di Ujung Tempat Tidur


Bibirku kelu melihat mama terbaring sakit dengan banyak selang di tubuhnya. Kakinya bengkak. Kaki yang dulu lincah mengajakku lomba lari lalu pura- pura kalah supaya aku bisa berteriak kegirangan karena menang. Kemenangan palsu namun selalu membuatku tertawa tergelak – gelak. Sekarang kaki mama bengkak seperti gajah. Penuh dengan air karena cairan yang kemarin masuk ditolak... Continue Reading →

Iklan

Sini, aku peluk..


Aku tergolek lemah diatas tempat tidur. Keringat mengalir deras dari seluruh pori-pori dibawah lapisan kulit ari. Ku cek temperatur AC, angka 20 celcius tertera jelas pada papan digitalnya. Jadi bukan panas ruangan yang membuat kelenjar-kelenjar keringat seolah berkejaran menghasilkan air asin dan menghadirkan perasaan tak nyaman yang sungguh membuat hati susah. Suara pintu berderit dari... Continue Reading →

Situ Gintung – dalam Nestapa


Aku tersadar oleh lolongan sendu seorang ibu. Jasad kaku ada dipangkuannya. Keras ia menggoncang-goncangkan tubuh anak lelakinya namun tetap ia tak bergerak – karena nafas pergi meninggalkan raga. Dan histerislah sang ibu. Jeritannya pilu, sepilu nyawa yang melayang sebelum genap ia berusia 17 tahun. Kulihat sekeliling, oh Tuhan tempat ini porak poranda, rumah hancur, mobil... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: