Payung Kehidupan

“Kamu mau dibawain apa pas aku datang nanti?” Begitu tanya seorang wanita di sebuah kotak ngobrol dunia maya.
“Eh..? Aku dapet oleh-oleh mbak?” Jawabku dengan hati berbunga dan langsung kubalas dengan menekan tuts-tuts keyboard mengetikkan keinginanku.
***
Percakapan sekitar dua tahun lalu itu membekas di hati saya. Beberapa saat setelah percakapan tersebut, kami bertemu untuk pertama kalinya. Sosoknya ramah keibuan tapi renyah dengan hangat tawa. Dan benar saja, saya dihadiahi sebuah payung lipat berwarna biru (warna favorit saya) dengan motif garis-garis imut. Lucu. Pas dengan hati dan kebutuhan saya. Payung lipat tersebut saya taruh di mobil, kalau panas atau gerimis saya pergunakan. Saya suka payung itu, mungkin sih karena faktor siapa yang memberikannya juga yah. Namanya mbak Imelda, seorang sahabat yang tinggal di Nerima dengan dua buah hatinya yang cakep-cakep itu. Coba deh bersahabat dengannya, banyak rasa yang akan kau terima.
Me & Mbak EM at Rumah Dunia Serang. Look at her smile with that pretty dimples! Isn’t she lovely? Mbak Em always cares about her friends and others including the needy.
Tapi di dunia ini kan tidak ada yang kekal, ada waktu berjumpa ada waktu berpisah, tinggal pintar-pintar hati kita saja menyikapinya. Setelah sekitar 1,5 tahun payung tersebut menjadi kawan, akhirnya ia hilang tertinggal di sebuah hotel di puncak sana. Jangan usul coba balik lagi ke hotelnya dan tanya ya. Sudah koq, sudah saya lakukan dan kenyataannya memang si payung biru itu hilang. Sebulan sesudah si payung biru hilang, tiba-tiba di kantor datang sebuah bingkisan. Isinya… PAYUNG LIPAT! Seminggu kemudian ada sahabat saya yang out of nowhere tiba-tiba memberikan saya hadiah…. PAYUNG LIPAT juga!
.
Boleh donk kalau saya bengong. Iyaaa bengong banget. Sepertinya Tuhan tahu betul apa yang saya butuhkan. Ini musim hujan gitu lho, payung lipat yang mungil pas masuk ke tas kantor. Membantu sekali kalau hujan sore-sore memayungi dari gedung kantor hingga parkiran mobil.
.
Saya teringat, dua bulan sebelum menikah, saya dan si Abang kelimpungan cari apartemen atau paviliun yang bisa disewa. Sudah jadi prinsip si Abang bahwa berani nikah berarti berani keluar rumah. Mau gimana pun keadaannya pokoknya kehidupan pernikahan itu harus dijalani berdua, pisah dari orang tua ^_^ (prinsip yang yang saya sukai sangat! Laki-laki banget!) Anyway, busway sewa rumah di Jakarta ini gak gampang. Serius! Ada yang lingkungannya pas tapi harganya gak pas dikantong :mrgreen:. Begitu dapat harga yang pas dikantong koq ya suasananya gak sreg di hati 😉  waaah susah deh. Duuh kalau ingat masa-masa itu rasanya mau modyar! Pusiiiiiiiiing banget cari-cari bow!
Namun disaat bimbang gulana begitu, lagi-lagi tangan Tuhan bekerja, 3 hari sebelum kami harus membayar uang sewa rumah, tiba-tiba kami kejatuhan berkat. Orang tua memberikan rumah. Tidak besar, tapi cukuplah untuk kami berdua. Ini surprise! Karena dari awal berencana menikah kedua orang tua sudah bilang, “hidup itu kerja keras, jangan harap apapun dari ortu yah, harus bisa cari sendiri! Jangan minta-minta.” 😀 Ortu kami memang ortu garis keras 😀 Mereka boleh punya sesuatu, tapi kami tetap digembleng untuk berusaha hidup dari tangan dan kaki sendiri.
Jadi, hadiah sebuah rumah itu seperti durian runtuh! Tidak kami perkirakan sama sekali, rasanya seperti bermimpi. Tidak selesai sampai disitu, berkat berdatangan terus, mengalir seperti sungai. Bukan hanya rumah.. tapi Tuhan sediakan isinya sekalian. Kami gak beli, ada saja orang yang memberikannya tanpa kami pernah minta. (Eh.. pernah deh minta, tapi mintanya dalam doa kepada Tuhan). Bahkan yang bikin saya menangis terharu mengingat kebaikan Tuhan adalah kebutuhan-kebutuhan kecil saya pun diperhatikan betul. Bayangkan! Sampai gorden rumah saya aja sudah ada orang yang bersedia membuatkannya. Saya ingat ketika itu boro-boro gorden, punya setrika aja gak kepikiran! Semua.. semua yang tidak terlintas dikepala, itu telah dipikirkan dan disediakan Tuhan.
Dari perkara-perkara sederhana, setiap hari saya belajar bahwa bersyukur akan hal kecil maka Tuhan akan tambahkan lebih banyak berkat buat kita! Tuhan tahu koq kita ini butuh apa, dan Tuhan juga tahu waktu yang TEPAT untuk memberikannya ^_^. Maka jangan kuatir, Dialah payung kehidupan kita 🙂
.

.

Pic minjem dari sini
Iklan

59 respons untuk ‘Payung Kehidupan

Add yours

  1. waaah EKAAAAAAAAAAAAAA…tersanjung banget aku tampil di posting ini.
    Tapi memang benar selama payung kita adalah Tuhan (Maaf Tuhan aku sebut Tuhan sebagai payung) maka kita akan selalu terlindung dan tercukupi.
    Aku ingat banget saat kamu curhat dan ngedumel kehilangan payung itu…. Kamu begitu kesal, sedangkan aku begitu cueks dan bilang: Gampang ntar dibeliin lagi! Eeeeeh ternyata kamu dapat segera penggantinya kan?

    Tau motto aku?
    Enjoying every second in my life as a gift from God! And I also enjoy our relationship …. friendship. Hugs >:D<

    EM

  2. Tuhan memang mengajarkan kita dalam perkara besar, namun perkara-perkara kecil seperti ini justru mengingatkan kita bahwa He pays every little detail we need. Amazing. Thanks for sharing, sis 😀

  3. Baca postingan ini seperti tertampar *plak! Plak* betapa banyak saya sibuk meminta, padahal tak terhitung sudah yang dia berikan.
    An inspiring thought, mbak. Thanks so much 🙂

  4. Wah tulisan ini memberi keteguhan (lebay!), saya yg berencana merit selalu memikirkan nanti makan gimana beli kompor beli piringnya gimana..
    Apalagi kalau mikirin rumah, itu kan yg prioritas tapi paling mahal..
    Semoga segala keberkahan yang Mbak Eka dapatkan menular juga ke saya..

  5. bener mbak eka, kalo mau meminta..kita cuma boleh minta sama Tuhan..itupun masih harus usaha juga. kalau memang diberi secara cuma-cuma, rezeki namanya, nggak boleh ditolak, hehehe

  6. betul tuh.. Tuhan pasti akan ngasih jalan di saat yang tepat ya ka… 🙂

    btw enak juga dikasih rumah ya ka… ada yang mau ngasih kita rumah gak ya? huahahaha

  7. Betapa kemudahan kemudahan itu datang buat orang yang selalu bersyukur dan meresapi hikmah Nya.
    Semoga kita selalu dipayungi dalam menapaki kehidupan ini.

    Salam.. .

  8. hmm dikasih rumah..? gratis..? asyikkk yaa..
    dan apa2 yang telah didapatkan itu pastinya hasil dari tak henti-hentinya doa dan kerja keras..

    kapan ya bisa mampir ke rumah sampeyan mbak 😀

  9. iya, kalo saya bilang sih..
    jika kita bisa istiqomah dalam berusaha, berdoa, bersyukur.. pasti semua akan berjalan lancar..

    hanya saja emang terkadang itu tidak mudah..
    berserah sama Allah, pasti semuanya baik2 saja 🙂

  10. Setuju banget dengan ulasan elo yang ini ka….Gw juga udah ngrasain berkat Tuhan yang luar biasa. Dia tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, hehehehe….Love my God so much!!!!

  11. Betul banget! Tuhan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan permohonan kita. Hanya saja kitanya kadang kurang sabar ya 😦 Terimakasih Tuhan, atas segala yang Kau berikan 😀

  12. “Bersyukur akan hal kecil maka Tuhan akan tambahkan lebih banyak berkat buat kita! Tuhan tahu koq kita ini butuh apa, dan Tuhan juga tahu waktu yang TEPAT untuk memberikannya”

    Bener banget mba… Bersyukur atas apa yg telah kita miliki, dan jangan serakah (ingin ini itu yg sesungguhnya jauh dari jangkauan) tanpa usaha apapun. Kadang orang berdoa minta ini itu, yg belom tentu dia butuhkan.. Berdoa dan berserah dirilah pada Tuhanmu, maka Dia akan memberikan apa yang pantas dan memang hak mu…

    \(•̃o•̃)/

  13. hmmm, tulisannya bikin adem. membuatku kembali memasrahkan semua keperluan dan keinginanku kepada-Nya. entah nanti dipenuhi atau tidak, dan entah bagaimana caranya, aku yakin (seperti yg sudah2) semua itu hadiah yang terbaik dari Tuhan.

  14. :: Sakti
    Saya nggak begitu yakin, tapi itu sering ada di buku-buku motivasi. Hmmm, kalau nggak salah ingat, itu juga ada di kutipan salah satu buku tetralogi “Laskar pelangi”.
    __________

    *menghayati cerita Mbak Eka* ^^

  15. Ah so nice Ka.
    Itu membuktikan bahwa Tuhan tidak pernah jauh saat umatnya benar2 meminta dan benar2 sayang pada Nya. Kadang suka gak percaya kalau permintaan kita bisa tiba2 dikabulkan oleh Tuhan. Tp itu benar, dan memang benar kita disayang sama Tuhan.

  16. Tuhan lebih dekat dari urat lehermu… begitu yah bunyi hadistnya,, selalu dekatkan diri pada-Nya,,, maka apapun yang dilalui akan terasa mudah… ^_^ semoga aq juga bisa begitu,makasih postnya,, nice bngt!

  17. Semua.. semua yang tidak terlintas dikepala, itu telah dipikirkan dan disediakan Tuhan.

    ah, aku senang sekali kalimat ini, dan begitu sepakat dengannya,, 🙂
    betul kak, hidup dipenuhi syukur dan sabar akan menuaikan hasil yang terbaik, yang telah disediakan Tuhan, tepat pada waktunya, waktu terindah dalam setiap rentang kehidupan kita.. 🙂

    makasih menuliskan perenungan indah ini kak…

  18. Betul sekali, mbaa. Tuhan memang maha tahu apa yang terlintas di hati. Jangankan yang kita minta, Yang terlintas saja, kadang dapet. Membaca tulisan ini, mengajak untuk kembali bersukur dan tidak lelah berharap. 🙂

  19. Eka,

    Kita memang harus bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan ini, sambil terus memperbaiki diri.
    Dan jika ada apa-apa, saya juga menangisnya pada Tuhan..entah kenapa tak lama kemudian selalu ada solusi….

    Payung dari Jepang banyak diminati oleh teman-teman si bungsu, terutama payung transparan….tapi kalau panjang bawanya susah ya.

  20. Saya suka dengan yang ini “hidup itu kerja keras, jangan harap apapun dari ortu yah, harus bisa cari sendiri! Jangan minta-minta.” << sangat memberikan inspirasi dan semangat

  21. Tuhan selalu ada di saat yang tepat dan waktu yang tepat,,,,,banyak yang bisa kita saksikan atas itu,,sayangnya sampai sekarang aq blom punya rmh,,walau hanya rumah kumuh pun,,,ngontrak az di pemukiman kumuh,,,tapi Tuhan ada di sana,,,karena bulan ini aq sanggup bayar kontrakan,,,,ini contoh tuhan ada di saat yang tepat dlam waktu yang tepat….

  22. Aku juga sering merasakan hal sama, Eka. Kebutuhan banyak, macem-macem. Ada kerabat atau teman yang perlu bantuan. Tapi entah bagaimana, kalau kita mengeluarkannya secara ikhlas, tabungan kok ya ada terus isinya, meskipun nggak banyak … 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: