Uji Nyali di Curug Cimahi

Le’ts find a beautiful place and get lost!

Udah pernah denger Curug Cimahi? Belum? Sama! Saya juga baru tau sekitar beberapa bulan terakhir ini. Hahaha. Bolak-balik ke Bandung, saya taunya Tebing Keraton, Lembang, Ciwidey, Tangkuban Perahu dan tepat wisata yang (kata orang) udah mainstream gitu. Baru nyadar, sini anaknya juga mainstream 😀 Ternyata Bandung tuh punya banyak banget wisata anti-mainstream lho. Ada Stone Garden, Curug Malela, dan yang paling gresss adalah Curug Cimahi. Dua di antaranya belum pernah saya datangi, tapi yang terakhir baru aja saya kunjungi, hehehe.

Cara Menuju ke Curug Cimahi

Weekend kemarin saya dan keluarga nginep di Bandung, kami mampir ke Curug Cimahi yang ternyata disebut juga Curug Pelangi atau Rainbow Waterfalls. Untung namanya aja yang banyak, kalau pacar yang banyak kan repot. Eh :p hahaha. Curug Cimahi ini letaknya di seputaran Lembang, iya, namanya sih Cimahi tapi lokasinya di Lembang. Kata mamang-mamang penjual es kelapa muda di sekitar curug sih karena Curug Cimahi ini bisa diakses juga dari Cimahi, jadi populer duluan dengan nama itu. Karena akses jalan lebih mudah bin nyaman dari arah Lembang, animo pengunjung pun semakin tinggi. Saya manggut-manggut mendengar penjelasannya.

Nggak susah kok buat menemukan Curug Cimahi. Susurin aja jalanan Lembang itu, lokasinya ada di pinggir jalan setelah tikungan. Tapi hati-hati kalau mau ke sini, jangan ngebut dan harus peka karena papan namanya kecil banget. Untungnya kemarin kami jalan pelan-pelan jadinya nggak harus puter balik karena kelewat.

Ratusan Tangga Menuju Pelangi

HTM Curug Cimahi adalah Rp. 15.000/orang, terjangkau kan? Setelah membeli tiket, kami pun masuk ke area curug yang dikelola oleh Perhutani. Curug Cimahi sendiri sudah bisa langsung dinikmati dari awal masuk karena konturnya yang unik. Mulut air terjunnya ada di atas sejajar sama pintu masuk, baru kalau mau berenang di telaganya ya harus turun ke bawah gitu. Kami berencana turun ke dasar curug buat mandi-mandi basah (yaelah, Ka, mandi ya basah sih. Emang mandi kucing 😛 hihihi).

I was a little bit surprise karena jalan setapak menuju curug sudah rapi banget. Sudah ada tangga yang pijakannya batu alam dan ada pegangan pagar kayu. Perjalanan kami pun jadi mudah.

Setelah berjalan turun kurang lebih 15 menit, kami berhenti sebentar. Keinginan tinggal keinginan, berhubung saya menyambangi Curug Cimahi ini bersama anak dan mamak saya yang usianya sama-sama balita jadi sampai di teras balkon kedua udah pada nyerah. Lho kok balita? Maksudnya gimana? Hihihi, balita itu artinya bawah lima tahun (anak saya), dan batas lima puluh tahun (mamak saya). Hahaha.

 

Melihat kondisi mama yang kelelahan maka kami putuskan untuk menikmati Curug Cimahi dari teras balkon kedua saja. Yha, meski trek untuk menyusuri curug sudah cukup rapi, ratusan tangga yang terbentang memang cukup banyak sehingga butuh tenaga yang banyak juga. Biarpun kata orang tanggung, kan tinggal dikit lagi sampe ke bawah tapi hey… namanya di alam penting banget buat tahu batas, jangan maksain diri. Alam bukan buat ditaklukkan, justru ego yang mesti ditaklukkan untuk menahan keinginan jika keadaan tidak memungkinkan.

Di Curug Cimahi terdapat 2 teras balkon seperti ini buat memandangi debit curug yang jatuh ke bawah. Duduk-duduk cantik sambil ngobrol, bikin waktu tak terasa menguap begitu saja.

My son was pretty excited to see the waterfalls. Bonus ada monyet-monyetnya segala soalnya.

Capturing my mom who was beyond happy to walk around in a fresh air

Pemandangan di seputar Curug Cimahi. Seger ya?

Buat turun ke curug jalan setapaknya rapi dan bagus gini. Bravo Perhutani!

Serunya Uji Nyali Buat Para Jomblo

My mom was pretty happy, udah lama nggak liat alam katanya. Sementara anak saya bikin cemas karena lari sana-sini. Gimana enggak? Kontur alamnya cukup terjal, jadi akan cukup bahaya bagi anak-anak. Tapi selain itu.. ada yang lebih ngeri sih.. Anuh, banyak banget yang pacaran >.< Serius deh buat yang jomblo pergi ke curug pas weekend itu uji nyali menurut saya. Siap-siap ke kiri liat ada yang gandengan tangan, liat ke kanan ada yang pelukan, liat ke depan ada yang nemplok-nemplok lengket nggak mau pisah kayak ada lem aja. Huahahaha. Para jomblo silakan manyun binti elus dada, ngomel-ngomel dikit juga boleh liat couple yang PDA alias public display affection. Pasangan pacaran yang lagi dimabuk cinta yang kek gitu selalu ngerasa dunia milik berdua yang lain ngontrak keknya. 😀

Selain uji nyali yang kek gitu, kadang ditambah drama berantem kalau ada cewek kece lewat pake hot pants trus cowoknya ngelirik trus ceweknya marah. Huahaha dagelan bet! Curugnya jadi rame nggak sepi! Hihihi. Rame sama orang-orang ini.

Curug Cimahi dengan tinggi 71m. Keren!

 Nah, seperti yang saya bilang di atas tadi, sebutan lain buat Curug Cimahi ini adalah Curug Pelangi karena katanya ada banyak pelangi yang muncul saat hari cerah. Namun sayang, waktu kami di sana cuaca agak mendung-mendung gimana gitu, jadinya si pelangi nggak muncul. Ada satu lagi yang unik dari Curug Cimahi, kalau malam curug ini dihiasi lampu warna-warni yang berubah-ubah warnanya kayak pelangi. Wah jadi penasaran juga buat dateng pas malem hari. Next time deh.

 Rahasia Bisa Travel Terus, Bahkan Gratis

Anw, kemarin ada yang nanya ke saya, pertanyaan-pertanyaan lucu yang bikin ketawa. Ada yang nanya apa saya bosen di rumah karena kerjaannya jalan mulu. Pertanyaan ini saya jawab dengan senyum aja deh, namanya hobby ya nggak ada alasannya kenapa suka jalan. Lha kayak suka makan durian kan ya suka aja masa iya suka ama durian karena nggak suka pete 😛 Nggak nyambung ah pertanyaannya. Hehehe. Lalu ada juga yang nanya, kok bisa jalan-jalan mulu, punya pohon duit ya? Asli, ini bikin ngakak banget! Belum tau dia kalo saya anggota aktif Traveloka.

Jadi gini, traveling jelas butuh dana untuk tiket pesawat, hotel, transport lokal juga uang saku buat kulineran. Nah, berhubung saya mamak-mamak yang ogah rugi, selama ini saya aktif sebagai member Traveloka dalam segala keperluan berlibur. Jadi apapun yang saya beli di sana justru balik modal karena ada loyalty point yang diberikan setiap transaksi. Berapa jumlah transaksi pembelian kita akan dikonversikan dengan poin, nah poin itu yang kemudian dikumpulin terus bisa dipake untuk transaksi berikutnya.

Nah, di Bandung ini, hotelnya free alias nggak bayar lho, karena saya bayar pakai point yang udah terkumpul di akun Traveloka saya. Jadi kerjaan saya jalan-jalan bukan karena punya pohon duit ya, hahaha. Justru saya tipe mamak-mamak yang nggak mau ketinggalan hal-hal yang berbau promo alias bikin murah. Kapan lagi bisa ajak mama dan anak menginap di hotel berbintang tanpa menguras kantong? hehehe…

Cara Menggunakan Loyalty Point Traveloka

Cara menggunakanLoyalty Point Traveloka itu gampang banget segampang dapetinnya. Langkah utama yang harus dilakukan adalah sign up sebagai member Traveloka App. Kemudian kita tinggal melakukan transaksi pembelian baik tiket pesawat maupun hotel. Lalu pas mau bayar, kita tinggal pilih menggunakan point. Kalau point kita banyak maka seluruh harga transaksi bisa dibayar pake point alias gratis (seperti saya kemarin). Tapi kalau point kita nggak sebanyak harga transaksi, kita akan tetap bisa menukar point yang nantinya akan potong harga pembayaran kita. Cek aja gambar di bawah ini waktu saya pesan hotel buat menginap di Bandung.

Cara menggunakan Loyalty Point Traveloka
Tips jalan-jalan gratis dan nginep di hotel gratis

Sebelum melakukan pembayaran perhatikan detil ini. Tinggal klik-klik aja kok. Gampang banget! Ohya sedikit tips dari saya, usahakan install aplikasi Traveloka di ponsel karena setelah saya bandingkan beberapa kali, pembelian via apps di ponsel itu lebih murah. Sering dapat diskon tambahan gitu.

Nah, udah nggak penasaran kan gimana caranya travel terus. Udah saya jelasin dengan gamblang di atas. Anw Sobat CE, sudah pernah ke Curug Cimahi?

Iklan

44 respons untuk ‘Uji Nyali di Curug Cimahi

Add yours

  1. Oke, sepertinya saya yg jomblo ini gak akan mampir ke curug cimahi😓

    Nah air terjun yg kayak gini tuh enak. Jadi motretnya gak harus mendongakkan kamera😆
    Dan kalo perlu ga usah turun, dari atas aja udh keliatan wkwkwk

  2. Ajib, keren air terjunnya, pake LE dong photonya kakak biar nggak rugi…. (dasar)
    Anuh nya itu nggak kebayang… kek di Balairung dulu banyak uji nyali buat yang jomblo sampai kemudian ada penertiban… wahahaha…

  3. Aku familiar sama curugnya, langsung ubek-ubek wikipedia dan cek di info tentang Amazing Race, dan holaaa ternyata bener, ini yang pernah didatangi di season 23, tempat pit stopnya. Haaa emang cakep banget itu curug.

    Btw, aku juga memanfaatkan loyalty pointnya Traveloka ini. Suka banget! bisa dipake buat jalan-jalan gratis jika poinnya mencukupi. Loooveee.

      1. Soalnya aku penggemar banget tayangan Amazing Race, dan langsung keinget, walaupun nontonnya udah lama banget 😀

        Terakhir aku pake poin traveloka buat pesan penginapan ayah & ibu yang mendadak harus ke Bukittinggi. Alhamdulillah, poinnya bermanfaat gak hanya buatku saja. ^^

  4. curug cimahi sebernarnya sudah lumayan ngetop bagi “orang2 lama” alias tua di bandung .. hahah … cuman kurang kekinian dan kalah populer sama tempat2 wiasata yang baru2 …
    paling berkesan di curug cimahi bagi saya sih .. capenya naik tangga .. hehehe .. tapi memang kece juga sih curugnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: