Ayo ke Palembang Lihat Gerhana Matahari Total!

Seumur-umur saya belum pernah lihat Gerhana Matahari Total (GMT). Kayak apa? Gimana rasanya saat seluruhnya gelap gulita? Menarik atau akankah menakutkan? Dan berbagai macam pertanyaan itu berkelebat saat mendengar kalau awal Maret ini, tepatnya tanggal 9 Maret 2016 nanti ada 8 kota di Indonesia yang akan dilalui gerhana matahari total. Palembang, si kota unik dengan akulturasi budaya yang cantik, adalah kota pertama yang akan mengawali rangkaian gerhana tersebut.

Gerhana Matahari Total adalah fenomena alam yang luar biasa di mana matahari, bulan, dan  bumi berada di satu garis lurus. Fenomena ini sangatlah langka, suatu daerah belum tentu berulang dilewati GMT dalam periode dekat. Ada pola tertentu dan kalo kata Bapak Thomas Djamaluddin -Kepala LAPAN-, secara perhitungan kasar sih, gerhana matahari total hanya akan terjadi sekitar 300 tahun sekali di satu daerah. Hanya ada hitungan pola 18-19 tahun, sesuai dengan periode Saros atau siklus gerhana. Namun, jalurnya berbeda. Tapi, Palembang ini beruntung bangeeeet. Kejadian terakhir pada 1988 dan berulang pada 2016, jadi hanya 28 tahun.

 Ah, Palembang… How special you are!

Gerhana Matahari Festival GMTJadi kalo mau lihat Gerhana Matahari Total, ayo ke Palembang! Bakal ada banyak acara menarik untuk menyambut fenomena alam yang cantik ini. Akan ada Glowing Nite Run Road to GMT 2016, pelepasan balon dan lampion sampai lomba foto segala. Tiket ke Palembang juga terjangkau kok, kalau kita jeli cari-cari, tiket pesawat PP Jakarta-Palembang bisa dapat di bawah 1 juta lho. Seru kan?

Ohya, once you are in Palembang, plese drop a visit to these places, you won’t regret it.

Jembatan Ampera

Saya cukup beruntung karena melihat Jembatan Ampera dalam dua kesempatan yang berbeda; siang dan malam. Jembatan gagah yang membentang di atas Sungai Musi ini geliatnya sungguh berbeda antara terang dan gelap tapi sama-sama memesona kok. Sama-sama bikin kangen balik lagi 😉 .

Pulau Kamaro

Pulau ini wajib banget dikunjungi. Cuma +/- 45 menit aja naik perahu dari Jembatan Ampera dan kita bisa sampai di Pulau yang tak pernah kebanjiran walaupun Sungai Musi meluap. Keren kan? Ada kisah cinta yang dramatis sebagai asal muasal pulau ini, lain kali saya ceritakan terpisah ya soalnya ceritanya seru banget. Ohya, di pulau ini kita juga bisa melakukan wisata reliji karena terdapat klenteng tempat sembahyang pemeluk agama Budha, Shinto dan Konghucu.

Kampung Arab A-Munawar

Sesuai namanya, kampung ini dihuni oleh keturunan Arab yang dulu datang ke Indonesia dengan misi menyebarkan agama Islam. Jadi jangan kaget kalo penghuninya cantik-cantik ya. Hihihi. Di kampung ini terdapat beberapa bangunan tua yang usianya hampir 300 tahun. Eksotis dan cantik. Instagramable banget! Eh udah pada follow IG saya belom? Cuss follow atuh 😀 Hehehe.

Museum Bala Putera Dewa

Salah satu museum kesukaan saya karena selain koleksi artefak relia dan replika yang komplit, di dalam museum ini juga terdapat rumah Limas, rumah panggung khas Palembang yang sudah langka. Usianya sudah ratusan tahun namun tetap kokoh berdiri. Rumah Limas ini adalah rumah yang ada di selembaran uang 10.000. Hayooo, coba cek dulu. Ohia ini beberapa poto narsis di Museum Bala Putera Dewa 😛 hehehe. Ohiya ini beberapa foto yang saya ambil waktu di museum ini:

 

Anw, masih ada banyak tempat-tempat eksotis lain yang bisa dikunjungi kalau ke Palembang, akan saya tuliskan terpisah. Semingguan ini bakalan ngomongin Palembang terus deh 😀 Tapi… hints di atas udah cukup jadi alasan buat ke Palembang dong! 😉

Selamat Hari Minggu Sobat CE, sudah pernah lihat Gerhana Matahari Total belum?

.

.

Baca Juga:
  1. Hunting Kuliner di Palembang
  2. Palembang Trip: kisah kasih Tragis di Pulau Kamaro
  3. Menyusuri Jejak Sejarah Sriwijaya

Iklan

73 respons untuk ‘Ayo ke Palembang Lihat Gerhana Matahari Total!

Add yours

  1. Aku sudah pernah lihat tahun 1988 sama keluarga. Untungnya waktu itu informasi sudah lebih baik ketimbang tahun 1983 yang katanya ngga boleh lihat gerhana. Tapi pengen lagi lihat tahun ini

  2. Beluuum pernaah liat gerhana matahari total, belum pernah pun ke palembang. Padahal doyan banget makan pempek. Hahahahaha. Jadi tergoda nih baca postingan kak eka. Tapi kok kalok cuman sehari itu aja ke sana gimana ya rasanya. Kan liburnya pas tanggal merah itu kan ya kak… hari rabu itu kalau ga salah …

  3. huhuhuhu, mau banget sih…. Sayang kali ini Jakarta tidak kebagian ya… Dulu waktu SD kan ditakut2in kalau liat GMT bakal buta 😦 Keren Ekaaaa ^_^ Elo selalu bisa memberi informasi tempat2 asik yg okeh utk dikunjungi

  4. aku penasaran kenapa kamu bisa embed foto instagram sementara aku engga, ini bagaimana sih caranya?

    aku coba di postinganku terakhir hanya muncul kotak2 nyas saja, gambarnya engga? 😦

    gimana dong kak

  5. Wah pasti keren ya. Sayang nya dikantorku yang sekarang susah banget kalo mau cuti, jadi kayaknya mesti melewatkan kesempatan ini deh. Beruntungnya Palembang, suasananya pasti meriah banget. Semoga cuaca cerah ya jadi bisa terlihat jelas. Mba Eka trip kesana untuk melihat kah?

  6. Tahun 1988 kemarin saya belum lahir (haha!) dan tahun 2016 ini juga saya belum berkesempatan menyaksikan soalnya 9 Maret bertepatan banget dengan Hari Raya Nyepi :huhu. Kalau memang rezeki pasti nanti bisa menyaksikan gerhana-gerhana lain yang spektakuler juga :amin. Tapi gerhana atau tidak, Palembang memang menyuguhkan banyak cerita buat dijelajahi, ya. Mudah-mudahan bisa ke sana dalam waktu dekat :amin.

  7. pengen bangettt datang ke festival gerhana matahari total …
    soalnya butuh 20 tahunan lagi jika ingin lihat gerhana matahari total di Indonesia.
    btw .. palembang bener2 menyiapkan acara ini ya … semoga suksesss

  8. akupun sampe skr ini blm prnh liat yg namanya gerhana mba… pengen sih sbrnnya, tp nth kenapa emg blm rezeki bisa ngeliat 😉

    sama ama Palembang, walo deket dr jakarta, tp ttp bm prnh datangin :D… pdhl bnyk sodaraku di sana.. -__-.. kulinernya itu loh yg jd alasan utama pgn dtg… pengen rasain sndiri empek2 dr kota aslinya 😀

  9. waktu aku masih anak2 tahun 1983-an kalo gak salah, pernah ada gerhana matahari total juga. tapi ortu melarang ngeliat karena bisa buta katanya 😀

    ternyata sikap ortu itu datangnya dari himbauan pemerintah yg menganjurkan masyarakat tidak melihat gerhana karena takut jadi buta. aneh bin ajaib hihihi

    1. Dulu ilmu pengetahuan memang belum seperti sekarang. Ohiya, tapi memang kalau melihatnya nggak hati-hati mata bisa rusak. Jadi ada caranya juga buat melihat, nggak secara langsung, lebih aman pakai kacamata walau tipis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: