FORD Driving Skills For Live

Sabtu 31 Oktober 2009 lalu saya mengikuti Training Driving Skills For Life (DSFL) yang diadakan oleh Ford di Lapangan Multi Fungsi Polri-Cikeas. Lho bukannya udah ikut trainingnya di Pesta Blogger kemarin Ka? Koq ikut lagi? Oh iya itu betul saya sudah ikut trainingnya. Tapi yang membedakan training di Cikeas ini ini selain teori juga ada praktek nyata  bagaimana agar aman dan nyaman berkendara di jalan milik kita bersama. Penasaran kan? Saya saja penasaran, makanya datang jauh-jauh deh ke Cikeas :). Kayak apa sih acaranya? Trainingnya sendiri bisa dibilang TOP banget dengan panitia dan pengajar yang sangat profesional. Acara dibuka dengan presentasi DSFL (seperti yang ada di Pesta Blogger kemarin) pada pukul 9.00 – 12.00. Training berlangsung sangat interaktif,  banyak tanya jawab karena peserta  bertanya secara aktif dan diladeni oleh Bapak Bintarto (instruktur) dengan sangat sabar.

Suasana Presentasi DSFL

Setelah coach training, kami dijamu makan siang yang lezat, susananya begitu cair. Semua membaur satu dengan yang lainnya., padahal kami gak saling kenal lho. Sesudah makan siang,  maka acara yang ditunggu-tunggu yaitu putting the theory into practice diadakan. Duh gak sabar deh! Disediakan lima mobil oleh Ford, catat: semuanya mobil baru! Saya cek plat nomornya, itu mobil keluaran September 2009. Eidaaan!! Ford modal and niat banget!

Mobil yang akan digunakan untuk test-drive
5 mobil Ford untuk driving practice dan 1 untuk parking practice

Prakteknya dibagi menjadi:

# Slow Speed Slalom

Disini, kita diajari untuk kelak-kelok mobil seperti waktu mau ambil SIM itu kalau ambil SIMnya gak nembak lho :P. Saya baru mengerti mengenai pilar A, B, dan C dalam berkendara. Pilar A itu ban depan, Pilar B adalah bagian tengah mobil dan Pilar C adalah ban belakang.  Dengan memahami pilar-pilar dalam berkendara ini, apapun mobilnya, ukurannya, maka kita bisa mengendara dengan baik. Disinilah kita bisa mempraktekkan tips berkendara #2. Hayooo, masih ingat gak apa itu? Yep! Mengecek kaca spion. Kita bisa berkelok-kelok tanpa menyenggol cone yang ada, cukup lirik kaca spion kiri, kanan, juga rear mirror yang ada. Pada sesi ini saya mendapat kesempatan mengendarai Ford Focus Hatchback. Yihaaa! Mobil sport yang keren 🙂

Photobucket
Tuh lihat, mesti mengendarai mobil, belok-belok diantara cone yang sempit itu!

# Pengereman Mendadak Tanpa Sistem ABS

ABS adalah kepanjangan Anti-Skid Breaking System, mobil-mobil canggih biasanya dilengkapi dengan perangkat ini. Namun, kali ini saya diperlihatkan mengalami sendiri bagaimana bahayanya jika mengerem tanpa sistem ABS.  Menurut saya sekarang ini saya akan mempraktekkan tips #1 & #5 mengenai sabuk pengaman juga menjaga jarak aman. Kebagian Ford Mount Everest yang agak tinggi dan manual, mobil dipacu dengan kecepatan 60km/jam, lalu melintas diatas aspal yang sebelumnya telah dilumuri air sabun sebagian. Tebak apa yang terjadi? Tentu saja ban mobil jadi agak slip, dan pada saat slip itu saya diminta untuk menginjak rem dalam-dalam. OH MY GOD! Dengan memanggil nama Tuhan Pencipta Langit dan Bumi saya rem lah itu mobil, dan mobil berputar hampir 180 derajat! Gila! Saya pikir akan terbalik. Nah, dari situ bisa dibayangkan, jika kita ngebut-ngebut di jalan raya lalu tiba-tiba harus menginjak rem, bagaimana? Itu aja baru lari 60km/jam, kalau lebih dari itu gimana? Kemungkinan pertama, mobil terjungkal, kedua mobil berputar setelah menabrak apa yang ada didepan kita. Itu baru latihan saja bung! Gak ada apa-apa yang menghalangi jalan kecuali cone. Misalnya nih ada mobil lain atau manusia didepan kita, apa gak gepeng tuh orang kelindes? Makanya, mulai sekarang saya sudah tobat dari ngebut. Gak lagi-lagi deh! Kamu juga kan?

FORD Everest
Ford Everest. Hei dilarang ngiri ya 😛

# Pengereman Mendadak dengan Sistem ABS

Mobil dipacu dengan kecepatan lebih tinggi, karena untuk yang ini saya mengendarai Ford Focus yang sedan, maka mobil diperbolehkan dipacu hingga 80km/jam. Metodenya sama seperti pengereman mendadak sebelumnya namun kali ini ABS (Anti-skids Breaking Systemnya) sudah diaktifkan. Apa yang terjadi? Ketika direm mobil tidak berputar namun langsung berhenti! KEREN! Ah, bukan maksud beriklan ya, tapi setelah menjajal mobil-mobil Ford tersebut, sepertinya saya akan beralih ke merk ini sebagai mobil idaman deh! 😛

# High Speed Slalom

Hampir sama dengan slow speed slalom, namun kali ini dilakukan dalam kecepatan tinggi lalu diujung jalan ada semacam lampu. Jika menyala hijau saya harus ke kiri, jika lampu menyala kuning harus ke kanan. Dengan kecepatan tinggi harus menentukan ke arah mana mobil mau dibawa? OMG! Butuh konsentrasi tinggi. Beuh! Deg-degan banget. Berasa jadi pembalap. Tapi lagi-lagi saya sadar, bahwa ngebut itu bahaya! Silahkan, boleh teman-teman cubitin saya, masa gara-gara ini baru sadar? Ya begitulah… Namun tetap saya merasa beruntung karena walaupun telat namun kesadaran itu akhirnya muncul juga :). Melalui High Speed Slalom Practice ini saya sadar bahwa gangguan berkendara harus diminimalkan kalau bisa dihilangkan karena mengemudi itu butuh konsentrasi tinggi! Tips #4 pun dipraktekkan.

Mantap bukan? Dari praktek tersebut, tekad saya makin bulat untuk mengubah perilaku berkendara. Bukan apa-apa, saya ngeri sekali jika ketika saya ngebut, tidak mampu menguasai kendaraan ada yang menjadi korban. Jikalau kecelakaan tersebut terjadi karena kelalain kita yang sebenarnya masih bisa kita minimalkan, maka korban kecelakaan tersebut bukan terbunuh tapi dibunuh! Mau jadi pembunuh? Jika tidak, mari kita mengemudi dengan bertanggung jawab terhadap sesama. Jadikan jalan raya sebagai tempat yang aman & nyaman bagi semua pengemudi. Ingat! Jalanan bukan milik nenek moyang kita, tapi milik bersama bos!

Selain mendapatkan pencerahan akan cara berkendara yang baik, training di Cikeas tersebut memberikan saya pandangan yang baru terhadap Ford. Produsen mobil ini telah mencuri hati saya. Ford benar-benar menseriusi program CSR ini, dibuktikan  juga dengan kehadiran Presdir PT. Ford Motor Indonesia; Mr. William Angove pada training DSFL tersebut. Beliau menyatakan harapannya bahwa dengan adanya program CSR ini maka tingkat kecelakaan dapat berkurang. Oh ya, ada bocoran dikit lhooo, tahun depan Ford akan meluncurkan city-car nya yang diberi nama FORD FIESTA. Aiiih gak sabar deh pengen tahu kayak apa 🙂

Eka & Mr. William Angove, Presdir PT. Ford Indonesia
Me & Mr. William Angove, Presdir PT. Ford Motor Indonesia

Sehari penuh saya dan suami mengikuti acara pelatihan ini, dan ada beberapa catatan penting yang saya buat mengenai hal ini:

  1. Acara dikemas dengan menarik dan tidak membosankan. Bayangkan saja dari jam 9 pagi sampai jam 5.30 sore! Kalau ngebosenin ya pasti saya kabur. Salut untuk panitianya!

  2. Ford menyelenggarakan ini dengan profesional. Kenapa saya bilang prof? Sebagai acara yang tidak dipungut biaya alias gratis, mereka benar-benar teroganisir. Saya lupa untuk mengonfirmasi kehadiran saya di acara ini, eeeh mereka telpon menanyakan kehadiran saya lho. Booow, ini acara gratis alias mereka kan gak dapat untung tapi ternyata Ford benar-benar serius! Kebetulan saya datang dengan kendaraan sendiri, nah buat mereka yang tidak ada kendaraan, Ford menyediakan bis untuk berangkat bareng lho. TOP kan servicenya?

  3. Sebagai acara Customer Responsibility Program (CSR) acara ini murni CSR bukan promosi terselubung. Sepanjang acara tidak ada brosur mobil Ford yang dibagikan, tidak ada salesman atau salesgirl dengan rok mini yang berkeliaran. Wah, saya salut sekali. I’m impressed! Terus terang saya baru tahu produsen mobil yang mau serius  berinvestasi jangka panjang dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya berkendara secara aman, yaitu Ford.

  4. Safety dari training ini sangat diperhatikan. Pada saat praktek, semua peserta didampingi oleh instruktur yang berpengalaman. Bahkan disediakan ambulans di lapangan praktek (untungnya raungan sirene ambulan itu tidak terdengar pada latihan tersebut yang berarti kami semua selamat:)) Tapi itu bukti bahwa Ford sudah mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang mungkin timbul.

Apakah hanya sampai disitu saja? Oh tidak, selepas acara setiap peserta mendapatkan piagam penghargaan atas partisipasinya dalam training ini.

Berpose dengan Bpk. Bintarto, Instruktur handal
Pose dulu dunk sama Instrukturnya! Duh saya angkat 4 jempol untuk keahlian beliau menyetir 🙂
Semua Peserta
Semua peserta Training. Sssst, cuma ada 2 perempuan dari lebih 30 laki-laki situ 😀

Melalui Training DSFL ini, Ford telah membuktikan keseriusannya dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara. Tidak hanya teori saja namun sekaligus prakteknya! Terima kasih telah memberikan saya pengalaman yang sangat bermanfaat dear Ford! Semoga training ini dapat menjangkau lebih banyak orang dari segala lapisan masyarakat sehingga misi dari Ford DSFL yaitu menjadikan jalan milik kita bersama sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk berkendara dapat tercapai.

Safe Drive Saves Lives

Eka Situmorang-Sir

Iklan

38 respons untuk ‘FORD Driving Skills For Live

Add yours

  1. Ho ho ho…
    Kabooot!! Beneran tobat nih dari cara nyetir ugal2an?
    bener kak?
    Ah kalo beneran tobat, sembah sujud deh sama Fordnya hahaha
    Enak banget bisa cobain macem2 mobil! Tiur juga mauuuu, koq gak ajak-ajak siiiiih?
    .-= Tiure´s last blog ..Berkat Melimpah =-.

  2. Hebat juga tuh mobil… Di rem mendadak, pada kecepatan 90km/jam..tapi tidak selip n jungkir balik… Pantas aja kalo Mbak Eka jadi pingin….hehe
    Apalagi kalo lihat modelnya…wah, jadi tambah pingin banget tuh… 🙂

    Salut juga utk FORD….!
    .-= Hary4n4´s last blog ..Salam Terakhir =-.

  3. gue tau tuhhh elu mau ikut karena cuma berduaan cewe diantara para cowoks itu kan?
    (Ehhh ada Adr juga ya? ngga berani nyolek-nyolek dong hihihi)

    Hmmm kalo gitu kita kudu ke Safari lagi, pengen tau kalau macet dan ketemu voorrijder seperti waktu itu, Eka gimana ya sekarang hehehe.

    EM
    .-= ikkyu_san´s last blog ..Museum Arsitektur =-.

  4. weleh cuman 2 perempuan di antara lelaki itu…hihihihi…asyik banget!!! 😛

    wahhh seru banget mbak, nyobain mobil keluaran terbaru pula…ckckckckc…btw ford baru buka kantor besar di Duri…biasa deh seri 4wd nya masih jadi andelan untuk ke lokasi minyak

  5. Wah bagus itu, cuma kayaknya fokusnya baru pada safety aja ya. Padahal sebenarnya “safety driving’ juga termasuk penghematan dan pelestarian lingkungan.
    Kalau mau lihat, saya pernah bikin posting berkendara yang ramah lingkungan di link berikut.
    http://www.togarsilaban.com/2008/10/15/tips-berkendara-yang-hemat/

    Mauliate, horas

    #EKA
    Amangboru, ini adalah seri kedua dari tulisan mengenai Safety Driving. Di tulisan saya sebelumnya yang ini disitu dijelaskan mengenai berkendara selaras dengan pelestarian lingkungan 🙂

    Salam, EKA
    .-= togar silaban´s last blog ..Ketika “tidak” maksudnya “ya”, dan sewaktu “ya” berarti “tidak” =-.

  6. Agak bingung dengan foto #3… Itu mau nunjukin jarak antar cone yang sempit kok malah penampakan “2 orang” itu terlihat lebih dominan ya? 😀

    Nice event. Nice post. Nice try…(for the contest :mrgreen: )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: