7 Tips Memelihara Cinta Untuk Pasangan Yang Sudah Lama Menikah

Good relationships don’t just happen. They take time, patience and two people who truly want to be together.” –anon-

Nggak terasa tahun ini pernikahan Adrian dan saya menginjak tahun ke-9. Wow, 9 tahun! Kalau anak kecil itu udah kelas 3 SD lho. Hahaha. Nggak terasa banget udah sekian tahun menjalani hidup bersama padahal baru kemarin rasanya Adrian menggenggam tangan saya di altar gereja, baru kemarin ia mengecup kening saya di depan pendeta dan rasanya baru kemarin juga terbang bulan madu ke Bali dan eksplor pulau Dewata ini dengan binar-binar bahagia.

Time flies, time flies really fast without I even realize it.  Anw, setiap kali upload foto bareng Adrian di Instagram, banyak aja yang komen nggak nyangka kalau kami udah menikah sekian lama. Mereka pikir paling baru 2 atau 3 tahun married padahal udah sewindu lebih. Pas saya tanya balik kenapa bisa mengira kami pasangan muda, jawaban Gio (salah satu yang nanya) adalah karena cinta kami terlihat masih membara. Oops 😛 Membara atau tidak itu kita yang bikin kok. Kami sih ketawa-ketawa aja kalau ada yang menyangka begitu, we take it as a compliment. Tapi terus terang, pernikahan kami bukannya tanpa kerikil. Hambatan dan persoalan itu jelas ada banyak, tinggal gimana menyikapinya aja.

Nah, untuk memperingati hampir 9 tahun kami menikah (anniversary-nya masih bulan Agustus nanti soalnya) maka saya mau berbagi tips buat pasangan yang akan menikah dan sudah menikah lama tentang bagaimana cara memelihara pernikahan.

7 TIPS MEMELIHARA CINTA UNTUK PASANGAN YANG SUDAH LAMA MENIKAH

  • Bangun pola komunikasi yang baik. Menurut saya ini kunci awal dari pernikahan, jika komunikasi lancar maka permasalahan segede gunung akan bisa dihadapi. Pola komunikasi ini mencakup cara komunikasi saat berantem, saat pengen sendirian dan juga saat normal days Awal-awal dulu saya dan Adrian meraba-raba pola komunikasi kami sebaiknya gimana, ya jatuh bangun juga karena ada yang cocok dan yang nggak cocok. Sekarang sih udah ketemu polanya. Untuk berantem, kami sepakat selalu membicarakan masalah yang mengganjal di hati (tentu setelah hati adem ya) lalu silence treatment alias diem-dieman nggak ngomongan itu tidak ada dalam kamus pernikahan kami. Jadi, walaupun lagi sebel banget atau BT banget maka tetap harus saling bicara dan bisa dijangkau baik lewat telepon, WA, SMS atau yang lainnya. Kemudian, setiap pagi kami akan ngobrol dulu beberapa saat sebelum memulai aktivitas, di sini biasanya saya dan Adrian saling memberitahu apa yang akan masing-masing lakukan sepanjang hari. Bukan karena nggak percaya lho, tapi justru supaya ada pengertian kalau misalnya WA lama dijawab atau telepon nggak diangkat dan juga bisa mengukur ekspektasi kelelahan pasangan di malam hari. Selain itu siang dan sore kami berkomunikasi melalui ponsel dan malam hari sebelum tidur juga biasanya ngobrol tentang hari yang barusan dilalui. Well, kesannya sepele ya? Tapi dengan begini bonding makin kuat dan tabungan emosi yang manis dari kejadian-kejadian kecil gini lumayan bisa jadi benteng yang kokoh kalau pas berantem lho. Misalnya nih, kalau ribut gede bisa saling lempar joke dari kejadian-kejadian yang udah lewat. Yang awalnya mau ngomel malah jadi ketawa inget hal itu.
  • Terbuka dan jujur soal apapun. Baik tentang keuangan, pekerjaan, anak dst. Hah? Soal keuangan juga harus jujur? Iya dong, saya dan Adrian tahu masing-masing pemasukan kami berapa. Biar bokek atau lagi banyak duit tetep harus cerita dengan begini saya jadi bisa mengerti kalau suami lagi uring-uringan (oh ternyata lagi bokek) dan juga bisa membantu mengatur keuangan keluarga. Bisa membantu mengarahkan investasi baiknya ke mana dan karena tau keuangan keluarga juga jadi tahu kapan mesti ngerem-ngerem keinginan belanja. Prinsip kami, karena jujur itu kayak obat, rasanya pahit tapi menyembuhkan namun kebohongan itu kayak pain killer, cuma mengulur waktu buat ngerasain sakitnya aja. Hehehe.
  • Pengertian pada pasangan baik saat baikan atau berantem. Ada kalanya pasangan butuh me time , ya udah kasih aja. Nggak usah merasa tersisihkan atau dicuekin. Biar nggak bosen, kasih waktu dong buat suami bergaul sama teman-temannya, melakukan hobinya (yang makan waktu dan kadang mehel itu :p), ada jeda gitu nggak melulu barengan kita dan anak-anak. Dengan dikasih jarak, nanti malah jadi kangen. Ini vice versa ya, dalam arti me time itu buat istri dan suami, masing-masing butuh itu. Kalau me time versi saya adalah ngetrip aja gitu sendirian atau sama teman-teman saya tanpa keluarga. Kalau me time versi Adrian itu biasanya main musik dan sepedaan. Abis me time pas ketemu lagi malah jadi punya banyak bahan buat ngobrol. Seru kan?
  • Do’s and Don’ts. Setiap keluarga punya aturannya masing-masing, apa yang bisa dilakukan dan tidak enaknya disepakati dari awal dan ditaati untuk meminimalkan konflik.
  • Berikan kejutan-kejutan manis. Namanya udah lama bareng, kadang-kadang pernikahan jadi rutinitas. Nah, surprises kecil itu bisa bikin hubungan jadi bergairah kembali. Merayakan ulang tahun bersama, sesekali malam mingguan tanpa anak (anak dititip dulu sama ortu hehehe), atau pergi liburan (yang ini bisa berduaan atau bawa anak, mana nyamannya aja).
  • Selalu berikan apresiasi pada pasangan. Karena aktivitas yang dilakukan bareng itu udah lama banget ada, kadang jadi lupa bahwa apa yang dilakukan pasangan itu bukan kewajiban lho. Jadi say thank you dong saat diantar atau dijemput dari suatu kegiatan, say thank you saat lampu di teras udah diganti atau saat baju kotor nggak dilempar ke lantai tapi ditaruh di laundry basket. Satu yang berkesan banget adalah kadang-kadang tak diduga Adrian itu say thank yousaat di meja makan setelah saya selesai masak. Wow, itu rasanya bikin hepi banget! Rasanya dihargai sekali dan jadi pengen masak lagi. Hehehe.
  • Pelihara kehidupan seks tetap membara. Nah, ini kunci lain dari hubungan pernikahan. Sex is not everything in marriage but it plays a very important role!Yang pertama harus disepakati adalah soal menyamakan frekuensi. Serius, kalau yang satu nyamannya having sex 1x seminggu sementara yang satu lagi maunya 3x seminggu kan ada gap tuh? Kalau nggak dikomunikasikan bisa bahaya karena ada yang nggak puas. Nah, kalau itu udah settle, langkah berikutnya adalah menjaga agar hubungan seks tetap membara. Merawat diri itu wajib banget! Lalu menjaga kebersihan tubuh, kenakan make up tipis saat di rumah biar kelihatan segar (jadi suami juga suka ngelihatnya), sesekali pakai baju-baju menggoda juga gpp. Hihihi.

Komunikasi, selalu komunikasikan apa aja ke pasangan. He should be your best friend not only hubby.

Cara Merawat Area Kewanitaan Agar Suami Makin Manja 

Selain merawat tubuh, wajib hukumnya menjaga area kewanitaan lho. Masa cuma wajah yang kelihatan itu yang dirawat tapi daerah kewanitaan enggak? Nah, beberapa waktu terakhir saya menggunakan bantuan feminine wash Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan saya. Udah dermatologically tested dengan pH yang sesuai dengan area kewanitaan jadi baik digunakan setiap hari. Sebenarnya daerah kewanitaan itu bisa menjaga bagiannya sendiri, tapi faktor eskternal kayak pakaian terlalu ketat, celana dalam sintesis, stress atau banyak pikiran bisa membuat keseimbangan organ intim terganggu. Kalau keseimbangan pH  terganggu bisa bikin gatal,  nggak nyaman dan mengeluarkan bau tak sedap. Nggak mau kan pas lagi asyik foreplay sama suami terus tercium bau nggak enak? Bisa langsung ilfil dan males deh :D. Oleh karena itu Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening bisa membantu menjaga pH area kewanitaan agar tetap seimbang.

Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening ini merupakan perpaduan ekstrak daun sirih, ekstrak manjakani dan tego deo. Memberikan rasa kesat dan rapat pada organ intim sekaligus efektif mengurangi bau tak sedap secara maksimal. Duh, malam-malam romantis kayak awal-awal menikah seperti terulang lagi deh, jadi makin dimanja suami! Hihihi. Terus 4 natural whitening extract-nya yang terdiri dari Mullberry, Bearberry, Licorice dan Lemon dipercaya dapat mencerahkan area pangkal paha lebih cepat. Tau sendiri kan kalau lembap maka selangkangan itu menghitam. Worry free, pake Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening pangkal paha nggak kusam lagi. Yeay.

Ohya, saya dan suami juga suka wangi dari Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening. Harum! Baunya segar banget, fresh bikin horny. Eh 😛 hahaha. Bikin makin suami makin manja. Pas liburan kami ke Bali kemarin saya pakai Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening dong, dan itu liburan kok ya berasa bulan madu lagi ya 😀 hahaha.

Pepatah lama bilang cara menyenangkan wanita itu dengan didengarkan sementara kalau pria itu dengan perut (makanan) dan seks. Setelah 9 tahun menikah, saya pikir pepatah itu ada benarnya. Tentu bukan cuma pepatah itu aja yang perlu dilakukan tapi hal-hal lain seperti yang saya sebutkan dalam tips di atas juga perlu diperhatikan, highlight sih soal kehidupan seks ya. Kan udah saya bagi rahasia agar Miss V tetap sehat 🙂 .Anw, make your man happy and he will spoil you like princess.

Selamat hari Rabu, Sobat CE. Apa tips menjaga keharmonisan pernikahan versi kamu biar suami makin manja?

 

 

 

 

Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening
Tersedia dalam kemasan 125ml dan 60ml
Harga IDR  13.000 (+ppN)Dapat dibeli di toko online seperti Bukalapak, Blibli, Tokopedia dll. Ohya harga bisa berbeda di setiap toko ya, tapi pastinya Purbasari Sabun Sirih Manjakani Whitening harganya paling ekonomis dibandingkan semua sabun sirih lainnya. Nggak butuh biaya mahal, kan, biar suami makin manja dan mesra.
Iklan

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sponsored, Tips dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

37 Balasan ke 7 Tips Memelihara Cinta Untuk Pasangan Yang Sudah Lama Menikah

  1. Arman berkata:

    Komunikasi dan kejujuran emang penting banget

  2. Nasirullah Sitam berkata:

    Kali aja besok nular mesranya kalau udah nikah ahhahhaha.
    Selamat mbak, semoga tetap langgeng dan diberkahi Tuhan 🙂

  3. Ruli retno berkata:

    Wahhh aku tahun ini insyaallah 8 thn pernikahan. Penting nih tips nya

  4. Ria berkata:

    Pertanyaan yg sama yg kayaknya bakal bikin saya ditimpuk sama Eka… Siapakah fotografer yg udah berbaik hati motretin kemesraan kalian berdua? :))))
    Point2 yg diberikan bener juga sih… soal membangun komunikasi, little surprises, appreciation yg suka pd lupa… and bagian terakhir… hahahha, saya gak ikutan…
    Congrats on your anniversary dan semoga langgeng terus ya, amin.

  5. Ayaa berkata:

    Betul mbak eka, komunikasi itu kunci. Jafi gbs dipendem kl mau apa2 krn pasangan bukan cenayang. Jd penasaran sm manjakaninya mumpung suami pas pulaaaaaang. Beli atu ah 😂

  6. omnduut berkata:

    Suka banget poin no.1. Walau belom menikah aku banyak belajar dari beberapa pernikahan bahwa menjaga komunikasi sangat penting.

    Sisi lain sih, lagian kalo lagi nganuuu dan gak di komunikasikan ya susah juga. Yang satu mau gaya halilintar yang satu lagi gaya bebek kelelep. Ga nyambung hahaha.

  7. Johanes Anggoro berkata:

    Jomblo salah baca ginian ga sih😖

  8. Saking apanya ya, kemarin pas mamaku nginep rumah sampe dikomen “Itu baju2mu cekci2 semua emang ya?” hahaha karna emang kebiasaan, padahal di Malang cuacanya kan dingin.
    Tapi emang aku sukanya begitu, eeh sekalian aja nyenengin suami eaaa.

  9. Nchie Hanie berkata:

    Ahh so sweet, moga langgeng selalu Mba Eka yaaa.
    Aku 2x lipat usia pernikahan, dan wow rasanya up n down, apalagi konon diusia 10 tahun pernikahan goncangan katanya makin kuaat. Dan benaar adanya hahhaaa …

    Semoga kita bisa melewati semua ujian yaa

  10. Fanny f nila berkata:

    Sukaaaak liat foto2 kalian berdua mba 🙂 . Kalo caraku ama suami yg ga bisa ditawar itu me time kita berdua.. Dan traveling berdua tiap thn.. Hrs slalu ada itu.. Cm soal komunikasi nih yg kdg aku ama suami msh srg salah.. Aku tipe ga sabaran, dia tipe cuek. Makin parah kalo udh berantem jdnya :D. Tp ujung2nya salah satu dr kita ngalah sih.

    • Ceritaeka berkata:

      Hahaha tioe ga sabaran ama tipe cuek itu bertolak belakang tapi memang saling tarik menarik kayak magnet makanya banyak yang married. Semoga makin ketemu pola komunikasinya yaaa 😘

  11. mubarika berkata:

    12 tahun dengan beberapa gelombang, bikin marriage life stronger! Suka bgt artikel ini😘😘😘

  12. Ade Delina Putri berkata:

    Komunikasi. Ah ini slalu jadi poin pertama. Aku baru mau 2 tahun sama suami. Masih sama-sama belajar banget. Makasih ya Mbak tipsnya. Terutama soal having sex, pas banget aku juga lagi pake Purbasari Manjakani 😀

  13. Dzulfikar berkata:

    Komunikasi emg penting banget. Supaya gak salah paham saya malah menghindari bahas soal penting di wa. soalnya suka bikin salah paham hahaha.

  14. Fajrin Herris berkata:

    Note nih tips nya Mbak.

  15. Nandito Silaen berkata:

    ahayyy selalu romantis yee

  16. membaraaaa perlu nih ka hehehehe…yang pasti, harus mau mendengar! Ini aku belajarnya lamaaaa tapi my hubby is such a great teacher. Cheers to happy marriage for all of us

  17. Gigih berkata:

    Tips nya singkat dan jelas.. Bisa di contoh nih
    Makasih ya.. Atas infonya

  18. Gigih berkata:

    Trimakasih atas informasinya

  19. ssiswo13 berkata:

    Wah… perlu diaplikasikan nih, tapi belum sayang belum menikah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s