Letakkan Dulu Kesibukan

Trust your own instinct. The only one who wouldn’t lie to you is your heart.
Saya ingin menangkap awan. Merasakan gumpal putih itu teronggok di  telapak mungil tangan saya yang pucat dengan gurat-gurat cokelat yang kata orang adalah garis nasib. (Walau hingga sekarang saya tidak percaya bahwa nasib ditentukan oleh garis tangan saja, disana ada doa, usaha dan hak preoregatif Tuhan – eh, kalo dipikir-pikir, doa dan usaha kan masih menggunakan tangan juga ya :mrgreen: hahaha). Saya ingin menjaring hujan, merengkuh, dan meletakkannya di tempat orang lain tidak tau. Merasakan energi yang mengalir dari setiap tetes bening air itu. Setiap orang menghantarkan energinya sendiri-sendiri termasuk hujan. Panggil saya gila, sebut saya edan, tapi alam dengan caranya sendiri sering mengajak manusia bicara lho. Bener deh.
Coba saja berhenti sejenak, letakkan dulu itu kesibukan, taruh sebentar itu ketergesa-gesaan. Mari nikmati hidup, nikmati alam. Ini akhir tahun kawan ^_^. Jangan mau tergerus oleh kehidupan atau kesia-siaan. Saya tersenyum mendengar suara burung yang berkicau di dahan cemara dari halaman depan. Hati saya teduh saat telinga ini disapa suara gesekan daun pisang yang tertiup angin dari halaman belakang. Dengar dan rasakan. 🙂 Energi positifnya luar biasa. Karenanya saya menyukai alam, menyukai plesiran kemana-mana. Sebab, energi yang dipancarkan oleh alam selalu jujur. Tidak seperti manusia, alam itu apa adanya, tidak pernah palsu atau terbungkus kata-kata manis yang melenakan.
Pernah satu masa, ada seorang perempuan datang menawarkan persahabatan, chatting setiap hari, menelepon beberapa kali, mengajak bertemu sesekali.  Nampaknya baik. Tapi ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan setiap kali berdekatan dengannya. Entahlah, Ada getar tersembunyi yang alam sampaikan, rasa-rasanya ia mendekati untuk mencari-cari kelemahan saya. Inner energy seseorang tidak dapat berbohong. Getarnya menguar, tidak dapat ditutupi oleh senyum, hadiah, atau apa pun juga. Saya memilih bersikap hati-hati serta menjauh karena dapat merasakan ketidaktulusannya. Dan waktu membuktikan, ternyata intuisi saya benar :). Pernahkah kamu memiliki pengalaman yang sama dengan saya?
Deceit: don’t let the pretty fool you, the torns will wound you
Manusia memiliki vibra energi masing-masing. Dilepaskan ke udara dan energi-energi tersebut akan bertumbuk di angkasa, menciptakan suatu kumparan kekuatan yang tak dapat dilihat namun dapat dirasa. Insting, intuisi, kata hati yang biasanya akan memberikan rambu-rambu. Sebaiknya begini, sebaiknya begitu.  Kamu juga punya, latih saja dan ketika sudah peka, your intuition will save you from unnecessary problem. Hidup ini bagaikan sebuah buku, apa yang kita lakukan tertulis jelas di dalamnya. Tinggal sehari lagi dan kita akan membuka lembaran baru dimana setiap halamannya masih kosong. Minjem kata-katanya Edith Pierce, The book is called “Opportunity” and its first chapter is New Year’s Day.
Fate knows where you are going but it is up to you how to drive there ^_^
Setiap orang menghantarkan energinya sendiri-sendiri. SETIAP ORANG. Energi apakah yang ingin kau sampaikan kepada semesta? Energi positif? Negatif? Apa yang ingin kau tuliskan di dalam buku baru 2012? Kisah indah atau bukan? Engkau sendiri yang menentukannya. Ingat saja, apa yang ditabur, itu pula yang nantinya akan dituai.

SELAMAT TAHUN BARU, Kawan. Stay Positive, Stay Energetic ^_^

Sumber foto dari sini dan sini
Iklan

48 respons untuk ‘Letakkan Dulu Kesibukan

Add yours

  1. Panggil saya gila, sebut saya edan, tapi alam dengan caranya sendiri sering mengajak manusia bicara lho. Bener deh.

    Ramai sufi dan filsuf pun sastrawan memang macam orang gila. Mereka bicara dengan pohon. Bicara dengan angin. Bicara dengan gunung. Bicara dengan lembah. Bahkan, dalam film kolosal Tjoet Nja’ Dhien, ada sosok Penyair (diperankan oleh Ibrahim Kadir, seniman penyair dari Gayo, Aceh Tengah), yang juga peka dengan alam. Dia bicara, dia menari. Dia bersyair. Di bawah matahari. Membangkitkan semangat orang bahwa kompeni, dan segala penjajahan di bumi, bukan apa-apa. Karena masih ada angin. Masih ada burung. Masih ada gunung.

    Orang-orang gila seperti ini, seperti kau dan sepertiku, adalah orang yang diberkahi Tuhan. Bukankah setiap orang yang peka dengan alam dan dengan nasib kehidupan, adalah sedikit-banyak memiliki belas-kasih seperti Gautama dan Isa Kristus? Mereka juga dianggap gila di zamannya, karena bicara dengan diri sendiri. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Alam yang jadi suram. Tiap tetesan air yang jatuh. Apapun yang diberikan alam di raga mereka.

    Kita adalah orang-orang yang beruntung ketika mampu bicara dengan alam. Bahkan meski tanpa suara. Meski tanpa kata-kata. Tak adalah pembicaraan paling tahu diri, paling jujur, selain pembicaraan dalam hati kita sendiri.

    Selamat tahun baru, Eka!

    1. Komentarmu ini sendiri bisa jadi postingan bang! 😀

      Kita beruntung ya bang? 🙂
      Yes, I do agree. AKu pernah berada di masa2 intuisiku tumpul (karena satu dan lain hal)
      Itu kayak jalan dalam lorong gelap 😀 nabrak2 melulu dan sakit karena terbentur..

      Berdamai dengan diri sendiri, mendengarkan intuisi dan rasanya menyenangkan

  2. Saya tidak punya insting, intuisi, dan macam2 hal seperti itu. Cuma punya kalkulasi, dan malaikat penjaga yang kadang2 suka ngingetin kalo ada yang gak beres. Saya juga tak suka energi alam. Maen PS atau karaoke dengan kawan2 memberi energi yang lebih besar dari kicauan burung atau gesekan daun pisang. *dibunuh* :mrgreen:

    Selamat melewati pergantian tahun, semoga lembaran baru 2012 akan berisi kisah yang lebih indah. 😉

    1. Itu sih bukan memberi energi, tapi membuang energi yang sudah meluap-luap. Hehehe. Terkadang bagus juga. Daripada uring-uringan terus nyanyi di kamar mandi, memang lebih baik karaoke. YBS saja kalau udah uring-uringan karena curhatnya tak didengar, juga karaoke. Sampai bikin album lagi. Kau tak bikin album kayak presiden satu itu?

      *kabur*

      1. LOL :))
        Janganlah Jensen dikompori bikin album bang nanti disuruh dtg kita ke launchingnya di Papua sana
        Macam mana akomodasi kita?
        Ah itu bisa dicari sponsor, tapi kalau aku sampai papua lantas disuruh maen PS matilah awak 😀

        1. Kalau dia benar bikin album, rela kujual kerbauku satu ekor untuk ongkos pesawat ke sana. Kapan lagi kutengok dia bikin album. Papua sudah lama kehilangan musisi selegenda Black Brothers. 😆 😆 😆

  3. Trust your own instinct. The only one who wouldn’t lie to you is your heart.

    Suka banget dengan ungkapan di atas, walaupun gak sepenuhnya berlaku untuk hati yg lemah seperti hatiku, halah malah curcol 😛

    Very nicely put, mbak. Happy new year!

  4. orang-orang lebih suka rosa daripada prosa.. #OOT :))))
    udah lama juga ga nulis prosa semenjak blog lama tak hapus.. 😀

    nganu bang, happy new year yaaa…semoga makin nge-hits dimana saja kita berada.. 😀

  5. Selamat tahun baru Eka, semoga banyak energi positif terpancar ke udara sehingga semakin banyak yang bisa kita tangkap. Terimakasih atas DM mu, aku belum apa-apa hanya kadang ingin bercerita.
    God bless u, dear :’)

  6. kalau saya sedang suntuk dan stress, pelampiasannya saya suka lari ke bukit di sebelah selatan desa dimana saya tinggal. waktu yang paling afdol menurut saya biasanya adalah jam 5 sampai habis maghrib

    pernah suatu kali saya sakit agak lama. berobat kemana mana ngga kunjung sembuh. saya mulai membaik setelah saya nekad menyendiri beberapa jam di bukit itu

    eeeh, komen nya ngga nyambung dan malah curhat sama kak eka 😀

  7. Selamat tahun baru mbak.. hihihi.. telat banget yak..

    Ini aku juga nulis sambil buka lebar2 pintu kamar yang ngarah ke kebun belakang rumah.. Banyak bunyi2annya.. suka deh.. ada burung, ayam, bebek yang membuat damai banget yak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: