan bayaran Tuhan kepada kita ketika berada di akhirat nanti, tetapi bayaran untuk orang yang bertakwa, untuk orang yang menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya. Anak-anak memang punya rasa ingin tahu yang besar. Sebagai orang dewasa kita harus lebih berhati-hati menjawab pertanyaan anak-anak. Karena pada waktu anak-anak daya ingat sangat kuat.

  13. Another sweet story from you, sis 🙂
    Surga.. Ah, jadi membayangkan, seandainya Indonesia bisa damai dan tenteram, tentulah ia juga sedikit bagian dari surga dunia dengan ragam fauna dan flora yang digoreskan Tuhan di kanvas dunia

  14. Secara umum, surga dapat didefinisikan berdasarkan pemahaman masing-masing kita. Dan itu, bisa berbagai macam bentuknya; bisa tempat, bisa perasaan dan bisa juga keadaan…

    Namun, secara khusus, surga dalam definisi agama tentunya sebuah tempat di mana manusia akan diletakkan di dalamnya, sebagai ganjaran atas perbuatan baiknya selama hidup di dunia…

    Nah, bagiku saat ini, surga adalah kelapangan waktu untuk dapat menyambangi blog kawan-kawan, termasuk ke CE ini, hehe… 🙂

  15. Surga? Aku tidak tahu, karena belum pernah masuk ke sana … 🙂
    Tapi kira-kira, menurut ajaran agama yang kupahami, surga adalah tempat yang serba indah, damai, dan abadi. Tidak adakesusahan dan keburukan di sana …

  16. Surga? .. pengeen.. surga, sesuatu yg mana jika ingin, semua terpenuhi, kita tentram, senang, bahagia tanpa rasa sedih. Saat ini?.. surga harus diraih dengan kerja keras dan cerdas, pantang mengeluh dan tetap semangaat…Amiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: