Hampir Sunrise di Candi Borobudur

Siapa coba yang gak tahu Borobudur? Sebuah candi Buddha +/- 40km barat laut Yogyakarta, tepatnya sih di Magelang, Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu, sebelum musibah meletusnya gunung Merapi, saya dan suami saya mengunjungi Candi Borobudur (ya iyalah ama suami sendiri, emangnya ama suami tetangga Ka?! :mrgreen: #disepak). Entah sudah berapa kali saya mengunjungi Borobudur, tapi kunjungan kali ini adalah kunjungan yang sedikit berbeda, karena….. karena saya ngebeeet banget pengen liat sunrise di Borobudur. Jadi dari hotel di Yogyakarta, saya dan suami berangkat sekitar jam 4 pagi menuju Magelang. Dengan perkiraan bahwa satu jam sampai, maka jam 5 pagi kami bisa menikmati matahari terbit.
Tapi perkiraan tinggal perkiraan! Trip ke Borobudur ini kami kurang persiapan. Saya baru tahu bahwa untuk masuk ke Borobudur itu, penjualan tiket baru dibuka pukul 6 pagi! Huhuhu. Lha, mau lihat sunrise apa jam 6 pagi? Itu mah mataharinya udah keluar dari peraduan malam. Aaaaaa… Mau nangis gak sih? Udah ngebut-ngebut kesana tapi malah manyun gak bisa masuk. Beruntung, ada penduduk sekitar memberitahu bahwa kalau mau lihat sunrise bisa dilakukan dari Hotel Manohara Princess. Jangan tanya ya, apakah hotel ini punya si artis yang pernah menikah dengan pangeran Kelantan itu atau bukan? Mbuh ora urus πŸ˜› saya gak tahuuu.
Bangunan Candi Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat.
Katanya sunrise itu mulai jam 5.30, sementara kami sampai di Magelang jam 5.15. Jadiiii…. Masih ada 15 menit lagi untuk menyaksikan sunrise di Borobudur! Ho ho ho suami pun tancap gas cari Hotel Manohara tersebut. Kepot sana, kepot sini, jantung saya lari-lari berbarengan dengan mobil yang ngebut.. Kami berkejaran dengan waktu untuk lihat sunrise dari salah satu candi terbesar dari abad ke-9 itu! Sampai parkiran di Hotel Manohara: ngibrit ke receptionist, bayar tiket, taruh KTP sebagai jaminan, dan secepat kilat meluncur ke Borobudur dengan sepeda. Areal Borobudur itu luas mahabrata deh, jadi sepeda pun dipacu sedemikian rupa. Tapi sayang, belum juga sampai, saat kami masih di areal pelataran Borobudur, sang mentari telah menyembul dari balik awan malam. Kami kehilangan momen untuk melihat sunrise walaupun kami telah berusaha! Whoooooooaaaaaaaaaaaaa…..
Tapi gpp, kita boleh berencana, tapi memang Tuhan yang selalu menentukan bukan? πŸ˜‰ Mungkin kali ini belum waktunya kami melihat sunrise, mungkin itu pertanda bahwa saya harus datang ke Borobudur lagi dengan persiapan yang lebih baik :D.
Spirillliiiiiiiiiiiiii sepoi angin meniup anak rambut. Happy sepedaan di areal Borobudur. Aaah senangnya, udah lama saya gak naik sepeda soalnya hehehe.
Honey… Ayo kita balapan! Yeeay ^_^ Saking serunya sepedaan di areal Candi Borobudur, kesedihan yang timbul karena terlambat melihat sunrise pun terobati sudah.
Saat pagi hari, areal Borobudur masih relatif sepi dari pengunjung. Dan ketika kami mengelilingi areal candi, kami bertemu dengan seorang biksu yang kalau saya gak salah hitung telah mengelilingi areal candi untuk bersembahyang sebanyak 8 kali. Boooow 8 kali keliling candi Borobudur?! *pegangin betis* Sungkem sama bapak Biksu.
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Candi Borobudur memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya yang seluas 123 x 123 meter itu.
Deretan relief di Candi Borobudur secara keseluruhan merupakan samsara atau penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir – hidup – mati.
Puas di candi Borobudur, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena kami membeli tiket dari Hotel Manohara maka kami entitled untuk welcome drink, nonton film tentang Candi Borobudur, free parking, ticket of Camera/Handy cam dan boleh belajar gamelan!
Bersama petugas hotel yang ngajarin saya maen gamelan.
Gak gampang lhooooo mengharmonisasikan suara itu :mrgreen: sebenernya memang saya gak pinter main musik sih. Ohya, berikut saya bagi-bagi tips biar kunjunganmu ke Borobudur maksimal.
Tips mengunjungi Borobudur:
  1. Pakai pakaian dan sepatu yang nyaman. Areal Candi Borobudur itu luauuaaaz banget!
  2. Tentukan tujuan saat mau ke Borobudur. Mau lihat sunrise, sunset atau sekedar berkunjung saja? Ini penting supaya bisa bikin perencanaan waktu ke sana. Gak mau kayak saya yang memble gak bisa lihat sunrise karena salah perhitungan kan?
  3. Jika memungkinkan, sewa pemandu wisata sehingga kita mengerti sejarah Candi Borobudur dan tahu makna-makna tersembunyi dari relief-relief yang ada. Tapi kalo gak memungkinkan, bisa juga beli buku tentang Candi Borobudur yang banyak dijajakan orang diareal Candi. Berwisata sambil mengisi otak. Seruuu! ^_^
  4. Hormati Candi Borobudur. Ini adalah areal peribadatan, jadi ya jangan naik-naik ke stupa. Selain bisa merusak stupa tersebut, juga membahayakan keselamatan kan.
Ah, saya berjanji, satu kali nanti saya akan kesini lagi. Pengen lihat sunrise atau sunset dari Candi ini. Borobudur…. wait for me! ^_^ Temen-temen, sudahkah kamu mengunjungi Candi Borobudur? Kapan?
Iklan

115 respons untuk β€˜Hampir Sunrise di Candi Borobudur’

Add yours

  1. Wuiih … Eka habis dari Borobudur ya? Apakah abu dari merapi sudah bersih semua?

    Aku sudah pasti pernah dong ke Borobudur. Kebangetan kalau orang Yogya belum pernah ke Borobudur. Terakhir kalau nggak salah tahun 2009. Tapi belum pernah melihat sunrise, soalnya males harus berangkat pagi-pagi banget πŸ˜€ . Memang cukup melelahkan mengelilingi candi. Tapi dulu kayaknya ada mobil/kereta mini yang berkeliling, jadi kita bisa tinggal duduk saja.

    Asyiknya, sepedaan di Borobudur …

  2. wihhh dulu pernah ke borobudur sama teman teman SMA waktu awal masuk kuliah. karna ama teman teman lama. jadi asikkk. disana foto2. trus megang patung yang ada di dalam tuh. ciahhh asik. nice pic mbak

  3. ceritanya kapan ini Eka?

    membaca judulnya kukira Eka liatnya dari Manohara, dan udah tau dari situ bisa liat matahari terbit
    kan pernah jawab di komennya Arman ya?

  4. Borobudur tentu yang paling baru waktu ke Kweni bersama Riku th 2009. Berduaan saja dgn Riku, tapi senang sekali. Berhubung mamanya takut ketinggian jadi cuma setengah saja naiknya. Dengan janji ajak papanya suatu waktu kembali lagi.

    EM

  5. aku ke Borobudur pasti pas matahari galak-galaknya…mana ngga bawa payung lagi. Tapi bangunang ini memang mengagumkan gimana ya orang bangunnnya dulu bayangin ngangkat batu-batu segede bagong, terus ngukir2 relief begitu bagusnya.

  6. hehehe….
    ini cerita lama ya?
    emang borobudur udah bersih dari abu merapi sekarang? aah… 2 bln lalu ke yogya, masih blm bisa lewat magelang utk ke borobudur gara2 banjir lahar dingin…

    gigit jari deh gue 😦

  7. iya, apakah borobudur sudah bersih dari merapi? btw mbak, kok bajune seksi ke borobudur? πŸ™‚ saya dulu pernah ke situ.. tahun 2001. πŸ™‚

  8. Terakhir mengunjungi Borobudur itu sebelum pindah ke Borobudur, Oktober 2008 silam. Waktu itu nungguin sunrise dari jam 4:30 WIB dan memang indah bener dan mahal bener karena mesti bayar berapaa gitu gw lupa πŸ™‚

  9. waahh,,, aku belom pernah keborobudur 😦
    kemaren ke jogja tapi gak sempet karena banyak urusan..
    mudah2an sempet deh ke jogja dan mampir keborobudur.. *pingin*

  10. Belom pernah dateng sepagi itu.. biasanya kalo ke Borobudur itu siangan.
    Banyak banget yang bisa dilakuin disana, yang jelas seharian tuh udah puas banget. apalagi malemnya nonton sendratari legenda borobudurnya. lengkap deh!.

    pernah nyobain gamelan juga. sama mampir ke museum kapalnya itu..

  11. Wah senangnya bisa menikmati suasana Borobudur di pagi hari ya, waktu kesana siang, so.., panase “ngenthak ngenthak” yang ada gosong karena lupa pake sunblock πŸ˜€

  12. Terakhir mengunjungi Borobudur beberapa tahun lalu, waktu lebaran. Tiga tahun lalu kalo nggak salah inget.

    Mengiri sama dirimu, Jeung, yang sempat jalan-jalan seharian. Saya seharian di jalan, soalnya kalo lebaran itu macetnya gilak, melebihi Jakarta di hari Senin. Jadi ya, gitu deh, acara liburan jadi nggak menyenangkan.

    Pengen juga naik sepeda. πŸ™‚

  13. Sejak menikah dengan orang Yogya, malah nggak pernah ke Borobudur.
    Baca postinganmu jadi ingin ke sana lagi sama anak-anak, tapi cape kali ya anak2 diajak keliling *halah*

  14. Aku datang ke Borobudur di hari yang salah. Ketika libur setelah Lebaran. Duuuhhh, ramenyaaaa, sesaknyaaa, malah gak bisa naik karena lautan manusia 😦
    Kedua malaikatku jadi rewel kaena kelelahan dan kepanasan 😦 Lain kali datang di saat sepi aaahhh πŸ˜€

  15. Kalau aku ke Borobudur malah jam 11 siang, kebayang panasnya kan tapi seru dan pasti akan kembali lagi untuk sunrise atau sunset.
    Terima kasih infonya

  16. Ka, aku pernah gedandapan ke Manohara itu bareng serombongan fotografer. Pas sampai di sana hanya yg VIP aka yg bayar lebih mahal boleh masuk lebih pagi. Karena mampunya beli tiket yg agak murahan jadi baru masuk jam 6-an. Dan untung banget, sunrise hari itu agak kesiangan, nyaris jam 7 hahaha tau gitu nggak berangkat jam 5 an dari Yogya. Jadi pengen ke Yogya lagi eui… kamu provowriter! :))

  17. Lain waktu cobain lihat sunrise dari bukit Punthuk Setumbu mbak. Dari ketinggian bukit (yg letaknnya di depan Pegunungan Menoreh) kita bakalan lihat Borobudur yang diselimuti lautan kabut dan mentari yang merayap naik dari balik Merapi. Buat saya lihat sunrise di Bukit Punthuk Setumbu jauh lebih keren dibanding liat sunrise dari atas Borobudur (soalnya pas liat sunrise di Borobudur lagi mendung, hikz…)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: