Bicara Medan, Bicara Durian

Datang ke Medan dan gak nyicipin durian? Wah itu sih namanya belum sah mampir ke Medan 😀 Durian (duren) Medan itu memang sudah kesohor ke mana-mana, setiap saat adalah musim Durian di Medan karena ibu kota Sumatera Utara ini mendapatkan pasokan dari sentra-sentra penghasil durian dari Langkat, Sidikalang atau Tanah Karo. Yang bikin durian Medan enak itu  karena duriannya matang di pohon, bukan diperam atau dikarbit lalu rasanya yang unusual. Susah ceritainnya :mrgreen: Rasain sendiri aja deh.
Dipilih-dipilih duriannyaaa… Tapi jangan yang pakai baju biru. Itu gak dijual lho 😛 hihi

Menggila

Sebagai fans garis keras durian maka begitu sampai ke Medan, kalau orang-orang cari soto Medan maka saya carinya durian donks. Kata orang, Ucok durian itu paling top di Medan tapi saya sih punya tempat durian favorit sendiri. Namanya Pelawi Durian di daerah Simpang Sikambing, buka 24 jam dan siap melayani nafsu makan durian kapan saja. Hihi. Harga duriannya berkisar antara IDR. 5.000,- s.d. IDR 25.000,- . Saya dan teman-teman sampai teriak tobaaat, tobaaat ketika makan durian di sini. Eunak bow! Rasa pahit, manis, dan sedikit kecut silih berganti muncul di lidah, memberikan sensasi kelezatan yang bikin mata merem melek gak karuan. Hati-hati ketagihan, satu biji saja gak akan cukup! Rekor ketika terakhir mampir ke Medan, saya menghabiskan 30 biji dari 2 buah durian sehari! 😀 Alamaaak. Gila memang! Saya dipelet durian Medan! :p Smeinggu di sana, tiada hari tanpa durian. Beuuuh ^_^
Durian segede-gede bola cuma 20.000an booow
Biasanya durian kan berwarna putih agak pucat, nah durian Medan terkenal dengan daging buahnya yang berwarna kuning terang, biasa disebut durian tembaga. Warna kuning terang dari durian Medan itu yang menggoda mata sementara harumnya bikin langsung pengen terkam deh itu buah :mrgreen: haha. Daging buahnya cukup tebal lalu pas lembutnya, tidak terlalu lembek juga tidak terlalu keras. Perpaduan rasa, keindahan mata dan wangi yang menggoda ini bisa bikin lupa diri. Yang punya gangguan kolesterol harus hati-hati, makan durian kebanyakan bisa bikin hangover alias kliyengan, darah tinggi naik atau yang paling parah nafas bisa lewat gara-gara gak bisa mengekang mulut.

Oleh-Oleh

Buat yang mau bawa oleh-oleh durian, bisa lho bawa durian ini pulang. Durian di kupas lalu dimasukkan ke dalam kotak transparan putih yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga baunya tidak menganggu penumpang lain. Tenaang, kita tidak perlu melakukan itu sendiri, pedagang duriannya menyediakan layanan itu koq. Satu kotak oleh-oleh durian itu harganya mulai dari IDR 150.000 ke atas. Cuma ya soal rasa, sudah tau kan durian itu memang lebih enak kalau dimakan begitu kulit duriannya dibuka, tapi kalau buat icip-icip keluarga di Jakarta, bolehlah durian yang dikemas ini.
Pancake Durian ituuuh
Atau kalau agak takut rasanya sedikit berbeda, maka bisa juga bawa oleh-oleh pancake durian. Kawan saya bilang bahwa pancake durian yang rasanya enak dengan harga miring ada di Jln. Mojopahit, maka berburulah saya ke sana. Memang harganya murah antara IDR. 5.000 s.d. IDR. 15.000 per potong (tergantung merk), tapi setelah mencicipi beberapa pancake durian di situ, rekomendasi saya tetap saja jatuh kepada pancake durian dari Restoran Raja Nelayan yang harganya IDR 100.000 dengan isi 4 biji alias 25rb/potongnya. Bhiks! Ya..Ya.. Ada harga ada rupa ya. Buat saya yang gak mungkin cuma makan 4 biji durian, ini pancake durian dari Raja Nelayan bikin lidah enak tapi kantong tidak enak :mrgreen: *tepok jidat, jidatnya durian. Eh durian gak punya jidat ya*

Ah… ah.. Durian itu unik, ada yang benci setengah mati ada juga yang suka banget kayak saya :D. Sobat CE, sukanya durian apa?

Iklan

54 respons untuk ‘Bicara Medan, Bicara Durian

Add yours

  1. kemarin aku beberapa hari di medan, enggak kepikir durian, untungnya pas lagi jalan ke airport mau pulang eh liat bakul durian… akhirnya makan deh sedurian 15ribuan bertiga, pulen, manis, muantep….

    haha, terima kasih bakul durian, kalo kemarin enggak melihatmu, aku akan dianggap belum ke medan deh. hehehe

      1. ah boleh juga tuh….kopdar durian….aku suka durian garis biasa aja…haha…suka tapi ga sampai banyak-banyak lah….aku kan janji mau nraktir kamu, kapan dong yaa…kalau ga durian, makan di lapo pun jadilah….qiqiqi…kutnggu yaa

  2. Saya pernah ke Medan, dan makan durian Medan. Rasanya sama saja dengan durian yang saya makan di kampung saya, Palopo. Durian manapun asal benar-benar masak di pohon itu rasanya emang maknyus. Apalagi kalo ga sampai bermalam. Beda lho rasanya…
    Ohya, di kampung saya durian tuh diikat-ikat waktu dijual. 1 ikatan (orang kampung bilangnya “talaja”) isinya 3 atau 6 buah yg ditumpuk. Nah kalau lagi musim, di Palopo 1 talaja isi 3 buah itu biasanya harganya 30-rban. Kalau nyarinya sampai ke kampung (ke petaninya langsung) bisa dapat 10rb untuk 3 buah. 🙂
    Btw, saya sih sukanya makan durian langsung. Kalau sudah diolah jadi macam-macam saya malah ga suka 🙂
    *komen kepanjangan ditraktir durian dong….*

  3. aku belum pernah beli langsung dan makan di tempatnya di Medan sana, tp sering dibawain yg kotakan
    Tetap enak, bahkan disimpan di freeezer sebulan juga masih ok banget

  4. Aimakjang! Pamer durian Medan pulak dia! Meleleh ini iler jadinya! 😆

    BTW, Ucok Durian dan Pelawi Durian itu memang 2 tempat paling terkenal di Medan. Tak halal mengaku pernah cari/makan durian di Medan kalau tak tersebut nama mereka. Mereka itu seumpama Presiden dan Wapres-nya Republik Durian of the Medan. :mrgreen:

  5. Aku…? Sukaaaaa banget dengan durian…
    Durian Kamang di Bukittinggi juga sangat terkenal. Orang di sana menyebutnya durian mentega.
    Kalau di Pekanbaru, tidak mengenal yang namanya musim. Setiap hari selalu ada durian. Entah yang berasal dari daerah itu sendiri, maupun yang diimpor dari Sumbar maupun Sumut.
    Kalau di Curup… beuuuhh… jangan tanya lagi… Buanyaaaaaakkk, ueenaaaaaakkk dan mwuraaaah…. hahahaha… lebay deh.. 😀

    Semua produk makanan yang terbuat dari durian aku suka, kecuali tempoyak… haha.. ampun deh makannya kalau yang satu itu..

    Tapi, sekarang, aku sudah mengurangi konsumsi durian. Maklum, faktor U.. Jadi, kudu dikurang-kurangi dikit, sebab kalau sudah kebanyakan, kepala jadi berat..

    Apa kabar Eka? Lama tak kesini nih..

  6. Suka sih…
    tapi membayangkan makan dua puluh biji rasanya koq gimana ya..?
    saya punya kolesterok tinggi soalnya..hihihi

  7. terakhir makan duriah lebih dari 7 biji, leherku tegang 3 hari kak… wakakaka….. gimana pula kk bisa ngabisin 30 biji? x_x

  8. Wah, kpn itu ke medan gak sempat cobain durian nya 😦 ga tau tempatnya dimana…. tapi sebelum plg sempet coba pancake duriannya… wah bikin ketagihan deh…
    Btw, kalo dibawa dipesawat tidak kena petugas security ya?

  9. Soal pancake durian, nyesel deh kalau gk nyobain Happy Pancake! Tempatnya di kompleks Cemara Asri, nama tokonya Happy. Enak banget deh pokoknya. Kulitnya tipis, daging duriannya lezat banget. 1 biji yg ukurannya lumayan besar harganya 12.000. 1 kotak 10 biji cuma 70.000. Bisa delivery juga kok. Call aja ke 77021778. Dijamin enak deh, murah lagi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: