Seleksi Penerimaan CPNS Baru: Tips dan Trik Lulus Tes CAT BKN untuk menjadi ASN

Sebenarnya gimana sih sistem seleksi CPNS yang terbaru itu? Model pendaftarannya seperti apa? Ujiannya susah , nggak? Masih bisa lewat jalan belakang? Apa benar butuh duit biar bisa diterima jadi Pegawai Negeri Sipil? Pertanyaan-pertanyaan begitu banyak mampir di telinga saya pas arisan keluarga atau kumpul-kumpul sama teman. Sebenarnya nih ya, jawaban dari gimana caranya diterima PNS sederhana saja: lulus tes. Yakin, nggak ada sogok-menyogok? Hmm, kasih tahu nggak ya? 🙂 Gini aja, gimana kalau sekarang kita fokus caranya biar lulus tes CPNS?

Berhubung saya blogger baik hati, rajin menabung dan tidak sombong (udah, iyaiin aja biar cepet :mrgreen: ) saya bakalan tulis Tips dan Trik Lolos Tes CAT BKN untuk menjadi CPNS / ASN. Nah, biar paham, ayo kenalan dulu sama metode tesnya.

Apa itu CAT dan Kepanjangannya?

Semenjak beberapa tahun lalu tes seleksi masuk CPNS menggunakan teknologi bernama Computer Assisted Test atau yang lebih populer dengan sebutan TES CAT BKN (sebenarnya redundan sih karena di depan ada tulisan tes sementara kepanjangan dari CAT sendiri memiliki kata tes di akhirnya hehehe. Tapi sudahlah, mari lupakan sejenak hal tersebut.) BKN memiliki bank soal berjumlah ribuan yang diacak secara random. Soal tersebut di-install di dalam komputer yang digunakan untuk melakukan tes. Tidak ada yang tahu soal apa yang akan keluar tapi paling tidak dengan latihan yang benar, kita bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya.  

Badan Kepegawaian Negara merupakan penyelenggara manajemen kepegawaian di Indonesia

Kisi-kisi soal / materi yang diujikan pada Tes CAT BKN

Badan Kepegawaian Negara atau BKN sebagai penyelenggara manajemen kepegawaian mensyaratkan Calon Pegawai Negeri Sipil untuk lulus tes kemampuan dasar, sebagai standar apakah orang tersebut layak dan memiliki kompetensi dasar menjadi PNS. Setelah lolos seleksi ini, peserta dapat mengikuti tes selanjutnya sesuai dengan K/L atau instansi yang dituju.

Mari obrolin yang pertama yaitu Seleksi Kemampuan Dasar alias SKD (dulu disebut TKD) yang terdiri dari:

– Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 35 soal meliputi kemampuan mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, serta NKRI. Khusus terkait NKRI sendiri biasanya mencakup sistem tata negara (pusat dan daerah), sejarah perjuangan bangsa serta peranan Indonesia di kancah regional maupun global.

– Tes Intelegensi Umum (TIU) sebanyak 30 soal meliputi kemampuan verbal, numerik (operasi perhitungan angka dan melihat relasi angka-angka), nalar alias kemampuan berpikir logis dan kemampuan memecahkan/mengurai masalah dengan sistematis. Sebenarnya TIU ini agak-agak mirip dengan materi TPA.

– Tes Kakteristik Pribadi (TKP) sebanyak 35 soal. TKP akan menilai sikap atau respon dari peserta akan suatu masalah yang disajikan di dalam soal. Dari respon tersebut maka dapat dinilai kepribadian ybs. Pada dasarnya (merujuk pada web ini) ada beberapa sikap yang akan diujikan yaitu:

  1. Integritas diri
  2. Semangat berprestasi
  3. Kreativitas dan inovasi
  4. Orientasi pada pelayanan
  5. Orientasi kepada orang lain
  6. Kemampuan beradaptasi
  7. Kemampuan mengendalikan diri
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas
  9. Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

Total 90 soal yang harus dikerjakan dalam 90 menit. Setelah selesai, periksa kembali dengan seksama karena pilihan dapat diedit di dalam kolom jawaban. Pada saat waktu ujian habis maka layar komputer akan tertutup dan langsung menampilkan hasilnya. Jadi di layar komputer sendiri akan otomatis muncul nilai dan kalimat yang menyatakan apakah peserta ujian lulus atau tidak. Oleh karena itu pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya.

Passing Grade atau Nilai Ambang Batas (Standar Nilai)

Soalan lulus atau tidak itu tergantung dari passing grade yang sudah ditetapkan. Standar nilai ini juga harus terpenuhi setiap sub bagian tes. Merujuk pada Permenpan RB Nomor 22 tahun 2017, di bawah ini adalah standar nilai yang digunakan untuk dinyatakan lulus SKD:

  1. TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) : 75
  2. TIU (Tes Intelegensia Umum) : 80
  3. TKP (Tes Karakteristik Pribadi) : 143

Yang perlu diingat, walaupun kita sudah melewati passing grade belum tentu bisa lanjut ke tahapan selanjutnya yaitu Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Lho kok gitu? Jadi gini, komposisinya adalah 1:3. 1 jabatan akan diperebutkan oleh 3 kandidat dengan nilai tertinggi. Misalnya jabatan A diminati oleh 20 pelamar, setelah tes, hanya 9 orang yang memenuhi passing grade CAT. Nah, tidak semua 9 orang itu lanjut ke tahapan SKB, hanya 3 teratas saja. Lalu 6 orang sisanya bagaimana? Ya, mungkin bisa coba di lain kesempatan.

Memang, karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sesudah reformasi birokrasi berkembang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini masih dianggap menjanjikan. Saya pun mengamini hal tersebut. Kesempatan untuk sekolah lagi, mendapat beasiswa hingga shortcourse dalam dan luar negeri terbuka lebar. Selain tentunya wujud bakti pada ibu pertiwi ya. Untuk penghasilan pun termasuk lumayan karena take home pay bisa di atas UMP, apalagi dengan remunerasi yang besarnya berbeda-beda tergantung beban kerja maka makin menariklah status sebagai PNS / ASN ini. Nggak heran persaingannya pun sangat ketat, tapi dengan persiapan yang tepat (InsyaAllah) bisa dilalui.

Lalu gimana caranya supaya bisa lulus? Lanjut baca ya, saya membagi tips dan trik-nya menjadi pra dan post-test.

Tips dan Trik Lolos Tes CAT BKN untuk menjadi CPNS / ASN

Pra-test

  1. Perhatikan dengan teliti alur pendaftaran di web BKN. Ikuti dan penuhi semua persyaratannya jangan sampai salah. Nggak mau kan kalah sebelum bertanding di tahap administrasi ini?
Alur Pendaftaran seleksi CPNS melalui web sscn BKN
  1. Riset, riset dan riset. Berhubung mulai tahun ini satu pelamar hanya dapat melamar satu jabatan, satu formasi di satu kementerian/lembaga saja maka sebelum mendaftar lakukan riset dulu. Bagaimana peluang jika melamar formasi di K/L B. Apakah akan banyak yang melamar? Tentu jabatan yang favorit di K/L populer akan memiliki lebih banyak peminat.
  2. Pastikan jaringan internet saat pendaftaran dan menggunggah dokumen atau data diri pibadi aman jaya. Usahakan yang stabil dengan kapasitas dan speed kencang. Ingat, ini persaingan dengan ribuan bahkan mungkin jutaan orang jadi ada kemungkinan lalu lintas web padat. Kalau pada siang hari atau jam kerja lambat, cobalah di malam hari. Dini hari sekalian. Dulu sih saya begitu. Inget banget buka-buka web Kementerian atau Lembaga pas jam 1 malam biar sepi lalu digigitin nyamuk. Hahaha.
  3. Latihan soal yang banyak setelah mendapatkan nomor kartu ujian. Jangan tunggu pengumuman seleksi, begitu niat daftar CPNS langsung cicil belajarnya. Materi apa saja yang perlu dipelajari sudah saya bahas di atas tadi. Anw, tetua dulu bilang, practice makes perfect. Beli atau pinjam buku latihan soal yang sudah dilengkapi CD untuk latihan atau simulasi menggunakan komputer. Jadi bisa merasakan langsung akan seperti apa tes menggunakan komputer itu. Lebih baik belajar 2 jam sehari selama 24 hari dibandingkan belajar 24 jam dalam 2 hari agar lebih mahir karena terbiasa.
  4. Tidur yang cukup malam sebelum tes biar fresh. Nggak usah belajar atau diforsir lagi. Justru mesti rileks biar yang dipelajari mengendap dan dapat diingat. Sebelum tidur, persiapkan terlebih dahulu kartu ujian dan Identitas Pengenal di dalam tas agar jangan ketinggalan.

Pada saat Tes

  1. Datang tepat waktu untuk ujian. Usahakan sampai di lokasi 1 jam sebelumnya jadi mengurangi deg-degan serta bisa membiasakan diri dengan suasana tempat ujian. Soal membiasakan diri ini, buat senyaman mungkin. Kalau biasa sarapan, monggo sarapan. Kalau biasa ngopi, silakan ngopi. Kantin BKN cakep dan gaul kok.
Gedung CAT BKN tempat pelaksanaan seleksi CPNS
  1. Ke kamar kecil sebelum ujian agar saat tes bisa nyaman tanpa harus kebelet pipis.
  2. Dengarkan dengan seksama instruksi dari petugas dan tanyakan apabila ada yang kurang jelas. Yang perlu diperhatikan adalah apa yang bisa dibawa dan tidak boleh di bawa ke ruangan ujian. Item yang dapat dibawa adalah Kartu Peserta, KTP dan Kunci Loker, sementara yang dilarang dibawa: Kalkulator dan HP. Larangan lain adalah selama ujian berlangsung dilarang keras membuka browser baru, jika ketahuan maka akan langsung didiskualifikasi.
  3. Tidak ada pengurangan poin, jadi kalau ada soal yang nggak bisa dijawab, tembak aja isinya. Saran saya sih kalo nembak jawaban konsisten di satu pilihan. Misalnya nembaknya di pilihan A semua, atau C semua. Dengan begitu probabilitas yang nyangkut lebih tinggi.
  4. Last but not least, banyak-banyak berdoa kak. Doa dan restu keluarga itu manjur, apalagi doa ibu. Tapi kalau pun nggak lolos di tes kali ini jangan berkecil hati, coba lagi tahun depan. Jangan menyerah. Psst, tante saya sampai 6x tes baru lolos jadi CPNS. Saya pribadi menjalani 3x test dan di tes keempat baru lolos. Hehehe.

Baca Juga:

  1. Di Balik SK Pengangkatan PNS

  2. Jadi PNS?

Lemme give you a little tour to where this test is conducted jadi bisa ada bayangan kira-kira situasi dan suasana ruang ujiannya nanti seperti apa. Tentu jika pelaksanaan ujiannya di BKN ya, kalau di tempat lain bisa sedikit beda, tapi paling nggak, ada bayangan bakal kayak apa.

Ruangan pelaksanaan CAT seleksi Kemampuan Dasar. Cukup membawa Kartu Ujian Peserta, KTP dan Kunci Loker. Yang lainnya ditinggal di loker.
Pada saat pelaksanaan ujian, pengawas dapat memantau jalannya tes dari balik cermin ini.

Kemudian calon peserta dapat melihat secara real time hasil test yang baru saja dikerjakan. Langsung keluar di layar lho, peringkat berapa tes-nya.

Ruangan Monitor Ujian CAT

Setelah dinyatakan lolos SKD maka dapat mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang diadakan oleh Kementerian atau Lembaga yang dituju. Tahapan berikutnya apabila lulus SKD adalah tes psikologi, wawancara dan terakhir tes kesehatan/fisik apabila dibutuhkan.

Nah, setelah tadi membahas serba-serbi tentang CAT BKN, sekarang lanjut ke ha-hal yang sering timbul seiring pembukaan penerimaan pegawai negeri sipil. Yuks!

Serba-Serbi Terkait Rekrutmen CPNS: Wawancara dengan Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara

Sesungguhnya karir sebagai Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil masih menjadi idaman banyak orang. Apalagi citra PNS yang makin gaul, enerjik dan take home pay­ -nya lumayan bikin PNS makin dilirik oleh kaum muda dan milineal. Saking menariknya, ada lho orang di desa-desa yang pura-pura atau ngaku jadi PNS. Keluar rumah pakai seragam PNS biar keren diliat tetangga padahal mah aslinya bukan. Iya, sampe seperti itu lho pesonanya. Dan saking memesonanya maka ada aja praktik-praktik nggak pantas agar dapat menjadi PNS.

Nah, untuk menjawab berbagai macam pertanyaan yang ada di paragraf pertama (yang udah jauuuh banget di atas tadi hehehe), minggu lalu saya mampir ke kantor Badan Kepegawaian Negara dan ketemu langsung dengan Kepala Biro Humas, Bapak Mohammad Ridwan. Kenapa? Ya biar tulisan ini valid dan akurat, bukan hoax, berita burung, berita basi (or anything  you name it all. Hehehe).

Mohammad Ridwan Kepala Biro Humas BKN

Bertempat di ruangannya yang sejuk, saya pun ngobrol panjang dengan beliau. Sikapnya yang ramah dan murah senyum menjauhkan kesan birokrasi yang kaku dan old fashioned. Well, memang sudah seharusnya birokrasi kita bergerak menuju ke arah yang lebih dinamis, bukan? Siiips, mari kita bahas satu-satu ya.

Apa benar ada penerimaan atau rekrutmen CPNS baru di tahun 2018 ini?

Kabar baik buat yang memang menanti-nantikan kesempatan ini karena jawabannya adalah Iyes, benar! Rabu, 19 September 2018, web Badan Kepegawaian Negara sudah memberikan pengumuman akan hal ini. Lalu per 21 September 2018 sekitar 87% formasi sudah tersedia di sana. Sementara pedaftaran secara daring alias online akan dibuka pada 26 September 2018. Silakan di-kepoin, diulik-ulik webnya di sscn.bkn.id.

Jadwal tentatif pelaksanaan Seleksi CPNS

Saya tampilkan juga jadwal tentatif dari pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 ini ya. Monggo, silakan diperhatikan sehingga bisa ancang-ancang.

Posisi atau jabatan apa saja yang dibuka?

Sebenarnya ada 230.015 formasi yang terbagi di 76 Kementerian dan Lembaga serta 525 Pemda. Banyak yaaaa. Pemerintah pusat sendiri hanya memperoleh formasi sebanyak 51,271 dan selebihnya merupakan formasi di Pemda. Sejalan dengan program Nawacita dari Bapak Presiden Jokowi yaitu agar masyarakat Indonesia pintar, sejahtera, dan sehat, maka tahun ini prioritas formasi terbanyak di pemerintah daerah diberikan kepada tenaga pendidik dan kesehatan dengan total 186.744 formasi. Di mana tenaga pendidik (guru mata pelajaran, guru agama dan guru kelas) mendapat formasi sebanyak 94.000, kemudian tenaga medis dan kesehatan beroleh 60.315 formasi. Sisanya adalah jabatan inti sesuai visi dan misi kepala daerah masing-masing. Well, kebutuhan hati kamu dan si dia aja bisa beda apalagi kebutuhan formasi (misalnya) di Kalimantan Barat dengan di Nusa Tenggara Timur kan? 😉

Apa masih bisa sogok-menyogok biar lolos tes CPNS?

Hmm, kasih tau nggak ya jawabannya? 😀 Begini, alur penerimaan CPNS ini adalah sebuah proses panjang dari hulu ke hilir. Awalnya pelamar mendaftar di portal SSCN, melakukan registrasi dengan melengkapi data diri dan mengunggah informasi yang diminta sesuai persyaratan. Setelah itu ada tahapan seleksi administrasi alias verifikasi yang dilakukan oleh verifikator. Pelamar CPNS yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mendapatkan kartu ujian untuk mengikuti proses seleksi berikutnya seperti TES CAT BKN dan harus lulus passing grade tertentu, tes kompetensi bidang dan wawancara di masing-masing instansi.

Untuk TES CAT BKN, hasil tes-nya real time saat itu juga dapat diakses alias bisa dilihat di layar TV. Nggak ada lagi main belakang atau tawar-tawaran harga biar namanya bisa lolos jadi yang teratas. Hasilnya aja real time, kapan bisa nawar coba?  Menurut saya, TES CAT ini memperkecil celah terjadinya penyimpangan karena by system. Sudah sering kejadian, anak kepala dinas atau anak kepala biro tidak lolos tes. Bahkan di BKN sendiri, pernah ada anak deputi aktif yang nggak lolos saat melamar CPNS di BKN. Anak deputi alias eselon I lho.

Nah, dengan alur panjang seperti ini, di mana celahnya biar bisa nyogok? Ada begitu banyak orang yang harus dilalui. Berapa banyak uang yang mesti dikeluarkan? 1M? Lha, kalau punya uang 1 M kenapa nggak bikin usaha aja ya? Sini saya bantuin bikin business map-nya 😀 (lho malah promosi) hehehe.

Lalu gimana kalau ada pihak-pihak yang menawarkan diri bilang bisa meluluskan tes dengan jalan belakang? Fixed, itu mah mau nipu. Lagian, apa ridho ngasih makan keluarga dari hasil pekerjaan yang awalnya saja didapat dengan nggak jujur? Kira-kira bakal jadi berkah nggak tuh?

Berkas apa aja sih yang diperlukan untuk mengikuti tes CPNS ini? Apakah hanya lulusan universitas dengan akreditasi A (unggul sekali) yang bisa melamar?

Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bapak Bima Haria Wibisana menghimbau agar Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah yang mendapat formasi CPNS tahun ini memberikan persyaratan yang wajar dan tidak menyusahkan masyarakat pelamar. Maksudnya begini… Persyaratan seperti akreditasi universitas, IPK, dst harus disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing alias dapat di-customize sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. Hal ini menjadi domain dari K/L masing-masing yang mendapat formasi tahun 2018 ini. Menurut saya pribadi hal ini cukup fair, kalau pukul rata ya berat dong.

Jadi intinya berkas persyaratan setiap jabatan atau formasi itu berbeda tergantung K/L yang dilamar. Tentu ada persyaratan dasar yang harus dipersiapkan pada saat pendaftaran online yaitu:

Berikut daftar dokumen yang harus disiapkan :

  1. Kartu Keluarga (KK)
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  3. Ijazah
  4. Transkrip nilai
  5. Pas foto
  6. Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar

Harap memeriksa kembali dan cocokkan NIK dan KK Pelamar sesuai data terkini/terbaru yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

 

Badan Kepegawaian Negara BKN: di sinilah tempat perencanaan pembinaan kepegawaian dilakukan.

Memperkenalkan Gebrakan Baru BKN: Self Guided Mechanism dalam Proses Penerimaan CPNS

Ada yang baru dalam proses penerimaan CPNS kali ini yang menurut saya keren. Flash back sedikit ke masa-masa di mana saya melamar CPNS di tahun 2009, saya harus membuka banyak sekali website Kementerian atau Lembaga, membaca satu-satu kira-kira ada lowongan apa lalu menyiapkan berkas-berkasnya. Kalau melamar di 3 tempat ya mesti siapin 3 berkas. Capek dan makan waktu. Belum ujian udah lelah duluan baca persyaratan setiap K/L hahaha. Selesai memasukkan berkas, habis itu nunggu pengumuman lolos seleksi administrasi atau tidak. Pas pengumuman ya mesti baca satu-satu, kalau nama saya nggak ada berarti nggak lolos tanpa tahu alasannya.

Namun pada proses perekrutan PNS kali ini hal itu tidak terjadi lagi. Akan ada kolom yang menerangkan kenapa seorang pelamar gagal dalam seleksi verifikasi dan dituliskan nama verifikatornya. Jelas dan transparan.

Progress baru lainnya adalah pelamar dapat mencari tau informasi tentang formasi menggunakan beberapa keyword. Jadi pelamar dapat mencari menggunakan latar belakang pendidikan. Misalnya, pelamar mengetikkan “Sarjana Ekonomi” maka akan keluar formasi apa saja yang membutuhkan pendidikan tersebut, jabatan apa saja dan K/L mana saja yang memiliki formasi tersebut.

Keyword kedua menggunakan nama jabatan. Misalnya kita tahu jabatan yang diincar apa, ketikkan jabatan tersebut, lalu akan muncul persyaratan yang diminta, formasinya di K/L mana saja dan di daerah mana.

Hal ini memangkas waktu dan membuat proses penerimaan CPNS ini ringkas, efektif dan efisien. Boleh kasih jempol buat BKN? Semoga di kemudian hari makin banyak gebrakan-gebrakan baru yang positif ya.

Untuk informasi lainnya terkait seleksi CPNS ini, silakan dipantengin akun-akun sosial media BKN. Ohya BKN juga menyediakan help desk lho. Pokoknya siap melayani masyarakat.

Web: Badan Kepegawaian Negara

Twitter: @BKNgoid

Facebook: BKNgoid

Instagram: @BKNgoidOfficial

Youtube.com: BKNgoidOfficial

Nah, puas deh mau pilih yang mana buat mantau info soal seleksi CPNS ini. Semoga sedikit tulisan mengenai seleksi penerimaan pegawai negeri sipil dan serba-serbinya ini cukup mencerahkan ya. Good luck tes CAT BKN – nya dan semoga yang terbaik yang lulus seleksi!

Iklan

16 respons untuk ‘Seleksi Penerimaan CPNS Baru: Tips dan Trik Lulus Tes CAT BKN untuk menjadi ASN

Add yours

  1. Assalamualikum,
    Mohon maaf kalau data pada No identitas.KTP(NIK) beda dengan tahun kelahiran, lolos administrasi apa tidak ya?, terima kasih 🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: