Tulang Belulang

In Memoriam of Blacky and Haggy.
Malam itu kita duduk meriung di meja makan dengan sepiring nasi hangat dan beberapa potong ayam tersaji diatasnya. Samar-samar mengalun lagu-lagu komposisi Bob James menghangatkan suasana namun tetap tak cukup untuk memecahkan bisu yang telah berkembang.
Bukan, bukan karena kita bersitegang. Bukan pula karena piring porselin putih hadiah pernikahan dari ibumu yang tanpa sengaja aku buat sompal di ujungnya telah menghadirkan senyap di ruangan ini. Bukan juga karena Ayam saus barbeque yang memerlukan waktu 30 menit untuk memanggangnya menyisakan bau asap di rambut dan mengharuskanku mencuci bersih-bersih hingga dua kali bilas helai demi helai rambut panjangku. Bukan, bukan mereka yang telah mencuri kata-kata di antara kita saat ini.
Tapi kita berdua dirambati sedih yang melirih. Kemanakah tulang belulang sisa ayam ini akan dienyahkan? Kamu kan yang bilang tulang belulang Β ini seharusnya untuk Haggy atau Blacky anjing kita yang hilang dicuri orang itu? Dan kita berdua tau bahwa kalimat itu membangkitkan kenangan akanΒ  cerianya anjing-anjing peliharaan kita itu.

Ketika rindu adalah untaian kata tanpa mampu memeluk lagi.

Anjing. Mungkin bagi segelintir orang itu adalah umpatan yang pas untuk suatu kemarahan atau luapan perasaan tatkala melihat sesuatu yang lucu. Tapi bagiku? Kamu kan yang bilang bahwa seekor anjing adalah sahabat bagi pemiliknya? Dan kamu benar, para anjing yang dulu telah mewarnai hari-hariku bukan sekedar peliharaan saja namun mereka memang telah jadi sahabat!
Malam kian dingin. Aku memilih bersikap positif walau bisa saja menuruti kata hati untuk mengomel sejadi-jadinya. Jadi diberkatilah kalian wahai manusia yang mencuri anjingku. Kalian bukan sekedar mencuri seekor binatang peliharaan namun juga telah mengambil sekerat hati yang dulu meriah dengan persahabatan. Meninggalkanku dengan tetes-tetes air mata yang tak kering hingga seminggu lamanya. Walau begitu, kalian jugalah yang mengajariku untuk tidak terlalu terpikat akan apa yang fana. Bukankah kita hanya mampir bernafas saja di dunia ini? Tidak seharusnya terikat atau terpikat sesuatu yang sesungguhnya hanya pinjaman saja?
#catatan pribadi di ujung malam

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Pos ini dipublikasikan di abrakadabra, REFLECTION dan tag , , , , , . Tandai permalink.

49 Balasan ke Tulang Belulang

  1. pinkparis berkata:

    hiks, i can feel you. gak kebayang gmana rasanya klo Bella ilang 😦

  2. devieriana berkata:

    Kemarin baca status BBMnya si Ocha kalo anjingnya sakit, eh sekarang gantian anjingmu ilang 😦
    Semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan, yang hilang segera ditemukan ya..
    Atau semoga ada anjing pengganti yang tak kalah baik dengan sebelumnya πŸ™‚
    *hugs Eka*

  3. niQue berkata:

    hiks … jadi inget pernah nangis sebulan sambil menciumi baju keponakan yang sudah diurus sejak bayi, terus tiba2 harus tinggal sama orang tuanya … sakiiiiiiiiit sekali rasanya, dan cuma terasa lega jika sudah menangis …
    aku maklum kok klo km menangis seminggu …
    semoga Haggy baik2 saja, dan yang mencuri bukan karena ingin memotongnya huhuhuhu

    *daerah sini juga rawan sama hewan peliharaan, pasti ilang dan biasanya ygitu deh mrk potong dan makan hiks*

  4. cK berkata:

    haduh, aku juga pernah kehilangan peliharan waktu kecil. 😦

    semoga nanti ada anjing-anjing lucu lainnya yang meramaikan rumah mbak eka πŸ™‚

  5. DV berkata:

    Aku pernah ikut retret yang sangat menarik. Di situ pastor bilang, kunci hidup yang baik adalah hindari kemelekatan tapi ini memang sangat susah.

    Kapan anjingmu hilang? Turut berduka.. aku pecinta anjing, aku belum dan tidak ingin merasakan hal yang kamu rasakan… tapi sedikit banyak aku bisa membayangkannya…

  6. edratna berkata:

    Wahh sedihnya kalau punya hewan piaraan yang sudah disayangi hilang….
    Di satu sisi, semua ini hanya dunia fana..bahkan kitapun bisa menghilang dari dunia ini tanpa bisa membantah.
    Benar kata DV, walau prakteknya tak semudah yang dikatakan.

  7. Kathykeket berkata:

    aduhhh kapan hilangnya… hiks.:( seringkali binatang peliharaan itu wlupun sisi ke”hewan”annya ada tetap saja ada sisi “Human” yg muncul krna kita jga memberi mereka sisi itu dgn interaksi sehari2… mrka bisa merasakan warna hitam dan putih hati kita dgn persepsi mereka sendiri… anyhow kurang ajar bener yg nyuri anjing lo… awas kalo ketemu gw iket tuch orang pakai rantai hahahaha…. mdh2an doggy mu gpp ya *ketok2 meja spy ga jadi santapan….. Be Strong finds others Pets…

  8. Supernopha berkata:

    Aaaa mewek bacanya πŸ˜₯
    aku juga pernah ngerasain kayak gini. Antara sedih dan pengen ngamuk tapi gak tau mau ngamuk ke siapa. Moga segera dapat anjing baru yang gak kalah baik sama yang kemarin. *pelukpeluk Mbak Eka*

  9. niee berkata:

    Wah, pasti sedih banget emang klo peliharaan sampe hilang gt. Yg tabah aja ya mbak, mudah2an disana mereka tetep sehat dan dirawat dengan baik..

  10. Hanif Mahaldi berkata:

    ah, jadi ingat kalau punya kesayangan, jadi serasa gak pengen lagi pisah, yah, yang berlalu pasti ada gantinya, *susah berjiwa besar

  11. indobrad berkata:

    turut berduka. sekarang tinggal berapa anjingmu?!

  12. cowonarsis berkata:

    yang sabar ya sob…semoga suatu saat kamu diberi pengganti yang bisa mengisi hari – hari ceria mu lagi….cheer up πŸ™‚

  13. sulunglahitani berkata:

    ngerasain banget gimana rasanya kehilangan hewan peliharaan. Gua juga waktu kelinci gua mati beberapa hari jadi orang yang demen bengong. 😦
    Semoga diberi gantinya y, Mbak πŸ™‚

  14. emfajar berkata:

    sedih rasanya kalo kehilangan binatang peliharaan mereka udah kayak teman bagi kita, dulu aku juga pernah mengalami waktu kecil kehilangan kucing..

    semoga mendapat gantinya ya mbak πŸ™‚

  15. iiNgreeN berkata:

    iya mba setuju, kita tidak seharusnya terikat atau terpikat sesuatu yang sesungguhnya hanya pinjaman saja..^ sabar mba Eka, smoga dpt penggantinya..

  16. pagibening berkata:

    Ternyata V sering baca blognya mbak. Alhamdulillah ketemu sama orangnya meskipun tadinya gak nyadar ternyata mbak yang punya blog ini.

    Salam kenal yah mbak, makasih sudah datang ke MJ. Senang sekali bisa kenalan πŸ™‚

  17. pagibening berkata:

    Bicara hewan peliharaan. Tadi siang sebelum A Achoey berangkat ke radio. Kita nemu anak kucing 4 dibawah tempat tidur. Pengen dipelihara tapi katanya gak boleh coz bahaya buat ibu hamil.

  18. dela berkata:

    sampai sekarang aku juga nggak bisa terima orang yang udah mencuri anak-anak kucingku. Tiga ekor, yang dua ekor berbulu putih belang kuning, yang satu berbulu hitam dengan mata hijau tua. Bulu ekornya mengembang tebal karena mereka adalah hasil persilangan antara kucing kampung dengan kucing Angora. Sedih rasanya, biasanya mereka bertiga biasa menemaniku menonton TV (iyaa.. kittens itu suka sekali ikut menonton TV), tapi sekarang tak ada lagi. *elapairmata* *bersenderkedadaDudeHerlino*

  19. tuyi berkata:

    Halo ito, apa kabar….hihihihi

  20. achoey berkata:

    Mbak, anjing itu memang menurut teman2 saya hewan yang sangat setia terhadap pemeliharanya. Sama seperti halnya kucing. Cuma kalau anjing bisa lebih tangguh menjaga pemeliharanya. Selalu ada kenangan dari kebersamaan yg terpisahkan.

  21. jensen99 berkata:

    Bokap masih pengen pelihara anjing lagi tapi saya gak setuju. Takut gak keurus dan nanti bentrok dengan hobi nyokap yang bertanam macam-macam sekeliling rumah. 😐

  22. sibair berkata:

    sabar ya mbak eka.. nanti klo ketemu malingnya tak kasih duit biar dia bisa beli anjing dendiri πŸ˜€

  23. kimciti berkata:

    Anda benar, relakan saja anjing Anda, memang sangat berat untuk melepaskan sesuatu yang kita sayangi, namun perlahan-lahan Anda pasti mampu melupakannya, tetap semangat!!

  24. Ely berkata:

    Di Jerman, org bilang anjing adalah sahabat yg paling setia , btw, apa kabarnya Eka ? blognya tambah cantik saja, maaf aku dah lama ndak bertamu ke sini

  25. chocoVanilla berkata:

    Ratusan tahun lalu, aku dan adikku pernah menguburkan Bison, anjing kecil peliharaan kami diiringi air mata. Hiks…hiks… soalnya Bison itu lucuuuuuu banget. Meninggal karena kalah berkelahi dengan anjing tetangga memperebutkan betina cantik.

    Kalo anjing hilang? sudah 3-4 x kami kehilangan karena entah dicuri entah tersesat.
    Anjing memang binatang setia. Nonton Hachiko, Sis? Nangis aku dibuatnya πŸ™‚

  26. Riris E berkata:

    dalem πŸ™‚

    suka dengan ungkapan :
    Kalian bukan sekedar mencuri seekor binatang peliharaan namun juga telah mengambil sekerat hati yang dulu meriah dengan persahabatan.

    Pernah aku kesal dengan seseorang yang tanpa sengaja menjatuhkan benda kenangan. Bagiku, asalkan dia minta maaf saja cukup. Dia malah dengan pongah berkata,”Berapa harganya, nanti aku ganti!”

    Lembut aku menjawab,”Kamu bisa mengganti barangnya, tapi tidak dengan kenangannya!”

    yaah..jadi curhat πŸ™‚

  27. Nazieb berkata:

    Semoga bisa dapat anjing yang baru, mbakyu..
    Meski kenangan tak dapat tergantikan tapi sahabat baru dapat menjadi pelipur lara sekaligus mengobati kerinduan..

    Aku pengen melihara anjing, tapi terbentur masalah budaya dan tingkat kemalasan akut 😐

  28. Baju Tanah Abang berkata:

    terimakasih atas postingannya..salam kenal..

  29. Asop berkata:

    Anjing…? Memang pantas dijadikan umpatan, entah kenapa. πŸ˜€

  30. Printing berkata:

    sabar yach nanti juga ada yang lain lagi,,, πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s