Desir Mencekam di Gua Batu Bantimurung

The cave you fear to enter holds the treasure you seek – Joseph Cambell

“Eka, kamu takut gelap, nggak?” Tanya teman saya hati-hati. Saya mengeryitkan kening mendengar pertanyaan teman saya itu. Pertanyaan yang aneh. Lha, Gelap kok ditakuti. Justru seneng kan bisa ehem-ehem… *dibejek* Hahaha. Ternyata teman saya bertanya begitu karena mumpung kami lagi ada di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung ia ingin mengajak saya menjelajah Gua Batu yang katanya gelap gulita. Saya pun menyambut ajakan teman saya dengan semangat. Hallo, Gua Batu… Kami datang! ^_^

Tangga Gua Batu Bantimurung. Pijitin dengkul :P

Tangga Gua Batu Bantimurung. Pijitin dengkul 😛

Gua Batu terletak di ujung jalan setapak di atas puncak Air Terjun Bantimurung. Ya, bukan jalan setapak yang mulus sih, tapi mesti melalui undak-undakan yang lumayan bikin pegel pas naik 😀 Hehehe. Tapi pas sepanjang jalan setapak sih banyak pemandangan bagus yang memanjakan mata banget. Setelah agak ngos-ngosan tapi hepi, sampailah kami di mulut Gua Batu. Dinamakan Gua Batu karena ada banyak batu yang unik di dalam gua. Sebelum masuk, tour guide pun menyalakan lampu petromax untuk menerangi jalan kami.

 Sunyi yang Mencekam

Begitu saya masuk ke dalam area Gua, tengkuk saya sedikit bergidik. Entah kenapa saya merasakan udara halus yang agak dingin berhembus. Lumayan bikin merinding sih. Bagian dalam gua terasa lembab walaupun sirkulasi oksigen lumayan bagus jadi tidak terasa sesak. Sunyi. Sunyi yang mencekam. Itu yang saya rasakan. Lalu lagi-lagi saya merasakan desir angin yang dingin di bagian belakang tengkuk diiringi suatu energi yang tak bisa saya raba apakah energi positif atau negatif. Yang pasti energi tersebut seolah berada di sekitar saya. Tidak mau terlarut dalam suasana, saya pun menarik napas panjang-panjang sambil berbisik bahwa biat saya baik. Ingin berkunjung saja. Setelah saya dapat menguasai diri dengan baik, perlahan aura di sekeliling saya pun terasa lebih enteng. Dan, saya bisa PD poto-poto :mrgreen: Di mana pun dan kapan pun, tetep harus poto-potoooo 😛 Hehehe.

Katanya sih ini adalah batu berbentuk monyet.. Saya masih belum bisa melihat gambaran monyetnya sih... Sobat CE, bisa?

Katanya sih ini adalah batu berbentuk monyet.. Saya masih belum bisa melihat gambaran monyetnya sih… Sobat CE, bisa?

Gua Batu Bantimurung  1bKalau yang ini katanya Kaki Gajah. Gede banget sih emang. 150cm lebih lho! Liat aja, saya kalah tinggi.

Stalaktit yang mengagumkan. Besar-besar gitu. Btw, tahukah kamu bahwa untuk pertumbuhan setiap 1 cm stalaktit butuh ratusan tahun. Jadi saat ada stalaktit yang sebesar ini, kebayang kan berapa ribu bahkan juta tahun yang dibutuhkan untuk tumbuh? Dengan pemahaman seperti itu, maka rasanya seudiiih dan kesel banget sama orang-orang yang corat-coret dinding gua. Gemes pengen saya jitak aja deh kepalanya. Huh.

 Gua Batu Bantimurung 3

Menurut tour guide yang menemani kami, ceruk ini adalah ceruk di mana tokoh setempat bernama Karaeng Tua Kalla bersemedi. Konon katanya jika kita bersemedi di sini, keinginan kita dapat terkabul. Saya membayangkan gimana rasanya ya kalau malam-malam ada di sini? Sunyi, sepi dan gelap gulita? Tapi cepat saya tepis pemikiran macam-macam itu. Fokus dan mari berpikir positif saja selama di dalam sini.

 Gua Batu Bantimurung

Nggak jauh dari ceruk tersebut terdapat mata air yang bisa digunakan untuk mengambil air wudhu.

Gua Batu Bantimurung 4

 Gua Batu Bantimurung 7

Setelah sekitar 40 menit berada di dalam gua, tur pun selesai. Walaupun awalnya saya sempat merinding, tapi ternyata berdiam di dalam kesunyian itu memberikan pengalaman baru yang luar biasa. Ada satu gua lagi tak jauh dari sini namanya Gua Mimpi. Saya sempat menekuni jalan setapak menuju ke sana tapi karena hari menjelang sore maka kami pun urung untuk masuk ke dalam. Pemandangan menuju Gua Mimpi tak kalah indah. Ah, lain kali semoga saya bisa kembali ke sini lagi bersama orang yang saya kasihi. Soalnya menjelajah tempat-tempat eksotis itu enaknya ama pasangan jeh. Biar bisa jerit minta peluk kalau takut :mrgreen: eh gimanaaa? Hahaha.

 

Selamat Hari Senin, Sobat CE! Pernah punya pengalaman mencekam juga?

 

 

Baca juga:

  1. Suatu Pagi di Pantai losari
  2. 2. Galau di Fort Rotterdam
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sulawesi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

46 Balasan ke Desir Mencekam di Gua Batu Bantimurung

  1. Lidya berkata:

    Kalau aku sih tergantung gelap apa mbak 🙂 untuk ke gua aku taut hehehe. Biasnaya suamiku sama Pascal aja yang mau masuk ke gua

  2. sandrosirait berkata:

    wah lumayan serem ya petualangannya hhe

    nice post mbak

  3. nola berkata:

    Wah jd inget waktu ke Batu Cermin di Labuan Bajo..

  4. Fahmi (catperku) berkata:

    Ada penunggunya ya kak? xixixi~ baru engeh kalau di bantimurung juga ada guanya kayak gini. Taunya sih di bantimurung kan yang banyak kupu – kupu itu 😀

  5. Goiq berkata:

    kalo sendirian mungkin gw juga mikir-mikr.. hahahahahaaha #penakut

  6. Sumarti Saelan berkata:

    Kapan2 kamu harus kunjungi Goa Lowo Trenggalek juga deh kayanya mak, tempatnya juga kece, gua tembus laut 🙂

  7. niee berkata:

    Katanya stalaktit juga gak boleh disentuh ya mbak. Mengganggu perkembangannya gitu kalau masih “hidup” klo ini guanya masih hidup atau sudah gak berkembang lagi mbak?

  8. Mia berkata:

    Wah seru mba Eka jalan-jalannya :D. Pingin juga nyobain ke sana.. Terakhir masuk ke gua gini di Pamijahan tahun 90-an. Seneng lihat stalaktit stalagmit yang cantik, tp memang walaupun saat itu cukup banyak orang, orang lebih banyak yg diam jd mencekam juga sih

  9. Haya berkata:

    Beberapa minggu kemarin kami juga ke salah-satu gua disini… dan sampai rumah baru sadar kalau fotonya nggak ada yang bagus, agak-agak blur gitu.. padahal foto di luar gua bagus-bagus. Efek cahaya kali ya?

    Stalaktitnya memang mengagumkan ya mbak.

  10. murtiyarini berkata:

    Syerem tapi tetep senyum ya mba..pengalaman yang menarik.

  11. Arie Haryana berkata:

    Belum pernah liburan ke Gua-gua kayak gini. Tapi ini keren juga gua nya :3

  12. cK berkata:

    Banyak ya foto-fotonya. 🙄

  13. Nandito Silaen berkata:

    Ini dimananya ya? Dulu saya kesana gak liat. Kalo kita berhadapan sama pintu masuk, posisinya kiri apa kanan ya?

  14. Sandra berkata:

    Pernah kesini, tapi ngga berasa serem karena banyakan sama temen, peer doang pas pulangnya, takut kepeleset XD

  15. kebvokecil berkata:

    ga skalian ke rammang-rammang mbak? sekilas kaya di vietnam kalo di foto 😀 😀

  16. blog hotel murah berkata:

    seru banget sih mbak jalan teyuuus 😀

  17. Ping balik: Galau di Fort Rotterdam | Cerita EKA

  18. Ping balik: Suatu Pagi di Pantai Losari | Cerita EKA

  19. interestiiing…kayaknya tempatnya seru pisaaan :)…kebayang hebohnya ituuuh …suka sepatu ungunya #eeeh

  20. Lastboy berkata:

    Dah lama gak wisata ke tempat goa2 kayak gini….ulasan menarik mbak 🙂

  21. fitrimelinda berkata:

    kalo gelap bisa ‘ehem-ehem’ apa mba?? :p

  22. Andicted berkata:

    Gua mimpi is better.. Trust me

  23. Health Care berkata:

    bersemedi disitu, dapet pencerahan ga mba? hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s