Flashpacking To Australia; Travelling Gaya Koper Otak Ransel

Flashpacking? Apa tuh? Semacam berkemas-kemas secepat kilat pake baju ketat berwarna merah menyala seperti pilem the Flash dulu? Ato apa ya? Hahaha, pertama kali denger kata Flashpacking saya juga mengeryitkan kening tanda gak terlalu mudeng. Tapi  itu duluuuu, sekarang enggak lagi donk *siyap=siyap ditimbuk sandal ama yang baca :mrgreen:

Ya.. ya.. kalo gitu sekarang saya tanya, gimana sih cara kamu kalo lagi travelling? (Semprul..! Belum juga kelar pengertian Flashpacking koq malah udah nanya-nanya travelling?) Sabaaaaaaaaar, tenaaaang donk. Flashpacking itu berkaitan erat dengan travelling. Kalo kamu biasa melancong dengan fasilitas hotel bintang lima, transportasi keren, jadwal jalan-jalan yang teratur itu namanya turis. Tapi kalo kamu ketat mengontrol  anggaran, cuek sama schedule soalnya mencari pengalaman seluas-luasnya itu disebut backpacker. Nah flashpacker itu adalah kaum penggila jalan-jalan yang ada ditengah-tengah antara turis dan backpacker. Flashpacker adalah orang yang melakukan perjalanan backpacking dengan gaya sendiri. Prinsipnya sih selalu memilih apa yang diinginkan waktu bepergian tanpa terjebak aturan, gengsi, status, paham, ato penampilan dan sering kali anggaran gak terlalu diambil pusing. Dan, ahya.. seorang flashpacker biasanya tetep gaya walopun lagi wisata. (FTA, DC)

Flashpacking to Australia

Deeeeeee.. kenapa gak ada gue di cover ituuu? #ditimpuk krn kePDan :D

Lhoo, kenapa kamu bisa ngerti penjelasannya Ka? Jawabnya gampang banget! Karena saya sudah baca buku Flaspacking To Australia; Travelling Gaya Koper Otak Ransel karya Deedee Caniago :mrgreen: . Kebetulan #klubuku  dari curipandang pada Minggu, 27 Juni 2010 kemarin membedah buku ini. Buku ini keren deh! Ditulis oleh seorang Flashpacker sejati, yang hobbynya emang jalan-jalan. Plus Deedee juga moderator milis komunitas penggila travelling, aktif di komunitas Couch Surfing yaitu suatu situs jaringan silahturahmi bagi para traveller. Well, kalo melihat backgroundnya gak diragukan lagi kan pengalamannya soal jalan-jalan ;) . Jadi apa yang tertulis memang berdasarkan pengalaman, bukan asal ngecap doank bos!

Me n Deedee

Me n Deedee

Buku mungil bersampul biru dengan foto segerombolan anak muda di bandara ini berkisah tentang perjalanan Deedee ke Australia dengan gayanya sendiri. Walopun lagi tamasya tetep dunk modis & jadi fashionista. Kenapa Australia? Berapa sih biaya makan, transport, juga penginapan? Don’t ask me, baca sendiri aja. Semua  terjawab koq. Ahya, buku ini juga sarat tips, seperti tips mempersiapkan perjalanan di dalam dan luar negeri secara umum, check list keberangkatan, dokumen dan list barang apa aja yang harus dibawa juga tips mengurus visa ke Australia. Tentu saja, isi buku tetap bertumpu pada perjalanan dan kota-kota apa saja yang disinggahi, mulai dari Melbourne, Canberra, Sidney, Blue Mountain, hingga Wolonggong tak lupa armada transportasi yang disarankan apa.

Gaya bahasa yang digunakan mengalir, disisipi humor sehari-hari. Bakalan ngakak-ngakak deh bacanya, si Deedee ini rada konyol soalnya. Jalan-jalan sih banyak keluar negeri, paspor penuh ama cap macam-macam negara tapi soal perut, busyeeet deh… Padang banget! Musti makan pake sambel dan sebelum tidur mesti minum sesuatu dulu. Penasaran, sesuatu itu apaan? Baca sendiri deh bukunya! ;) Bahkan gara-gara kebiasaannya makan cabe and minum sesuatu itu, sempat ia berurusan sama pegawai imigrasi di bandara. Sableng! :mrgreen: urusan ama imigrasi mbok ya keren dikit gitu lho Dee.. ini koq ya gara-gara “sesuatu” itu :P

#Klubuku seri Holiday

#klubuku 5 seri Holiday. Rame banget yang dateng. Eh, kali ini saya yang jadi moderatornya lhooo ^_^. Sempet deg-deg.an and gak mau dateng, gak ada pengalaman jd moderator klubuku je :P tapi untunglah gak malu2in amat :P hihihi

Intinya, buku ini recommended banget. Isinya gak cuma haha hihi khas suatu perjalanan tapi juga ada pengetahuan yang bisa kita sarikan, this book is mainly about travel management. Dijamin, jadi tambah pinter dikit setelah baca, at least melek pengurusan visa lah :D Mana ada bonus  tips asyik mlaku-mlaku ke Malaka and Singapura. Wow, pokoknya gak rugi ngeluarin selembar goban :D

Btw, hari Minggu 25 Juli 2010 ini pukul 14.00 #klubuku di bulan Juli ini bakalan ngebedah buku Salamatahari. Sebuah buku indie yang denger-denger sih agak beda dengan mainstream yang ada. Katanya lagi bakalan ngomongin soal proses kreatif buku ini. Penasaran? Datang yuks ;) As usual tempatnya di markasnya curipandang, Jln. Ahmad Dahlan 39, Gandaria. See ya!

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Catatan ini telah ditulis dalam Books dan di-tag dengan , , , , , , . Penunjuk permalink.

47 Respon untuk Flashpacking To Australia; Travelling Gaya Koper Otak Ransel

  1. partnerinvain berkata:

    jadi pengen cari bukunya, aku suka jalan-jalan yg hemat tapi bisa teteup gaya…he…he…

  2. Lok jalan2 nggak suka bawa bawaan banyak cpek, kan cuma jalan2 nggak pindahan eehhehe :)

  3. septarius berkata:

    ..
    Meski backpacker kalo ke Ausie mah, teteup berat dikantong Mbak..
    ..
    Mending ke Bali aja deh, ntar juga ketemu orang2 Ausie..
    He..he..
    ..
    Tapi tips2 dalam bukunya pasti bisa nambah pengetahuan juga ya.. ;-)
    ..

  4. achoey berkata:

    Bener2 kutubuku :)

    Maaf saya baru ngeblog lagi nih mbak, hehe.
    Salam persohiblogan :)

  5. flashpacker ya..?
    baru denger tuh istilah..
    oia,salam kenal nih sama kak /tante/namboru Eka he..he..
    kapan-kapan jaln ke sini ya “siraitpanggorga.blogspot.com”
    mauliate.

  6. rika berkata:

    pengen jalan-jalaaaaaaaaannnnnnnn

  7. Debby berkata:

    pengen ikutan, tp tempatnya masih buram ga tahu sama sekali
    kalo waktunya pas, bolehkah kita bareng2 ke sana kak?:P

  8. orange float berkata:

    jalan-jalan, cobain makanan baru dan tak lupa foto-foto :D

  9. itempoeti berkata:

    saking “flash”nya, pernah bepergian keluar kota selama seminggu hanya dengan pakaian yg menempel di badan… :D

  10. Ifan Jayadi berkata:

    Wah, ternyata utk bepergian ke LN pun ada kategori2nya segala : turis, backpaker, sampai istilah yang terbaru flashpacker. Wah, aku bisa masuk kategori yang mana ya. Hmm….ngayal.dot.com deh ceritanya. Sampai sejauh ini aja nggak pernah ke LN dan paling2 cuma jakarta doang. Sedihnya diriku :(

  11. tutinonka berkata:

    Aku suka jalan-jalan, tapi belum pernah bergaya backpacker. Maklum, khawatir keamanan kurang terjamin, apalagi kalau jalan-jalannya sendiri. Kalau bareng-bareng konco sih asyik juga pastinya ya …
    Pengin jalan ke Australi, tapi sampai teman-temanku pulang ke Indonesia, belum terlaksana juga … :(

  12. didut berkata:

    msh blm bs bayangin bedanya ama backpacker :) … di Gramed adakah bukunya?

  13. monda berkata:

    lengkap banget deh bukunya,
    kalau udah emak2 gini ngebayangin aja deh jalan2nya,
    kudu mikirin buat sekolah he..he…

    sedap benar fotoan sama pengarangnya ya,

  14. heroe 89trip berkata:

    wah seru juga cerita mbak eka tentang jalan-jalannya, btw temennya mbak dee-dee backpacker juga to, lam kenal ya mbak dari ane.

    jadi tambah ingin jalan-jalan keluar negeri nih.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s