Hari Ulang Tahun Perkawinan

Engkau tadi berpesan agar aku tidak memasak makan malam. “Mari kita pergi makan ke suatu tempat yang kamu suka, suatu tempat yang mengharuskanmu menggunakan alat makan yang tidak kamu kuasai namun selalu menawan hati dengan balutan-balutan sushi,” begitu katamu.
Jadi malam ini kita akan keluar? Mataku berbinar. Aku terkekeh mengingat bagaimana biasanya kita mengisi malam. Bagaimana kita saling lempar tugas akan siapa yang mencuci piring atau berselisih film apa yang akan ditonton menjelang tidur nanti.
Our Wedding Ring. One would stands alone but two would be a love sinergy.
Ya, ya kita memang pasangan yang aneh, paling tidak itu kata beberapa temanmu –temanku juga sih-. Kamu, tenang bagai kolam yang tidak terusik. Bahkan buto cakil di depan mata pun tidak akan menghilangkan teduh di wajahmu. Tapi aku? Riuh bagai petasan cabe rawit, usik sedikit maka ributnya tidak akan hilang dalam hitungan detik. Kamu bicara tentang mobil, Bass, Alkitab atau bagaimana pentingnya mengisi hidup dengan kebaikan. Sebaliknya aku, aku bercerita tentang sepatu, tentang film atau buku terbaru, tentang  tetangga yang dari pagi hingga malam hanya menyetel keong racun atau bahkan kekesalan akan teman yang kelakuannya tidak cocok dihati. Kita berdua begitu berbeda!
Kamu lembut dan pengertian. Panjang sabar serta selalu bertindak hati-hati. Aku? Aku genit dan ceriwis. Panjang kaki dan seringkali tergesa-gesa. Tapi kita berpadu bukan? Kita bagai Yin dan Yang – saling bertentangan namun sesungguhnya menetralkan. Coba bayangkan jika aku juga pendiam sepertimu, mungkin rumah kita akan lebih hening dari perpustakaan, atau parahnya, lebih sepi dari kuburan! Kamu tidak mau kan para penunggu pohon kamboja itu ramai-ramai migrasi ke rumah kita? :mrgreen:. Mungkin kita bertentangan tapi tidak berseberangan, kita selalu berusaha mencari keseimbangan diantara perbedaan yang ada.
Selamat Hari Ulang Tahun Perkawinan ^_^
Selamat Hari Ulang Tahun Perkawinan Suamiku Sayang ^_^ Kita tidak sempurna tapi kita belajar saling mengasihi dengan cinta yang terus diusahakan. Jika Tuhan ijinkan, sampai kita tua nanti ya sayang. Sampai tidak ada lagi gigi yang dapat mengunyah sate kambing kesukaanmu, sampai memutih rambut ini atau bahkan keriput tangan kita. Sampai kita berdua tertidur dengan kerut merut di wajah dan engkau mengecup pipiku mengucapkan selamat tidur (seperti biasanya). Sampai porselin-porselin hadiah pernikahan itu lenyap tersenggol anak-anak kita nanti, sampai kursi tamu motif loreng itu pudar warnanya, sampai kita saling menatap satu sama lain dengan mata yang mungkin sedikit rabun dan berkata bahwa kita memiliki satu sama lain. Jika Tuhan ijinkan… Sampai waktunya nanti… Selalu, aku sayang kamu.
Iklan

64 respons untuk ‘Hari Ulang Tahun Perkawinan

Add yours

  1. Haiiii, ternyata kita beda setahun 😀

    Eh, eh, kamu masih inget nggak waktu di Black Canyon – Citos waktu itu, kita saling ngeliat cincin perkawinan kita yang sama persis model dan bentuknya. Dan dengan konyolnya kita sama-sama liat dalemnya terukirnya nama siapa 😆

    Happy wedding anniversary ya, jeng… Semoga langgeng, dan tercapai apa yang dicita-citakan dalam hidup berkeluarga ya.. *hugs*

  2. So sweet! Saya tidak yakin bisa menulis surat seromantis itu
    ahhhh Eka, bikin saya iri … 😀

    selamat ulang tahun perkawinan ya … semoga langgeng selamanya, aamiin!

  3. Happy Anniversary Mbak Eka sayang…
    semoga segala kebaikan selalu untuk dirimu dan Mas Adrian….

    sampein salam dan ucapan selamatku juga buat mas adrian ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: