Menjaring Tawa di Kebun Itu

Strawberry Park and Lavender Farm
Tawa itu dimulai ketika kamu dengan semena-mena menggelitik pinggang bagian dalam tubuh ini. Di lekuk paling sensitif yang jika tersentuh bisa menyulut birahi atau menerbitkan derai tawa tak tahan karena geli! Lucu ya, satu titik bisa memberikan sensasi yang berbeda.
Strawberry Farm yang meminta kita membayar RM 6 / 100gram jika kita memetik buahnya sendiri itu, kamu bergaya lucu 😀
Tak berhenti di situ, kamu menambahkan guratan-guratan bahagia dengan senyum jahilmu memainkan beberapa buah strawberry. Mengenakannya sangat hati-hati bak anting emas berharga miliaran rupiah. Membuatku tergelak karena mimik wajahmu itu polos jenaka. Ah, kamu! Usilmu itu menggoda. Dan aku terpana, eloknya bunga Lavender di taman itu seolah bersetuju dengan tawa. Nampaknya bumi pun ikut tertawa, bahagia karena kita.
Aku ingin menjaring tawa, sayang. Dalam sebuah alinea pendek yang mengundang senyum kala kita menoleh ke belakang lagi nanti. Yang tak lekang mesti telah lama berlalu, justru hasrat kita akan memperkokoh itu.
Engkau ingin menjaring tawa juga namun dengan alasan yang berbeda. Membingkainya dengan frame rahangku yang bulat lonjong bisikmu. Mengabadikannya bersama bola mataku yang katamu tak pernah sendu. Padahal karena aku menghabiskan waktu bersamamu maka sendu itu pun berlalu.
Lavender Farm. So soft so peaceful like they can feel the love aura we released to the air 😉
Kamu tidak meninggalkan jejak di taman Lavender itu, Sayang. Kamu meninggalkan jejak di hatiku. Tentang sisi yang lain, sisi romantismu yang jarang aku temui. Aku suka ketika engkau membebaskan tawaku dengan caramu yang unik. Cara yang tak lazim dan sulit dimengerti. Caramu sendiri. Bukankah cinta itu begitu? Kita dapat tertawa bersama untuk hal-hal sederhana.
Laughter is the sound of the soul dancing.
Iklan

34 respons untuk ‘Menjaring Tawa di Kebun Itu

Add yours

    1. Hihihi pasti tahu kan soal itu 🙂
      Suami istri itu lucu, yang suami kagum karena istirnya ceria, padahal istrinya ceria karena si suami. Lalu melihat istri ceria, si suami pun ikut bahagia 😀 lingkaran yang membahagiakan 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: