Manado Bukan Hanya Bunaken, ada Danau Linow Juga

Danau Linow 1Sore sudah merayap naik saat saya dan teman-teman menginjakkan kaki di Danau Linow. Danau yang katanya kece karena bisa berubah warna sampai tiga ini menjadi tujuan buat istirahat setelah puas jiwa di Bukit Doa dan puas raga (karena naik ribuan tangga :mrgreen: ) di Bukit Kasih. Cantik! Itu kata pertama yang saya gumamkan saat melihat danau yang tenang dengan semburat matahari senja mengintip dari kejauhan. Udara dingin langsung menyergap saat saya turun dari dalam mobil, membuat saya terpaksa menggosok-gosokkan tangan berharap udara hangat. Sambil mengumpat sedikit (tentunya di dalam hati) karena dinginnya lumayan menusuk tulang, saya bergegas ke kamar mandi. Anuh, kebelet pipis! 😛

Setelah urusan domestik kelar, saya pun segera menuju ke restoran yang ada di pinggir danau untuk bergabung dengan teman-teman. Saya lihat, Bisma sudah dicegat beberapa fans yang minta berfoto bersama 😀 Saya terkikik geli melihat repotnya Bisma menangani fans-nya, sambil sedikit iri… Kok nggak ada yang minta foto bareng saya? (halah, siapa lu, ka?!) Hahaha. Ngetrip bareng artis ini kayaknya akan saya bikin blog post tersendiri deh, soalnya kocak!

Danau Linow 2Anw, pas duduk di pinggir restoran, bau belerang lumayan merebak. Nggak sampai menusuk hidung sih, tapi cukup terasa saat menghirup udara. Konon kabarnya sumber belerang dan air panas yang ada di Danau Linow ini terhubung sama Gunung Lokon yang masih aktif.

Danau Linow 4

Danau Linow 6Danau Linow, saat bulan sudah mulai menyembul

Sambil menikmati secangkir coklat hangat, saya meresapi pemandangan Danau Linow ini. Tenang, teduh, dengan semilir hawa sejuk menerpa wajah. Duh, jadi pengen kelon! Eh, hahaha. :mrgreen: Hawanya emang cucok banget buat pacaran sih. Selain minuman hangat, saya juga ditemani sepiring pisang goreng yang dicocol pakai sambal. Serius! Di Manado pisang gorengnya dimakan pake sambal! Awalnya saya kaget juga sih, tapi ternyata enak lho! Ini mulut sampai nggak berhenti mengunyah. Hihihi.

Danau Linow 3Such a pretty place. Keanggunannya bikin hati kalem dan tenang. Udara sejuknya bikin suasana hati jadi segar. Seraya menyomot pisang goreng untuk yang ketiga kalinya, saya mengirimkan pesan ke suami. I wish you were here.

Selamat berakhir pekan, Sobat CE! Sudah kirim pesan mesra ke pasangan belum? 😛

More stories about Manado, read:

  1. Menyapa Manado
  2. Bukit Doa Tomohon: Wisata Religi di Manado
  3. Bukit Kasih Minahasa: Kita Torang Basodara!
Iklan

44 respons untuk ‘Manado Bukan Hanya Bunaken, ada Danau Linow Juga

Add yours

  1. Sinar bulan yang menerpa danau itu romantis banget Mbak… apalagi kalau sekelilingnya sudah gelap mutlak dan hanya cahaya bulan yang ada di sana, duh! Terasa magis sekali pasti pantulannya yang bergoyang di air. Bagus Mbak danaunya. Jadi pengen ke sana deh kalau main ke Manado lagi :)).
    Kuliner pisang dari Sulawesi Utara sampai Maluku Utara rada mirip ya. Di Ternate dulu juga saya disuguhi pisang goreng dengan sambal. Rasanya unik!

    1. Hihihi, iyaaa… Makanya aku jadi pengen kelon ama suamiku. Eh :p
      Btw pisang di Manado itu keknya beda deh ama yang di Jakarta. Rasanya tawar jadi dicocol sambal langsung nikmat. Kalo pisangnya manis mungkin rasanya jadi aneh.
      Aku belom pernah ke Maluku. Doakan tahun depan yaaaa ^_^

  2. Pengalaman yang menarik di Danau Linow ya Mbak, apakah benar penulisannya menggunakan huruf “w” di belakangnya? 😀
    Kalau saya boro-boro ke Bunaken atau Linow, menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi saja belum pernah 😦

    1. Ini pisangnya agak beda sih. Pisangnya rada tawar dan seret jadi emang pas makan pake sambel terasa lebih nikmat. Kalo pisangnya manis ya mungkin aneh juga sih kalo dimakan pake sambel 😛

  3. Ke Bunakennya saja belum kak Eka,,, apalagi ke Danau Linownya. Tapi kayaknya bisa sekalian jalan dink, habis nyebur makan pinggir danau,,,, btw, kopi dan makanannya enak sepertinya tuh 🙂

  4. Warna airnya bener-bener bagus ya, Ka. Jadi ini masih dekat dengan gunung Lokon yang masih aktif itu ya?

    Ngebayangin manis-manis pisang goreng dicocol dengan sambel, hmmmm…. gimana Ka? hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: