Mengejar Matahari Bromo

Jalan-jalan Gratis Bareng Garuda!

“Morning is not only Sunrise, but a beautiful miracle of nature that defeats darkness, and spreads light.”

Selain cinta mati sama suami, saya itu cinta banget sama matahari terbit. Buat saya, matahari terbit adalah simbol perayaan dari hari dan semangat baru. Nggak cuma itu, matahari terbit juga selalu sukses mengingatkan saya betapa besar cinta Tuhan kepada saya. Bukankah perasaan paling indah itu adalah perasaan mencintai dan dicintai kembali? Ihiy! Iya nih saya lagi mellow hellow 😀

Pemandangan Menuju Ngadisari. Langit biru jernih seperti kristal dan hijau pepohonan membuat mata sejuk!

Pemandangan Menuju Ngadisari. Langit biru jernih seperti kristal dan hijau pepohonan membuat mata sejuk!

Malam itu pukul 3.00 pagi di desa Ngadisari, desa yang terletak di kaki pegunungan Bromo. Mata masih lengket terpejam, selimut masih erat menutupi badan saat pemandu wisata kami mengguncang-guncangkan tubuh suami saya.

“Bangun, Mas. Kalau mau lihat sunrise harus bangun dan siap-siap berangkat dari sekarang,” ujar Pak Harry pemandu kami.

Kemudian Adrian pun membangunkan saya. Sedikit malas akhirnya saya bangun. Duh, kalau boleh milih sih pengennya tetap ngelungker tidur deh. Dinginnya Bromo ini mencapai 3 derajat celcius, Jenderal! Enakan tidur! Tapi.. tapi.. Bayangan akan cantiknya matahari terbit dari lereng pegunungan membuat saya menelan keluhan serta keengganan. Ayo bangun! Ayo pakai jaket, sweater, kupluk dan sarung tangan.

Saya dan Adrian naik ke dalam jeep Hardtop sewaan. Jeep besar itu menembus kekelaman malam, mendaki tanjakan, turunan dan melewati entah berapa tikungan sebelum akhirnya kami sampai di tanah lapang. Dari sini kami harus berjalan kaki menuju punggung bukit. Kalau malas bisa naik ojek motor atau naik kuda. Pilih saja.

Setelah mengolahragakan kaki selama 30 menit, akhirnya kami sampai juga di punggung bukit bernama Mentingan. Sunrise yang terkenal di Bromo adalah Sunrise dari Penanjakan, namun Pak Harry bilang di sana sangat ramai. Lebih baik ke Mentingan saja, dan kami pun mengiyakan saja.

"We can only appreciate the miracle of a sunrise if we have waited in the darkness”

“We can only appreciate the miracle of a sunrise if we have waited in the darkness”

Menunggu detik-detik matahari terbit adalah momen magis buat saya. Momen hening yang membawa saya kedalam dimensi alam yang berbeda. Semburat jingga perlahan muncul. Diikuti oleh bulatan kuning emas yang besar. Cantik! Saya terpana oleh kebesaran Tuhan. Memang, sunrise ada di mana-mana. Nggak perlu juga jauh-jauh pergi ke suatu tempat. Tapi buat saya pribadi, sunrise adalah momen pribadi antara saya, alam dan Tuhan.

Ahya, foto Sunrise tadi saya ikut sertakan dalam Kompetisi Garuda Indonesia World Photo Contest lho alias GAWPC. Doakan saya menang yaa. ^_^

Apa sih Garuda Indonesia World Photo Contest ini?

Ini adalah kompetisi poto tahunan yang diadakan oleh Garuda. Siapa aja bebas ikutan.

Apa hadiahnya?

LIBURAN KE MEDAN 7 HARI 6 MALAM BUAT PHOTO HUNTING! PLUS UANG TUNAI HINGGA 110 JUTA RUPIAH (Iyaaa, ini kepslok kepencet soalnya hadiahnya bikin ngeces! Aaaaa) Asal pemenang nggak masalah, diterbangin dari mana pun selama ada rute Garudanya!

Aturan Kompetisinya Gimana?

Gampang banget! Daftar di webnya GAWPC terus upload poto kita, formatnya JPEG dan ukurannya kurang dari 1,5MB. Udah deeeh ^_^

Dan kompetisinya ini gratis tis tis! Nggak dipungut biaya apapun. Berlangsung dari bulan Mei sampai 28 July 2013.
Nah, ayooo ubek-ubek foto jalan-jalan yang Sobat CE punya, upload dan menangkan hadiahnya! ^_^

Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Indonesia, Jawa, TRAVELLING dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

63 Balasan ke Mengejar Matahari Bromo

  1. ongakudewi berkata:

    Kereeeeeennn mba eka…
    Dulu pas ke Bromo, beegitu sunrise, lgsg terharu biru laut gt… Ngerasa secuil pas ngeliat ada hal yg lebih indah di puncak gunung…
    Sekalian ke padang savana n pasir berbisik mbak..
    Semoga menang juga mba eka.. 😉

    • Ceritaeka berkata:

      Nah kan.. Nah kaaan… Tau kan rasanyaaa. Keren yaaaa. AKu aja merinding terus kalau inget.
      Pasir berbisik dsbnya bakalan ada di postingan berikutnyaaa 😉 hihi.
      Thank you doanya. Mbok kamuh ikutan kontesnya jugaaaaa
      Biar rame! Biar Indonesia makin dikenal gituu

  2. Ilham berkata:

    gokil indahnya sunrise di bromo.. 😯 moga menang kontes fotonya mbak

  3. chris13jkt berkata:

    Wahhhh . . . foto sunrise-nya cantik banget. Mudah-mudahan menang, Mbak.
    By the way, Bukit Mentingan itu di sebelah mana, Mbak? Memang sepi ya?

  4. ninarahmaizar berkata:

    Subhanallaaaah ciptaan allah… cantik bener sunrisenya mbak
    salah satu cita2/tujuan aku nih pengen liat sunrise di bromo, semoga segera tercapai amiiiinnn
    btw makasih info kontesnya ya mbak 🙂

  5. ryan berkata:

    sunrisenya keren banget…
    moga sukses ya untuk kontesnya…

  6. sitirobiah2013 berkata:

    wiss,, di lihat di foto aja udah keren bagaimana kalu lihat langsung ya

  7. lieshadie berkata:

    Fotonya baguuuss…semoga menang ya Ka…dan aku di jakain hehehe

  8. kangyan berkata:

    photo sunrisenya kereennnn…
    moga menang kontesnya mbak…..

  9. banghendri berkata:

    selalu pengen balik ke sana lagi 🙂
    semoga menang :mrgreen:

  10. Lidya berkata:

    aku dukung aja deh 🙂 gak punya foto2 bagus

  11. lambangsarib berkata:

    Eh… ada nggak yang cinta mati ama tulisan ini ? hehehe

  12. Erit07 berkata:

    Wih,indah banget..
    moga menang ya mbak..

  13. Fascha berkata:

    Foto sunrisenya kerman, keren mantap. Miku udah jauh2 hari nih pengen ke Bromo nanti pas pulkam.
    Semoga menang!

  14. Zippy berkata:

    Waaaah, keren ya foto sunrisenya mbak 😀
    Kalo saya sih gak tau bisa ngejar sunrise atau tidak, soalnya susah bangun pagi, hahahah 😆
    Btw, lombanya mantap tuh.
    Nggak ribet juga 😀

  15. pursuingmydreams berkata:

    Suhunya 3 derajat C, wah ada winter juga di Indonesia ;). Semoga menang kontesnya ya Eka, hadiahnya lumayan bangett.

  16. indobrad berkata:

    aaaak akoh mau ikutttt

  17. hmmmm snangx bsa jd slah satu warga probolinggo jd dekat dg bromo

  18. venus berkata:

    barusan liat website lombanya. alamak keren2 fotonya, hahaha.. gak jadi ikut dah. minder duluan :))

  19. lindaleenk berkata:

    Kalau menang semilis ditraktir kan? #eh 😆

  20. sabaiX berkata:

    Waaah… ini menarik! *ubek2fotojalan-jalan. Lokasi fotonya harus domestik atau boleh luar negeri?

  21. fitrimelinda berkata:

    wohooo..keren..
    kalo aku sih lebih suka menikmati sunset mba.. 🙂

    semoga menang yah dalam kontes ini mba eka…

  22. green angelica berkata:

    pemandangan yang indahhhh

  23. quinie berkata:

    yahhh kok ke medan? ke manado kaga ada ya?
    *nawar :p

  24. om ganteng berkata:

    panorama keindahan bromo memang sungguh indah..
    dahulu ketika saya touring bersama kawan dalam perjalanan lelah sangat, ketika sudah menaiki bukit dan sampai di bukit penanjakan, beeeuuhh… langsung hilang rasa capainya…

    tp sayang, sampai bromo waktunya sudah jam 5 sore , hanya sebentar saja dan di lanjut lagi untuk melanjutkan perjalanan…

    salam kenal, di tunggu kunjungannya kembali yaa… 😀

  25. Ping balik: Bromo Trip: Terjebak Badai Pasir | Cerita EKA

  26. h0tchocolate berkata:

    Bagus fotonya kak! 😉

  27. Herbalmedika berkata:

    keren deh,sampai saya ulang 3 kali tp tetap rasanya menyentuh sekali ceritanya
    anda memang mempunyai bakat
    sukses ya untuk cerita selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s