Little Drama at Java Jazz Festival

Gelaran musik yang tiap tahun saya tunggu adalah Java Jazz Festival (JJF). Gimana gak ditunggu? Di situ muncul musisi-musisi kondang, tumplek plek dan saya bisa bebas menontonnya dengan membayar tiket yang gak terlalu mahal (jika dibandingkan kalau saya harus menonton konser tunggalnya). Jadi, kecuali ada hal-hal mendesak biasanya saya dan suami selalu menyempatkan diri mampir ke JIExpo Kemayoran di awal Maret buat memuaskan kehausan jiwa akan penampilan musisi jazz secara “live.”

Tapi tahun ini, buat saya Java Jazz Festival datang dengan drama! Bukan, bukan drama sinetron lho, apalagi drama cinta. Ini adalah drama tentang bagaimana akhirnya saya bisa pergi nonton Festival ini. Sabtu tanggal 2 Maret, saya sudah siap-siap nonton JJF, tiba-tiba Adrian harus ke kantor untuk periksa beberapa laporan. Lalu duduk termangu-mangulah saya di pojokan suatu caffe sambil melihat seliweran update teman-teman yang lagi nonton JJF. Beuh! Bukan tindakan yang bagus. Melihat orang lain menikmati hal yang kamu inginkan tapi tidak bisa kamu dapat itu nelangsa! Mendadak segala rasa bercampur jadi satu: antara BT, sedih tapi juga menyadari posisi dan tanggung jawab seorang istri.

Menunggu suami lembur dikawani snow white princess Cak. Sempat merasa dunia terlihat suram :D
Menunggu suami lembur dikawani snow white princess Cak. Sempat merasa dunia terlihat suram 😀

Ada yang menyarankan agar saya  pergi sendiri saja dan membiarkan suami bekerja lembur sendirian. Tapi saya gak bisa begitu, gak bisa. Istri itu garwo: sigarane nyowo atau belahan jiwa, jadi susah senang ya ditanggung bersama.

Akhirnya dalam kegalauan gak jelas, sekelebat rasa ikhlas muncul. Saya tahu posisi saya sebagai seorang istri. Ya sudah gak nonton JJF tahun ini yo wis lah, begitu kata hati saya. Namun, semesta itu memang aneh ya, saat saya sudah ikhlas begitu, eeeh ternyata tak diduga Adrian bisa kelar reportnya lebih cepat dari yang diperkirakan. Dan itu artinya kami bisa menonton JJF! Yeay!

Saya terdiam sesaaat sebelum menjerit senang! Adrian must’ve have worked very hard. He understand how I wanna go to this festival so without I asked, without I hafta beg he tried his best to be fast. Aaaaa mau nangis gak sih kalau keinginanmu dipenuhi tanpa harus memintanya?

So when Phil Pery who were collaborated with Lee Ritenour sang the song… “something tellin’ me it might be you…” Hati ini meleleh, emosi pun bergejolak… Jadi walau di tengah keramaian akhirnya saya nekat melakukan PDA, Public Display Affection. Gak peduli diliatin orang, dipandangin dengan tatapan aneh, tetep cuek minta dipeluk, ndusel-ndusel dan minta cium… err.. berkali-kali. Hihi.

Sabtu itu kami cuma sempat nonton beberapa musisi aja karena nyampe lokasi JJF saja sudah jam 6 lewat. Tapi walau sebentar, gpp. Daripada enggak sama sekali?

Ini sebagian stage yang sempat kami sambangi:

??????????

Meet Indro Hardjodikoro The Fingers. Bassist keren  dengan genre jazz yang udah bikin album dengan sentuhan tradisional. Dalam penampilannya mereka memasukkan unsur flute dan juga gendang lho! 🙂

??????????

Ini masih Indro Hardjodikoro The Fingers tapi featuring dr. Tompi. Suntik aku dokteeer, suntik akuuuuu. Dan seperti biasa, suara empuk Tompi begitu menggoda, menambah gairah malam Minggu ;).

Selesai menonton Indro Hardjodikoro The Fingers feat. dr. Tompi, kami mampir melihat Marcuss Miller. Namanya punya suami seorang bassist ya boow, maka pilihan musisi pun gak bakalan jauh-jauh dari bassist 😀 Hihi. Tapi sayang karena duduk di belakang jadi gak ada potonya. Yang pasti, betotan bass-nya bikin saya goyang-goyang kepala. Hehe. Selesai nonton Marcuss Miller, kami istirahat makan dan minu terus iseng poto-poto di booth Nescafe. Hihi.

Ah ya mampir juga ke booth Plasa MSN, masa aku digodain pake lagu gini cobaaak 😀

Life withour music is a failure. Me without you is nothing :)
Life withour music is a failure. Me without you is nothing 🙂

Dan malam itu ditutup dengan melihat penampilan Fourplay yang asli kereeeen banget. Buat yang belum tahu Fourplay ini musisi favorit sayh ^_^ Duh suara malaikat dari Nathan East bisa membuai membawa ke awan. Belum lagi denting ipano Bob James…. Alamaaak…. Malam itu saya puas denga eargasm! hihi

Selamat hari Senin, Sobat CE! Siapa musisi Jazz favoritmu? ^_^

Iklan

51 respons untuk ‘Little Drama at Java Jazz Festival

Add yours

    1. Iyaaa. Ada mbak. Aku cuma ikutan yang Plasa MSN, kayaknya banyak partnernya yang bikin lomba foto, cuma aku gak ikutan semua.
      Gak sempeeet! 😀
      Lha sampe sana aja udah sore jeh.. hehe

  1. musisi Jazz favorit si Jammie Cullum. Dan saya pas pindahan ke Lampung. Pengennya sih dia main lagi. Kalo iya pasti nonton keknya. Atau Norah Jones. Hihihi. Standar banget ya? 😛
    Seruuu mba Eka liat poto-potonyaa.. 😀

  2. Oh my.. Lee Ritenour.. Fourplay..
    Sayang nggak bisa nonton, kemarin sempetnya JakJazz doang.. heuheu

    Lee main sama band lamanya lagi nggak? Kurang suka sama gitaris Fourplay yg baru.. hehe

    Salam kenal 🙂

    1. Enggak, Lee main sendiri dan kolaborasi sama pianis, kalo gak salah namanya David siapaaa gituh…

      Fourplay kemarin juga main tanpa Harvey, drummernya karena lagi cedera tendon. Diganti additional player namanya Lawrence (Clement?), permainan drumnya agak kurang sih tapi Nathan East sama Bob James tampil memukau jadi menutupi kekurangan si drummer.

  3. Aku aku kesana! Walau nggak suka Jazz (I don’t understand it actually *dikeplak*), hihihi, lebih ke event tahunan aja yang biasanya didatengi rame-rame sama temen-temen.. Tapi puas banget! Highlightnya buat aku, Indonesian Youth Regeneration (vocalistnya Albert Fakdawer!), D Massiv Jazz Project (yang featuring Mus Mujiono keren gilak), Gregory Potter, dan Ipang (plus ada kejutan dari Aryo Wahab + Ridho Slank).Laaah, yang aku tonton nggak jelas gini ya genre musiknya. 🙂 Ntar bikin posting tersendiri soal Java Jazz deh, hehehe..

  4. Pertama & terakhir kali aku ntn java jazz pas ada Jason Mraz itu aja.. Tahun berapa ya tuh lupa.. Itu juga pake drama2 tiket ketinggalan segala.. Hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: