Antara Jakarta-Sidikalang dan Sebuah Impian

Pengalaman Mencari Rumah dan Mengajukan KPR ke Bank

Hai… Halooo… Duh udah hampir satu bulan nggak up-date. Banyak banget alasannya sampe nggak pegang laptop. Mulai dari nggak punya babysitter, nggak ada mbak ART, sibuk kerjaan dan kebanyakan jalan-jalan. 😀 Hahaha, alasan terakhir ini lumayan menyita banyak waktu dan energi sih.

Jalan-jalan saya yang terakhir adalah ke Sumatera Utara. Sudah jelas dan sudah pasti makan durian dong! Lanjut ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Nanti cerita jalan-jalannya pasti di-update di blog ini juga. Stay tune yaaa. Tapi selain itu, saya juga ke Kota Sidikalang di Kabupaten Dairi untuk menghadiri Pemberkatan Pernikahan adik perempuan saya.

Yummy!

Yummy!

Selamat menikah adekku, sayang!

Selamat menikah adekku, sayang!

Ya, baru-baru ini adik saya menikah. Menghadirkan pertanyaan, mau resepsi gede-gedean tapi abis itu ngontrak atau resepsi biasa aja dan duitnya buat bayar DP rumah. Pertanyaan klasik banget ya? Beruntunglah mereka yang bisa resepsi gede-gedean trus dapat hadiah rumah dan segala perabotnya, karena sesungguhnya mengisi perabot itu lebih sakit buat dompet daripada nyediain DP rumahnya, jendral! Hahaha :Mrgreen:

Kenapa Harus Beli Rumah?

Adik saya memutuskan agar resepsi sederhana saja namun ada cukup uang lain untuk beli rumah. Kenapa? Ya karena harga rumah meningkat terus, mending beli sekarang daripada nanti. Sekalian investasi gitu. Terus, lebih bebas dan enak kalau tinggal di rumah sendiri kan? Mau keluar kamar pake daster pendek aja, bangun siang atau molor di depan TV di ruang keluarga ya santai dan bebas ajaaa. Nggak pake sungkan-sungkan gituuu. Keputusan adik yang saya ajungi jempol banget!

Anw, pertanyaan adik saya itu membawa saya ke masa-masa di mana saya dan suami cari-cari rumah buat tempat tinggal kami. Ah masa-masa itu… Hahaha… Masa-masa ribet namun menyenangkan! Saya share yah siapa tau ada Sobat CE yang lagi cari-cari rumah juga.

Awal Pencarian

Waktu memutuskan mau beli rumah, ada beberapa hal yang kami pertimbangkan dan lakukan:

  1. Survey lokasi tempat tinggal. Karena kami udah bosen ama Jakarta yang penuh polusi maka kami kepikiran untuk tinggal di Depok, Sentul atau Bogor. Akhirnya pilihan jatuh ke daerah Sentul karena udaranya masih segar, air tanahnya bagus lalu jaraknya masuk akal antara Jakarta dan Ciawi (waktu itu Adrian kerja di Jakarta dan ada wacana saya dipindahtugaskan ke Ciawi maka harus cari tempat yang oke buat kami berdua).
  2. Survey rumah di daerah yang ingin ditinggali. Begitu pilihan jatuh ke daerah Sentul, maka semenjak itu selama hampir dua bulan setiap akhir pekan diisi dengan keliling lihat-lihat rumah dan pengembang. Hahaha. Pegel linu nyetir dari Jakarta dijabani demi dapat rumah yang oke. Muka pun tebel karena udah ditunjukkin rumah contoh, lalu sales-nya pun udah berbusa-busa nerangin tapi kami tetap lenggang kangkung nggak naruh uang tanda jadi. Hehehe. Anw, sekarang ini kalau cari rumah, sales-nya jago-jago lho.. Kami di-servis abis sampe ngerasa nggak enak kalau nggak naruh uang tanda jadi (istilahnya uang ambil nomor rumah) yang besarnya antara 5-20 juta. Katanya bisa di-refund 100% kalo gak cocok. Lha tapi kami sepakat… Ya mending mikir dulu di rumahlah mana yang mau diambil, toh masih survey sana-sini. Kalo udah yakin mau rumah yang mana, baru kasih tanda jadi. Bukan apa-apa, males ribet ngurus refund
  3. Membandingkan hasil survey rumah. Setelah perkara survey-survey maka tiba waktunya memilih rumah mana dan pengembang mana yang akan kami pilih. Sebagai panduan biasanya saya punya beberapa komponen pembanding seperti akses jalan ke tol seperti apa, interior, eksterior, air, listrik, fasos, fasum, tetangga (iya, ini penting banget, males punya tetangga rese :D) sampe biaya IPL. Well, daripada nanti setiap bulan ngedumel pas bayar IPL mending ditanya dari awal. Hehehe. Kalo teman saya si @defickry malah sampe bikin tabel segala. Ohya selain membandingkan data, saya juga survey via internet. Baca-baca review orang lain soal tinggal di rumah dengan pengembang tertentu. Biar nggak ketipu janji manis pengembang gitu.
  4. Survey KPR Bank. Ini part yang tricky Hampir semua pengembang bekerja sama dengan berbagai macam bank yang menyediakan fasilitas KPR. But again, kita mesti jeli karena ambil KPR itu sama artinya jalan bareng hingga 10, 15, atau 20 tahun ke depan tergantung tenor waktu yang kita ambil. Soal Survey KPR Bank ini saya bahas lebih detil ya, karena ini penting banget!

Ada banyak hal yang jadi pertimbangan buat memilih rumah. Mulai dari fasilitas sampe kenyamanan lingkungannya.

Pilih-pilih Bank Pemberi KPR

Selain tanya sana-sini, pas mau ambil KPR di suatu bank saya juga survey secara online. Berbeda dengan survey rumah di mana kita harus datang langsung untuk merasakan feel-nya maka kalau soal KPR ini bisa dilakukan lewat internet sih. Kalau berlebih waktu, ya silakan datang ke bank-nya.

Anw, hal pertama yang saya lakukan sebelum memilih bank adalah melihat kredibilitasnya. Udah punya pengalaman lama atau belum, testimoni para nasabahnya gimana tentang pelayanan, fasilitas dan kemudahan-kemudahan lainnya. Sempat ada 2 nama bank yang masuk hitungan. Tapi akhirnya pilihan jatuh ke Bank BTN. Nama besarnya udah jaminan banget, plus orang tua saya juga menganjurkan ambil KPR di BTN aja karena udah punya pengalaman bagus pas cicil rumah di Klaten sana. Oke deeeh, akhirnya saya dan Adrian sepakat ambil KPR di BTN.

Review BTN Properti

Ada beberapa kelebihan dari BTN yang saya catat:

  1. Punya web yang friendly user. www. btnproperti.co.id ini adalah portal khusus dari Bank BTN sebagai leader pembiayaan perumahan di Indonesia yang diperuntukan bagi para developer dan masyarakat yang ingin mendapatkan akses mengenai perumahan. Nama besarnya gemilang, gitu lho! BTNProperti akan memberikan fasilitas kemudahan kepada masyarakat dan pengembang dalam mencari informasi terkait masalah rumah serta masyarakat mudah mendapat informasi mengenai properti pilihan yang sesuai dengan kemampuan beli masyarakat.
  2. Yang saya senang dari BTNProperti adalah kita bisa Konsultasi KPR, dapat berita-berita terkini yang mengedukasi masyarakat, juga Customer Service Live Chat jadi kita bisa ngobrol kapan aja seolah datang ke kantor BTN tapi minus macet di jalan dan nggak pake ambil nomor antrian. Satu hal lagi… Ada Simulasi KPR! Jadi dengan usia, penghasilan, gaji dan jumlah uang DP yang kita miliki maka bisa keliatan kita akan bayar berapa tiap bulannya. Simulasi ini bisa kita dapatkan hanya dengan di depan computer saja. Mudah banget kan?
  3. Kemudahan lainnya tuh, pengajuan KPR bisa dilakukan secara online, prosesnya mudah, cepat dan murah serta dokumen yang di-upload itu hanya sedikit buat dapatin persetujuan seketika.
  4. Lalu BTN Properti juga menerapkan suku bunga promosi dan counter, jadi bisa dapat fixed interest gitu buat KPR BTN Platinum. Soal syarat, ketentuan dan masa promo, mending sering-sering aja cek webnya buat liat promonya ya.
  5. Ada fasilitas KPR BTN Subsidi yang merupakan program kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit, terdiri atas KPR untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun.
Tampilan web BTN Properti. Banyak promo dan kemudahan untuk mengajukan KPR

Tampilan web BTN Properti. Banyak promo dan kemudahan untuk mengajukan KPR

Simulasi Penghitungan KPR

Simulasi Penghitungan KPR. Tinggal masukkan data-data aja dan … viola… keluar deh penghitungannya

Pengajuan KPR BTN

Live chat sama CS BTN. Cepat dan mudah

Ada banyak pilihan buat konsumen kalau mau cari-cari rumah. Bisa d-search mau rumah baru atau second segala lho.

Ada banyak pilihan buat konsumen kalau mau cari-cari rumah. Bisa d-search mau rumah baru atau second segala lho.

Dengan berbagai macam fasilitas itu, akhirnya bungkus ambil KPR di BTN! Sesudah semua dokumen di-submit, kalau nggak salah, nggak nyampe satu bulan udah ttd akad jual beli. Keren banget deh. Saya ingat betul waktu pas mau ttd, saya dan Adrian ijin dari kantor dan datang ke kantor BTN di daerah Cibinong. Mata sampai berkaca-kaca pas ttd. Terharu banget bisa beli rumah sendiri. Rasanya bahagia dan puaaaas banget.

Walau ternyata sekarang rumah yang di Sentul saya kontrakkan karena saya nggak jadi pindah kerja ke Ciawi, tapi pengalaman cari rumah dan cari bank buat KPR ini benar-benar membekas banget di hati. 🙂 Dan saya nggak nyesel beli rumah karena harganya naik terus. Rumah masih cocok buat investasi. Btw, semoga teman-teman yang sedang proses mencari rumah, dimudahkan jalannya dan rejekinya yaaaa. Amin!

Anw, kalau Sobat CE sendiri gimana? Pas married, mau resepsi gede tapi abis itu ngontrak atau resepsi biasa aja terus DP rumah?

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sponsored dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Antara Jakarta-Sidikalang dan Sebuah Impian

  1. Arman berkata:

    Mesti beli rumah dulu baru sisa nya buat resepsi ya..

  2. aqied berkata:

    Belom plan resepsi, hahahaha.
    KPR BTN ni kayanya emang gak ada matinya ya sedari dahulu kala

  3. Aku setuju kalau resepsi sederhana saja ya, mbaKarna dana untuk setelah menikah itu gede. BTN memang identik dengan rumah warga ya. Rumah keluargaku juga di BTN saat masih di Ambon dlu 🙂

  4. Avant Garde berkata:

    pengennya sih resepsi gede2an dibayarin ortu lanjut dibeliin rumah …. ((habis ini langsung digampar))
    wkwkwk
    saya masih milih2 mau kpr mana 😦

  5. uli berkata:

    aku juga baru pulang menghadiri pernikahan adekku di pulau samosir tapinya, gak sampai ke sidikalang. tapi sidikalang itu kampung opung ku loh kak.., terkenal memang dengan duriannya.

  6. rinasetyawati berkata:

    iya betul harga rumah itu selalu naik tinggi yah setiap tahun, migrain ngeliatin angka angkanya

  7. belalang cerewet berkata:

    Bagusan sih prioritas rumah ketimbang mewah mewah pas resepsi nikah. Rumah bisa jadi investasi yang terus melonjak. Tapi ya kembali ke orangnya sih 🙂

  8. Nandito Silaen berkata:

    wah keren ya.. impian gue bgt nihh beli tempat tinggal. btw durennya gak tahan liatnya 😀

  9. benwicak berkata:

    tiba2 kepengen makan durian.. hiks

  10. ysalma berkata:

    Saya pertama ngambil rumah juga pake KPR BTN,, yang pastinya cicilannya flat, ga bakal bikin jantungan.
    Kalau sekarang ditanya, dan bisa muter waktu, maunya resepsi dapet, rumah dan isinya juga *dasar maruk* 😀

  11. Febriyan Lukito berkata:

    Jadi inget pas ajuin dulu mbak… emang gak gampang ya. harus muter sana sini dulu.

  12. retno berkata:

    Karena baru lulus kuliah belum kerja, resepsi mbak, tapi biaya ortu. Resepsinya juga biasa aja soalnya tinggal di desa, ga gede2 amat sih, lanjut ngontrak…alhamdulillah skr udah beli rumah… tapi beli sdr hihihi

  13. Riski Ringan berkata:

    Dulu, resepsi enggak mewah dan belum bisa DP rumah juga, hehehe. Sekarang saya dan suami masih terus nabung biar bisa beli atau bikin rumah sendiri. ^_^

  14. ratusya berkata:

    Eh dikontrakan? Trus skrg balik lagi ke cakung? Eh atau kemana mbak?

  15. cumilebay.com berkata:

    Aku blm merried kak, jadi blm tau mau gede2an atau kecil2an hahaha

  16. Bimo berkata:

    Pengen si kpr tp bingung ga punya slip gaji 😂
    Karena kerjaan online.
    Dulu pernah tanya2 ke salah satu bank & jawabannya ga memuaskan kaya mau mau engga2 ngelayaninnya padahal tiap bulan ada uang masuk di tanggal yg sama ke rek sya & istri ke bank tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s